Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 32 - Murid Kaya


__ADS_3

Kelas 1-D SMA Subarashii adalah tempat berkumpulnya murid-murid sultan. Mereka adalah murid spesial yang tingkat kehormatannya setara dengan murid-murid Kelas 1-A. Tidak ada yang berani mengejek meski nilai akademik mereka di bawah rata-rata. Mereka adalah para calon pemimpin perusahaan di masa depan.


"Semangat ya belajarnya, nanti setelah lulus kalian bisa melamar pekerjaan di perusahaanku."


"Rumah sakit ayahku gajinya besar. Aku tunggu kalian di sana."


"Senpai kapten judo, ya? Jadi satpam di pabrik milikku mau? Gajinya besar deh, kalau buat Senpai."


Kata-kata itulah yang selalu muncul dari mulut-mulut para murid kelas 1-D. Murid-murid yang orang tuanya kaya. Murid-murid yang tinggal di dunia berbeda. Murid-murid yang mengedepankan harta di atas segala hal.


Di antara semua murid itu, ada satu yang terkaya dari yang paling kaya. Bos kelas 1-D. Ayah Sera pun tunduk padanya. Kekayaan keluarga murid ini melebihi siapapun di sekolah ini.


Nama murid ini adalah Kanemoto Ryuuji.


"Yoshino Akemi. Jadilah istriku." Kanemoto bertekuk lutut di bawah meja Akemi sembari memegangi tangannya.


Dua pengikutnya di belakang bertepuk tangan.


"Wooahh, bukankah dia Kanemoto-kun? Putra sulung dari Kanemoto group?!"


"Bukankah dia orang yang sering muncul di iklan mandi uang itu?"


"Wooahh!!!"


Murid-murid tampak antusias, kecuali Lev dan Sera yang sudah mengenalnya sejak SMP. Akemi pun tampak biasa saja.


"Akemi, terima saja. Hidupmu akan terjamin sampai tujuh turunan!" Giana antusias.


"Waah, beruntungnya Akemi." Nana tampak iri.


Semua murid tampak mendukung, bahkan para murid laki-laki. Mereka semua menyukai Akemi, tapi sadar diri tidak selevel dengannya, jadi lebih senang jika Akemi mendapat pasangan yang setara dengannya.


"Bagaimana, Yoshino Akemi?" Kanemoto menatap Akemi serius.


"Kenapa kau menyukaiku?" tanya Akemi.


"Fetishku adalah perempuan yang cerdas. Di antara semua murid perempuan di sekolah ini, kau adalah yang paling cerdas di antara semuanya. Ayo, jadilah istriku dan bantu aku mengembangkan Kanemoto Group bersama-sama!"


"Berarti... kalau tiba-tiba rangkingku turun, dan ada murid perempuan yang peringkatnya lebih tinggi dariku, kau akan memutuskanku dan berpindah ke orang itu?"


"Tentu saja!" Kanemoto menjawab dengan yakin.


"Ya sudah, aku tidak mau."


Kanemoto mencengkrang tangan Akemi semakin erat.


"Kita coba dulu! Mulai dari pacaran! Kau akan merasakan sensasi jadi orang terkaya di Jepang selama berpacaran denganku! Tidak ada ruginya berpacaran denganku, Yoshino Akemi!"


"Tidak mau, aku tidak suka laki-laki yang tidak setia." Akemi memalingkan pandangan.


Kanemoto menelan ludah. "Baiklah, aku berjanji, aku akan setia padamu, Yoshino Akemi! Meski ada perempuan yang lebih pintar darimu, aku akan tetap setia padamu!"


Akemi menoleh ke arahnya.


"Benarkah?"


Kanemoto mengangguk.


"Bohong!"


Sera ikut berbicara.


"Dia itu tidak setia, Akemi. Dia selalu ganti-ganti pacar. Siapapun perempuan yang mendapat peringkat teratas pasti akan langsung dia tembak!"


Semua murid langsung menatap ke arah Sera.


"Aku pun pernah ditembak karena mendapat peringkat teratas saat SMP, tapi aku menolaknya!"


Kanemoto langsung menggaruk kepalanya sendiri. Dua pengikutnya geleng-geleng kepala.


"Kali ini tidak akan seperti itu. Aku akan setia. Aku telah belajar dari pengalaman. Aku akan setia padamu sampai mati, Yoshino Akemi!"


Kanemoto memang merasa hampa dalam hidupnya. Meskipun kaya dan punya segala hal, tapi dia merasakan kekosongan dalam hatinya. Ada sesuatu yang belum melengkapi hidupnya.


"Maaf, tidak bisa."


"Kenapa?"


"Bukan karena kau tidak setia, aku hanya tidak punya perasaan padamu. Pasti menyenangkan punya pasangan yang sangat kaya sepertimu, tapi aku memilih pasangan bukan berdasarkan hal itu. Jadi, maafkan aku, Kanemoto Ryuuji-kun."


Kanemoto menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


"Akan kuhadiahkan kau pulau pribadi, jet pribadi, rumah pribadi, apa pun itu. Tolong pertimbangkan kembali, Yoshino Akemi!"


Akemi yang sangat jarang tersenyum, tiba-tiba tersenyum padanya.


"Terima kasih sudah menyukaiku, Kanemoto Ryuuji. Aku mohon menyerah saja."


Setelah diberi senyuman begitu, Kanemoto jadi semakin menyukai Akemi, tapi memutuskan untuk tidak mengejarnya lagi.


"Baiklah, kalau itu bisa membuatmu bahagia, Yoshino Akemi."


Sepersekian detik kemudian, Kanemoto langsung beralih pada Sera.


"Honma Sera, maukah kau...."


"Tidak mau!!!"


***


Kejadian itu rupanya tersiar pada seluruh penjuru sekolah. Kasus Kanemoto yang ditolak oleh Akemi membuat para murid, khususnya murid-murid Kelas 1-D geram. Mereka langsung mendatangi Akemi ke kelasnya secara langsung.


"Oi, berani sekali kau menolak Bos Ryuuji, dasar gadis kampung!"


"Apa kau tidak tahu betapa kaya dan dermawannya Bos Ryuuji?!"


"Sebaiknya kau pergi dan minta maaf pada dia sekarang, cepat!"


Akemi dikerubungi para murid lelaki dan juga perempuan. Namun, dia masih tampak begitu tenang.


Roman segera datang untuk menengahi.


"Hei, hei, jangan marah begitu. Santai. Slow. Jangan ribut."


Salah seorang murid memberikan Roman 100.000 yen.


"Ini, sana pergi, jangan ganggu kami."


Dengan cepat, Roman mengambilnya.


"Siap, terima kasih! Silakan introgasi Akemi sepuasnya!" Roman langsung menjauh.


Kali ini Emili yang datang.


100.000 yen.


"Kalian pikir aku bisa...."


200.000 yen.


"Ini tidak ***...."


300.000 yen.


"Senang berbisnis dengan Anda!"


Emili juga pergi, tidak menolong Akemi yang dikerubungi para murid.


"Yoshino Akemi, tolong ubah keputusanmu. Terimalah Bos Ryuuji. Walau hanya percobaan, tapi tolong terimalah. Kami ingin melihat dia bahagia."


Kali ini mereka melembut.


Akemi menjulurkan lidahnya.


"Tidak mau."


"Woi!"


Akemi menatap salah satu gadis.


"Hei kau, kalau Kanemoto Ryuuji dan Teruaki Lev menyatakan cinta padamu. Siapa yang akan kau terima?"


Wajah gadis itu memerah.


"A-aku... aku akan menerima Lev-kun!" Gadis itu langsung menoleh ke arah Lev yang sedang membaringkan kepalanya di atas meja.


"Kenapa? Bukankah Kanemoto Ryuuji lebih kaya dan dermawan?"


"I-itu memang benar... tapi, Lev-kun... dia baik dan sangat tampan. Aku ingin menjalani hidup bersamanya walaupun sederhana."


"Ya, seperti itulah alasanku menolak Kanemoto Ryuuji? Mengerti?"


Murid-murid itu pun mengangguk

__ADS_1


"Ja-jadi kau menyukai Lev-kun?"


"Hah? Tidak, bukan begitu!"


"Tidak apa-apa, jujur saja. Kalian satu kelas. Setiap hari selalu melihat wajahnya. Sedikit-sedikit, kau pasti menyukainya, kan?!"


"Tidak!"


Dengan usaha yang sangat keras, Akemi menyangkal anggapan salah dari para murid kelas 1-D. Mereka pun akhirnya percaya.


"Baiklah, kami menyerah, perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Segala hal tidak bisa dibeli dengan uang. Terima kasih pelajarannya, Yoshino Akemi."


"Iya, sama-sama."


Rumor Akemi yang menolak Kanemoto semakin lama semakin tersebar di seluruh sekolah. Membuat Akemi dicap sebagai gadis yang sulit untuk ditaklukkan.


"Kanemoto saja ditolak, bagaimana orang biasa seperti kita?"


"Harus sekaya apa sih biar bisa dapetin Yoshino Akemi?"


"Lev saja katanya ditolak, loh!"


"Mungkin Yoshino penyuka sesama jenis."


Akemi tak mengira dampak menolak Kanemoto jadi sebesar ini. Akemi jadi sering dibicarakan oleh orang-orang, bahkan ditembak oleh murid-murid kelas lain atas dasar rasa penasaran saja.


"Kalau dipikir-pikir, Yoshino memang cantik, ya."


"Dia peringkat pertama anak kelas satu, loh!"


"Dia memang punya kutukan, tapi cuma jadi kucing, bukan masalah besar."


"Sepertinya, aku juga ingin coba menembaknya."


Kepopuleran Akemi perlahan mulai menyaingi Lev. Akemi jadi mendapat banyak surat cinta dari murid-murid kelas lain baik murid seangkatan ataupun kakak kelas.


Dia sudah tidak dibenci lagi seperti sebelumnya. Itu karena Kanemoto yang diam-diam terus menerus memberitakan hal-hal baik soal Akemi.


"Waah, kau jadi semakin populer saja ya, Akemi, hahaha." Erza tertawa melihat tumpukan surat yang Akemi keluarkan dari dalam tasnya.


"Ini sama sekali tidak menyenangkan."


"Apa kau tidak mau mencoba satu? Memang tidak ada yang disuka, ya? Kudengar kau menolak semuanya."


"Aku tidak mau coba-coba. Aku hanya akan menerima kalau aku yakin."


Erza mengangguk-angguk.


"Memang orang seperti apa yang kau sukai Akemi? Aku penasaran."


"Aku tidak ingin berpasangan dengan orang Jepang. Aku ingin berpasangan dengan orang luar negeri, seperti Korea, Thailand, Indonesia, dan lain-lain. Paling ingin sih dengan orang Indonesia, kudengar orangnya ramah-ramah."


Erza mengangguk-angguk.


"Kau benar, Akemi! Orang Indonesia memang ramah-ramah! Kalau mau, aku bisa kenalkan temanku padamu, loh!"


Akemi langsung menatap tajam pada Erza.


"Ke-kenapa kau menatapku seperti itu?"


"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa lelah. Rasanya aku sial sekali dalam urusan percintaan." Akemi menggerutu.


"Sial apanya? Padahal kau tinggal terima saja salah satu. Dapat pacar. Beres!"


Akemi menatap tajam lagi pada Erza.


"Akemi... kau menyeramkan."


Akemi kembali memalingkan pandangan.


Shuu dan Hoshi yang mendengar percakapan mereka seketika saling pandang.


"Shuu... barusan Akemi melempar kode, kan?"


"Ya, tidak salah lagi."


"Haruskah kita beritahu Erza kode nuklirnya?"


"Tidak Hoshi, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri. Hal seperti ini, kita tidak boleh ikut campur."


"Ya, kau benar."

__ADS_1


__ADS_2