Murid Aneh!

Murid Aneh!
Ch. 48 - Miss Subarashii 3


__ADS_3

"Baiklah, untuk kontes ketiga, kami akan mengundang seorang lelaki yang nantinya akan dibuat blushing oleh para kontestan Miss Subarashii kali ini. Siapa laki-laki beruntung itu? Kepada Teruaki Lev, silakan naik ke atas panggung!" Moderator yang merupakan anggota OSIS tampak bersemangat saat menyebutkan namanya.


Dengan santai, Lev pun berjalan meninggalkan kerumunan murid Kelas 1-F, dan naik ke atas panggung. Siapapun tidak menduga bahwa Lev lah yang akan menjadi laki-laki yang harus mereka goda.


"Waah, kalau begini sih kontestannya yang beruntung!"


"Aku juga ingin menggoda Lev!"


"Aaaa aku ingin beratatapan mata dengannya!"


Sorak sorai dari para murid perempuan terdengar sangat jelas. Bahkan laki-laki pun ada.


Lev yang sudah berdiri di atas, lantas berbicara pada para kontestan.


"Tolong, buat aku jatuh cinta."


"Kyaaaa!!!" Para penonton bersorak dengan ramai. Tidak peduli mereka murid-murid kalangan atas, kalau sudah ketemu cowok tampan, tetap saja heboh.


Biasanya laki-laki yang dipilih untuk menjadi target godaan adalah orang pendiam atau laki-laki dengan ekspresi paling datar di sekolah. Tolak ukur penilaiannya dilihat dari perubahan ekspresi wajah orang tersebut saat digoda.


Tahun ini, pihak penyelenggara menggantinya. Mereka mencoba cara baru dengan menjadikan laki-laki tampan sebagai objek godaan. Dengan begini, pertandingan mungkin akan jadi lebih menarik.


"Baiklah, peserta pertama, Kojima Setsuna. Dipersilakan!"


Kojima pun mendekati Lev yang sudah berdiri menunggunya. Dia boleh menggoda dengan cara apa pun, asal tidak menyentuh tubuhnya, karena bisa membuat dia hilang ingatan.


"Ha-halo Lev!"


"Ya, Kojima-senpai."


Suara seksi Lev yang mirip Kamiya Hiroshi membuat penonton perempuan kembali ribut. Kojima berusaha mempertahankan fokusnya.


"A-anu... itu... anu... itu...."


Belum apa-apa Kojima sudah gugup duluan. Dia terlihat seperti seorang gadis yang hendak menyatakan perasaannya.


"Tenang, Kojima-senpai, pelan-pelan saja."


"A-anu... a-a-a-a...." Wajah Kojima-senpai memerah, mulutnya terbuka dan tertutup berulang kali, tapi tak ada suara yang keluar.


Para penonton pun berkomentar.


"Astaga, Kojima-senpai saja sampai kikuk!"


"Ini sebenarnya siapa yang harus dibuat blushing?"


"Kojima-senpai kawaii!!!"


Terlalu lama gugup, waktunya pun habis. Kojima gagal membuat Lev blushing.


"Aaah sayang sekali, waktunya sudah habis!"


Kojima pun kembali dengan tertunduk lesu. Eskpresinya berbeda jauh dibanding saat kontes pertama dan kedua tadi. Kepercayaan dirinya yang tinggi mendadak hilang.


"Di-dia terlalu manis!" batin Kojima.


Peserta berikutnya maju. Dia terlihat lebih tenang dibanding Kojima tadi. Itu karena dia sudah sering melihat Lev di sekolah, bahkan dari SMP, jadi resistensinya kuat.


Dia menggunakan kata-kata untuk menggodanya.


"Lev, aku menyukaimu."


"Terima kasih."


Sudah sering dengar, Lev tak bergeming.


"Lev, melihat wajahmu mengingatkanku pada sesuatu."


"Apa itu?"


"Masa depan," jawab gadis itu.


Para penonton langsung bersorak.


Lev pun tersenyum.


"Kalau begitu, ayo kita menikah."

__ADS_1


"E-ehhhh?!!!!" Gadis itu terkaget.


Counter dari Lev berhasil mendarat dengan sempurna. Wajah gadis itu memerah dengan seketika.


"Matamu sangat indah, aku menyukainya."


"Aaaaaa."


"Kau mirip istriku di masa depan. Apa jangan-jangan memang kamu, ya?"


"Hah?!!"


"Anak kita pasti lucu. Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya."


"Su-sudah cukup!"


Bukannya digoda, Lev malah balik menggoda gadis di hadapannya tersebut. Meski hanya akting, tapi itu memberikan damage yang cukup lumayan.


Gadis kedua pun masih belum berhasil membuat Lev blushing.


"Peserta berikutnya."


Seorang gadis berkulit coklat berwajah sangar maju. Sedari awal, orang-orang bingung mengapa gadis ini malah ikutan. Cantik sih lumayan, tapi dia hampir tidak pernah tersenyum. Pidatonya yang bagus jadi terasa hambar karena ekspresinya yang minim tersebut.


"Miyabi Maki, ya? Salam kenal, aku Lev."


Gadis itu mengangguk.


Berbeda dengan gadis pertama dan kedua, gadis ini tampak tidak memiliki ketertarikan pada Lev. Dia memiliki tatapan yang tajam seperti berandalan. Dibanding menggoda, gadis ini malah seperti ingin mengajak Lev berkelahi.


"Miyabi... kenapa kau terus menerus melihatku begitu?"


Miyabi mendekatkan wajahnya pada Lev. Terus menatap matanya, tidak ingin memalingkan pandangan darinya. Energi Lev seperti dikuras ditatap tajam oleh seorang gadis seperti itu.


Lev yang sudah tidak kuat, akhirnya memalingkan pandangan.


"Waah, Lev kalah."


"Miyabi keren!"


"Ini bukan kontes adu tatap, oi!"


Kalau gadisnya lebih dominan, Lev kemungkinan akan luluh, tapi biasanya gadis dominan pun akan bertingkah tidak normal saat berhadapan dengannya.


Contoh gadis yang lebih dominan dari Lev adalah Akemi. Itulah mengapa Lev sempat tertarik padanya.


"Payah banget Lev ah, kalau Miyabi tatapan denganku, pasti aku yang menang," ucap Hide.


Acara terus berlanjut. Cara yang Miyabi lakukan tampaknya berhasil dan membuat gadis-gadis lain terinspirasi. Namun, saat mereka melakukan cara yang sama, tidak ada satu pun yang berhasil. Mereka selalu kalah adu tatap melawan Lev. Wajah mereka lah yang terlebih dahulu memerah sebelum Lev.


Cara menggoda dengan kata-kata pun kembali digunakan. Mereka dipaksa memutar otak untuk membuat laki-laki di hadapan mereka merasa terpikat. Ada yang berhasil, tapi kebanyakan gagal.


Peserta terus berganti sampai akhirnya giliran Lemon untuk maju.


"Yo, anak tampan."


"Hai, ketua kelas cantik."


Lemon dan Lev saling bertatapan dan memberi senyuman satu sama lain. Meski Lev sedang menghadapi teman sekelas, dia akan bersikap adil. Dia tidak akan pura-pura malu atau melakukan sesuatu untuk membuat kelas f menang.


"Kau bilang pernah menyukaiku kan karena wajahku yang sangat cantik?" tanya Lemon.


"Ya, tapi sudah tidak lagi, setelah tahu kalau kau aslinya laki-laki."


"Hee, kau yakin tidak nafsu padaku?"


"Hah? Jangan bercanda, mana mungkin aku nafsu padamu."


"Kalau begitu...."


*Wuusshh!!


Tepat di hadapan Lev, Lemon membuka baju seragamnya hingga nampak sepasang gunung kembar berukuran besar.


"Ugh!" Wajah Lev langsung memerah.


"Hayo, hayo, lihat tubuh seksiku, Lev!" Dengan ditutupi pakaian renang, Lemon *******-***** dadanya sendiri di hadapan Lev.

__ADS_1


"Bangsat, curang oi!" Lev menutupi hidungnya.


"Kau bilang tidak nafsu kan karena aku laki-laki?"


Para murid lelaki mematung menikmati penampakan surga ini. Para murid perempuan berteriak protes.


"Panitia, itu curang! Tidak senonoh sekali cara yang dia pakai!"


"Curang sentuh-sentuh Lev!"


"Tidak, dia tidak curang! Sejak awal cara apa pun diperbolehkan!" ucap panitia dengan hidung yang sudah mimisan.


"Oi, tutupi tubuhmu! Kau tidak malu dilihat orang-orang?!" Lev menutup matanya.


"Kenapa harus malu? Ini hanya baju renang! Ayo, lihat aku Lev!" Lemon memaksa Lev untuk membuka matanya.


Dari sekian percobaan, kali ini wajah Lev benar-benar memerah. Bagaimana pun, dia itu laki-laki. Melihat hal-hal seperti itu, dia pun tidak tahan.


Entah mengapa, durasi saat Lemon menggoda Lev terasa lebih lama dari biasanya.


"Baiklah, selesai, peserta selanjutnya!"


Giliran Toshinou Akari, siswi Kelas 1-E yang selalu membantu Lemon sebelumnya. Kali ini dia yang akan berhadapan dengan Lev.


Mereka saling tatap satu sama lain. Lev dan Akari sejatinya memang teman, benar-benar teman, tanpa ada rasa suka satu sama lain. Akari terlihat bingung di saat harus membuat Lev blushing.


"Ahahaha, gugup juga, ya. Aku harus ngapain, ya?" Akari menggaruk belakang kepalanya sendiri.


Melihat Akari yang gugup, Lev juga ikut malu.


"Ti-tidak usah melakukan apa-apa, Toshinou, ahahaha."


Waktu masih lama, mereka akhirnya hanya saling pandang dengan canggung. Lev tetiba teringat pada tubuh montok Lemon yang barusan dia lihat. Wajahnya seketika memerah lagi.


"Sialan... punyanya ternyata segede itu," batin Lev.


Tanpa terasa, waktu pun habis. Peserta berikutnya kembali maju, dan acara terus berlanjut sampai selesai.


***


"Baiklah, tiba saatnya untuk mengumumkan pemenang!"


Beberapa peserta ada yang yakin, tapi kebanyakan pasrah. Mereka merasa gagal di babak ketiga karena gagal membuat Lev blushing.


Di antara semua, Lemon lah yang paling membuat Lev blushing. Tapi dia tetap pesimis karena sudah gagal di babak pertama dan juga kedua.


"Setelah dewan juri mempertimbangkan, kami akhirnya mendapat hasil pemenang acara Miss Subarashii tahun ini. Dia berhak menerima hadiah sebanyak 400.000 yen dan juga sebuah pin bintang emas."


"Wooaahh!" Para penonton antusias.


"Kami umumkan sekarang. Pemenang kontes Miss Subarashii tahun ini adalah... Toshinou Akari, dari Kelas 1-E! Selamat!"


Murid-murid Kelas 1-E bersorak.


Akari pun maju ke depan, dan dipasangi sebuah mahkota dan juga selempang tanda pemenang kontes ini. Kepala sekolah juga menyerahkan sebuah pin bintang emas padanya.


"Toshinou Akari, silakan beri satu dua patah kata." Panitia memberinya sebuah mik.


"Apa ya, makasih aja, deh." Akari berucap asal, tapi mendapat tepukan yang meriah.


"Tuan Juri, bisa beri tahu alasan Toshinou Akari jadi pemenang?"


Juri yang merupakan orang dewasa itu pun memberi komentar.


"Toshinou-kun menunjukkan sisi kemanusiannya hari ini pada kita semua. Dia berpura-pura bodoh demi menyelamatkan temannya agar tidak dipermalukan sendirian. Itu hal yang sulit dilakukan, apalagi di tengah kompetisi seperti ini. Toshinou-kun adalah teladan bagi kita semua."


Para penonton bertepuk tangan.


"Di kontes ketiga pun dia melakukan tugasnya dengan baik. Tidak melakukan akting, tapi bersikap apa adanya, yang pada akhirnya membuat keadaan menjadi canggung dan sama-sama malu. Aku lihat pipi Teruaki-kun juga tiba-tiba memerah. Apa yang sebenarnya Toshinou-kun lakukan? Aku jadi penasaran."


Akari sendiri tidak tahu jawabannya. Dia hanya tersenyum memberi respon.


"Ah, kalah, sayang sekali, padahal aku ingin 400.000 yen nya." Shuu mengeluh.


"Padahal Lemon udah bikin Lev blushing parah." Hoshi geleng-geleng kepala.


"Sudahlah, ini mungkin bukan rezeki kelas kita." Giana menenangkan.

__ADS_1


Setelah kejadian ini, nama Akari semakin dikenal. Dia menyaingi Akemi dan terdaftar sebagai siswi paling ingin dipacari di SMA Subarashii.


Dengan selesainya kontes Miss Subarashii, ujian semester pertama pun siap dimulai. Para murid yang telah mengisi energinya hari ini dituntut untuk bersiap-siap di ujian nanti.


__ADS_2