Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Masalah Baru


__ADS_3

Pagi ini Abhi kesiangan pergi ke sekolah. Ban motornya bocor, sedangkan Sevia sudah berangkat duluan. Ia terpaksa naik taksi.


Saat di depan sekolah, Abhi terburu buru menyebrang.


" Abhi awas!" Teriak Riana mendorong tubuh Abhi.


Brugh....


Keduanya jatuh ke jalanan setapak. Abhi menatap mobil yang melintas yang hampir menabraknya.


" Riana lo nggak pa pa?" Tanya Abhi menatap Riana.


" Nggak pa pa Bhi, hanya lecet sedikit saja." Sahut Riana menunjukkan sikunya yang lecet.


" Terima kasih sudah menyelamatkanku, aku berhutang padamu." Ucap Abhi.


" Tidak masalah, lagian kenapa kamu terburu buru? Padahal masih jam segini." Riana melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Belum masuk masih lima menit lagi." Sambung Riana.


" Kita harus segera masuk kelas sebelum bel masuk berbunyi." Ujar Abhi.


" Tolongin donk!" Riana mengulurkan tangannya.


Abhi membantu Riana berdiri. Keduanya berjalan bersama memasuki kelas.


Saat mereka memasuki kelas, mereka berdua menjadi pusat perhatian. Apalagi Riana bergelayut manja di lengan Abhi.


" Cie cie pasangan baru nih ye." Sorak teman sekelas Abhi.


" Sepertinya akan ada makan makan gratis nih, kasih PJ donk Bhi."


" Semoga langgeng ya."


Ucapan teman teman membuat telinga Sevia panas. Ingin sekali Sevia mendengar kalimat bantahan dari mulut Abhi, namun Abhi justru hanya diam saja. Ia menatap Abhi dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kenapa gue nggak suka lihat mereka bersama ya? Hati gue rasanya sakit... Abhi bilang ke gue nggak boleh minta pisah, tapi faktanya dia jadian sama Riana, apa dia bakal lepasin gue sebentar lagi? Kenapa gue ngerasa nggak rela pisah sama Abhi." Batin Sevia.


Abhi duduk di kursinya. Ia tidak tahu kalau Sevia memperhatikannya.


Hari ini jam pelajaran kosong karena para guru sedang mengadakan rapat.


" Abhi kita ke perpustakaan yuk! Daripada bengong nggak ada pelajaran mending kita belajar bareng." Riana menarik tangan Abhi.


" Gue nggak mau, lo sendirian aja." Sahut Abhi.


" Abhi kok gitu sih! Anggap saja ini sebagai tanda terima kasih lo ke gue karena gue udah menyelamatkan lo tadi." Ujar Riana.


Abhi menghela nafasnya.


" Baiklah tapi kali ini saja, selanjutnya jangan ganggu hidup gue." Abhi beranjak dari kursinya.


Sevia menatap kepergian Abhi dengan kesal.


" Sev, ayo kita ke lapangan basket, gue dengar lo jago basket, gue pengin lihat apa lo bisa mengalahkan gue atau tidak." Ucap Ezzar.


Sevia berpikir ia akan melampiaskan kekesalannya lewat bola basket.


" Siapa takut." Sahut Sevia.


" Gue ikut." Sahut Hana.


Ketiganya keluar kelas. Mereka berpapasan dengan Abhi yang kembali ke kelasnya untuk mengambil tasnya.


Abhi menatap Sevia namun Sevia malah membuang muka.


" Mereka mau kemana Ren?" Tanya Abhi.


" Ke lapangan basket." Sahut Reno.


" Gue lihat mereka tambah dekat Bhi, gue yakin kalau Ezzar suka sama Sevia dan berniat memacari nya, apa lo mau diem saja?" Tanya Reno.


" Gue nggak tahu harus gimana Ren, gue nggak bisa berkutik kalau di sekolah, karena di sekolah dia tetaplah Sevia, bukan istri gue." Sahut Abhi lesu.


" Terus gimana kalau sampai mereka pacaran? Apa lo nggak takut kehilangan Sevia? Gue tahu kalau sebenarnya lo mencintainya Bhi." Ucap Reno.

__ADS_1


Abhi menatap ke arahnya.


" Lo nggak bisa bohongin gue, lo suka sama gadis bandel itu sebelum lo menikahi dia." Sambung Reno.


" Gue harap lo jangan ngomong soal ini ke Sevia, atau dia bakal lari dari gue." Ujar Abhi.


" Tenang, rahasia aman." Sahut Reno.


" Mending kita susul mereka sambil memantau." Ujar Reno.


" Ayo." Ajak Abhi.


Tanpa mereka sadari Riana mendengar semuanya.


" Gue bakal misahin kalian hari ini juga." Batin Riana meninggalkan kelas.


Abhi dan Reno menuju lapangan basket, yang ternyata banyak siswa yang menonton pertandingan Sevia dan Ezzar.


" Ayo Sev, jangan sampai kalah sama Ezzar!" Terdengar teriakan Hana mensupport Sevia.


" Ezzar tidak tahu siapa Sevia, dia akan malu karena menantang Sevia." Ujar Reno.


" Ezzar."


" Sevia"


Teriakan teman teman Sevia.


Poin mereka hampir imbang hanya selisih satu poin saja.


" Kalau gue bisa masukin nih bola, berarti gue yang menang Ezzar." Ucap Sevia mengangkat bolanya.


" Ok, gue akan lihat apakah lo berhasil atau gagal." Sahut Ezzar.


" Apa yang akan lo berikan kalau gue menang?" Tanya Sevia.


" Apapun yang lo minta, begitu sebaliknya, lo harus memberikan apa yang gue minta jika lo kalah." Sahut Ezzar.


" Baiklah, lo harus tepati janji lo." Ucap Sevia melempar bolanya ke ring dan.....


Sorakan teman teman karena Sevia berhasil memasukkan bolanya.


" Ah Sial!" Umpat Ezzar meninju udara.


" Gimana? Lo sudah lihat kan bagaimana gue memenangkan tantangan lo ini?" Sevia menatap Ezzar.


" Apa yang lo mau?" Tanya Ezzar.


" Jauhi gue!"


Jeduarrr


Ezzar bagai di sambar petir.


" Gue tidak bisa memberikan jika itu yang lo minta, lo bisa meminta apapun sama gue asalkan bukan satu hal itu." Ezzar tidak terima dengan permintaan Sevia.


" Sudah gue bilang lo harus nepati janji lo, dan ini permintaan gue." Ucap Sevia meninggalkan Ezzar.


" Satu kali lagi." Ucap Ezzar menghentikan langkah Sevia.


" Jika lo masih menang, maka gue akan menjauhi lo, tapi kalau lo kalah, lo akan tetap membiarkan gue dekat sama lo, gue nggak bisa jauh jauh dari lo Sev, gue suka sama lo." Ungkapan Ezzar membuat semua orang tercengang.


Abhi mengepalkan erat tangannya.


" Gue yang akan bertanding sama lo." Ucap Abhi mendekati Ezzar.


" Kenapa mesti lo? Gue nantang Sevia bukan lo." Ujar Ezzar.


" Biarkan Sevia istirahat! Dia terlihat lelah." Sahut Abhi.


Ezzar menatap Sevia yang terlihat kelelahan.


" Baiklah, tapi perjanjiannya tetap sama." Sahut Ezzar.


" Ok." Sahut Abhi.

__ADS_1


Sevia dan Hana bergabung dengan teman teman yang lain.


Pertandingan berlangsung sengit, bahkan mereka bertanding hingga tiga kali namun skors selalu sama. Abhi nampak kelelahan, begitupun dengan Ezzar.


" Gue ambil minum dulu Han." Ucap Sevia.


" Ok." Sahut Hana.


Sevia mengambil minum yang ia bawa dari rumah. Tak lama ia kembali ke lapangan.


" Mau lo kasih ke Abhi?" Tanya Hana.


" Iya, kasihan dia sepertinya dia haus." Sahut Sevia.


Pertandingan berhenti karena keduanya butuh istirahat. Sevia menghampiri Abhi.


" Nih minum." Abhi tersenyum melihat perhatian Sevia.


" Makasih." Abhi mengambil botol minum dari tangan Sevia.


Saat ia hendak meminumnya tiba tiba Riana menghentikannya.


" Abhi tunggu." Teriak Riana.


Semua orang menatap ke arahnya.


" Jangan di minum! Gue tadi melihat Sevia menambahkan sesuatu ke minuman itu." Ucap Riana.


Abhi menatap Sevia, Sevia menggelengkan kepalanya.


" Apa maksud ucapan lo hah?" Tanya Sevia.


" Nggak usah ngelak deh! Gue lihat dengan jelas kalau lo ngasih bubuk putih ke minuman ini, lo mau ngeracuni Abhi kan? Kalau lo nggak suka sama Abhi, jangan gini donk caranya! Lo mau ngebunuh Abhi." Cerocos Riana.


" Lo jangan nuduh gue sembarang donk! Gue nggak kasih apa apa ke minuman itu kok, lagian buat apa gue ngebunuh Abhi. " Sahut Sevia.


" Ya biar lo bebas dari dialah, orang suka ngehukum lo." Sahut Riana.


" Gue nggak mungkin lakuin itu semua sama lo Bhi, gue nggak sejahat itu." Sevia menatap Abhi dengan mata nanar.


" Kamu pernah bilang mau bunuh aku, apa kesempatan ini kamu gunakan untuk menjalankan rencanamu?" Tanya Abhi saat ia mengingat ucapan Sevia waktu itu.


Sevia melongo tidak percaya dengan pertanyaan yang Abhi lontarkan kepadanya.


" Lo nggak percaya sama gue?" Tanya Sevia menatap Abhi.


" Aku hanya bertanya saja." Sahut Abhi.


" Itu sama aja lo nggak percaya sama gue." Ucap Sevia.


" Gue akan buktiin sama lo kalau apa yang di tuduhkan Riana nggak benar." Sevia merebut botol minumnya dari Abhi.


Riana tersenyum smirk.


Sevia membuka botol itu lalu meminumnya, tiba tiba...,


Tiba tiba apa hayo.... ?


Mau tahu jawabannya? Tekan like koment vote dan 🌹nya dulu buat author...


Terima kasih untuk readers yang telah memberikan supportnya kepada Author, semoga sehat selalu....


Miss U All...


TBC...


Author punya cerita baru yang baru lajnching kemarin.


Mohon doa dan dukungannya ya....


Karena dukungan kalian sangat berarti untuk Author.... Apalah author tanpa kalian.



Nih sinopsisnya...

__ADS_1



__ADS_2