
Di dalam kamar Nada nampak uring uringan. Pasalnya Richard mempercepat pernikahannya. Padahal sebentar lagi dia lulus sekolah.
Di bawah sana dua keluarga sedang membicarakan rencana pernikahan mereka. Nada beralasan ingin ke kamar mandi, namun ia malas untuk kembali bergabung di sana.
" Argh.... " Teriak Nada menyugar kasar rambutnya.
" Kenapa Mas Richard melakukan semua ini sih! Bikin mood gue hancur saja, aku harus membuat rencana supaya dia membatalkan pernikahan ini." Ucap Nada sedikit berpikir mencari cara.
" Tapi kalau pernikahan ini batal, maka semua bantuan yang pernah Mas Richard berikan kepada papa harus di kembalikan berupa uang, dan itu bakalan buanyak banget, aku yakin gaji papa setahun nggak akan menutupi semuanya." Nada menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Argh pusing gue." Nada membanting tubuhnya telungkup di atas kasur.
Ceklek....
Terdengar deru langkah menghampiri ranjang. Seseorang duduk di samping Nada.
" Sayang kamu kenapa? Katanya kamu mau ke kamar mandi, kok nggak balik lagi? Apa kamu sakit? Kalau sakit kita ke dokter sekarang ya." Tanya Richard penuh perhatian.
" Aku tidak pa pa." Ketus Nada.
" Apa kamu tidak suka dengan pernikahan ini? Apa kamu berencana mau membatalkannya?" Tanya Richard mengelus kepala Nada.
" Apa aku bisa membatalkannya?" Nada mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengajukan pertanyaan itu.
" Kau bisa berusaha." Sahut Richard.
Nada beranjak duduk bersila menatap Richard.
" Benarkah?" Tanya Nada dengan mata berbinar.
" Ya... Silahkan saja kau berusaha sekeras mungkin untuk membatalkan pernikahan ini, tapi Mas tidak akan pernah membiarkanmu berhasil dengan usahamu itu." Jawaban Richard membuat Nada menghela nafasnya pelan.
" Apa yang membuatmu ingin membatalkan pernikahan ini? Apa karena pria bernama Reno itu? Apa selama ini kalian masih berhubungan?" Tanya Richard memastikan.
" Bukan... Tapi karena...
" Karena kau tidak mencintaiku." Tebak Richard.
Nada hanya menatapnya saja tanpa mengelak ataupun mengiyakan.
" Memangnya apa kurangnya Mas sayang? Selama ini Mas selalu memberikan cinta, kasih sayang dan perhatian Mas sepenuhnya padamu, Mas memberikan apapun yang papamu minta, Mas membuat papamu hidup seperti sekarang ini, Mas melakukan apapun demi kau bisa jadi milikku!" Ucap Richard.
" Apa maksudmu memberikan semua yang papaku minta? Apa selama ini papaku selalu meminta uang padamu? Apa selama ini papaku memerasmu, begitu?" Selidik Nada.
" Saat Mas memintamu dari papamu enam tahun yang lalu, papamu memberikan syarat, Mas harus memberikannya uang, jabatan yang dia duduki sekarang, setiap kamu meminta apapun darinya, papamu meminta Mas untuk membelikannya, bahkan biaya sekolah dari kamu SMP sampai sekarang Mas lah yang menanggungnya sayang." Ucap Richard.
__ADS_1
" Termasuk mobil baru itu?" Selidik Nada.
" Iya." Sahut Richard membuat Nada benar benar terkejut.
" Lalu untuk apa uang yang Papa hasilkan selama ini Mas?" Tanya Nada.
" Sebenarnya papamu memiliki keluarga lain Yank."
Jeduarrrrrr.....
Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Nada menjadi lalu.
" A... Apa? Keluarga lain? Keluarga lain gimana maksudmu Mas?" Desak Nada.
" Papamu memiliki istri dan anak lain selain kamu dan Mama kamu." Sahut Richard.
" Tidak... Ini tidak mungkin... Pasti kamu bohong kan." Ujar Nada tidak percaya.
" Memang itu kenyataannya." Sahut Richard membuat hati Nada terluka.
" Mas sengaja memintamu saat kamu masuk SMP, karena Mas tahu jika papamu ingin memberikan kamu kepada rekan bisnisku, umurnya jauh lebih tua dariku, saat Mas mendengarnya Mas memutuskan untuk mencari tahu siapa anak yang akan di berikan kepada pria itu, dan setelah Mas melihatmu Mas merasa kasihan padamu, karena itu Mas menemui papamu dan memintamu untuk menjadi istriku kelak." Terang Richard.
Semakin Nada mendengar kebenarannya, semakin hati Nada terluka.
Richard segera menarik Nada ke dalam pelukannya.
" Menangislah sayang jika bisa membuat hatimu lega, tapi setelah ini Mas tidak akan membiarkanmu meneteskan air mata kesedihan lagi." Ucap Richard mengelus kepala Nada.
" Hiks..... Kalau kamu hanya kasihan padaku, kenapa kamu mau menikahiku? Seharusnya kamu tidak perlu membawaku dalam hidupmu Mas." Ucap Nada.
Richard melepas pelukannya, ia menangkup wajah Nada lalu mengusap air matanya.
" Awalnya Mas memang merasa kasihan sama kamu, tapi seiring berjalannya waktu dan kedekatan kita, rasa cinta itu muncul di dalam hati Mas sayang, Mas mencintaimu, bahkan Mas sangat mencintaimu, Mas tidak mau kehilanganmu, Mas berjanji akan membuatmu hidup bahagia bersama Mas, Mas yakin seiring berjalannya waktu, kau juga akan mencintai Mas, sama seperti yang Mas alami selama ini." Richard mengecup kening Nada. Nada memejamkan matanya.
" Mas usia kita berjarak delapan tahun, kau akan membutuhkan banyak kesabaran untuk menghadapi ku nanti, apa tidak sebaiknya kau mencari wanita yang dewasa, minimal yang seumuran denganmu." Ujar Nada.
" Mas sudah menghadapimu selama enam tahun sayang, Mas sangat hafal bagaimana sikap dan sifatmu, jika Mas hanya mencintaimu, bagaimana Mas bisa menikahi wanita lain selain dirimu hmm? Apa kamu tidak bisa melihat seberapa besar cinta yang Mas miliki untuk kamu?" Tanya Richard menatap mata Nada.
" Aku bisa merasakan dan melihatnya Mas, mulai hari ini aku akan menetapkan hatimu untukmu, aku akan mengukir indah namamu di sini." Nada menunjuk dadanya.
" Terima kasih sayang." Richard kembali memeluk Nada.
" Terima kasih kau sudah mau menerima Mas dengan ikhlas, maafkan Mas jika Mas harus memberitahu semuanya tentang papamu, kau tidak perlu membenci papamu karena bagaimanapun dialah cinta pertamamu." Ujar Richard.
Nada menjauhkan dirinya dari Richard. Richard menatapnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
" Kalau soal itu aku tidak bisa Mas, setelah aku mengetahui semuanya, saat itu juga rasa cintaku kepada Papa berubah menjadi kebencian, rasanya bahkan aku tidak mau melihat wajah papa." Ucap Nada.
" Bukan papa, tapi pengkhianat! Aku membencinya dari ujung kuku sampai ujung rambut." Sambung Nada.
Tiba tiba Nada kepikiran sesuatu, ia menatap Richard begitupun sebaliknya.
" Apa kau juga akan melakukan itu setelah menikah nanti Mas?" Selidik Nada.
Richard tersenyum manis membuat hati Nada menjadi teduh.
" Mas bukan papamu sayang, jangan pernah samakan Mas dengannya! Mas mencintaimu tulus dari dalam hatiku, tidak akan ada wanita lain selain dirimu, kalau Mas bisa mencintai wanita lain, pasti sudah Mas lakukan sejak dulu, ngapain Mas menunggu bocah ingusan seperti kamu hmm." Sahut Richard mencubit pelan hidung Nada.
" Kan bisa aja besok kamu tertarik dengan wanita lain, kalau enggak dengan sekretaris kamu, apapun bisa terjadi Mas dan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan." Ujar Nada.
" Kalau begitu buat Mas tidak bisa berpaling darimu, buat Mas tidak tertarik wanita lain, dan buat Mas merasa selalu membutuhkanmu." Sahut Richard.
Nada melongo dengan jawaban Richard. Panjang namun miliki satu makna. Yang jelas Nada harus bisa membuat Richard selalu jatuh cinta padanya.
" Bagaimana?" Tanya Richard menaik turunkan alisnya menatap Nada.
" Baiklah akan aku coba setelah kita menikah nanti, tapi jika kau terbukti memiliki wanita lain selain aku, maka aku akan pergi meninggalkanmu untuk selamanya." Ucap Nada tegas.
" Sampai kapanpun kau tidak akan menemukan bukti itu sayang, karena Mas tidak akan memiliki hubungan dengan wanita lain." Ucap Richard menggenggam tangan Nada.
" Mas sangat mencintaimu, Mas tidak bisa berpaling darimu, Mas berharap kau akan segera membalas perasaan Mas ini." Richard mencium punggung tangan Nada.
" Terima kasih Mas." Ucap Nada yang di balas senyuman oleh Richard.
" Semoga keputusanku akan membawa kebahagiaan untuk kami, Mas Richard orang yang baik, dia sangat menyayangiku, semoga rasa cinta dan sayang itu tidak akan pernah hilang tergores oleh waktu, mulai saat ini aku akan menghapus nama Mas Reno dan menggantikannya dengan nama Mas Richard, semoga aku bisa melakukan semua itu." Ujar Nada dalam hatinya.
" Setelah pernikahan kau akan mendapatkan kejutan yang lebih dari ini sayang." Batin Richard.
Kira kira kejutan apa ya??
Next Part kita akan lebih banyak membahas Richard dan Nada ya...
Lagian Abhi dan Sevia juga sudah hidup bahagia.
Jangan lupa untuk selalu tekan like koment vote dan hadiahnya buat author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBC...
__ADS_1