
" Mau apa kau ke sini Mas?" Tanya Nada duduk di sofa depan Reno di ikuti mamanya.
" Mau melamarmu." Sahut Reno asal.
" Hah?" Nada mengerutkan keningnya.
" Siapa yang berani melamar anak saya?" Tiba tiba papanya Nada menghampiri mereka.
Reno menatap pria bertubuh kekar, tinggi, kulit kuning langsat dan terlihat sangat berwibawa. Ia yakin kalau dia adalah papanya Nada.
Nada menepuk jidatnya sendiri saat melihat papanya menghampiri mereka.
" Mampus gue kalau sampai Mas Reno salah bicara." Gumam Nada.
" Siang Om." Reno menyalaminya.
" Siapa kamu?" Tanya pak Yoga, ayahnya Nada.
" Aku Reno Om." Jawab Reno.
" Ada hubungan apa kamu dengan anak saya?" Selidik pak Yoga.
" Saya pacarnya Nada Om." Sahut Reno.
Nada melongo membuka sedikit mulutnya. Papanya menatap tajam ke arah Nada, Nada menggelengkan kepalanya.
" Kau kerja dimana?" Tanya pak Yoga duduk di samping Nada.
" Di perusahaan AR Group Om, di kota sebelah." Sahut Reno.
" Yang CEOnya masih sangat muda itu?" Tanya pak Yoga memastikan.
" Iya Om, dia teman saya." Sahut Reno.
" Kerja di bagian apa?" Pak Yoga kembali bertanya.
" Bagian marketing, saya sambil kuliah Om dan belum berpengalaman jadi saya di tempatkan sebagai manager marketing, saya juga yang menjadi pembimbing Nada saat magang di sana." Ujar Reno.
" Masih kerja di bagian marketing dan masih kuliah sudah berani melamar anak saya? Mau di kasih makan apa anak saya nanti?" Pak Yoga menatap tajam ke arah Reno.
" Nasi Om." Sahut Reno.
" Bagaimana kamu memberi makan anak saya nasi? Beras sekarang semakin mahal, belum sayur dan lauknya, dan juga kebutuhan lainnya. Memang berapa gaji yang kau dapatkan selama sebulan?" Tanya pak Yoga.
" Sekitar sepuluh juta Om, itukan sekarang, dua tahun lagi jabatan ku pasti naik Om, aku akan menjadi asisten pribadi CEO AR Group, kan saya nikahin Nada kalau dia udah lulus sekolah bukan sekarang Om." Ujar Reno membuat pak Yoga menganggukkan kepalanya.
" Apa usaha yang di jalankan ayahmu?" Tanya pak Yoga.
__ADS_1
" Ayahku pemilik Bank swasta di kota kami Om." Sahut Reno.
" Ini introgasi cari menantu apa survei validasi data sih, detail bener pertanyaannya... Maklum pak jenderal." Batin Reno.
" Nada, apa kamu mencintainya?" Tanya pak Yoga menatap Nada.
" Engh?" Nada mengerutkan keningnya.
" Dia melamarmu, apa kamu mencintainya dan menerima lamarannya?" Pak Yoga mengulangi pertanyaannya.
" Tidak Pa." Sahut Nada menggelengkan kepalanya.
Hati Reno terasa patah dan hancur berkeping-keping mendengar ucapan Nada. Ia menatap kecewa ke arah Nada.
" Kau dengar sendiri kan jawaban anak saya? Sekarang kau boleh pergi, pintu masih sama saat kau masuk kemari." Ujar pak Yoga meninggalkan mereka semua.
" Mama susul Papa dulu." Ucap nyonya Resa, mamanya Nada.
Kini hanya tinggal Reno dan Nada saja. Reno menatap Nada membuat jantung Nada merasa deg deg an.
" Apa kau tidak ada perasaan sama sekali kepadaku?" Selidik Reno.
" Ti.... Tidak..." Sahut Nada.
" Bohong! Lalu kenapa saat aku mengabaikanmu kau justru mengundurkan diri? Jika kamu tidak ada perasaan sama sekali kepadaku, kau tidak akan terpengaruh dengan sikapku." Ucap Reno.
" Kau berbohong lagi, jangan membohongi dirimu sendiri Nada!" Sahut Reno tersenyum sinis.
" Terserah kau mau percaya apa tidak, sekarang pergilah sebelum Papaku mengusirmu secara paksa dan berbuat sesuatu kepadamu." Ucap Nada.
" Jujur Nada, sejak awal kita bertemu, aku menyukaimu, aku jatuh cinta padamu, aku merasa kehilanganmu saat kau tidak ada di dekatku, percayalah padaku Nada, aku jauh jauh ke sini hanya ingin mengatakan hal itu padamu, aku mencintaimu." Ucap Reno menggenggam tangan Nada.
" Aku tidak bisa menerima perasaanmu Mas, maafkan aku!" Ucap Nada.
" Kenapa Nada? Katakan padaku!" Ucap Reno.
" Karena aku sudah di jodohkan dengan anak teman Papaku, dia pengusaha sukses di kota ini, umurnya jauh lebih tua darimu, dan Papa percaya kalau dia bisa membuatku bahagia, kau paham maksudku kan." Sahut Nada.
" Tapi kalau kita memiliki perasaan yang sama, setidaknya kita bisa memperjuangkan cinta kita Nada." Ujar Reno.
" Tidak... Aku tidak memiliki perasaan apa apa padamu, sekarang pergilah! Kamu tidak tahu bagaimana jika Papaku sudah marah, ku mohon pergilah Mas!" Ucap Nada.
" Baiklah aku akan pergi, tapi aku berjanji suatu saat nanti aku akan kembali untuk membawamu menjadi istriku, belajarlah yang rajin supaya cepat lulus." Ucap Reno mengelus kepala Nada.
" Iya Mas." Sahut Nada.
" Aku pulang dulu." Ucap Reno keluar dari rumah Nada.
__ADS_1
Nada menatapnya dengan sendu.
" Maafkan aku Mas! Aku tidak bisa menolak permintaan Papa, kau tidak tahu apa yang akan Papaku lakukan kepadamu jika dia tahu kalau aku juga mencintaimu, aku tidak mau kamu kenapa napa, lebih baik kita tidak usah berhubungan sama sekali, aku mencintaimu Mas." Batin Nada mengusap air matanya.
Reno masuk ke dalam mobilnya. Ia tidak segera melajukan mobilnya. Ia berdiam diri di dalam mobil.
" Walaupun bibirmu berkata tidak, namun matamu mengatakan iya, aku yakin ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku Nada, aku hanya bisa berdoa semoga kita akan bertemu lagi sebagai calon pasangan." Monolog Reno.
Reno melajukan mobilnya kembali ke kotanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Yank aku pengin tidur tapi di peluk sama kamu." Ucap Abhi menatap Semua yang sedang bermain ponsel.
" Baiklah sayangku, aku akan memelukmu." Ucap Sevia memeluk Abhi.
" Tapi sebelum itu, ayo kita bermain dulu." Ujar Abhi.
" Bermain?" Sevia mengerutkan keningnya.
" Aku kangen Yank! Udah lama nggak main sama kamu." Ucap Abhi meremas rindukan kembar Sevia.
" Shh kamu Yank! Sejak aku hamil kamu jadi mesum banget, kalau udah pengin maunya langsung gas." Ucap Sevia.
" Biar nggak kelamaan sayang, kalau perlu remnya aku bikin blong." Sahut Abhi.
" Ada ada aja kamu Yank." Kekeh Sevia.
Abhi menindih tubuh Sevia. Ia memajukan wajahnya mencium bibir Sevia dengan lembut. Sevia mengalungkan tangannya ke leher Abhi, ia juga membalas ciuman Abhi dengan lembut.
Suara decapan memenuhi kamar mereka. Ciuman Abhi turun ke leher Sevia. Ia membuat banyak tanda merah di sana membuat sang empu mendes** menahan sensasi luar biasa.
Entah siapa yang memulai kini tubuh keduanya sama sama polos. Abhi memulai permainannya dengan sentuhan lembut pada tubuh Sevia. Sevia hanya memejamkan matanya menerima sentuhan yang di berikan Abhi kepadanya.
Siang ini menjadi siang yang semakin panas bagi keduanya. Abhi kembali memperlakukan Sevia dengan lembut. Suara desa*** dan erangan memenuhi kamar keduanya. Kamar yang menjadi saksi cinta mereka.
Lama lama author panas sendiri ha ha ha...
Setelah baca jangan lupa budayakan like koment vote dan 🌹nya buat author biar author tambah semangat ....
Koment kalian sangat membangun buat author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBC....
__ADS_1