Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Pil KB


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Sevia langsung tidur. Abhi memeluknya dari belakang.


" Sayang kamu masih marah? Masih kesal sama aku? Masalah uang atau cewek yang tadi?" Tanya Abhi.


Sevia tidak bergeming. Ia malas menjawab ucapan Abhi, hatinya masih kesal.


" Aku sama dia nggak ada hubungan apa apa kok, percayalah!." Ucap Abhi.


" Besok kalian akan satu kampus, bahkan mungkin satu kelas, aku yakin dia pasti bakalan godain kamu, aku lihat dari matanya kalau dia suka sama kamu." Ujar Sevia.


" Ya biarin aja, yang penting kan aku nggak tergoda, aku tergoda nya sama kamu doank." Sahut Abhi menyusupkan wajahnya ke tengkuk Sevia.


" Apa sih, geli tahu Yank." Ucap Sevia.


" Di nikmati saja lah Yank, lama lama akan menjadi nikmat." Sahut Abhi.


" Mesum kamu Yank, dari kemarin itu aja yang ada di otak kamu." Ujar Sevia membalikkan badannya.


Ia menatap Abhi dengan seksama.


" Kenapa hmm? Baru sadar ya kalau punya suami gantengnya kebangetan." Ucap Abhi mengelus pipi Sevia.


" Iya, senyumanmu itu lhoh, manis banget apalagi di tambah lesung pipi membuat kamu semakin imut, jadi makin cinta tapi juga takut." Sahut Sevia mencubit pelan pipi Abhi.


" Awh sakit Yank." Keluh Abhi.


" He he maaf." Ucap Sevia.


" Kenapa kamu takut?" Tanya Abhi.


" Ya aku merasa semakin ke sini, aku semakin takut kehilangan kamu, udah ah aku mau bobok." Ucap Sevia.


" Eh ya jangan tidur dulu donk sayang, kita ulangi malam pengantin kita seperti di hotel kemarin." Ucap Abhi.


" Hah kamu ini." Sevia menghela nafasnya pelan.


Abhi memulai aksinya. Pertama tama ia memberi ciuman lembut di bibir Sevia, kedua turun ke leher, lalu berlanjut ke dua gunung kembar dan terakhir ke lembah surga dunia.


Permainan berlangsung cukup lama. Setelah sama sama mencapai puncak nirwana, Abhi merebahkan tubuhnya ke samping Sevia.


" Terima kasih sayang, semoga cepat hadir Abhi junior di sini." Abhi mengelus perut Sevia.


" I.. Iya Yank." Sahut Sevia.


Karena kelelahan keduanya tidur saling berpelukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari berlalu, tak terasa tiga bulan sudah Abhi dan Sevia menjalani kehidupan barunya. Abhi sudah aktif bekerja sambil kuliah lewat laptopnya. Pada dasarnya Abhi anak yang cerdas, hanya melihat catatan saja dia bisa memahami semuanya.


Saat ini keduanya masih sarapan di meja makan.


" Sayang, apa belum ada tanda tanda kamu hamil?" Abhi menatap Sevia.


" Yank... Pertanyaan kamu itu itu terus, kalau aku udah hamil kan pasti aku bilang sama kamu." Sahut Sevia menghela nafasnya pelan.


Pasalnya Abhi selalu menanyakan hal itu hampir setiap hari.


" Ya maaf, aku kan udah kepengin jadi Papa muda, pengin lihat kaku hamil dan pengin membelikan apa pa yang kamu mau saat ngidam nanti." Ujar Abhi.


" Semua itu sudah di atur sama yang kuasa Yank, makanya jangan terlalu berharap supaya tidak kecewa, setiap bulan nungguin tanggalan." Sahut Sevia.

__ADS_1


" Iya maaf." Sahut Abhi.


Selesai makan Abhi mengantar Sevia ke rumah orang tuanya, ia merasa kangen karena sudah lama tidak bertemu.


" Yank, aku masih penasaran deh, kenapa sampai sekarang kamu belum hamil juga? Padahal aku sudah ingin menimang seorang babby lucu." Ucap Abhi fokus pada stirnya.


" Ya gimana lagi Yank, orang belum di kasih, baru lima menit kita ngomongin ini, sekarang udah di omong lagi." Sahut Sevia memutar bola matanya malas.


" Ya maaf! Padahal selama ini aku selalu berdoa setiap malam, kapan ya kira kira Tuhan akan mengabulkan doaku?" Ujar Abhi.


" Berdoa saja secepatnya." Sahut Semua membuang pandangannya ke luar.


Abhi menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah tuan Anton.


" Kamu tidak mau mampir dulu Yank?" Tanya Sevia sebelum turun dari mobil.


" Aku terburu buru sayang, ada meeting pagi ini, lain kali saja ya dan sampaikan salamku buat Mama sama Papa." Ujar Abhi.


" Baiklah, hati hati! Kamu nggak usah jemput aku, karena aku akan pulang sendiri." Ucap Sevia.


" Iya, lagian nanti kaya'nya aku lembur Yank, mau mengerjakan tugas kuliah dulu." Sahut Abhi.


" Ok, semangat sayangku." Ucap Sevia turun dari mobilnya.


Abhi melajukan mobilnya menuju kantor. Sesampainya di sana ia langsung memimpin rapat rutinan bulanan.


Sevia masuk ke rumah langsung menuju kamar Mamanya.


" Ma." Panggil Sevia.


Ceklek....


" Eh sayang, kapan kamu datang? Kamu ke sini sendiri atau sama Abhi? Kamu lapar tidak?" Tanya nyonya Nadira.


" Nanyanya satu satu donk Ma! Aku ke sini sendiri, aku udah kenyang dan sekarang aku ingin tidur sama Mama, udah lama banget nggak tidur sambil di kelonin Mama." Ucap Sevia manja.


" Duh manjanya anak Mama, udah punya suami juga." Cebik nyonya Nadira.


" Kali kali Ma." Sahut Sevia.


Keduanya berbaring di atas ranjang, nyonya Nadira memeluk putri tercintanya hingga terlelap ke alam mimpinya.


Di dalam kantor, Abhi duduk menyandarkan kepalanya pada kursinya. Reno masuk menghampirinya.


" Hei, kenapa lo Bhi?" Tanya Reno.


" Eh nggak apa, ngapain lo ke sini? Apa pekerjaan lo udah beres?" Tanya Abhi.


" Udah." Sahut Reno.


Abhi merekrut Reno sebagai manager marketing. Untuk di jadikan asisten pribadinya Reno belum kompeten.


" Ren, lo tahu nggak? Kenapa wanita susah untuk hamil?" Abhi menatap Reno.


" Biasanya sih menurut tingkat kesuburan Bhi, atau kalau tidak karna kontrasepsi." Sahut Reno.


" Kontrasepsi? Maksud lo semacam program kb gitu?" Tanya Abhi memastikan.


" Iya, kira kira Sevia pakai kontrasepsi atau tidak?" Tanya Reno.


" Gue juga nggak tahu pasti, soalnya gue nggak pernah bertanya soal itu." Sahut Abhi.

__ADS_1


" Tapi waktu aku tanya kenapa kamu belum hamil juga, dia jawabnya, belum di kasih gimana? Selalu begitu jawabannya." Ujar Abhi.


" Ya mungkin memang kalian belum di kasih kali, sabar aja! Kalau udah waktunya pasti di kasih kok." Sahut Reno.


" Apa mungkin ya Sevia pakai kontrasepsi? Aku harus mencari tahu sendiri, aku penasaran kenapa dia belum hamil juga padahal udah tiga bulan, dan aku selalu melakukannya di saat dia masa subur, masa' nggak satupun yang jadi, kualitas ku kan premium" Batin Abhi.


Keduanya mengerjakan tugas kuliah sambil berbincang. Tak terasa hari sudah hampir gelap, Abhi dan Reno pulang dari sana.


Sesampainya di rumah Abhi langsung menuju kamarnya. Ia membuka almari untuk mencari baju ganti.


" Dimana Sevia menyimpan dalam**ku ya?" Gumam Abhi.


Abhi membuka laci laci kecil yang ada di dalamnya sampai...


Deg....


" Obat apa ini?" Abhi mengambil obat kecil kecil yang berisi sekitar tiga puluhan.


Darah Abhi mendidih saat mengetahui jika itu pil kontrasepsi. Ia meremas semua pil itu hingga tak berbentuk. Tubuhnya lemas, ia duduk di tepi ranjang. Hatinya sangat kecewa kepada istrinya.


Istri yang Abhi kira sama sama menantikan kehadiran buah hati ternyata mengkhianatinya. Semua yang Sevia tampakkan kepadanya hanya kepalsuan belaka.


" Hiks.... Tega kamu Yank.... Selama ini aku memimpikan ingin menjadi seorang Papa muda dari anak anak kita, namun kau menghancurkannya, kenapa kau melakukan ini di belakangku? Kenapa Sevia." Teriak Abhi.


" Yank kamu kenapa?" Sevia yang baru saja masuk segera menghampiri Abhi.


" Sayang." Sevia menyentuh pundak Abhi.


" Minggir!" Abhi mendorong Sevia dengan keras hingga tubuhnya terbentur tembok.


" Awh." Pekik Sevia.


Sevia kembali mendekati Abhi.


" Sayang kamu kenapa sih?" Kesal Sevia.


" Kenapa kau bilang hah? Aku kecewa sama kamu karena kau telah mengkhianati aku." Bentak Abhi.


" Mengkhianati apa sayang?" Tanya Sevia tidak mengerti.


" Apa ini hah?" Abhi menunjukkan beberapa kaplet pil yang sudah tak berbentuk.


Deg....


Jantung Sevia terasa berhenti berdetak.


" Aku bisa jelaskan itu sayang." Ujar Sevia.


" Apa yang mesti kau jelaskan hah? Semuanya sudah jelas bagiku, kau membuat aku kecewa, aku kecewa kepadamu, ternyata selama ini kau mengkonsumsi pil sialan ini, itu sebabnya kamu belum juga hamil, kamu tega Sevia, kamu jahat." Bentak Abhi meninggalkan kamarnya.


" Sayang tunggu! Dengarkan penjelasanku!" Sevia mengejar Abhi, namun terlambat! Abhi sudah pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Arghhhhh sial!" Teriak Sevia menarik kasar rambutnya.


Nah loh kenapa Sevia melakukan itu?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Miss U All...


TBC...

__ADS_1


__ADS_2