Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Cek Up


__ADS_3

" Mas bukalah! Aku mohon dengarkan penjelasanku aku! Ku mohon Mas!" Nada mengetuk pintunya.


Richard tetap mempedulikan Nada, ia malah memakai headset di telinganya sambil mendengarkan musik.


" Mas aku akan menunggu di sini sampai kau membuka pintunya." Ujar Nada.


Nada berdiri di depan pintu bersandar pada dinding.


Satu jam...


Nada merubah posisinya, ia bersedekap dada menatap pintu.


" Mass." Nada kembali mengetuk pintu.


Nada merasa tubuhnya gemetaran, kepalanya terasa berputar tiba tiba...


Brugh...


Kepala Nada terpentok pintu.


Richard yang baru saja melepas headsetnya segera membuka pintu setelah mendengar seperti ada yang jatuh.


" Sayang." Pekik Richard.


Richard segera membopong Nada menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh Nada ke ranjangnya.


" Sayang bangunlah! Ma minta maaf! Mas tidak tahu kalau kamu masih ada di depan ruangan Mas, Mas mohon sayang bangunlah!" Richard menggosok telapak tangan Nada dengan tangannya.


Dengan begitu ia berharap Nada akan segera siuman.


" Sayang Mas mohon bangunlah! Maafkan Mas sayang!" Richard menciumi tangan Nada.


Tak lama Nada membuka matanya.


" Sayang kamu sudah sadar? Mas sangat senang sayang akhirnya kamu sadar, mana yang sakit sayang? Katakan pada Mas jika kamu kesakitan." Ujar Richard.


" Hatiku yang sakit Mas." Sahut Nada.


Richard menatap mata Nada begitupun sebaliknya.


" Hatiku sakit saat kamu tidak mau mendengar penjelasanku Mas, kau lebih percaya pada asumsimu sendiri di bandingkan mendengar penjelasanku, aku bahkan berdiri menunggumu selama satu jam lebih, dan kau tidak mau membukakan pintu untukku sampai aku pingsan, hatiku sangat sakit Mas hiks..." Entah kenapa tiba tiba Nada terisak.


Richard membungkuk, ia memeluk Nada.


" Maafkan Mas sayang! Mas tidak tahu kalau kamu ada di depan, Mas tiduran sambil mendengarkan musik dengan headset, maafkan Mas sayang! Sekarang Mas akan mendengarkan penjelasanmu!" Ujar Richard.


Richard melepas pelukannya, ia mengusap air mata Nada.

__ADS_1


" Jangan menangis lagi!" Ucap Richard.


Nada duduk bersandar pada head board. Ia menatap Richard sambil menghela nafasnya.


Nada menggenggam tangan Richard.


" Mas aku tidak menjawab pertanyaan darimu karena aku masih terkejut, aku tidak pernah menyangka kalau aku akan hamil secepat ini, aku merasa Tuhan sedang menunjukkan jalan kepadaku untuk membalas cintamu Mas.. Aku bahagia... Bahkan saking bahagianya aku, aku tidak mampu berkata apa apa, rasanya aku ingin berteriak menyerukan kebahagiaan ini, tapi lidahku terasa kelu Mas, yang ada hanya air mata yang mengalir di pipi ini, air mata yang membuatmu salah paham." Nada mengusap air matanya.


" Maafkan Mas sayang! Mas tidak bisa mengerti perasaanmu." Richard kembali memeluk Nada.


" Hiks... hiks.." Nada kembali terisak di dalam pelukan Richard.


" Sayang tenanglah! Mas mohon! Jangan menangis lagi! Mas tidak sanggup melihat air mata kesedihanmu sayang, kamu boleh memukul Mas, kamu boleh menghukum Mas tapi jangan menangis lagi!" Richard mengusap air matanya.


Setelah Nada sedikit tenang ia melepas pelukannya. Richard mengecup kening dan pipi Nada bergantian.


" Hukuman apa yang akan kau berikan pada Mas?" Tanya Richard menatap Nada.


" Aku tidak akan menghukummu Mas, kau sudah berbuat banyak kepadaku, terima kasih sudah menyayangiku selama ini, aku memaafkanmu." Ucap Nada.


" Terima kasih sayang, apa Mas boleh tanya sesuatu padamu?" Tanya Richard.


" Apa itu Mas?" Tanya Nada.


" Apa dalam waktu dekat ini kau akan membalas cinta Mas?" Richard menatap Nada. Nada tersenyum lebar ke arah Richard.


Richard mengusap perut Nada.


" Sayangnya papi, maafkan papi ya! Papi sudah salah paham kepada mamimu, papi sangat menanti kelahiranmu sayang, sehat sehat di dalam sini ya sayang, papi sangat menyayangimu dan juga mamimu, semoga kehadiranmu mampu membuat mamimu mencintai papi." Richard mengecup perut Nada.


" Apa sih Mas! Geli tahu ih!" Ujar Nada.


" Kami harus terbiasa sayang karena mulai sekarang Mas akan sering mengusap dan menciumi perutmu, eh tidak... Tepatnya menciumi anakku." Ucap Richard.


" Bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang, kita periksakan anak kita biar semuanya jelas." Ujar Richard.


" Baiklah Mas aku akan bersiap." Sahut Nada.


Nada turun dari ranjang, ia mengganti bajunya dengan baju yang lebih bagus.


" Tidak usah pakai high hells, Mas takut kakimu akan terkilir." Ujar Richard.


" Iya Mas." Sahut Nada memakai flat shoesnya.


Richard menggenggam tangan Nada, mereka berjalan menuju mobilnya. Setelah itu ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit ibu dan anak terdekat.


Sesampainya di sana mereka segera masuk ke poli bagian obgyn.

__ADS_1


" Silahkan duduk Nyonya, Tuan!" Ucap dokter Mila.


" Terima kasih Dok." Sahut Richard duduk di kursi.


" Apa yang anda keluhkan Nyonya?" Dokter Mila menatap Nada.


" Saya merasa mual, pusing dan sedikit lemas Dok, setelah saya cek pakai tespack ternyata garis dua, saya ingin memastikan apakah hasilnya benar atau salah dengan melakukan USG." Sahut Nada.


" Baiklah Nyonya, silahkan berbaring! Saya akan memeriksanya." Dokter Mila menunjuk brankar di sampingnya.


Nada berbaring di atas brankar, Richard berdiri di sampingnya sambil terus menggenggam tangan Nada.


" Lihatlah Nyonya,Tuan!" Dokter Mila menunjuk layar monitor di depan ranjang.


" Titik hitam ini adalah calon bayi kalian, selamat nyonya anda akan menjadi seorang ibu! Umurnya sekitar enam minggu Nyonya, besarnya masih sebiji kacang hijau, kita akan melihat perkembangannya bulan depan." Terang dokter Mila.


" Baik Dok, Terima kasih." Ucap Nada.


Nada dan Richard nampak haru melihat calon anak mereka.


" Terima kasih sayang, kau telah menyempurnakan hidup Mas, Mas sangat bahagia sayang." Richard mencium kening Nada.


" Sama sama Mas." Nada turun dari ranjang kembali ke kursi.


" Saya sarankan di usia kehamilan ini anda bedrest Nyonya, jangan sampai kecapekan! Kalau masalah mual dan muntah itu namanya morning sickness, itu biasa di alami wanita hamil di tri semester pertama seperti anda nyonya, jadi jangan khawatir! Saya akan resepkan vitamin yang harus di minum setiap hari Nyonya, semoga anda dan bayinya sehat selalu, kembali kemari bulan depan." Dokter Mila memberikan resep pada Nada.


" Terima kasih Dok, kami permisi dulu."


Keduanya keluar ruangan untuk memebus obat di apotik yang ada di rumah sakit itu. Setelah mendapatkan vitaminnya, Richard kembali melajukan mobilnya ke rumah.


" Apa ada yang ingin kau beli sayang?" Tanya Richard menatap Nada sekilas.


" Tidak ada Mas, mungkin anak kita belum ingin apa apa, kalau aku ingin sesuatu aku akan memintanya padamu." Sahut Nada.


" Kau baik sekali sayang, sehat terus ya sayang dan jaga anak kita dengan baik, mulai sekarang kamu tidak boleh kecapekan, kamu hanya boleh di dalam kamar saja, Mas akan memenuhi semua kebutuhanmu, Mas tidak ingin kamu dan anak kita kenapa napa." Richard mengusap rambutnya.


" Iya Mas." Sahut Nada.


" Terima kasih Tuhan kau telah mengirimkan suami terbaik di dunia, aku sangat bahagia dengan semua ini." Batin Nada.


" Semoga dengan kehadiran anak kita kau bisa mencintaiku sayang, maafkan aku yang terlalu menuntut akan cintamu sayang." Batin Richard.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu.....


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2