
Malam ini adalah malam pernikahan Nada dan Richard. Di sebuah ballroom hotel yang di dekor dengan sangat indah membuat pernikahan mereka terlihat sangat mewah. Tamu undangan yang berjumlah seribu orang menjadi saksi keduanya mengucapkan janji suci.
Ya Richard mengundang semua tamu untuk menghadiri acara sakralnya yaitu acara ijab qobul. Ia berharap doa terbaik dari para tamu di kabulkan oleh yang Maha Kuasa.
Dengan di balut gaun mewah berwarna putih serta riasan dari MUA terkenal membuat Nada tampak sangat cantik dan terlihat lebih dewasa dari umurnya yang sebenarnya.
Lima belas menit lalu Richard dengan lantang mengucap ijab qobul, kini Nada telah resmi menjadi istri seorang Richard Louwis.
Abhi dan Sevia hanya bisa melihatnya melalui video yang di kirim oleh Richard, karena memang jarak yang cukup jauh. Mereka nampak ikut bahagia dengan pernikahan Nada dan Richard.
Para tamu di buat tercengang dengan Mas kawin yang di berikan Richard kepada Nada. Sebuah hotel berbintang lima dan berlian seberat lima ratus gram.
Kini keduanya berada di pelaminan menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
" Selamat menempuh hidup baru Tuan Richard, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah." Ucap rekan bisnis Richard yang bernama tuan Nixon.
" Terima kasih Tuan, selamat menikmati acaranya." Sahut Richard.
" Ok Tuan." Sahut Tuan Nixon meninggalkan pelaminan.
Terlihat sahabat sahabat Richard menghampirinya.
" Selamat Bro, semoga bahagia dan di karuniai anak yang banyak, gue nggak nyangka lo suka daun muda gini." Ucap Fathan, teman Richard memeluk Richard.
" Thanks Bro, nikmati acaranya! Gue udah mengundang penyanyi yang cantik." Sahut Richard menepuk punggung Fathan.
" Tentu Bro." Sahut Fathan.
Nathan menatap ke arah Nada.
" Hati hati Kakak ipar! Aku rasa Richard akan melakukannya dengan kasar." Canda Fathan.
Nada hanya membalasnya dengan senyuman.
" Berani goda istri gue, habis lo nanti!" Tekan Richard.
" Widih.... Nggak berani gue macam macam sama lo, lo kan terkenal sebagai raja hutan ha ha ha." Kekeh Fathan meninggalkan Richard.
" Selamat Chad, semoga bahagia." Ucap Jodi.
" Thanks Bro." Sahut Richard.
Setelah sepi, keduanya kembali duduk di kursi. Richard menggenggam tangan Nada.
" Jangan dengarkan ucapannya! Dia suka ngaco' jadi orang." Ucap Richard.
" Iya Mas." Sahut Nada.
__ADS_1
Richard menyentuh dagu Nada membuat Nada menatap ke arahnya.
" Sayang tersenyumlah! Kau terlihat sangat sedih saat ini, Mas tidak mau orang orang mengganggapku telah menikahimu karena Mas memaksamu, atau pun mengancammu, Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ini?" Tanya Richard.
" Aku bahagia Mas." Sahut Nada.
" Maka dari itu senyumlah demi diriku dan nama baikku sayang!" Ucap Richard lembut.
Nada tersenyum lebar menatap Richard.
" Tetaplah seperti ini! Kau sangat cantik kalau tersenyum. Terima kasih." Ucap Richard.
Selesai acara resepsi kedua orang tua Richard dan Nada pamit pulang ke rumah. Sedangkan Richard membawa Nada ke kamar pengantin mereka.
" Sayang Mama pulang dulu! Besok pagi Mama tunggu kalian di rumah, ada yang ingin Mama bicarakan pada kalian, Mama doakan semoga kalian selalu bahagia, jadilah istri yang berbakti kepada suami, rebut hatinya setiap hari agar hatinya tidak berpaling darimu sayang." Nyonya Nadira mencium kening sang putri tercinta.
" Iya Ma terima kasih untuk kasih sayang Mama selama ini, aku menyayangi Mama." Nada memeluk mamanya.
" Jangan manja lagi! Sekarang udah bukan anak anak atau remaja lagi, tapi kamu sudah menjadi dewasa saat ini." Ujar nyonya Nadira melepas pelukannya.
Nyonya Nadira beralih menatap Richard.
" Richard, Mama mohon jaga dan lindungi Nada sepenuh hatimu, cintai dan sayangi dia selama hidupmu, jangan pernah bawa orang ke tiga dalam hubungan kalian apapun alasannya, Mama tidak sanggup melihat Nada menderita Nak, Mama mohon cintai Nada demi Mama." Ucap nyonya Nadira sedih.
" Mama tenang saja! Aku akan menjaga dan melindungi Nada seperti selama ini, aku akan menyayangi dan mencintainya seumur hidupku, tidak akan ada kesempatan orang ke tiga masuk ke dalam hubungan kami Ma, itu janjiku pada Mama." Ucap Richard.
Tuan Louwis mendekati putra tercintanya.
" Papa pulang dulu! Segera berikan cucu yang banyak untuk Papa." Tuan Louwis menepuk pundak Richard.
" Tentu Pa." Sahut Richard.
Mereka berempat meninggalkan pasangan pengantin baru itu.
" Ayo sayang!" Richard menggandeng tangan Nada menuju kamar pengantinnya.
Ceklek....
Richard membuka kamar mereka. Aroma terapi dari lilin menyeruak ke hidung Nada. Richard masuk ke dalam begitupun dengan Nada. Ia menatap ranjang yang sudah di hias seindah mungkin.
Taburan bunga mawar merah membentuk hati di tengah ranjang, dua handuk yang di bentuk seperti angsa yang saling berhadapan membuat hati Nada bedebar kencang.
" Ya Tuhan... Haruskah aku menyerahkan diriku malam ini kepada Mas Richard? Ini memang sudah kewajibanku, namun aku belum siap melakukannya, apa aku menolaknya saja ya? Tapi kalau aku menolaknya pasti dia akan marah, dia akan berpikir kalau aku memikirkan Mas Reno, dan dia pasti akan menyuruh orang untuk mencelakai Mas Reno." Ujar Nada dalam hati.
" Sayang." Richard mengguncang bahu Nada membuat Nada tersadar dari lamunannya.
" I .. Iya Mas." Sahut Nada.
__ADS_1
" Kenapa kamu malah melamun hmm? Mas menyuruhmu mandi dan pakai pakaian yang sudah Mas siapkan di sana." Ucapan Richard membuat Nada menatapnya dengan tatapan menyelidik.
" Pakaian apa itu Mas?" Tanya Nada.
" Pakaian yang biasa di pakai oleh pengantin baru di saat malam pertama sayang, segeralah mandi! Mas menunggumu di sini." Ucap Richard.
" Iya Mas." Sahut Nada masuk ke dalam kamar mandi.
Sepuluh menit Nada keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang menurutnya kurang lantas. Lingerie berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.
Glek....
Richard menelan kasar salivanya menatap Nada. Ia mendekati Nada lalu menuntun Nada menuju ranjang. Keduanya duduk di tepi ranjang saling berhadapan.
" Kami cantik sekali sayang, Mas semakin mencintaimu." Ucap Richard mencium kening Nada.
Nada memejamkan matanya menahan gejolak di dalam hatinya. Ingin sekali ia menolak Richard namun ia tidak berani mengatakannya.
Richard mendorong pelan tubuh Nada, ia menindih tubuh Nada sambil terus menatapnya. Richard memajukan wajahnya hingga wajah mereka tak berjarak.
Cup...
Richard mengecup bibir Nada dengan lembut. Ia menyusupkan tangannya ke tengkuk Nada. Ia menggigit pelan bibir bawah Nada membuat Nada membuka sedikit bibirnya.
Kesempatan itu Richard gunakan untuk menyusupkan lidahnya. Ia mengekspos setiap inchi nya.
Ciuman yang semula lembut kini menjadi penuh tuntutan. Ciuman Richard turun ke leher Nada. Ia menyesap leher Nada hingga meninggalkan jejak kemerahan di sana.
Nada memejamkan mata menahan sesak di dadanya. Bagaimana ia diam saja di sentuh oleh pria yang tidak di cintainya. Tapi sayangnya pria itu adalah suaminya. Pria yang berhak penuh atas dirinya.
Air mata Nada dapat Richard rasakan pada leher Nada. Ia mendongak menatap Nada.
" Sayang kamu menangis?" Tanya Richard membuat Nada membuka matanya.
" A... Aku...
" Apa kamu tidak menginginkan malam ini? Apa kamu tidak mengijinkan aku untuk menyentuhmu? Apa kamu akan menolakku?"
Kira kira Nada mau jawab apa ya?????
Penasaran dengan kelanjutannya?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya dulu buat author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TBC....