Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Malam Pengantin Lawas


__ADS_3

Malam ini Sevia dan Abhi masih berada di kamar hotel bernuansa kamar pengantin. Pihak hotel mendekorasi ulang kamar mereka dengan baik. Taburan mawar pitih mendominasi kamar mereka, cahaya lilin aroma therapy membuat suasana nampak romantis.


Abhi menunggu Sevia yang masih di dalam kamar mandi sambil duduk di tepi ranjang.


" Lama amat Sevia di dalam." Gerutu Abhi.


Ceklek.....


Pintu kamar mandi terbuka, dengan perlahan Sevia keluar dari sana.


Glek....


Abhi menelan kasar salivanya saat melihat tubuh Sevia terekspos karena hanya tertutup lingerie brukat berwarna merah maroon. Seluruh kulit putihnya nampak jelas di matanya padahal kondisi kamar mereka gelap.


" Sungguh indah ciptaanmu ya Rob." Gumam Abhi yang baru pertama kali ini melihat tubuh indah istrinya.


Abhi berjalan mendekatinya lalu menuntunnya ke atas ranjang.


" Hei kenapa menundukkan kepala Yank?" Abhi menarik dagu Sevia membuat Sevia mendongak menatapnya.


" Aku malu memakai pakaian kurang bahan ini, aku seperti seekor ikan yang berada di dalam jaring." Sahut Sevia.


Abhi terkekeh mendengar ucapan Sevia.


" Kau tidak perlu malu Yank, aku suamimu bukan orang lain, lagian menyenangkan suami kan dapat pahala, aku sudah menahannya selama satu tahun lebih lhoh." Ujar Abhi.


" Iya." Sahut Sevia.


" Apa hari ini kau siap memberikan seluruh hidupmu untukku?" Tanya Abhi menatap Sevia.


" Iya, aku siap." Sahut Sevia tanpa ragu.


Ya malam ini Sevia ingin mengabdikan seluruh hidupnya untuk suaminya. Ia tidak punya keinginan apa apa kecuali menjadi seorang istri yang baik untuk Abhi.


Apalagi sejak kejadian kemarin, Sevia yakin kalau akan banyak Hana yang akan menjadi rintangan hidup keduanya. Ia tidak mau jika sampai Abhi tergoda dengan wanita lainnya karena tidak berhasil menyentuhnya.


" Terima kasih sayang, aku akan melakukannya dengan lembut biar kau tidak kesakitan, kalau sakit kau bisa mencakar punggungku atau menggigit pundakku." Abhi mengecup kening Sevia.


" Aku tidak akan melukaimu Yank, walaupun sakit aku akan menahannya." Sahut Sevia.


Abhi mendorong pelan tubuh Sevia lalu menindih nya. Ia mencium bibir Sevia dengan lembut. Sevia mengalungkan tangannya ke leher Abhi. Abhi memperdalam ciumannya dengan menahan tengkuk Sevia. Suara decapan mendominasi kamar mereka. Ciuman yang semula hanya biasa saja kini semakin menuntun.


Ciuman Abhi berpindah ke leher Sevia. Ia memainkan lidahnya di sana membuat Sevia mendesis merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan selama ini. Sesekali Abhi menyesapnya hingga meninggalkan tanda merah di sana.

__ADS_1


" Shhh Yank." Sevia menggeliat.


Tidak hanya itu, tangan Abhi mulai menyusup ke dalam lingerie yang di pakai Sevia, ia meraba gundukan kembar milik Sevia. Ia remas pelan gundukan itu membuat sang empu semakin tak terkendali. Sevia meremas rambut Abhi menahan sensasi yang di ciptakan Abhi untuknya. Sensasi yang luar biasa menurutnya.


Entah siapa yang memulai, kini lingerie yang menutupi tubuh Sevia sudah lepas dari tempatnya menampakkan tubuh polos Sevia yang semakin menantang gair*ah Abhi.


Abhi memainkan lidahnya di gundukan kembar sedangkan tangannya bermain di bagian bawah tubuh Sevia. Sevia semakin di buat tak karuan oleh Abhi. Sentuhan Abhi benar benar membuatnya tergila gila.


" Yank aku tidak kuat lagi." Lirih Sevia membuat Abhi tersenyum.


Abhi segera mengarahkan senjatanya ke goa yang selama ini telah ia rindukan. Dengan pelan ia menancapkan senjata itu hingga sempurna. Sevia meremas sprei sekuat tenaga menahan sesak di bawah sana.


Abhi kembali menghujani Sevia dengan ciuman membuat Sevia kembali terbuai. Dengan perlahan Abhi memulai permainannya membuat Sevia terhanyut dalam permainan itu.


Abhi memanjakan Sevia dengan penuh kelembutan, suara erangan dan des**an memenuhi kamar mereka. Kamar yang menjadi saksi penyatuan cinta mereka.


" Yank.." Lirih Sevia.


Permainan berlangsung hampir satu jam lamanya, setelah keduanya mencapai puncak nirwana bersama sama, Abhi merebahkan tubuhnya di samping Sevia.


" Terima kasih sayang kamu sudah menjaganya untukku." Abhiencium kening Sevia.


" Hmm." Sahut Sevia.


" Istirahat dulu lah Yank, capek, badanku rasanya pegal semua." Sahut Sevia membuat Abhi tersenyum.


" Ya udah istirahat sebentar, setelah itu mandi, berendam dengan air hangat akan membuat tubuhmu fresh lagi, aku mandi dulu." Abhi kembali mencium kening Sevia, lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi, Abhi mendekati Sevia yang malah tertidur.


" Yank mandi dulu." Abhi mengguncang pelan tubuh Sevia.


" Engh." Lenguh Sevia mengucek matanya.


" Mandi dulu, aku udah siapin air hangatnya." Ucap Abhi.


Dengan malas Sevia beranjak duduk.


" Shhh." Desis Sevia.


" Sakit ya?" Tanya Abhi.


" Sedikit." Sahut Sevia.

__ADS_1


" Sini aku gendong aja." Ujar Abhi.


Abhi menggendong Sevia ala bridal style menuju kamar mandi, ia merebahkan Sevia di dalam bath up yang sudah terisi air hangat dan obat campuran rempah rempah yang di percaya bisa membuat Sevia tidak merasakan sakit lagi.


" Berendam lah sebentar! Setelah itu bilas di shower, aku mau ganti baju dulu." Ucap Abhi.


Abhi keluar untuk memakai bajunya. Setelah selesai ia kembali ke kamar mandi.


" Astaga sayang.... Kok malah tidur sih." Ujar Abhi membuat Sevia kaget.


" Ngagetin aja kamu Yank." Cebik Sevia.


" Lagian kamunya di suruh bilas malah tidur, entar masuk angin gimana? Buruan bilas gih!" Ujar Abhi.


" Sini aku pakaikan sabun dulu." Abhi menggosok punggung Sevia menggunakan sabun.


Sevia tersenyum bahagia dengan perhatian yang Abhi berikan kepadanya.


Selesai mandi Abhi mengeringkan rambut Sevia menggunakan hair dryer. Setelah kering ia membawa Sevia ke ranjang, lalu menyelimuti nya.


" Tidurlah, biar besok pagi udah fresh lagi." Abhi memeluk Sevia dari belakang.


Keduanya merasuk ke alam mimpi bahagia.


Sevia mengerjapkan matanya kala sinar matahari masuk ke dalam kamarnya lewat celah celah korden. Ia membalikkan badannya menatap wajah Abhi yang masih setia memejamkan matanya. Ia meraba wajah Abhi dengan pelan.


" Aku tidak menyangka musuh yang paling aku benci sekarang berubah menjadi tambatan hatiku." Lirih Sevia.


" Kau benar benar pria baik yang penuh kasih sayang, kau selalu sabar menghadapi sikapku yang menyebalkan, bahkan kau mampu membuatku jatuh cinta padamu, aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hidupmu, aku mencintaimu." Sevia mengecup kening Abhi.


" Aku juga mencintaimu sayang." Sahut Abhi membuat Sevia terkejut.


" Kau sudah bangun?" Tanya Sevia.


Tanpa menjawab pertanyaan Sevia, Abhi mencium bibir Sevia. Ia menahan tengkuk Sevia untuk memperdalam ciumannya. Sevia kembali terbuai dengan buaian Abhi.


Pagi ini pertarungan panas kembali terjadi mengawali aktifitas mereka. Keduanya nampak sangat bahagia. Abhi berharap akan segera hadir Abhi junior di tengah tengah mereka.


Jangan lupa like koment vote 🌹 buat author.


Mohon maaf kemarin tidak bisa up date karena author lagi sakit. Sehari semalam author merasakan sakit kepala, demam dan tubuh menggigil. Hari ini sudah agak mendingan author usahakan up date.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2