Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Belimbing Pengungkap Cinta


__ADS_3

Pagi ini Nada baru saja bangun tidur, ia menyandarkan punggungnya pada headboard ranjang.


" Ya Tuhan... Kenapa kepalaku rasanya pusing sekali? Shh." Nada memijat kepalanya sendiri.


Ceklek....


" Sayang kamu sudah bangun?" Richard menghampiri Nada dengan nampan berisi makanan di tangannya.


" Iya Mas." Sahut Nada lemah.


" Sayang kau kenapa? Apa kepalamu pusing?" Richard meletakkan nampannya lalu duduk di tepi ranjang.


" Kepalaku pusing Mas." Sahut Nada.


" Sarapan dulu ya, terus minum obat biar nggak pusing lagi." Ujar Richard.


" Iya Mas." Sahut Nada.


" A' sayang." Richard menyuapi Nada, Nada segera mengunyah makanannya.


" Nggak mual?" Nada menggelengkan kepalanya.


" Berarti besok kalau mau makan jam segini saja! Kalau makan lebih awal pasti akan muntah seperti kemarin." Richard melihat jam yang menunjukkan pukul sembilan pagi.


" Iya Mas." Sahut Nada.


Selesai makan Nada segera meminum obatnya.


" Sekarang sini Mas pijitin!" Richard memijat kepala Nada dengan pelan.


" Maafkan Mas ya sayang, gara gara Mas kamu jadi begini." Ucap Richard.


" Kamu ngomong apa sih Mas? Ini sudah qodratku sebagai wanita Mas, kita nikmati saja semua ini supaya kita tidak merasa terbebani, kita sendiri yang menginginkan semua ini jadi berbahagialah dengan kenikmatan yang Tuhan berikan untuk kita." Ucap Nada.


" Mas bangga kepadamu sayang, sekarang kau sudah bisa berpikir dewasa." Richard mengecup kepala Nada.


" Harus donk Mas! Kan sebentar lagi aku akan menjadi ibu." Ujar Nada.


" Ibu dari anak anak Mas." Sahut Richard.


" Mas aku pengin makan rujak belimbing wuluh." Ucap Nada mendongak menatap Richard.


" Rujak belimbing wuluh? Memangnya ada yang jual?" Tanya Richard.


" Kalau jual kaya'nya nggak ada deh Mas, tapi kalau buat kan bisa Mas." Sahut Nada.


" Dimana Mas bisa mendapatkannya?" Tanya Richard.


" Tetangga sebelah ada Mas, kamu minta ya." Ujar Nada.


" Baiklah Mas akan memintanya." Sahut Richard.


Richard segera pergi ke tetangga sebelah.


Ting tong

__ADS_1


Tak lama munculah seorang wanita seusianya membukakan pintu. Ia nampak melongo melihat ketampanan Richard.


" Permisi Mbak, saya mau meminta belimbing wuluh, apakah saya boleh mengambilnya?" Richard menunjuk pohon belimbing itu.


" Oh iya Mas silahkan!" Sahutnya.


" Terima kasih Mbak." Ucap Richard.


" Sama sama." Sahutnya.


Richard memetik sepuluh buah, tiba tiba wanita tadi menghampirinya.


" Namaku Yeni Mas, kalau Mas namanya siapa?" Tanyanya.


" Saya Richard Mbak." Sahut Richard.


" Oh Mas Richard, nama yang keren sekeren orangnya." Ucap Yeni dengan tatapan menggoda.


" Terima kasih Mbak, kalau begitu saya permisi." Ucap Richard.


Saat Richard hendak melangkah tiba tiba Yeni menubruknya dan...


Brugh...


Keduanya jatuh di atas rerumputan dengan posisi intim dimana Yeni berada di bawah Richard. Keduanya saling tatap untuk beberapa saat.


Nada yang menyusulnya melihat semua itu. Hatinya sakit, entah mengapa ia tidak rela kalau Richard dekat dengan orang lain.


" Kenapa hatiku rasanya sakit ya... Apa aku sudah mulai jatuh cinta pada Mas Richard? Tapi siapa juga yang tidak akan jatuh cinta pada pria yang sangat baik dan penyayang seperti Mas Richard? Semoga ini merupakan petunjuk dari Tuhan kalau hatiku sudah condong kepadanya." Batin Nada.


" Eh maaf maaf!" Ucap Richard berdiri.


Richard segera menghampirinya


" Sayang kamu di sini? Maaf sayang tadi dia menubruk Mas dan Mas kehilangan keseimbangan alhasil kami jatuh, kamu jangan salah paham ya!" Ucap Richard.


Tanpa berkata apa apa Nada kembali ke rumahnya, hatinya merasa kesal.


" Sayang tunggu donk! Kamu salah paham sama Mas." Richard mengikuti Nada dari belakang.


" Sayang." Ucap Richard mencekal tangan Nada saat keduanya sampai di rumah.


" Kamu marah melihat Mas sama wanita lain?" Selidik Richard menatap mata Nada.


" Jawab pertanyaan Mas sayang! Apa kamu sedih, kesal dan merasa tidak nyaman melihat Mas bersama Yeni?" Tanya Richard.


" Iya Mas." Sahut Nada.


Richard tersenyum mendengarnya.


" Kenapa kamu malah tersenyum gitu Mas? Kamu suka kalau bikin aku kesal, marah? Hah?" Tanya Nada dengan nada meninggi.


" Sayang dengarkan Mas!" Richard menggenggam tangan Nada.


" Kamu merasa sedih melihat Mas dengan wanita lain itu tandanya kamu tidak mau kehilangan Mas, kamu tidak rela Mas sama wanita lain itu tandanya kamu cemburu sayang... Dari dua hal itu dapat di simpulkan kalau kau mencintai Mas sayang, kau sudah membalas perasaan Mas selama ini, terima kasih sayang." Richard menarik Nada ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" Benarkah kalau aku mencintai Mas Richard? Tapi Mas Richard benar kalau aku memang takut kehilangannya, aku tidak mau kehilangan cinta dan kasih sayangnya, aku ingin selalu bersamanya, itu berarti ucapannya benar, terima kasih Tuhan kau telah memperjelas semuanya, aku mencintai Mas Richard, aku mencintai suamiku, aku mencintai ayah dari anakku." Ucap Nada dalam hati.


Richard melepas pelukannya, ia menangkup wajah Nada sambil menatapnya dengan penuh cinta.


" Mas tidak memaksamu untuk mengungkapkan semua isi hatimu sayang, jawabanmu tadi membuat Mas mengerti jika kamu juga mencintai Mas, Mas sangat bahagia mengetahui fakta ini Mas, Mas sangat bahagia." Richard mengecup kening Nada.


" Bukankah kau sudah lama ingin mendengar kata cinta dariku Mas?" Ujar Nada.


" Ya... Mas memang menunggu saat itu tiba, tapi Mas yakin kau tidak akan pernah mengatakannya, Mas memahami hatimu sayang... Mas...


" Aku mencintaimu Mas."


Richard melongo mendengar ungkapan Nada.


Deg... Deg... Deg....


Jantung Richard berdetak dua kali lipat. Ada ribuan kupu kupu uang beterbangan di dalam hatinya.


" Sa... Sayang." Richard menjeda ucapannya.


" Ya Mas... Aku mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, dan aku ingin selalu bersamamu." Ucap Nada.


" Mas lebih mencintaimu sayang, Mas juga punya keinginan yang sama denganmu, menualah bersamaku, kita bangun kebahagiaan bersama anak anak kita." Richard menciumi pipi Nada berkali kali.


" Terima kasih Mas." Ucap Nada.


" Mas yang berterima kasih padamu sayang." Sahut Richard.


" Ya sudah sekarang ayo kita buat rujak belimbingnya." Ucap Richard.


" Iya Mas." Sahut Nada.


" Mau pakai bumbu kacang atau cuma pakai gula aja?" Tawar Richard.


" Pakai gula aja Mas." Sahut Nada.


" Baiklah Mas buatkan sambalnya sekarang." Ujar Richard.


" Emang bisa Mas?" Tanya Nada.


" Bisa donk! Mulai sekarang Mas harus serba bisa karena Mas harus siap menjadi tukang dadakan." Sahut Richard.


" Tukang dadakan?" Nada mengerutkan keningnya.


" Ya... Tukang bakso, tukang nasi goreng, tukang eskrim dan seperti sekarang, Mas jadi tukang rujak." Sahut Richard membuat Nada tertawa.


Lima menit sambal yang di buat Richard sudah jadi. Nada segera memakan belimbing yang di colek ke sambal. Richard nyengir sambil memejamkan matanya membayangkan betapa masaknya belimbing itu.


Nada nampak menikmati makannya, Richard yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Terima kasih Tuhan kau telah membuat Nada memberikan hatinya kepadaku, tidak ada kebahagiaan lain selain ungkapan cintanya dan kabar kehamilannya, Mas semakin menyayangimu sayang, semoga kita bahagia selamanya." Batin Richard.


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author ya...


Terima kasih untuk support yang kalian berikan semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2