Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Ketangkap Basah


__ADS_3

Hari ini Sevia hendak pergi ke sekolah. Ia keluar dari kamar menuju pintu keluar.


" Se, kamu nggak sarapan dulu? Aku udah masakin nasi goreng spesial buat kamu." Ujar Abhi menghentikan langkah Sevia.


" Gue buru buru, lo makan sendiri aja." Sevia melanjutkan langkahnya.


" Tunggu! Kita berangkat bareng aja." Ucap Abhi mengambil tasnya.


Abhi menghela nafasnya saat mobil Sevia melaju ke jalan raya.


" Aku merasa sejak kemarin Sevia sengaja menghindariku, ada apa sebenarnya dengan dirinya?" Gumam Abhi.


Abhi berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motornya.


Sesampainya di sekolah, ia segera ke kelasnya mencari Sevia. Namun nihil... Sevia tidak ada di kelasnya.


" Lo nyari Sevia?" Tanya Reno yang baru saja masuk.


" Iya, apa lo melihatnya?" Abhi menatap Reno.


" Ada di kantin sama Ezzar." Sahut Reno.


Abhi mengepalkan erat tangannya.


Abhi segera pergi ke kantin. Ia menghampiri Sevia dan Ezzar yang sedang mengobrol sambil memakan makanan yang mereka pesan.


" Kamu di sini Se?" Tanya Abhi basa basi. Ia duduk di samping Ezzar menatap Sevia.


" Udah jelas kan kalau gue di sini." Ketus Sevia.


" Kita lagi bahas mau masuk ke kampus mana kalau kita udah lulus nanti, lo mau daftar ke kampus mana Bhi?" Tanya Ezzar.


" Entahlah aku belum terpikir ke sana, kalau Sevia dia tidak aku ijinkan kuliah, dia akan menjadi ibu rumah tangga yang selalu menanti ku di rumah sepulang kerja." Ujar Abhi.


" Gue mau lanjutin kuliah ke luar negeri bareng Ezzar." Sahut Sevia.


" Apa?" Abhi menatap Sevia.


" Kenapa? Gue nggak mau ya jadi ibu rumah tangga yang mesti ngurusin rumah, gue bukan babu dan gue ingin jadi wanita karier." Ucap Sevia membuat Abhi kecewa.


" Udah lah nggak usah di bahas lagi! Lagian belum tentu gue masih sama lo." Sevia meninggalkan mereka berdua.


Tidak mau berdebat di sini, Abhi memilih untuk diam. Ia kembali ke kelasnya bersama Ezzar.


" Gue nggak tahu ada apa dengan kalian? Tapi yang gue lihat sepertinya Sevia ngejauhin lo, kalau ada masalah segera di selesaikan sebelum masalah itu tambah runyam, gue hanya berusaha menjadi teman yang baik buat Sevia." Ezzar menepuk pundak Abhi.


Ezzar pergi meninggalkan Abhi.


" Apa aku harus mengungkapkan perasaanku kepada Sevia? Apakah dia mau menerimaku? Atau dia justru semakin menjauhiku seperti sekarang ini?" Gumam Abhi.


Selama pelajaran berlangsung, Sevia lebih banyak diam. Hal itu sukses membuat Abhi gelisah.


" Sepertinya memang aku harus mengutarakan perasaanku kepada Sevia biar aku tenang." Gumam Abhi yang terdengar oleh Reno.

__ADS_1


" Itu harus Bhi, lo nggak usah memikirkan bagaimana hasilnya, yang penting lo udah berusaha mengutarakan perasaan lo, kalau lo nggak mencoba bagaimana akan tahu gimana respon Sevia, siapa tahu saat ini dia sedang menunggu ungkapan cinta dari lo." Ujar Reno membuat hati Abhi sedikit lega.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari Sevia berdandan cantik dan rapi di depan cermin. Abhi berjalan menghampirinya.


" Se kamu mau kemana? Baru saja aku mau ngajak kamu jalan." Ucap Abhi.


" Gue mau jalan bentar sama Ezzar." Sahut Sevia.


" Kemana?" Tanya Abhi.


" Lo nggak perlu tahu." Sahut Sevia hendak pergi namun Abhi mencekal tangannya.


" Aku tidak mengijinkan! Kau tidak boleh pergi dengannya." Ujar Abhi.


" Apa sih." Sevia menyentak kasar tangan Abhi.


" Gue nggak butuh ijin dari lo, dan lo nggak usah ngekang gue kenapa sih? Gue tuh juga pengin bebas sebagaimana gadis seusia gue, bukan hanya di rumah aja, suntuk gue." Ucap Sevia.


" Apalagi punya suami kaya' lo, datar." Cebok Sevia.


" Kalau kamu pengin jalan, ayo sama aku bukan sama Ezzar, aku akan mengantarmu kemanapun kamu mau." Ujar Abhi.


" Kalau jalan sama lo yang ada apa apa nggak boleh, lo itu mirip emak emak yang jagain anaknya tahu nggak." Kesal Sevia.


" Aku udah siapin makan malam buat kamu." Ujar Abhi.


" Gue nggak mau makan sama Ezzar bukan sama lo, udah minggir! Ezzar udah nunggu gue di luar." Ucap Sevia.


" Apa yang membuatmu seperti ini Se? Padahal aku sudah membuat kejutan untukmu tapi kamu malah pergi." Monolog Abhi duduk di tepi ranjang.


" Aku akan ke sana, kasihan Hana udah nunggu aku sama Sevia." Ujar Abhi keluar menuju tempat yang sudah ia siapkan untuk Sevia.


Di dalam mobil, Sevia nampak masih kesal Abhi yang tidak ada peka pekanya.


" Kenapa? Sepertinya lo sedang kesal, atau Abhi melarang lo buat pergi." Ujar Ezzar.


" Enggak! Gue cuma kesal karena gue nggak bisa sebebas dulu, apa apa mesti ijin Abhi sekarang." Ujar Sevia.


" Itu memang harus lo lakuin, kalau lo kenapa napa kan Abhi yang bertanggung jawab, itu sebabnya dia posesif sama lo, dia peduli sama lo itu membuktikan cintanya sama lo." Ujar Ezzar.


" Cinta apanya? Dia hanya ngebohongin lo doank." Balas Sevia dalam hati.


" Kita mau makan dimana?" Tanya Ezzar.


" Di cafe dekat alun alun kota aja gimana." Ujar Sevia.


" Siap, sebelum itu kita jalan jalan aja dulu." Ujar Ezzar.


" Ok." Sahut Sevia.


Setelah berputar putar mengelilingi indahnya kota di malam hari, mereka menuju cafe AP yang di maksud Sevia.

__ADS_1


" Ayo turun." Ajak Ezzar.


Mereka turun dari mobil, lalu berjalan mendekati cafe.


" Maaf Mas, Mbak, cafe ini sudah di booking seseorang untuk mengatakan cintanya kepada kekasihnya." Ucap penjaga menghadang mereka.


Sevia memperhatikan cafe tersebut. Dekorasi yang sangat indah, banyak bunga mawar dan balon hati yang menghiasinya di tambah lilin lilin membuat suasana cafe nampak romantis.


" Beruntung sekali yang menjadi kekasih pria itu, sungguh romantis." Gumam Sevia.


" Apa Abhi tidak pernah menyiapkan semua ini untukmu?" Ezzar menatap Sevia.


Sevia menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah, ayo kita cari cafe lainnya." Ajak Ezzar.


Saat Sevia membalikkan badannya tiba tiba ia melihat siluet suaminya.


" Sebentar!" Sevia memperhatikan dia orang berada di dalam sana.


" Kenapa Sevia? Cafe ini sudah di booking orang, jadi buat apa kita di sini?" Tanya Ezzar.


" Kau lihat itu!" Sevia menunjuk obyek yang mencuri perhatiannya.


" Bukankah itu Abhi dan Hana?" Tanya Ezzar memastikan.


" Yah kau benar, ternyata mereka punya hubungan di belakangku." Ujar Sevia.


" Mungkin kau salah paham Sev, sepertinya nggak mungkin Hana mengkhianatimu." Ujar Ezzar.


Tanpa berpikir panjang, Sevia masuk ke dalam menghampiri mereka. Ezzar mengikutinya dari belakang.


" Wow.... Hebat Abhi." Ucapan Sevia membuat keduanya menoleh ke arah Sevia.


" Sevia." Gumam keduanya.


" Ternyata ini yang kalian lakukan di belakangku?" Sevia menatap Abhi dan Hana bergantian.


" Ini tidak seperti yang kau pikirkan Sevia, aku dan Han...


" Tidak masalah sih kalau kalian punya hubungan, itu tidak akan membawa pengaruh apa apa buat gue, tapi gue nggak nyangka aja kalau kalian mengkhianati gue, harusnya kalian bilang kalau kalian saling suka, jadi gue tidak akan menerima Abhi dalam hidup gue." Sahut Sevia memotong ucapan Abhi.


" Dan lo Hana, pantes aja lo sering memuji Abhi, ternyata lo menyukainya." Sambung Sevia menunjuk Hana.


" Aku akui, aku memang menyukai Abhi, tapi setelah dia menikah denganmu, aku buang jauh jauh perasaan itu Sevia, tolong percayalah." Ucap Hana.


" Ayo Zar kita pergi dari sini." Sevia menggandeng Ezzar keluar dari cafe itu.


Perasaannya hancur berantakan setelah mengetahui pengkhianatan Abhi dan Hana.


Biarkan Sevia menyadari perasaannya lebih dalam lagi ya...


Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya biar Sevia percaya dengan penjelasan Abhi.

__ADS_1


Miss U All....


TBC....


__ADS_2