Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Wedding


__ADS_3

Sesuai ucapan Sevia, hari ini adalah hari pernikahannya Abhi. Semua berjalan sesuai kemauan Sevia, dari hanya mengundang kerabat saja, tanpa acara resepsi dan di laksanakan di rumahnya.


Bahkan Sevia meminta kepada pak Dedy dan pak Desfian untuk menyembunyikan pernikahannya dari anggota sekolah lainnya kecuali Hana dan Reno tentunya.


Dengan di balut kebaya berwarna putih, riasan natural, membuat Sevia nampak terlihat sangat cantik. Begitu pun dengan Abhi, ia mengenakan jas putih yang membuatnya terlihat sangat tampan, apalagi lesung pipi yang menghiasi wajahnya menambah manis senyuman di bibirnya.


" Saudara Abhisek Rodeko." Ucap tuan Anton menjabat tangan Abhi.


" Saya." Sahut Abhi.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya, Sevia steffanny dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai." Ucap tuan Anton.


" Saya terima nikah dan kawinnya Sevia Steffanny binti Anton Steffanno dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Abhi lantang.


" Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu menatap kedua saksi.


" Sah..." Sahut kedua saksi yang menandakan jika Abhi berhasil mempersunting Sevia menjadi istrinya.


" Alhamdulillah." Ucap para tamu.


Setelah pak penghulu membaca doa doa, tiba saatnya acara tukar cincin.


Abhi memasangkan cincin pernikahan di jari manis Sevia begitu pun sebaliknya.


Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka selain Sevia tentunya. Ia merasa sedih dan sangat kesal dengan takdir yang mempermainkan nya.


" Nak Sevia, minta ridho dari suamimu dengan mencium punggung tangannya." Ucap pak penghulu.


Sevia menatap Abhi, Abhi menyodorkan tangannya. Al hasil mau tidak mau Sevia mencium tangan Abhi dan Abhi meniupkan doa pada ubun ubun Sevia.


" Sekarang gantian Nak Abhi, cium kening istrimu sebagai lambang cinta dan kasih sayangmu." Pak penghulu memberi instruksi lagi.


Abhi tersenyum menatap Sevia yang sedang melotot ke arahnya. Seolah ia mengatakan 'jangan'.


Tanpa mempedulikan pelototan Sevia, Abhi menangkup wajah Sevia lalu mencium keningnya lama.


Sevia mencubit perut Abhi supaya Abhi mau melepas ciumannya, namun Abhi tidak bergeming. Setelah puas mencium Sevia, Abhi melepaskannya.


Acara ijab qobul selesai, Sevia kembali ke kamarnya. Ia segera melepas semua pernak pernik yang membuatnya tidak nyaman, lalu ia membersihkan dirinya di kamar mandi.


" Ah akhirnya gue terbebas dari baju menyusahkan itu." Ujar Sevia membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya.


Sevia memejamkan matanya berharap semua ini hanya mimpi belaka.


Ceklek....


Abhi membuka pintu kamar Sevia, ia masuk ke dalamnya.


Abhi menggelengkan kepalanya melihat posisi tidur Sevia yang terlentang seperti pesawat terbang.


" Ternyata bukan hanya sikapnya yang arogan, bahkan posisi tidurnya juga." Gumam Abhi menghampirinya.


Abhi menatap wajah Sevia yang tanpa make up. Wajah yang cantik dan imut menurutnya. Tatapan Abhi turun ke bawah dan.....

__ADS_1


Glek....


Abhi menelan kasar ludahnya saat melihat paha putih mulus milik Sevia yang terekspos. Bagaimana tidak? Saat ini Sevia hanya memakai thanktop dan hots pant saja.


" Dasar ceroboh." Lirih Abhi menyelimuti Sevia.


Abhi merapikan anak rambut yang sedikit menutupi wajah Sevia.


" Aku tidak menyangka bisa memilikimu Se, wanita cantik yang berasal dari keluarga kaya raya, terima kasih kau telah memudahkan jalanku." Ucap Abhi mencium kening Sevia dengan pelan.


Abhi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sevia mengerjapkan matanya. Ia duduk bersandar pada headboard.


" Siapa yang mandi ya?" Gumam Sevia mendengar gemericik air.


" Sialan! Siapa yang berani masuk ke kamar gue, harus gue kasih pelajaran." Ucap Sevia turun dari ranjang.


Ya selama ini Sevia melarang siapapun masuk ke dalam kamarnya tanpa seijinnya. Bahkan art di rumahnya tidak berani masuk walaupun sekedar membersihkannya. Semua itu Sevia lakukan sendiri.


Brak Brak


" Buka!" Teriak Sevia menggedor pintu.


Ceklek....


Glek....


Dada bidang dan perut sispacknya di tambah kulitnya yang seputih susu membuat Sevia ingin menyentuhnya.


"Ya Tuhan.... Inikah dada yang waktu itu membuat keningku sakit? Ternyata dalamnya sangat indah, aku jadi ingin menyentuhnya, ya Tuhan.... Aku nggak nyangka kalau Abhi memiliki badan sebagus ini." Kagum Sevia dalam hati.


" Sentuh aja! Ini milikmu." Ucap Abhi menarik tangan Sevia menempelkan nya pada dadanya membuat Sevia tersadar dari lamunannya.


" Apaan sih." Ketus Sevia menarik tangannya.


" Aku tahu kok kalau kamu kagum sama badanku ini, kamu ingin menyentuhnya kan? Itu sebabnya kau menatapnya tanpa berkedip, dan aku mengijinkanmu untuk menyentuhnya karena semua yang ada pada diriku adalah milikmu." Ujar Abhi.


" Nggak usah ge er deh jadi orang, siapa yang kagum sama badan lo? Siapa yang mau nyentuh dada lo? Dada kerempeng gitu di banggain." Cebik Sevia.


" Kalau badanku kerempeng, terus yang sispack seperti apa? Badanku ini paling bagus di antara teman teman yang suka ngegym." Ucap Abhi menatap Sevia.


Ada benarnya juga karena badan teman teman yang lain tidak sebagus milik Abhi. Sevia sering melihatnya saat pelajaran olahraga.


" Tau ah." Sahut Sevia membalikkan badannya.


Saat Sevia hendak melangkah tiba tiba...


" Awh." Pekik Sevia terpeleset ke belakang.


Air yang menetes dari rambut Abhi membuat lantainya sedikit licin. Abhi segera menangkap tubuh Sevia. Posisinya keduanya seperti sedang berdansa.


Keduanya saling melempar tatapan satu sama lain.

__ADS_1


Deg.... Deg....


Jantung Abhi berdetak sangat kencang begitupun dengan Sevia. Entah karena kaget atau karena yang lainnya.


Keduanya saling mengagumi dalam diam, hingga Sevia tersadar dan kembali ke dunianya.


Sevia membenarkan posisinya, tanpa sadar tangannya menarik handuk Abhi hingga melorot ke bawah.


" Aw." Sevia menutup matanya saat melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.


Abhi menatap ke bawah lalu segera mengambil handuk dan memasangkannya kembali.


" Mesum banget lo jadi orang! Jadi ternoda kan mata gue, rese' lo ah." Teriak Sevia.


" Aku pakai dalaman Se, nggak perlu teriak gitu, nanti orang orang akan berpikir kalau aku memperkosamu." Ucap Abhi.


" Kamar gue kedap suara." Sahut Sevia cepat.


" Lagian kamu belum melihat yang aslinya aja sudah berteriak gitu, apalagi kalau udah lihat, pasti kamarmu ini runtuh seketika." Ucap Abhi terkekeh.


" Bodo' amat." Cebik Sevia.


" Lain kali kalau mandi bawa baju ganti sekalian donk! Nggak enak banget di lihat mata, mata gue jadi sakit tau nggak melihat badan lo yang nggak ada bagus bagusnya itu." Omel Sevia memutar bola matanya malas.


" Lagian ngapain sih lo mandi di kamar gue, kamar tamu kan ada di bawah, lo bisa menggunakannya." Sambung Sevia.


" Aku suamimu Se, jadi kamar ini akan jadi kamarku juga." Sahut Sevia.


Sevia melongo menatap Abhi.


" Lo akan tinggal di kamar gue?" Tanya Sevia memastikan.


" Iya, memangnya mau dimana lagi? Nggak mungkin kan kalau aku tinggal di kamar tamu, Mama sama Papamu pasti tidak akan mengijinkan aku tinggal di sana." Ujar Abhi.


" Sampai kapan? Aku harap besok lo udah out dari sini." Ujar Sevia.


" Hanya semalam saja." Sahut Abhi.


Sevia mengembangkan senyumnya.


" Karena mulai besok kita akan tinggal di rumahku." Sambung Abhi.


" What???"


Penasaran nggak nih sama keseruan rumah tangga mereka?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat Sevia biar dia semangat menjadi istri yang baik.


Terima kasih untuk readers yang selalu mendukung author.... Semoga sehat selalu...


Miss U All....


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2