Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Aku yang Sebenarnya


__ADS_3

" Ma apa Dara pulang ke sini?" Tanya Abhi kepada nyonya Nadira.


" Iya, kelihatannya dia sangat kesal, apa kalian ada masalah?" Selidik nyonya Nadira.


" Sedikit kesalah pahaman Ma, nanti akan Abhi selesaikan secepatnya." Sahut Abhi.


" Itu lebih baik Bhi, kalau kelamaan akan tambah ruwet urusannya." Ujar nyonya Nadira.


" Iya Ma, aku ke kamar dulu." Abhi menuju kamarnya.


Ceklek...


Abhi masuk ke dalam kamar. Ia menatap Sevia yang sudah tidur meringkuk di atas ranjang. Abhi tersenyum menghampirinya.


" Maafkan aku sayang, aku akan menjelaskan semuanya besok pagi, selamat malam, semoga mimpi indah." Abhi mengecup kening Sevia.


Abhi masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Ia naik ke atas ranjang memeluk Sevia dari belakang menuju alam mimpinya.


Sevia mengerjapkan mata saat sinar matahari masuk ke kamarnya melalui celah celah korden. Ia menatap suaminya yang saat ini masih tertidur.


Perasaan kesal menyeruak di dalam hatinya ketika mengingat kejadian semalam, dimana Abhi membohonginya.


Sevia hendak beranjak tiba tiba Abhi menarik tangannya hingga ia terjatuh ke dalam pelukan Abhi lagi.


" Apaan sih! Lepasin aku!" Ketus Sevia.


" Tidak... Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mendengarkan penjelasanku." Sahut Abhi mempererat pelukannya.


" Tidak ada yang perlu kamu jelaskan, aku juga tidak peduli tentang hal itu, mau kau membohongiku demi jutaan wanita lainnya pun, itu tidak berpengaruh untukku." Ucap Sevia.


" Maafkan aku karena aku telah berbohong kepadamu, sebenarnya aku belum mau mengungkapkan siapa diriku yang sebenarnya, tapi berhubung kau sudah melihatku bersamanya dan salah paham akan hal ini, maka aku akan memberitahumu yang sebenarnya." Abhi merapikan anak rambut Sevia.


Jantung Sevia berdetak sangat kencang. Apakah Abhi mau mengatakan jika wanita itu adalah selingkuhannya? Atau Abhi akan mengatakan jika wanita itu adalah istri barunya? Berbagai pikiran buruk bersarang di kepala Sevia.


" Apa maksudmu sebenarnya? Aku tidak paham dengan apa yang kamu ucapkan." Ucap Sevia.


" Wanita semalam adalah client ku, dia client penting dalam perusahaan ku, dia....


" Perusahaan yang mana? Apa kau bekerja di suatu perusahaan? Atau kau mencoba membodohi ku dengan mengarang cerita tak bermutumu itu?" Sevia menatap Abhi dengan tajam.


" Aku seorang CEO perusahaan....


" Apa?" Pekik Sevia dengan mata melotot.


" Ya, aku meneruskan perusahaan yang di bangun oleh Papaku sejak aku SMP sampai sekarang, semalam aku meeting dengan clientku membahas pembukaan kantor cabang yang akan di bangun di daerah S, kamu sering kan mendapati aku mengecek laporan keuangan? Itu karena aku mengecek laporan keuangan perusahaan ku secara berkala." Ungkap Abhi.


" Lalu siapa pak Andi?" Tanya Sevia.


" Dia kaki tangan Papaku yang menjadi ayah angkat ku sejak kematian Papaku, dia yang menjagaku selama ini dari orang orang yang berniat jahat kepadaku, tapi dia gagal menjagaku dari rencana jahatmu waktu itu." Ucap Abhi terkekeh.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak memberitahuku selama ini? Apa aku tidak berarti dalam hidupmu?" Tanya Sevia kesal.


" Kau sangat berarti bagi hidupku sayang, kau segalanya bagiku, aku belum memberitahumu karena aku ingin memberikanmu kejutan lusa, tapi lagi lagi kejutanku hancur berantakan, jangankan terkejut, terkesan saja tidak." Sahut Abhi.


" Salah sendiri kau membohongiku." Cebik Sevia.


" Iya maaf ya, kamu nggak heboh gitu setelah tahu pria yang kau nikahi seorang CEO?" Tanya Abhi.


" Nggak! Biasa aja." Sahut Sevia.


" Kok gitu sih Yank." Ujar Abhi.


" Karena aku sudah menduga sebelumnya, jadi aku nggak kaget ataupun terkejut lagi." Sahut Sevia menaik turunkan alisnya.


" Ah kamu Yank." Abhi cemberut menatap Sevia.


" Uluh uluh bayi besarku ngambek." Sevia mencubit pipi Abhi.


" Tapi beneran kan kamu tidak ada hubungan apa apa sama wanita itu?" Selidik Sevia.


" Iya sayang, aku tidak akan mengkhianati wanita yang aku cintai, aku mencintaimu tulus dari dalam hatiku." Ucap Abhi menatap Sevia.


Abhi menyusupkan tangannya ke belakang leher Sevia. Ia memajukan wajahnya lalu mengecup bibir Sevia. Sevia melongo membuka sedikit mulutnya, Abhi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Sevia.


Abhi menahan tengkuk Sevia memperdalam ciumannya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka.


" Nafas donk Yank." Ucap Abhi melepas pagutannya. Ia mengusap bibir Sevia dengan jempolnya.


" Kamu ini selalu bisa ngejawab ya." Ucap Abhi.


" Udah ah aku mau mandi, aku juga udah lapar mau sarapan." Sevia turun dari ranjang menuju kamar mandi.


Abhi tersenyum menatap punggung Sevia.


" Aku sangat bahagia memiliki istri sepertimu Se, semoga selamanya kita akan bersama." Monolog Abhi.


Selesai mandi Abhi dan Sevia turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.


" Pagi Ma, Pa." Sapa Sevia.


" Pagi sayang." Sahut nyonya Nadira.


" Sevia, ambilkan makanan untuk Abhi, mulai sekarang kamu harus bisa berperan sebagai istri yang sesungguhnya, kalian sudah dewasa, sudah bukan anak SMA lagi." Ujar nyonya Nadira.


Sevia menatap Abhi yang menganggukkan kepala.


" Iya Ma." Sahut Sevia.


Sevia mengambilkan nasi, sayur dan lauk ke piring Abhi.

__ADS_1


" Ini Bhi." Sevia meletakkan piringnya di depan Abhi.


" Terima kasih sayang." Ucap Abhi membuat Sevia malu di depan orang tuanya.


Mereka makan dengan khidmat, selesai makan Abhi meminta kedua mertuanya untuk tetap tinggal.


" Ma, Pa, ada yang ingin Abhi bicarakan pada kalian." Ucap Abhi.


Kedua orang tuanya Sevia saling pandang.


" Aku ingin memberitahu kalian siapa aku sebenarnya." Ucap Abhi membuat kedua orang tua itu mengerutkan keningnya.


" Apa maksudmu Abhi?" Tanya tuan Anton.


" Sebenarnya aku bukan anak kandung ayah, tapi aku anak kandung tuan Rodeo, pemilik perusahaan AR Group." Ucapan Abhi membuat kedua mertuanya tercengang membulatkan mata.


Mereka berdua tidak menyangka jika menantu mereka merupakan satu satunya pewaris perusahaan raksasa seperti AR Group.


" Maaf aku baru memberitahu kalian sekarang karena aku tidak boleh membongkar identitas ku sebelum aku lulus sekolah, aku harap kalian bisa mengerti." Ujar Abhi.


" Kami memahaminya Bhi, tapi kami tidak menyangka jika pria sesederhana dirimu seorang CEO, kau berbeda jauh dengan pria lainnya, kalau orang lain pasti akan membanggakan dirinya sendiri. " Sahut tuan Anton.


" Tidak Pa, karena harta adalah titipan yang suatu saat Tuhan bisa mengambilnya kapan saja." Sahut Abhi membuat Sevia ternyum bangga pada diri Abhi.


" Aku akan mengadakan acara perkenalan dengan para dewan direksi dan kolegaku, sekalian aku menggelar acara resepsi pernikahan kami saat itu juga, bagaimana menurut pendapat kalian?" Tanya Abhi.


" Apa? Kau akan mengadakan resepsi pernikahan kita?" Sevia menatap Abhi.


" Ya, aku ingin memperkenalkanmu kepada mereka semua, aku ingin mereka tahu jika aku sudah memiliki istri, aku tidak mau akan banyak cewek cewek yang mengejarku kalau mereka tidak tahu kalau aku sudah menikah, jadi kamu setuju kan dengan rencanaku?" Tanya Abhi.


" Benar juga kata Abhi, Abhi kan seorang pengusaha muda yang tampan dan baik hati, pasti akan ada banyak wanita yang mengelilinginya, duh gawat! Gue harus menghempaskan satu persatu pelakor yang ingin menggoda suami gue." Batin Sevia.


" Bagaimana sayang? Kamu setuju kan? Kok malah ngelamun gitu." Ujar Abhi.


" Iya aku setuju." Sahut Sevia.


" Kapan kamu menggelar acara itu Abhi?" Tanya nyonya Nadira.


" Seminggu lagi Ma, semakin cepat di laksanakan maka kami akan semakin cepat memberi kalian cucu." Ucap Abhi nyeleneh.


" Kamu apaan sih." Sevia mencubit pelan perut Abhi.


" Benar kan Pa, Ma?" Tanya Abhi menatap kedua mertuanya.


" Benar sayang, kau memang harus segera memberikan cucu kepada kami." Sahut nuinya Nadira.


" Ya sudah, Papa sama Mama akan bantu mempersiapkan acaranya." Sahut tuan Anton.


" Terima kasih Pa." Sahut Abhi.

__ADS_1


Abhi dan Sevia sama sama melempar senyuman kebahagiaan.


__ADS_2