
Hari ini Abhi di perbolehkan pulang ke rumah. Dengan di bantu Reno, Sevia membaringkan Abhi di atas ranjangnya. Ia duduk bersandar pada tumpukan bantal.
" Terima kasih Ren." Ucap Sevia.
" Sama sama." Sahut Reno.
Reno menatap Abhi.
" Cepat sembuh ya Bhi, kerjaan numpuk di kantor! Kasihan pak Sandi kalau harus menghandle semuanya lama lama, dia bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak selama kau tinggal." Kekeh Reno.
" Iya semoga aja gue cepat sembuh jadi gue bisa ke kantor menghandle semua pekerjaan, gue akan memberikan masa cuti selama seminggu kepada pak Sandi." Sahut Abhi.
" Syukurlah! Setidaknya kau memberikan waktu kepada pak Sandi untuk menghilangkan stresnya." Sahut Reno.
Pak Sandi adalah asisten pribadi Abhi yang selama ini mengerjakan pekerjaan Abhi.
" Hari ini kamu mau makan apa Yank?" Tanya Sevia menatap Abhi.
" Makan kamu sampai puas." Sahut Abhi membuat Reno melongo.
Sevia menepuk jidatnya sendiri.
" Kamu kalau ngomong suka ngasal ih." Cebik Sevia.
" Memang itu kenyataannya sayang, aku udah lama nggak makan kamu, aku kangen Yank!" Sahut Abhi.
" Udah ah nggak usah bahas soal itu! Nggak kasihan apa ada jones di sini." Ujar Sevia melirik Reno.
" Siapa yang jones? Gue udah punya gebetan ya." Sahut Reno tidak terima.
" Mana buktinya? Yang kemarin kamu bawa aja nggak kamu bawa lagi, oh ya gimana kabarnya Nada?" Tanya Sevia menatap Reno.
Mengingat Nada membuat hati Reno kesal. Tapi jujur saat ini ia merindukan Nada. Sudah satu minggu ini ia mengabaikan Nada.
" Baik, palingan dia sedang pusing mengerjakan tugas yang gue berikan kemarin." Ucap Reno terkekeh mengingat Nada.
" Kelihatan banget kalau suka." Ujar Sevia.
" Benarkah?" Tanya Reno tidak percaya.
" Tapi sayangnya dia udah punya pacar." Sambung Reno.
" Apa? Dia udah punya pacar?" Tanya Sevia memastikan.
Reno menganggukkan kepalanya.
" Ha ha ha...." Sevia tertawa lepas mendengarnya.
" Suka banget lihat teman sengsara." Ucap Reno cemberut.
" Dengarkan gue! Selama janur kuning belum melengkung, lo masih berhak merebut Nada dari pacarnya Ren, kalau lo memang cinta, perjuangkan donk cinta lo, jangan malah cuma pasrah aja." Ujar Abhi.
" Kaya' lo memperjuangkan cinta lo aja, dulu lo juga diam pasrah, nggak ada usaha apa apa buat dapetin Sevia, beruntung aja Sevia memudahkan jalan lo hingga pada akhirnya Sevia bisa menjadi milik lo." Sahut Reno membuat Abhi bungkam.
Sevia menatap Abhi sambil menahan tawanya.
__ADS_1
" Kalau mau ketawa, ketawa aja Yank, nggak usah di tahan." Ucap Abhi.
" Mau ketawa tapi takut dosa Yank." Sahut Sevia.
" Ha ha ha benar benar." Ucap Reno sambil tertawa.
" Berisik lo! Udah sono mendingan lo berangkat kerja, barang kali Nada udah nungguin lo, atau malah ninggalin lo ha ha ha." Ucap Abhi membalas mengejek Reno.
" Sialan lo! Ya udah gue mau berangkat kerja, nggak usah telepon gue kalau pengin apa apa, belajar buat beli sendiri." Ucap Reno berlenggang meninggalkan kamar Abhi.
Sevia dan Abhi menggelengkan kepalanya.
Reno melajukan mobilnya menuju kantornya sambil menyunggingkan senyumannya. Sesampainya di kantor, ia segera masuk ke ruangannya.
Reno mengerutkan keningnya saat melihat meja yang biasa di pakai Nada kosong.
Tatapannya menangkap sebuah amplop yang terletak di mejanya. Ia segera membukanya.
" Surat pengunduran diri." Gumam Reno meremas surat itu.
" Bagaimana bisa dia meninggalkan tugasnya, apa dia tidak takut tidak dapat nilai? Aku harus menemuinya dan meminta penjelasan darinya." Monolog Reno keluar ruangannya.
Reno kembali melajukan mobilnya menuju kostan Nada. Sesampainya di sana ia segera menemui ibu kost.
" Selamat pagi Bu." Ucap Reno.
" Pagi, maaf cari siapa ya?" Tanya ibu kost.
" Maaf Bu, saya mencari Nada, apa bisa saya bertemu dengannya?" Tanya Reno sopan.
" Kapan dia pergi Bu?" Tanya Reno.
" Baru tadi pagi, saya juga heran kenapa Nada pulang begitu saja, padahal dia sudah menyewa kostan selama enam bulan." Ujar ibu kost.
" Apa ibu tahu dimana alamat rumahnya?" Tanya Reno lagi.
" Maaf, saya tidak bisa memberitahu anda, itu merupakan privasi anak kost saya, jadi saya tidak bisa memberikan alamat ke sembarang orang, kalau anda pacarnya pasti anda tahu dimana alamatnya." Ucap ibu kost.
" Baik Bu, Terima kasih." Ucap Reno meninggalkan kostan itu.
Reno kembali melajukan mobilnya menuju kantornya.
" Kenapa kamu pergi begitu saja Nada? Apa kamu tidak menghargai perasaanku sebagai temanmu? Apa kamu tidak tahu jika aku menyimpan perasaan padamu? Hah... Aku harus mendapatkan alamatnya di profile pendaftaran magangnya." Monolog Reno.
Reno terus melajukan mobilnya sampai di kantornya. Ia segera turun dari mobil lalu masuk ke bagian HRD untuk meminta data diri Nada dengan alasan Nada tidak menyelesaikan prakteknya dengan baik.
Reno tersenyum menatap secarik kertas yang berisi alamat rumah Nada.
" Aku akan mendapatkanmu." Ucap Reno.
Reno keluar kantornya, ia melajukan mobilnya ke alamat yang ada di kertas itu. Cukup jauh karena berada di luar kota.
Dua jam kemudian Reno sampai di kediaman Irjen Prayoga. Ia turun dari mobil menuju pintu rumah Nada.
Ting tong....
__ADS_1
Reno memencet bel rumah. Reno menunggu sejenak sampai seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya.
" Siang Tante." Sapa Reno.
" Siang, maaf siapa dan cari siapa ya?" Tanya wanita itu.
" Saya Reno Tante, saya ke sini mencari Nada Alfiya, apa benar ini rumahnya Tan?" Tanya Reno.
" Iya benar, saya Mamanya, kamu siapanya?" Tanyanya.
" Em... Sa... Saya... Saya pacarnya Tante." Lirih Reno asal.
" Pacarnya Nada? Kok Nada nggak pernah bilang sama saya kalau dia punya pacar." Ujarnya.
Reno hanya nyengir kuda.
" Boleh saya bertemu dengannya Tante?" Reno menatap mamanya Nada dengan penuh harap.
" Iya, silahkan masuk! Saya akan panggilkan Nada sebentar." Ucap mamanya Nada.
Reno masuk ke dalam, ia duduk di sofa ruang tamu.
Tak lama mamanya Nada datang sambil menarik tangan Nada, mereka nampak menuruni tangga.
" Apa sih Ma, aku nggak punya pacar Mama, mungkin dia salah orang Ma, atau mungkin dia orang gila yang kesasar ke sini." Omel Nada belum menyadari kehadiran Reno.
Reno tersenyum mendengarnya.
" Orang dia bilang kalau dia pacar kamu, berarti selama ini kamu nggak sekolah dengan benar, kerjaanmu cuma pacaran aja, pasti kalian sedang ada masalah makanya kamu pulang tanpa menyelesaikan magang kamu." Sahut mamanya Nada.
Setelah sampai di depan Reno keduanya menghentikan langkahnya.
" Tuh lihat! Siapa dia? Pacar kamu kan?" Tanya mamanya Nada menunjuk ke arah Reno.
Nada menatap ke arah yang di tunjuk oleh mamanya. Nada melongo membulatkan matanya saat melihat Reno duduk sambil menatap ke arahnya.
" Mas Reno." Ucap Nada tidak percaya.
" Kamu bilang nggak kenal dia, tuh bisa nyebut namanya." Ujar mamanya Nada.
Nada menatap mamanya lalu ia kembali menatap Reno.
" Mau apa kamu ke sini?" Tanya Nada.
Mau apa ya????
Kira kira Reno mau jawab apa nih?
Penasaran?
Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
__ADS_1
TBC....