Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Ketemu Reno Lagi


__ADS_3

Mereka nampak asyik mengobrol, entah apa yang menjadi obrolan, atau sekedar tanya jawab saja. Tiba tiba Reno datang menghampiri mereka.


" Assalamu'alaikum." Ucap Reno.


Mereka menoleh ke arah suara.


Deg...


Tatapan Nada dan Reno bertemu untuk beberapa saat. Jantung Reno terasa berdetak dengan sangat kencang begitupun sebaliknya Masih ada getaran di dalam hati Nada.


Sadar ada Richard di sebelahnua, Nada segera memalingkan wajahnya ke arah Barra. Richard menyadari semua itu.


" Maaf aku tidak tahu jika masih ada tamu." Ucap Reno.


" Tidak pa pa duduk lah Ren!" Ucap Abhi.


" Terima kasih, aku mau main sama Barra aja." Sahut Reno.


Reno mendekati Sevia yang sedang memangku Barra.


" Halo sayang... Bagaimana kabarmu hari ini?" Tanya Reno menoel pipi Barra.


" Aku sehat Om." Sahut Sevia menirukan suara anak kecil.


" Ayo Barra main sama Papi!" Reno mengambil alih Barra dari pangkuan Sevia.


" Ayo sayang kita main di kamarmu saja ya." Ujar Reno menciumi pipi Barra.


" Kak Reno." Panggil Nada.


Reno menatap ke arahnya.


" Ya." Sahut Reno.


" Bagaimana kabar Kakak?" Tanya Nada basa basi.


" Seperti yang kamu lihat! Aku baik baik saja." Sahut Reno.


" Kamu pasti baik kan?" Reno balik bertanya.


" Alhamdulillah Kak aku baik." Sahut Nada.


" Ya sudah aku ke kamar Barra duluan ya!" Ucap Reno.


" Silahkan Kak!" Sahut Nada.


Reno berjalan menuju kamar Barra.


Abhi dan Sevia menghela nafasnya menatap kepergian Reno.


" Reno memang suka gitu orangnya, kalau udah sama Barra dia lupa segalanya, bahkan dengan wanita yang sangat di cintainya sekalipun." Ujar Abhi melirik Nada.


Nada menatap Abhi. Ia tahu apa maksud Abhi begitupun dengan Richard.


" Syukur kalau begitu Bhi! Syukur syukur dia bisa move on dari wanita itu, jadi dia tidak akan tersiksa karena cinta yang bertepuk sebelah tangan." Sahut Richard.


" Benarkan sayang?" Richard menggenggam tangan Nada.


" I.. Iya Mas." Sahut Nada.


" Kenapa kamu gugup begitu sayang? Slow aja donk! Tidak perlu takut karena Mas tidak akan menggigitmu, sudah sewajarnya kan kalau lama tidak bertemu pasti saling menanyakan kabar." Ujar Richard.

__ADS_1


" Iya Mas." Sahut Nada.


" Oh ya sayang ini sudah siang, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Mas ada janji nanti sore sama teman soalnya." Ujar Richard melirik jam mewah di pergelangan tangannya.


" Iya Mas ayo!" Sahut Nada.


" Abhi, Sevia, kami pulang dulu, terima kasih sudah menjamu kami dengan baik, kapan kapan mainlah ke tempat kami!" Ujar Richard.


" InsyaAllah, kami pasti akan sampai ke sana, mungkin nanti saat kalian punya babby, kami akan ke sana untuk menjenguknya sekalian membawakan hadiah untuk babby kalian." Sahut Abhi menatap Nada.


" Apa sih Kak." Kekeh Nada.


" Kenapa? Kamu sudah pantas lhoh jadi mama muda, Kakak doakan semoga adik Kakak yang sangat cantik ini akan segera di beri momongan." Ucap Abhi.


" Amin." Sahut Nada dan Richard bersamaan.


Nada menatap Sevia.


" Kami pulang dulu ya Kak, sampaikan pamit ku pada kak Reno nanti." Ucap Nada memeluk Sevia.


" Ok hati hati di jalan! Tuan Richard jangan mengebut ya! Itu akan sangat berbahaya." Sahut Sevia.


" Tentu Sevia." Sahut Richard.


Richard menggandeng tangan Nada, mereka berjalan menuju mobilnya.


Abhi dan Sevia mengantar mereka sampai di teras.


" Sepertinya Richard sangat mencintai Nada ya Dad." Ucap Sevia.


" Iya sayang, seperti aku yang selalu mencintamu." Abhi merangkul pundak Sevia.


" Aku juga sangat mencintaimu." Sahut Sevia.


" Tadi menghindar, sekarang gikiran dia pergi malah mengintip, sok lo Ren." Ujar Sevia.


" Aku tidak kuat menahan hatiku Sev, jika aku melihatnya ingin rasanya aku memeluknya dan membawanya kabur bersamaku, tapi aku sadar itu tidak mungkin terjadi karena dia milik orang lain." Reno menundukkan kepalanya sedih.


" Bersabarlah Ren! Kau pasti akan mendapatkan wanita yang lebih darinya, yang bisa menghargai perasaanmu tentunya, walaupun Nada gadis yang baik tapi untuk apa jika dia tidak bisa menghargai perasaanmu, dia memilih bersama Richard untuk membalas budinya." Ujar Abhi.


" Iya Bhi semoga doamu di kabulkan oleh Tuhan, makasih ya." Sahut Reno.


" Sama sama." Sahut Abhi.


" Ya sudah aku mau bermain lagi sama Barra." Ujar Reno.


" Barra mau bobok Ren, kamu main aja sama Abhi, sini!" Sevia mengambil alih Barra.


Sevia kembali ke kamar Barra untuk menidurkannya. Sedangkan Abhi dan Reno pindah ke gazebo belakang. Mereka berdua duduk sambil meminum jus yang baru saja mereka ambil dari dapur.


...****************...


Richard terus melajukan mobilnya menuju kotanya.


" Sayang, Mas lapar nih! Mau nggak kita mampir dulu cari makan?" Richard menatap Nada.


" Tadi di sana di tawarin makan nggak mau, sekarang kelaparan." Kekeh Nada.


" Mas kan malu sayang, masa' datang datang minta makan, gengsi lah Mas." Sahut Richard.


" Iya deh yang kegedean gengsi." Canda Nada.

__ADS_1


" Nakal kamu ya ngeledekin Mas! Sampai rumah Mas akan makan kamu, nggak akan Mas beri ampun walau sedetik pun." Ujar Richard.


" Ih menakutkan." Sahut Nada.


" Mengasyikkan sayang." Balas Richard.


" Apanya?" Nada mengerutkan keningnya.


" Adegan plus plusnya." Sahut Richard.


" Mesum kamu Mas." Ujar Nada memukul pelan lengan Richard.


" Nggak pa pa sama istri sendiri ini yang penting bukan sama istri orang." Sahut Richard.


" Emang kamu mau sama istri orang?" Tanya Nada.


" Ya enggak lah Yank! Istri satu aja dapetinnya susahnya minta ampun, bahkan hampir tujuh tahun, kok mau di dia siain, Mas nggak akan melakukan semua itu, atau Mas akan sangat menyesal seumur hidup Mas." Sahut Richard membuat Nada terharu.


" Terima kasih Mas sudah mencintaiku begitu dalam." Ucap Nada.


" Sama sama sayang, Mas akan selalu menanti balasan cintamu untukku." Sahut Richard yang di balas senyuman oleh Nada.


Richard membelokkan mobilnya ke restoran seafood. Setelah memarkirkan mobilnya keduanya masuk ke dalam memesan makanan.


Udang sama cumi pedas dan jus lemon menjadi menu makan siang mereka kali ini.


Mereka makan dengan khidmat, selesai makan Richard kembali melanjutkan perjalanannya.


" Sayang Mas rasa si Reno masih mencintaimu." Ucap Richard.


Nada menatap ke arah Richard.


" Tidak perlu memikirkan orang lain Mas! Pikirkan saja kehidupan kita kedepannya, aku tidak mau membahas siapapun selain kita berdua." Sahut Nada.


" Mas harus menganggap ucapanmu sebagai ucapan orang yang sedang patah hati atau orang yang sedang jatuh cinta nih?" Richard menatap sekilas ke arah Nada, lalu ia kembali fokus ke depan.


" Terserah kau yang mau menilainya, aku tidak akan peduli." Sahut Nada.


" Baiklah Mas akan menganggap ucapanmu sebagai ucapan orang yang sedang jatuh cinta pada pasangannya, terima kasih sayang telah mencintaiku." Richard mengerlingkan matanya.


Nada tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saja.


Dua jam kemudian mereka sampai di rumah. Richard menggandeng tangan Nada masuk ke dalam rumahnya.


Mereka masuk ke kamar, Richard merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan terlentang.


" Capek ya Mas?" Nada naik ke atas ranjang.


" Lumayan, nyetir selama dua jam lebih membuat pundak Mas terasa linu, mungkin efek sudah tua kali ya." Ujar Richard.


" Duh kasihannya suamiku! Sini aku pijitin!" Ucap Nada.


" Beneran?" Tanya Richard dengan mata berbinar.


" Iya, buruan tengkurap!" Ujar Nada.


Richard tengkurap, Nada mulai memijat bagian pundaknya. Richard nampak bahagia mendapat perhatian kecil dari istri tercintanya. Ia yakin lambat laun Nada pasti akan membalas cintanya.


Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya buat author biar author makin semangat donk...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All..


TBC...


__ADS_2