
Hari ini tiba acara pengenalan CEO AR Group sekaligus resepsi pernikahan Abhi dan Sevia. Para tamu undangan nampak terkejut melihat wajah Abhi yang masih sangat muda.
Bagaimana bisa seorang yang baru saja lulus sekolah bisa memimpin perusahaan sebesar AR Group dan sudah menikah lagi. Mereka benar benar terpesona dengan kehidupan Abhi.
Padahal tak sedikit orang yang ingin menjodohkan putri mereka, namun keinginannya pupus sudah saat Abhi menggandeng mesra Sevia dan mengumumkan pernikahannya.
" Aku tidak menyangka kalau CEO AR Group masih sangat muda, sangat tampan lagi, kalau dia belum menikah aku akan mendekatinya." Ucap salah satu gadis yang hadir di sana.
" Kalau lo mau tinggal dekatin aja, siapa tahu dia tertarik sama lo." Ucap lainnya.
" Sorry ya gue nggak ada bibit pelakor." Sahutnya.
Masih banyak ucapan kekaguman dari tamu yang lainnya. Hana menatap ke arah Abhi dan Sevia yang nampak tersenyum bahagia di depan sana.
Setelah acara selesai, Abhi dan Sevia menemui teman teman mereka yang masih duduk di meja VVIP.
" Selamat ya Sevia, Bhi, semoga kalian berbahagia." Ucap Ezzar.
" Terima kasih." Sahut Abhi.
" Gue nggak nyangka kalau ternyata lo seorang CEO, tiga tahun berteman sama lo ternyata tidak membuat lo jujur sama gue." Ujar Reno.
" Sorry, memang belum waktunya gue mengungkap identitas gue." Ujar Abhi.
" Berarti malam ini akan menjadi malam pertama buat kalian berdua donk." Ujar Ezzar.
Hana menatap Abhi dan Sevia menanti jawaban mereka.
" Iya, do'ain semoga lancar ya." Ujar Abhi.
" Siap." Sahut Ezzar.
" Apa lo nggak takut Sev? Katanya akan terasa sakit lhoh saat pertama melalukannya." Ujar Hana.
" Masa sih? Aku rasa enggak deh, karena Abhi kan melakukannya dengan penuh kelembutan, iya nggak Yank?" Sevia menatap Abhi.
" Iya sayang." Abhi merapikan anak rambut Sevia.
Mereka melanjutkan mengobrol.
" Eh gue ambil minum bentar ya, mau gue ambilin nggak?" Tanya Hana menatap mereka semua.
" Boleh deh." Sahut mereka.
Hana pergi mengambil jus anggur, setelah itu ia berikan kepada teman temannya.
" Sev, aku ngantuk mau ke kamar dulu ya, kamu mau sekalian ke kamar nggak?" Tanya Hana.
Ya Hana memang tidak pulang, ia menyewa kamar di dekat kamar Sevia, katanya malas kalau harus pulang malam malam. Ia ingin menemani sahabatnya sampai pagi rencananya, tapi ia malah sudah mengantuk.
" Boleh deh, Yank aku ke kamar dulu ya, jangan lama lama nyusulnya." Ujar Sevia.
" Iya sayang, nanti kalau kedua bocah ini sudah pulang, aku akan kembali ke kamar." Sahut Abhi.
" Aku permisi ya." Ucap Sevia yang di balas anggukan kepala oleh mereka.
Sevia dan Hana kembali ke kamar masing masing. Reno menatap Hana dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sevia masuk ke kamarnya. Kamar yang di hias dengan kelopak bunga mawar membentuk love di atas ranjang. Lilin yang menyala membuat suasana kamar ini nampak romantis.
Ia masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah selesai, ia naik ke atas ranjang menunggu Abhi datang.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul dia belas malam, namun Abhi belum juga kembali. Sevia tidur duluan karena memang ia sangat mengantuk.
...****************...
" Hiks.... Hiks..."
Abhi membuka matanya saat mendengar suara orang menangis.
" Hana, apa yang kau lakukan di kamarku?" Abhi beranjak duduk.
Matanya membola saat melihat tubuhnya dan tubuh Hana dalam satu selimut.
" Apa apaan ini Hana? Apa yang terjadi hah?" Tanya Abhi cemas.
" Kau.... Kau telah menodai ku Abhi hiks.... "
Jeduarrrrr
" Tidak.... Ini semua tidak mungkin, aku tidak ingat apapun, jika kita benar benar melakukannya pasti aku mengingatnya Hana." Bantah Abhi.
" Kau memang tidak akan mengingatnya, semalam kau seperti orang mabuk." Ujar Hana.
" Bagaimana aku bisa mabuk? Aku tidak minum alkohol Hana, jadi stop mengarang cerita!" Ujar Abhi.
" Aku tidak mengarang cerita Abhi, kita memang benar benar melakukannya, aku tidak tahu kenapa kamu seperti orang mabuk, kamu masuk ke kamarku dan menodai ku, aku sudah menolaknya namun kau terus memaksa, tenagaku kalah besar darimu Abhi hiks." Ucap Hana.
" Ya Tuhan.... " Abhi menarik kasar rambutnya.
Ia mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi semalam namun nihil. Ia tidak ingat apa apa.
Ceklek....
" Hana ayo kita jal..... "
Deg...
Jantungnya terasa berhenti berdetak, dunianya seakan runtuh seketika melihat pemandangan menyayat hati di depannya.
" Sevia hiks..." Isak Hana.
" Apa yang telah kalian lakukan? Kenapa kau justru di sini Abhi? Aku menunggumu sampai larut malam." Lirih Sevia.
" Sayang ini tidak seperti...
" Maafkan kami Sevia, kami mengkhianatimu."
Jeduarrrrr
Ucapan Hana bagai bom yang meledak tepat di depan Sevia.
" Hentikan omong kosongmu Hana! Tidak terjadi apapun di antara kita." Ucap Abhi.
" Sudah lah Abhi, tidak ada gunanya menutupi semuanya di depan Sevia, dia sudah memergoki kita." Ujar Hana.
" Apa maksudmu Hana?" Selidik Sevia.
" Kami memang memiliki hubungan Sev."
" Hana." Bentak Abhi.
" Biarkan dia berbicara Bhi, aku ingin mendengar pengakuannya." Ucap Sevia.
__ADS_1
" Sayang tapi....
Sevia mengangkat tangannya membuat Abhi diam.
" Kau tahu bukan saat aku dan Abhi di cafe itu? Itulah awal dari hubungan kami, Abhi mengatakan cintanya kepadaku dan mengajakku menjalin hubungan di belakangmu." Ucapan Hana begitu menyayat hati Sevia.
Ia memejamkan matanya menahan air mata yang hendak mengalir membanjiri pipinya.
" Bukankah Abhi sering bilang mau pulang ke rumahnya dan pulang larut malam? Saat itu dia bersamaku." Ucap Hana.
" Tidak Hana, kau jangan mengarang cerita, kapan aku menemuimu? Aku bertemu client sayang, kalau tidak aku lembur di kantor." Ucap Abhi.
" Semalam entah kenapa tiba tiba Abhi masuk ke kamarku dan dia mengajakku menghabiskan malam, aku sudah menolaknya, aku takut kamu akan curiga namun dia bilang dia akan membuat alasan supaya kau mau mempercayainya, dan sayangnya kamu sudah melihat semua ini." Ujar Hana.
" Apa aku harus menelepon media supaya hubungan kalian bisa terungkap di seluruh dunia? Seorang CEO yang baru menampakkan wajahnya terciduk di dalam kamar hotel bersama dengan selingkuhannya." Ucap Sevia kesal.
" Jangan Sevia! Aku tidak mau nama Abhi menjadi tercoreng." Ucap Hana.
" Lalu apa yang kau inginkan Hana?" Tanya Sevia berusaha untuk tetap tenang.
" Biarkan Abhi menikahiku."
" Tidak... Aku tidak akan pernah menikahimu, aku tidak akan bertanggung atas apa yang tidak pernah aku lakukan." Ucap Abhi turun dari ranjang. Ia memakai kembali pakaiannya.
" Sayang tolong percaya padaku, aku tidak melakukan apapun, dia hanya menjebakku, percayalah kepadaku sayang." Ucap Abhi hendak menggenggam tangan Sevia, namun Sevia menepisnya.
" Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu Bhi! Aku tidak tahu siapa yang harus aku percaya, kalian orang yang sangat aku percaya tapi dengan teganya kalian mengkhianati kepercayaanku... Jika kau merasa melakukannya maka segera nikahi dia dan lepaskan aku, mungkin sekarang saatnya kau melepas diriku." Sevia pergi meninggalkan kamar Hana.
Hatinya hancur, ingin sekali ia mempercayai Abhi namun fakta mengungkap semuanya. Ia melihat Abhi di bawah selimut bersama Hana, lalu siapa yang akan dia percaya? Abhi atau Hana?...
Sevia melajukan mobilnya kembali ke rumahnya dengan perasaan hancur. Karena tidak fokus, Sevia menabrak mobil di depannya.
" Ah sial." Umpat Sevia turun dari mobilnya.
" Sevia."
" Reno"
Ucap keduanya bersamaan.
" Abhi mana?" Tanya Reno.
" Masih di hotel." Sahut Sevia.
" Ada yang ingin aku tunjukkan kepadamu tentang Abhi dan Hana, Sev, apa kau mau melihatnya?" Reno mengeluarkan ponselnya.
" Memangnya apa yang ingin kau tunjukkan kepadaku?" Sevia melongok ke arah ponsel Reno.
" Aku mohon kuatkan hatimu." Ucap Reno mulai memutar video itu.
Sevia melongo menatapnya, air matanya menetes begitu saja di pipinya. Ia tidak menyangka jika....
Jika apa hayoo???
Benarkah Abhi mengkhianatinya?
Penasaran?
Tekan like koment vote dan hadiahnya biar author semangat...
Author ucapkan Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss u All...
TBC.....