
Mobil terus berjalan menuju rumah Nada. Sesampainya di rumah, Nada segera turun dari mobil tanpa menyapa Richard terlebih dulu, Richard hanya geleng geleng kepala.
" Lihatlah calon istriku! Dari dulu sampai sekarang sama saja, sama sama tidak mencintaiku, sebenarnya apa kekuranganku Sam?" Richard menatap Samuel.
Sebenarnya Samuel hendak tertawa tapi ia menahannya karena ia tidak mau kehilangan kepalanya.
" Saya tidak tahu Tuan, biar lebih jelas anda tanya saja pada Nona Dara." Sahut Samuel.
" Aku akan turun menemui calon mertuaku, kamu di sini saja." Richard turun dari mobil.
Ia masuk ke dalam rumah Nada, Nada yang tidak tahu kalau Richard mampir terkejut saat melihatnya yang sedang menatap tajam ke arahnya.
Pasalnya saat ini Nada hanya mengenakan hotpants dan tanktop saja. Tubuh putihnya terekspos jelas di sana.
" Ma... Mas Richard, ngapain kamu ke sini? Mama sama Papa tidak ada di rumah." Ucap Nada.
Richard menutup pintunya, lalu ia menghampiri Nada yang berdiri di atas tangga terakhir.
" Apa apaan ini? Kenapa kamu pakai pakaian kurang bahan seperti ini? Nanti kalau kita sudah menikah, aku akan menyuruhmu tidak pakai baju di dalam kamar, kalau sekarang jangan." Ucap Richard.
Nada menelan kasar salivanya.
" Kamu mau mengundang shahwat pria yang melihatmu seperti ini? Kau harus pandai menjaga dirimu sendiri karena aku tidak bisa selalu berada di sampingmu." Sambung Richard.
" Aku tidak tahu kalau kamu mau mampir, lagian di rumah tidak ada orang, aku haus jadi aku keluar kamar untuk mengambil minuman." Ucap Nada mengerucutkan bibirnya.
" Mas tidak mau mendengar alasan apapun! Kembali ke kamarmu dan pakailah pakaian yang sopan, setidaknya tidak kurang bahan seperti itu." Tekan Richard.
Nada menghentakkan kakinya kesal, ia kembali ke kamarnya.
" Mas akan buatkan jus untukmu." Ucap Richard menuju dapur.
" Mas akan buatkan jus untukmu." Nada menirukan ucapan Richard. Ia masuk ke dalam kamarnya.
" Sok perhatian banget jadi orang, bikin malas aja dia pakai mampir segala, yang ada nanti di ceramahin mulu, makan dulu, istirahat dulu, tidak boleh ini, tidak boleh itu, bikin bad mood aja." Gerutu Nada.
" Sama calon suami itu nggak boleh gitu sayang, kamu harus menghormati Mas donk, Mas aja menyayangimu dengan sepenuh hati Mas." Ucap Richard masuk ke dalam dengan membawa gelas minuman.
Nada kaget dengan ucapan Richard namun ia segera menguasai dirinya.
" Nih minumannya, Mas nggak jadi bikin jus, jadi Mas bikin sirup aja biar cepat, takut kamu udah kehausan." Richard memberikan segelas es sirup kepada Nada.
Nada langsung meminumnya sampai habis.
" Kasihan calon istri Mas, haus banget ya." Richard mengusap pucuk kepala Nada.
__ADS_1
" Nggak usah pegang pegang ih." Ucap Nada menepis tangan Richard.
" Kamu kasar banget kalau sama Mas, tadi sama cowok itu enggak." Ujar Richard bersandar pada nakas.
" Nggak usah sok tahu, aku lagi males sama kamu Mas, kamu udah bikin temanku babak belur." Ujar Nada.
" Kau membelanya?" Tekan Richard.
" Astaga lupa gue kalau nggak boleh membela laki laki manapun di depan Mas Richard, atau dia akan membunuh Mas Reno, ya Tuhan nih mulut bego' amat." Batin Nada merutuki kebodohannya.
" Mas akan menyuruh seseorang untuk membuangnya ke laut." Richard mengeluarkan ponselnya.
" Eh jangan jangan, maafkan aku! Aku tidak akan mengatakan apa apa tentang temanku itu." Ucap Nada mencekal tangan Richard.
" Sepertinya dia spesial buat kamu, sampai kamu tidak mau aku menyakitinya." Ujar Richard.
" Tidak! Bukan begitu Mas, aku hanya kasihan saja melihat teman laki laki ku harus berakhir di rumah sakit jika dekat denganku, aku seperti musibah buat mereka." Ucap Nada sedih.
" Makanya kamu harus menjaga jarak dengan mereka, Mas tidak mau kalau calon istriku akan berpaling dariku dan meninggalkan Mas sendiri, Mas sudah menantimu beberapa tahun silam, dan ingat! Keluargamu sudah menerima pinanganku jadi kau tidak akan bisa berpaling dariku." Sahut Richard tegas.
" Apa kau sudah makan? Mas ambilkan ya?" Tawar Richard.
" Nggak usah Mas, aku masih kenyang." Sahut Nada.
" Eh apa apaan kamu Mas, aku kenyang karena makan di sekolah, kalau tadi di cafe cuma pesan dessert doank, itu pun belum aku makan, keburu Kak Samuel datang dan membuat keributan." Sahut Nada.
" Uh kasihan, ya sudah habis ini kamu makan terus tidur siang, nggak boleh mainan ponsel! Nggak boleh kemana mana! Ingat itu!" Ujar Richard.
" Iya tapi aku belum mau makan, dan jangan di paksa." Sahut Nada.
" Baiklah kali ini Mas tidak akan memaksa, Mas pulang dulu! Kamu jaga diri di rumah dan ganti pakaianmu itu!" Ucap Richard.
" Iya, hati hati!" Ucap Nada.
" Terima kasih udah perhatian sama Mas." Ucap Richard.
Richard mendekati Nada, Nada mendongak menatapnya tiba tiba...
Cup....
Richard mengecup kening Nada. Setelah itu ia keluar dari kamar Nada.
" Ih rese' banget sih pakai cium cium segala, geli gue." Gerutu Nada mengusap usap keningnya.
" Aku harus telepon Mas Reno untuk memastikan keadaannya." Ujar Nada.
__ADS_1
Ia segera menutup pintunya, lalu menelepon nomer Reno.
Tut.... Tut.....
Telepon tersambung, namun Reno belum mengangkatnya.
" Eh ponselku kan di sadap sama Mas Richard, kalau aku telepon dia yang ada nanti Mas Reno makin parah karena di gebukin sama Kak Samuel lagi." Nada segera membatalkan panggilan teleponnya. Ia segera menghapus riwayat panggilannya.
" Nasib nasib punya calon suami posesif nya minta ampun, andai saja aku bisa membatalkan perjodohan ini pasti aku sangat bahagia." Nada menghela nafasnya.
" Kenapa sih Papa harus berhutang budi sama keluarga Mas Richard, coba kalau dengan keluarga Mas Reno, kan aku nikahnya sama Mas Reno, Mas Richard memang baik, dia sangat menyayangiku tapi aku tidak kuat dengan sikap posesif nya, itu membuatku jengah dan ilfell sama dia." Oceh Nada.
" Aku telepon Kak Abhi saja, pasti dia tahu gimana kondisi Mas Reno." Ujar Nada.
Nada menelepon ke nomer Abhi. Tak lama Abhi pun mengangkatnya.
" Halo." Sapa Abhi di sebrang sana.
" Halo Kak, Kakak dimana?" Tanya Nada.
" Nih baru sampai rumah sakit, Reno terluka parah dan di rawat di rumah sakit." Sahut Abhi.
" Rumah sakit mana Kak? Apa Kak Abhi ada di kota ini?" Tanya Nada memastikan.
" Iya, aku ada di rumah sakit xx." Sahut Abhi.
" Kak boleh aku minta tolong?" Nada bertanya lagi.
" Minta tolong apa?" Tanya Abhi.
" Tolong Kakak jemput aku di sini, aku mau melihat keadaan Mas Reno, aku tidak bisa ke sana sendiri Kak, ajudan Papa sedang memantau ku." Ujar Nada.
" Ok kirimkan alamatmu, aku akan menjemputmu sekarang bersama istriku." Ujar Abhi.
" Iya Kak akan kirim, Terima kasih Kak." Sahut Nada mematikan ponselnya.
" Ahhhh... Akhirnya aku bisa bertemu dengan Mas Reno." Pekik Nada.
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBc..
__ADS_1