Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Kebenaran Keluarga Baru


__ADS_3

Nada mengerjapkan matanya. Ia menatap Richard yang saat ini sedang memeluknya. Ia tersenyum sambil meraba wajah Richard.


" Kau orang yang baik Mas, semoga aku bisa membalas kebaikanmu dengan mengabdikan hidupku kepadamu, semoga aku bisa segera membalas cinta tulusmu untukku, terima kasih sudah menyayangiku selama ini." Lirih Nada.


" Jangan jadikan cintaku sebagai beban di hatimu sayang, Mas tidak mau kamu menderita karena hidup bersama Mas, Jalani saja seperti air mengalir, jika kamu sudah membuka hati untuk Mas, maka Mas percaya kalau kamu bisa membalas cinta Mas suatu hari nanti, apalagi setelah ada buah hati di antara kita." Ucap Richard tanpa membuka matanya.


" Ternyata kamu sudah bangun Mas." Ucap Nada.


" Mas bangun karena tangan halusmu yang mengelus pipi Mas." Sahut Richard.


" Maaf Mas aku mengganggumu." Ucap Nada.


Richard membuka matanya, ia menatap Nada dengan penuh cinta.


" Kau tidak perlu meminta maaf sayang, kamu tidak bersalah." Richard mencium kening Nada.


Richard mengeratkan pelukannya.


" Mas aku harus bangun! Aku harus menyiapkan pakaianmu dan sarapan untukmu." Ujar Nada.


" Nanti saja! Mas tidak bekerja hari ini! Mas ingin menghabiskan waktu bersamamu." Ucap Richard.


" Baiklah." Sahut Nada.


Richard memeluk Nada, ia kembali memejamkan matanya.


" Mas apa kau mau memberikan apa yang aku minta?" Tanya Nada.


" Apa itu sayang? Sebisa mungkin Mas akan memenuhinya asalkan bukan perpisahan, kalau kamu meminta itu Mas tidak akan menerimanya." Sahut Richard.


" Aku ingin menghancurkan keluarga baru papa, aku akan mengekspos perselingkuhan papa ke media, biarkan papa di pecat dari jabatannya, untuk itu aku membutuhkan bantuanmu." Ujar Nada membuat Richard membuka matanya.


" Apa yang kamu butuhkan dari Mas hmm?" Richard merapikan anak rambut Nada.


" Berikan informasi tentang keluarga baru papa itu! Aku akan menanganinya." Ucap Nada.


" Biarkan Mas yang melakukannya, kau tidak perlu membuang tenagamu untuk mengurus keluarga itu sayang, Mas akan membereskannya." Ujar Richard.


" Terima kasih Mas, aku ingin papa sadar jika keluarganya hanya menginginkan uangnya saja." Ucap Nada.


" Pasti sayang, aku akan menyuruh orang ku untuk memberikan bukti perselingkuhan papamu ke kantornya." Ucap Richard.


" Semoga kau menyadari kesalahanmu dan membuka matamu pa, siapa yang harus di perjuangkan dan siapa yang harus di buang." Batin Nada.

__ADS_1


Nada punya kesimpulan jika keluarga baru papanya hanya menginginkan uangnya saja. Pasalnya selama ini papanya jarang pergi, ia hanya mentransfer uang kepada mereka saja.


" Aku bangun dulu ya Mas." Ucap Nada.


" Kiss donk!" Ucap Richard.


Nada menatap Richard yang menyodorkan pipi ke arahnya, dengan ragu Nada menciumnya.


Cup....


Nada segera turun dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi. Richard menatapnya sambil tersenyum.


Setelah mandi dan menyiapkan baju untuk Richard, Nada turun ke bawah untuk memasak sarapan. Ia memasak udang pedas sama ayam kecap. Setelah selesai ia menatanya di meja makan.


" Lhoh Mas sejak kapan kamu di sana?" Nada tidak menyadari jika Richard berdiri di depan pintu dapur.


" Sejak tadi saat kau masak, gerakanmu terlihat sangat *****i sayang." Ucap Richard.


Nada tersenyum ke arahnya.


" Sepertinya enak nih, baunya sangat menggoda, ternyata kau bisa memasak toh." Richard duduk di kursinya.


" Bisa lah Mas, walaupun rasanya nggak seenak masakan mama, aku sering diam diam memperhatikan mama memasak." Sahut Nada.


" Silahkan Mas!" Ucap Nada.


" Terima kasih sayang, Mas sangat bahagia akhirnya Mas bisa mewujudkan impian Mas untuk hidup berdua denganmu, Mas sangat mencintaimu sayang." Ucap Richard.


" Aku akan segera membalas cintamu Mas." Sahut Nada tersenyum.


Keduanya makan dengan khidmat, selesai makan mereka menonton acara televisi di ruang keluarga.


" Sayang gimana kalau kita bulan madu?" Usul Richard.


" Maaf Mas, bukannya aku tidak mau tapi kamu tahu kan keadaan keluargaku saat ini, keluargaku kacau Mas, dan itu membuatku malas untuk kemana mana, tolong mengerti aku dari sudut pandangku." Ujar Nada.


" Iya Mas tahu, maaf Mas malah tidak berpikir ke sana, Mas hanya berpikir ingin menghabiskan waktu bersamamu dan mengukir kenangan indah di tempat yang berkesan." Ucap Richard.


" Tidak pa pa Mas." Sahut Nada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah pak Prayoga. Ia sedang berdebat dengan istri dan anaknya yang baru.

__ADS_1


" Bagaimana bisa hubungan kita terekspos Mas? Kalau pihak kantor sampai tahu, kau akan di copot dari jabatanmu, lalu kita akan menjadi miskin Mas, aku tidak mau jika sampai itu terjadi, percuma aku merebutmu dari Rani kalau akhirnya aku hidup miskin bersamamu." Ucap nyonya Lina.


" Kau diamlah Lina! Kau membuat kepalaku semakin pusing saja." Ucap pak Prayoga.


Ya... Baru saja mereka melihat berita di medsos tentang hubungan perselingkuhan mereka yang menghasilkan seorang anak perempuan bernama Aliya. Umurnya tak jauh beda dengan Nada dan itu membuat orang bisa menebak jika perselingkuhan itu telah lama terjadi.


" Ini semua pasti ulah Nada, dia mengancamku akan mengambil semua apa yang seharusnya menjadi miliknya, dia benar benar menepati ucapannya." Pak Prayoga menarik kasar rambutnya.


" Aliya, kau harus membalas Nada! Rebut suaminya darinya, aku dengar suami Nada orang kaya Nak, kau akan bahagia hidup bersamanya." Ucap nyonya Lina.


Pak Prayoga menatap istri sirinya dengan tajam.


" Jangan pernah berani mengusik kehidupan Nada! Dia sudah menderita selama ini, aku merasa bersalah kepadanya karena aku tidak menjalankan peran ku sebagai papanya dengan baik, aku tidak pernah memberikannya uang karena selama ini uangku aku berikan kepada kalian berdua, jika kalian berani menyentuh Nada sedikit saja, maka aku akan membunuh kalian berdua!" Ancam pak Prayoga.


" Tidak masalah! Aku akan mencoba mendekati suami Nada, kalau dia tergoda denganku maka jangan salahkan aku! Salahkan saja dia yang tidak bisa setia dengan istrinya!" Ucap Aliya tersenyum smirk.


" Kau memang anak Mama sayang, kau harus melakukannya secepat mungkin sebelum papamu jatuh miskin." Sahut nyonya Lina.


" Kalian berdua memang benar benar gila akan harta, benar kata Nada kalau kalian hanya menginginkan uangku saja." Teriak pak Prayoga


" Ya kau benar Mas, aku memang hanya menginginkan uangmu saja supaya aku bisa memberikan anakku kehidupan yang layak, aku tidak yakin bisa memberikannya kemewahan kalau dia hanya hidup bersamaku saja." Ucap nyonya Lina.


Pak Prayoga mengerutkan keningnya.


" Apa maksud ucapanmu Lina? Apa maksudmu Aliya bukan anak kandungku? Selidik pak Prayoga.


" Bukan."


Jeduar....


" Apa kau bilang hah!" Bentak pak Prayoga menarik kerah leher istrinya.


" Aku sudah mengorbankan keluarga yang sangat aku cintai, aku memberikan segalanya pada kalian berdua, dan ternyata aku hanya kalian manfaatkan saja hah? Jawab Lina!" Bentak pak Prayoga mendorong nyonya Lina hingga limbung ke belakang.


" Bukan salahku Mas! Kau sendiri yang tergoda denganku, kau sendiri yang memilih aku di bandingkan keluargamu, lalu dimana letak kesalahanku? Kalau masalah Aliya, harusnya kau menyadari saat aku melahirkan Lina, kenapa dia lahir di saat hubungan kita baru berjalan enam bulan? Tapi pada dasarnya kau pria yang bodoh Mas, kau bahkan tidak bisa setia pada keluarga yang mencintaimu." Ucapan nyonya Lina membuat tubuh pak Prayoga luruh ke lantai.


" Aliya, ayo kita pergi dari sini, Mama yakin sebentar lagi rumah ini akan di sita oleh Bank, karena Mama sudah mengadaikan sertifikatnya."


Nyonya Lina dan Aliya pergi meninggalkan pak Prayoga yang sedang terpuruk menyesali perbuatannya. Ia tidak menyangka jika ia di tipu selama puluhan tahun.


" Hiks... Nada... Papa menyesal." Isak pak Prayoga.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2