
Malam hari telah tiba, sesuai janji Abhi kini Abhi membawa Sevia ke sebuah pasar malam yang ada di lapangan xx. Suasana pasar malam yang ramai di sertai adanya berbagai biang lala membuat suasana nampak ramai sekali.
Abhi menggandeng Sevia masuk ke dalam setelah membeli tiket masuk. Mereka di kenakan biaya karena katanya akan ada artis ternama yang akan menghibur mereka dengan suara merdunya.
" Kamu mau naik apa sayang?" Tanya Abhi.
" Roller coaster." Sahut Sevia.
" Baiklah kita akan naik itu dulu." Sahut Abhi
Saat mereka berjalan tiba tiba ada yang memanggil.
" Abhi." Panggilnya.
Keduanya menoleh ke asal suara. Nampak seorang gadis seumuran Sevia mendekat ke arahnya.
" Abhisek, wah kau berubah menjadi tampan sekali! Tidak seperti dulu yang masih kelihatan cupu." Ucapnya.
" Siapa ya?" Abhi mengerutkan keningnya.
" Masa' kamu lupa sih sama aku, teman SMP mu dulu, cewek yang pernah kau tembak di depan semua anak anak." Ujarnya.
Tiba tiba gadis itu berlutut di depan Abhi.
" Devika aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasihku?... Lalu semua teman teman menertawakanmu." Ucap Devika berdiri kembali.
" Apa kau sudah mengingatnya?" Tanya Devika menatap Abhi.
" Ah iya aku ingat, Devi.... Gimana kabarmu?" Tanya Abhi basa basi.
" Baik, oh ya kamu kuliah dimana?" Tanya Devi.
" Aku daftar di UI." Sahut Abhi.
" Kebetulan donk aku juga daftar di sana, semoga kita satu jurusan ya dan bisa satu kelas lagi seperti dulu." Ujar Devi.
" Nggak tahu pasti ya." Ucap Abhi.
Merasa tidak di hiraukan, perlahan Sevia mundur lalu menjauh dari Abhi. Keduanya masih asyik mengobrol sampai....
" Oh ya sampai lupa, kenalkan ini is..... " Ucapan Abhi menggantung saat tidak mendapati Sevia di sekitarnya.
" Astaga Sevia kemana? Kenapa aku bisa lupa kalau ada dia, ya Tuhan pasti dia marah nih." Gumam Abhi.
" Aku cari istriku dulu ya, sampai jumpa." Abhi segera mencari Sevia.
Devi menatap kepergian Abhi sambil tersenyum smirk.
" Nggak peduli lo udah nikah, yang jelas gue harus mendapatkan lo, apalagi ternyata lo orang kaya." Gumam Devi.
Abhi berjalan menuju wahana rollercoaster dan benar saja ternyata Sevia berada di salah satunya.
" Dia ninggalin aku dan malah naik sendiri." Ucap Abhi.
Abhi menunggu Sevia sampai putaran terakhir. Setelah Sevia keluar, Abhi segera menghampirinya.
__ADS_1
" Kok aku di tinggal sih Yank." Ujar Abhi.
" Ngapain aku nungguin orang yang lagi nostalgia sama MANTAN." Sahut Sevia.
" Sayang kamu salah paham, dia bukan mantan aku, dulu itu aku di tantang sama teman teman buat nyatain cinta sama dia, ya aku lakuin aja." Ujar Abhi.
Sevia terus berjalan menuju stand rumah hantu.
" Yank, denger nggak sih aku ngomong apa." Ucap Abhi.
" Hmm." Sahut Sevia.
Sevia membeli dua tiket untuk masuk ke dalam. Abhi terus mengikutinya sambil terus menjelaskan tentang Devika.
Tanpa rasa takut Sevia masuk ke dalam. Tercium bau kemenyan, dupa dan minyak yang baunya bikin bulu kuduk merinding. Situasi gelap dan suara musik yang begitu menyeramkan membuat suasana semakin horor.
" Yank apa kamu nggak takut masuk sini? Bagaimana nanti kalau hantunya muncul?" Tanya Abhi bergidik ngeri.
" Emang itu yang gue tunggu." Sahut Sevia.
Saat keduanya melewati sebuah jendela tiba tiba...
Wha....
Sesosok pocong menampakkan wajahnya tepat di depan Sevia tiba tiba...
Plak....
Sevia memukul wajah si pocong membuatnya memekik kesakitan lalu menghilang.
" Sayang kan tidak boleh memukul si hantu, nanti kamu bisa kena sanksi lho." Ujar Abhi.
Abhi menggelengkan kepalanya. Keduanya melanjutkan perjalanan.
Musik menyerukan suara kuntilanak yang sedang tertawa. Abhi semakin merinding mendengarnya.
Nampak bayangan sesosok wanita berambut panjang dan memakai daster kebesaran, entah dapat darimana daster itu sampai sekarang pun masih menjadi misteri. Ia berjalan mondar mandir di belakang Abhi dan Sevia.
Sevia membalikkan tubuhnya dan...
Mbak kunti dengan wajah super cantiknya meringis tepat di depan wajah Sevia. Abhi yang melihatnya langsung menjerit sedangkan Sevia justru mendorong mbak kunti hingga terjengkang ke belakang. Pantatnya masuk ke dalam giring gorong buatan yang ada di sana.
" Awh sakit." Pekik mbak kunti.
" Sayang kamu keterlaluan." Cebik Abhi.
" Ya kau benar, aku memang aku keterlaluan." Sahut Sevia meninggalkan Abhi.
Sampai di pintu keluar, Sevia di hadang oleh petugas yang berjaga di sana.
" Maaf Nona, apa anda yang telah memukul rekan kami?" Tanyanya.
" Maksud anda si pocong itu?" Tanya Sevia.
" Iya Nona, bukankah sudah di beri peringatan sebelumnya kalau tidak boleh memukul para hantu yang muncul?" Ujar petugas satunya.
__ADS_1
" Saya kaget pak, refleks tangan saya langsung mukul dia, beruntung saya pukul pakai tangan coba kalau pakai sepatu saya, apa nggak rontok tuh gigi." Sahut Sevia.
" Tapi peraturannya....
" Memangnya ada peraturan tidak boleh kaget dan mengeluarkan gerakan refleks? Saya kan tidak sengaja." Sahut Sevia memotong ucapan petugas.
Kedua petugas itu bungkam.
" Pak tolong saya." Ucap mbak kunti yang berjalan pincang sambil di tuntun oleh Abhi.
" Kenapa lagi ini?" Tanya petugas.
" Gadis itu mendorong saya sampai masuk gorong gorong, pinggang saya sakit serasa patah semua tulang tulang saya pak." Sahut mbak kunti.
" Apa ini juga gerakan refleks Nona?" Petugas itu menatap Sevia.
" Memangnya apa lagi? Aku biasa jalan ke mall pak jadi nggak paham dengan situasi rumah hantu yang ada di pasar malam, jadi ya begini akhirnya, dan saya kapok nggak akan ke sini lagi." Sahut Sevia.
" Apalagi kalau sampai ketemu mantan Abhi lagi, nggak banget deh." Batin Sevia.
" Anda tetap kami kenakan sanksi Nona, kami...
" Berapa yang kalian minta? Saya akan langsung membayarnya." Sahut Sevia membuat petugas menghela nafasnya.
Kedua petugas dan kedua korban saling melempar pandangan.
" Kelamaan, nih dia juta rupiah buat dua orang." Sevia memberikan dia puluh lembaran merah kepada mbak kunti.
" Ingat dua orang! Pak petugas nggak usah di kasih karena mereka tidak saya apa apain." Sevia meninggalkan mereka semua.
" Maafkan istri saya pak, dia lagi kesal sama saya." Ucap Abhi.
" Tidak apa Mas." Sahut petugas.
" Kalau begitu, saya permisi dulu." Ucap Abhi menyusul Sevia.
Sevia masuk ke dalam mobil dengan perasaan kesal. Abhi pun mengikutinya.
" Sayang sebenarnya kamu kenapa hmm? Kamu cemburu sama Devi? Kan sudah aku bilang kalau aku nggak ada hubungan apa apa sama dia, aku cuma nurutin ucapan anak anak waktu itu, lagian waktu SMP aku belum tahu soal cinta sayang." Ucap Abhi menatap Sevia.
" Ganti uangku yang tadi." Ucap Sevia.
" Yang mana? Yang dia juta?" Tanya Abhi memastikan.
" Iya." Sahut Sevia.
" Kan semua uang aku sudah aku berikan sama kamu, jadi kamu tinggal ambil aja dari rekeningku terus kamu transfer ke rekeningmu." Ujar Abhi.
" Tapi kan aku harus tetap minta ijinmu." Sahut Sevia.
" Iya sayang." Sahut Abhi tersenyum.
Walaupun semua ATM tabungan milik Abhi di serahkan kepada Sevia, namun tidak serta merta membuat Sevia seenaknya menggunakannya. Ia hanya mengambil bagian jatah bulanannya saja.
" Gara gara cemburu aku kehilangan dua jutaku." Kekeh Abhi membuat Sevia cemberut.
__ADS_1
Abhi melajukan mobilnya menuju rumahnya. Pengalaman yang Sevia berikan kepadanya sungguhlah unik dan tidak bisa di lupakan. Ia akan mencetaknya sebagai sejarah kencan pertama setelah malam pertama.
TBC......