
Sevia baru saja pulang ke rumah bersama babby nya setelah dua hari di rawat di rumah sakit. Tuan Anton dan nyonya Nadira baru menjenguk sekarang karena ternyata kemarin mereka ada urusan di luar kota.
" Duh cucu Oma, kau sehat dan terlihat tampan sekali." Ucap nyonya Nadira menimang cucunya.
" Iyalah, dia tampan mirip sama Opanya." Sahut tuan Anton.
" Dih geer! Cucu kita itu tampan seperti Daddynya yang masih muda, kalau kamu mah udah nggak ada ketampanannya sama sekali, udah jelek, udah tua." Ujar nyonya Nadira mengejek suaminya.
" Gini gini juga aku masih perkasa." Sahut tuan Anton.
" Nggak tahu malu!" Cebik nyonya Nadira.
" Oh ya Abhi, siapa nama babby tampan Oma ini?" Tanya nyonya Nadira mengalihkan pembicaraan.
" Namanya Barra Ezra Rodeo, Ma." Sahut Abhi.
" Barra... Nama yang bagus, berkah dari Tuhan, semoga jadi anak soleh dan berbakti kepada orang tuanya." Ucap nyonya Nadira.
" Amin." Sahut Sevia dan Abhi bersamaan.
" Halo Barra... Cucu Oma yang paling ganteng, besok kalau udah besar main main ke rumah Oma ya, kalau perlu tinggalkan Mommy sama Daddy ku biar mereka membuatkan adik untuk kamu." Ujar nyonya Nadira.
" Tentu Oma." Sahut Abhi menirukan suara anak kecil.
Kebahagiaan melengkapi keluarga kecil Abhi dengan hadirnya Barra di tengah tengah mereka. Keinginannya untuk menjadi seorang Papa muda kini telah terwujud.
Selama dua hari ini ia sangat telaten mengurus Barra. Benar benar seorang Daddy siaga.
" Sayang apa kamu mau makan?" Tanya Abhi menatap Sevia.
" Nanti aja Mas." Sahut Sevia.
" Baiklah." Sahut Abhi.
Oek... Oek...
Babby Barra menangis dalam gendongan Oma nya.
" Sepertinya Barra haus sayang, kamu kasih asi dulu ya." Ujar Abhi.
" Tapi sakit Yank, rasanya tidak nyaman, lidahnya kasar membuat put*ngku lecet dan terasa perih." Sahut Sevia.
" Sayang itu karena kamu belum terbiasa saja, kalau sudah terbiasa tidak akan terasa sakit lagi, kalau Barra tidak minum asi kamu, lalu dia mau minum apa?" Tanya Abhi lembut sambil menatap Sevia yang meringis membayangkan saat menyusui Barra.
__ADS_1
" Kasih sufor aja Yank." Ucap Sevia mendapat pelototan dari Abhi.
" Asi ekslusif itu sangat penting untuk kekebalan tubuh anak kita sayang, aku nggak setuju kalau Barra di kasih sufor, lagian buat apa asi kamu kalau tidak di berikan kepada Barra, sekarang susui Barra! Kasihan dia lapar." Ucap Abhi penuh penekanan.
Oek... Oek...
" Iya sayang, kamu susui gih! Kasihan Barra kalau nangis terlalu lama, Mama dulu juga gitu tapi lama lama kau akan nyaman dengan sendirinya, menyusui adalah moment terindah dalam hidup seorang ibu sayang karena dari sana kasih sayang antara anak dan ibu terjalin, sekarang susui Barra!" Nyonya Nadira memberikan Barra kepada Sevia.
Mau tak mau akhirnya Sevia menyusui Barra, walaupun terkadang ia meringis merasakan sakit. Barra menyesap put*ng susu Sevia dengan kuat sambil terus menatap Sevia.
" Lihatlah putra kita! Dia terus menatapmu, sepertinya dia menjadikanmu cinta pertamanya." Ucap Abhi membuat Sevia terharu.
" Iya Yank, aku baru sadar sekarang kalau moment ini memang sangat indah, maafkan Mommy ya sayang selama dua hari ini, selama dua hari ini Mommy jarang memberimu asi." Sevia mengusap lembut pipi Barra.
" Tidak apa sayang, semuanya belum terlambat." Sahut Abhi mengusap kepala Sevia.
" Iya Yank, terima kasih sudah mengingatkanku." Sahut Sevia.
" Sama sama sayang." Sahut Abhi tersenyum kepada Sevia.
Kedua orang tua Sevia menatap mereka dengan penuh bahagia. Mereka tidak salah memilihkan seorang suami untuk Sevia.
...****************...
" Duh gemes banget gue Bhi sama anak lo, kapan ya gue bisa memiliki babby imut seperti ini." Ujar Reno menoel noel pipi Barra yang sedang tidur di boxnya.
" Makanya buruan nikah! Nanti baru kau akan mendapatkan babby imut seperti anak gue." Sahut Abhi.
" Eh gimana kalau Barra buat gue aja? Kalian bikin lagi aja." Ujar Reno konyol.
" Enak aja! Bikinnya enak, ngelahirin nya yang susah." Sahut Abhi.
" Kamu nangis Sev saat mau lahiran?" Tanya Reno menatap Sevia.
" Iya." Sahut Sevia.
" Gue nggak bisa bayangin gimana wajah lo saat mewek kesakitan, tahu gitu kemarin gue datang biar tahu ekspresi muka lo." Canda Reno.
" Berani meledek istri gue, gue gibeng lo." Ucap Abhi.
" Biar Sevia tersenyum Bhi, perasaan dari tadi Sevia diem terus, kaya' orang lagi pusing nggak punya duit aja." Ujar Reno terkekeh.
" Gue itu lagi merasakan perih Reno, lo sih nggak ngerasain, besok kalau lo punya istri lo akan tahu apa yang gue rasakan saat ini." Ujar Sevia.
__ADS_1
" Iya deh maaf, sekarang senyum donk! Kan ada dedek tampan yang super imut ini yang bisa membuat hati semua orang menjadi happy." Ucap Reno kembali menoel pipi Barra.
" Lo nggak pengin gendong anak gue?" Tanya Abhi menatap Reno.
" Sebenarnya pengin sih! Tapi takut dia jatuh." Sahut Reno.
" Ya pelan pelan lah Ren, gue aja bisa masa' lo nggak bisa." Ujar Abhi.
" Ok akan gue coba." Ucap Reno.
Reno mengambil Barra dari bosnya dengan pelan, lalu ia menggendong Barra dengan tangan sedikit gemetar.
" Bismillahhiromannirrohhim." Ucap Reno menggendong Barra dengan sempurna.
" Nah itu bisa." Ucap Abhi.
" Iya Bhi gue bisa, udah cocok belum jadi papa muda?" Tanya Reno sambil menimang Barra.
" Udah, buruan lamar Nada! Entar keburu Nada nikah sama Richard." Ujar Abhi.
" Sepertinya gue nyerah Bhi, gue nggak bisa mengalahkan Richard, keluarga Nada berhutang budi banyak kepada Richard, Papanya Nada jadi seperti sekarang ini juga karena dukungan Richard, gue nggak mampu melawannya Bhi, apalagi lo tahu sendiri kalau Nada sendiri tidak mendukung gue, gue nyerah Bhi." Ucap Reno sendu.
" Apa lo nggak mau memperjuangkan cinta lo?" Tanya Abhi.
" Nggak ada gunanya kalau hanya berjuang sendirian, lagian gue lihat Richard cinta mati sama Nada, dia sangat menyayangi dan mencintai Nada, jadi biarlah mereka hidup bahagia, aku tidak mau menjadi orang ketiga yang pada akhirnya diri gue sendiri yang terluka." Sahut Reno terlihat ikhlas menerima semuanya.
" Gue bangga sama lo Ren, semoga lo di pertemukan dengan gadis yang sama baiknya dengan lo, dan lo bisa hidup bahagia." Abhi menepuk pundak Reno.
" Terima kasih Bhi." Sahut Reno.
Reno kembali menimang nimang babby Barra, sesekali ia menciumi pipi babby Barra yang merah. Ia sangat gemas melihat babby Barra yang terlihat sangat tampan menurutnya.
Yang mau Reno sama Nada siapa nih? Kalau banyak yang nggak mau, biar Nada sama Richard aja ya....
Sekarang Abhi sudah bahagia, di bab bab berikutnya kita lebih banyak bahas Reno, Nada dan Richard ya....
Jangan lupa untuk selalu tekan like, koment, vote, dan 🌹buat author...
Yang udah support author, author ucapkan banyak Terima kasih, semoga sehat selalu...
Miss U All....
TBC....
__ADS_1