
Air mata Sevia menetes begitu saja, ia tidak menyangka jika sahabat yang ia sayang selama ini tega mengkhianatinya.
" Reno kenapa Hana tega berbuat seperti ini sama gue? Apa salah gue selama ini kepadanya? Gue nggak nyangka kalau Hana menginginkan suami gue, apa salah gue Ren?" Tanya Sevia mengusap air matanya.
" Gue juga tidak menyangka Sev, demi mendapatkan Abhi, Hana tega melakukan hal serendah ini, gue udah curiga gerak geriknya saat menatap Abhi si, itu sebabnya gue pura pura pulang demi mengintai Hana." Ujar Reno.
" Terima kasih lo udah buktiin kalau Abhi nggak salah, pernikahan gue di pertaruhkan di sini Ren." Ujar Sevia.
" Iya, gue juga nggak akan diam saja kalau sahabat gue di fitnah sekejam itu." Ujar Reno.
" Gue harus kembali ke hotel, gue harus kasih dia pelajaran Ren." Ujar Sevia masuk ke mobilnya.
Mobil keduanya melaju menuju hotel. Sevia dan Reno berjalan menuju kamar Hana.
Brak...
Hana yang baru saja mandi, menoleh ke pintu. Sevia menghampirinya lalu....
Plak....
Tamparan keras mendarat di pipi Hana.
" Sev... " Lirih Hana memegang pipinya yang terasa panas.
" Kenapa lo nampar gue hah?" Tanya Hana bersikap polos.
" Nggak usah sok polos jadi orang! Lo munafik Hana, tega teganya lo ngejebak suami gue sekeji itu, wanita macam apa lo itu Hana." Teriak Sevia.
" Apa maksud ucapan lo Sevia, gue nggak ngerti,gue ngejebak siapa?" Ujar Hana.
" Gue nggak nyangka kalau lo bisa melakukan hal serendah ini demi mendapatkan suami gue, lo ngejebak Abhi seolah olah dia udah nidurin lo demi lo bisa menikah dengan Abhi kan? Lo sengaja mengincar hartanya." Teriak Sevia.
" Gue korban di sini Sevia." Sahut Hana.
" Yakin lo korban di sini? Bukannya tersangka." Ujar Sevia menatap tajam ke arah Hana.
Abhi yang mendengar keributan di kamar Hana segera berlari ke sana.
" Sayang, ada apa ini?" Abhi mendekati Sevia.
" Dia." Sevia menunjuk Hana.
__ADS_1
" Dia menjebak kamu Yank, dia sengaja melakukan itu karena dia suka sama kamu." Ujar Sevia.
" Sev, percaya sama gue, gue sama Abhi memang ada hubungan." Ujar Hana.
Sevia menunjukkan ponsel Reno ke Hana.
" Lo liat video ini!" Sevia mulai memutar video yang berdurasi lima belas menit itu.
Di sana nampak Hana menambahkan sesuatu ke dalam minuman Abhi. Setelah Abhi menghabiskan minuman itu, terlihat Abhi seperti orang mengantuk lalu Hana membawanya ke kamarnya.
" Lo masih mau ngelak? Lo masih mau bilang kalau suami gue menodai lo hah? Gimana caranya suami gue melakukan hal itu kalau dia saja tertidur Hana." Tekan Sevia.
Hana diam tidak bergeming.
" Kenapa diam saja? Apa salah gue sama lo hingga lo tega melakukan semua ini sama gue hah?" Bentak Sevia.
" Salah lo adalah memiliki Abhi." Teriak Hana.
" Ya... Gue sengaja menjebaknya supaya hubungan kalian hancur, gue yang lebih dulu suka sama Abhi, tapi lo tiba tiba datang dan membuatnya menikahi lo, lo bilang nggak cinta sama Abhi tapi lo menjebaknya dan sekarang apa? Lo bahkan tidak bisa jauh darinya, lo munafik Sev, benar kata Riana dulu, lo pura pura bersikap dingin supaya Abhi penasaran sama lo dan ngejar ngejar lo, lo munafik Sevia..! Dan gue melakukan hal sama dengan apa yang lo lakuin pada Abhi dulu kan, jika gue salah maka lo juga salah Sevia." Teriak Hana.
Sevia melongo menatap Hana tak percaya.
" Sepertinya lo salah paham sama hubungan gue dan Sevia, Hana." Ucap Abhi.
" Gue akan tuntut lo atas tuduhan pencemaran nama baik sahabat gue." Ucap Reno.
Hana menatap Reno dengan sendu.
" Gue akan tunjukkan video ini sebagai bukti tindakan kejahatan yang lo lakuin kepada Abhi, lo harus bertanggung jawab dengan apa yang lo lakukan Hana." Ujar Reno.
" Tidak Reno! Ku mohon jangan laporkan aku ke polisi! Aku berjanji tidak akan mengganggu hubungan mereka lagi, ku mohon jangan laporkan aku ke polisi!" Ucap Hana.
Hana mendekat ke arah Sevia.
" Sev gue minta maaf, tolong jangan laporin gue ke polisi." Pinta Hana.
" Itu urusan lo sama Reno, gue nggak mau ikut ikutan." Sevia keluar dari kamar Hana di ikuti Abhi dari belakang.
Sevia dan Abhi masuk ke kamarnya. Sevia duduk di tepi ranjang sambil termenung.
" Jangan bersedih sayang, lupakan yang terjadi hari ini!" Abhi menggenggam tangan Sevia.
__ADS_1
" Bhi.. Hiks..." Sevia memeluk Abhi dengan erat.
" Aku nggak nyangka kalau Hana tega berbuat ini sama aku, selama ini hubungan kami baik baik saja, kami saling menyayangi, kami saling menjaga dan melindungi, tapi sekarang dia mengkhianati aku... Hiks.... Dia tega menjebakmu dengan keji, aku tidak mengharapkan ini darinya Bhi, rasanya hatiku begitu sakit setelah mengetahui dia menginginkan suami temannya sendiri, aku kurang apa sama dia Bhi? Apa salahku selama ini?" Ujar Sevia.
" Tenanglah sayang! Kau tidak perlu menangis untuk teman seperti dia, air matamu lebih berharga dari dirinya, yang penting kamu sudah tahu kebenarannya kan, aku tidak akan pernah mengkhianatimu, aku mencintaimu, sangat mencintaimu sekarang, besok, lusa dan selamanya." Ucap Abhi menangkup wajah Sevia.
" Terima kasih kau telah memberikan cinta yang begitu besar kepadaku, mulai hari ini aku akan menjadi istri yang baik untukmu." Ujar Sevia.
" Beneran nih?" Tanya Abhi.
" Iya." Sahut Sevia.
" Kalau begitu, berhenti menangis dan beri aku senyuman yang paling manis." Ujar Abhi mengusap air mata Sevia.
Sevia tersenyum lebar menatap Abhi.
" Semoga ke depannya kita bisa menghadapi masalah demi masalah yang akan menguji cinta kita, kita akan selalu bersama menghadapi semuanya, kita perlihatkan kepada mereka betapa besar cinta kira berdua." Ujar Abhi di balas anggukan kepala oleh Sevia.
" By the way, aku belum pernah mendengar ungkapan cinta darimu Yank." Ucap Abhi.
Sevia menatap Abhi dengan penuh cinta.
" Aku ingin sekali mendengar kau mengatakan tiga kata itu, tiga kata yang mampu mengalihkan duniaku." Ucap Abhi.
Abhi menangkup wajah Sevia, keduanya saling tatap.
" Aku mencintaimu Sevia, sepenuh hatiku." Ucap Abhi mencium kening Sevia.
" Aku juga mencintaimu Abhi, segenap jiwa dan ragaku." Sahut Sevia.
Abhi meraik Sevia ke dalam pelukannya. Ia merasakan kebahagiaan yang membuncah dalam hatinya. Ia yakin di balik masalah yang mereka hadapi pasti ada hikmah tersirat di dalamnya.
Part berikutnya malam pertama beneran ya...
Mau yang hot apa biasa biasa saja nih?
Jangan lupa untuk tetap like koment vote dan 🌹nya biar author semangat memberikan konflik konflik rumah tangga yang membuat cinta mereka semakin besar.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC.....