Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Karena Aku Mencintaimu


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Sevia langsung masuk ke kamarnya. Ia mengunci kamarnya dari dalam tanpa mencabut kuncinya. Sevia menyenderkan punggungnya ke pintu.


" Memang apa yang lo harapkan dari pernikahan ini Sevia? Lo aja yang bego pakai hati menanggapi perhatian Abhi, gue kira Riana yang Abhi suka, tapi gue nggak pernah nyangka kalau ternyata yang Abhi suka itu lo Hana... Kenapa selama ini gue nggak menyadari kalau lo menyukai Abhi? Gue berpikir lo hanya omong kosong doank, tapi ternyata lo beneran suka sama Abhi, kalian nge hianati gue." Monolog Sevia.


Sevia naik ke atas ranjang memejamkan matanya.


Abhi yang baru saja pulang memutar handle pintu kamarnya.


" Terkunci, Sevia tidak mencabut kuncinya dari dalam." Gumam Abhi.


Tok tok


" Sevia, buka pintunya donk! Aku bisa jelasin semuanya sama kamu, aku sama Hana nggak ada hubungan apa apa Se, tadi Hana cuma membantu aku membuat kejutan buat kamu, tapi rencana itu gagal karena kamu lebih memilih pergi sama Ezzar, Se.. Buka pintunya!" Ucap Abhi.


Sevia yang sudah merajut ke alam mimpinya tidak mendengar ucapan Abhi.


Abhi menghela nafasnya, ia membaringkan tubuhnya di atas sofa. Ia berpikir akan menjelaskan kepada Sevia besok pagi.


Pagi ini Abhi bangun ke siangan, Ia kembali ke kamarnya namun sudah tidak ada Sevia.


" Sevia berangkat sepagi ini?" Abhi mengernyitkan dahinya.


" Aku akan segera menyusulnya." Abhi masuk ke dalam kamar mandi.


Selesai mandi Abhi segera berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah ternyata tidak ada Sevia.


" Han, Sevia mana?" Tanya Abhi menatap Hana.


" Gue nggak tahu, dari tadi belum datang kok." Sahut Hana.


" Padahal dia udah tidak ada di rumah." Ujar Abhi.


" Sevia masih marah karena masalah semalam ya Bhi?" Tanya Hana.


" Iya, dia tidak kasih aku kesempatan buat menjelaskan semuanya, dia salah paham kepada kita." Ujar Abhi.


" Apa mungkin dia pulang ke rumah Bhi? Secara kan dia nggak ada dimana mana." Ujar Hana.


" Bisa jadi, aku akan ke sana sekarang, tolong ijinin ya sama pak Desfian." Ujar Abhi meninggalkan kelasnya lalu menuju motor gedenya. Ia melajukan motornya menuju rumah mertuanya.


" Assalamu'alaikum Ma." Sapa Abhi sambil mengetuk pintu.


" Wa'alaikumsallam." Nyonya Nadira membukakan pintunya.


" Lhoh Abhi, kamu nggak sekolah?" Nyonya Nadira menatap Abhi.


" Baru dari sekolahan Ma, tadi ijin mau ke sini, apa Sevia datang ke sini Ma?" Tanya Abhi.


" Iya, numpang sarapan katanya, sekarang dia lagi di kamarnya." Ujar nyonya Nadira.


" Apa boleh aku ke kamarnya Ma?" Abhi bertanya lagi.

__ADS_1


" Iya boleh donk, kan kamu suaminya." Sahut nyonya Nadira.


Abhi masuk ke dalam menuju kamar Sevia.


Ceklek.....


Abhi melongok kan kepalanya. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat Sevia yang terlentang di atas ranjang sambil memakai headset di telinganya. Ia memejamkan mata menikmati alunan lagu yang sedang ia putar.


Dengan perlahan Abhi mendekatinya.


" Jantung ku berdetak saat engkau ada di dekatku, mungkinkah diriku telah jatuh cinta pada dirimu." Sevia menirukan lagu yang sedang ia putar saat ini.


" Bener?"


Sevia membuka matanya, lalu memejamkannya kembali setelah melihat Abhi.


" Se kenapa kamu nggak sekolah? Ada ulangan lhoh hari ini nanti kamu nggak dapat nilai." Ucap Abhi.


" Bodo' amat, yang nggak dapat nilai juga gue kok situ yang repot." Ketus Sevia.


" Se nggak boleh gitu kalau ngomong sama suami." Ujar Abhi lembut.


" Bangga banget jadi suami yang nggak di harapkan." Ucapan Sevia membuat hati Abhi mencelos.


" Kamu marah sama aku?" Tanya Abhi.


" Kenapa mesti marah? Memangnya lo salah apa sampai gue harus marah sama lo? Nggak penting banget." Sevia menggeleng gelengkan kepala menikmati musik yang sangat pas dengan perasaannya saat ini.


" Terserah." Sahut Sevia.


" Se.... Dengerin dulu kalau aku lagi ngomong." Abhi membuka salah satu headset yang di pakai Sevia.


" Apaan sih, nggak usah ganggu gue deh, mending lo pergi dari sini! Ke sekolah sana, lo bisa bertemu Hana di sana." Ucap Sevia merebut headsetnya kembali.


" Udah aku bilang kalau aku nggak ada hubungan apa apa sama Hana." Ucap Abhi geram.


Sevia tidak bergeming membuat Abhi kesal.


Brugh....


Abhi menindih tubuh Sevia membuat Sevia membulatkan matanya.


" Lo mau ngapain?" Tanya Sevia.


" Mau ngapain aja terserah aku, udah halal ini." Sahut Abhi menatap mata Sevia.


" Minggir! Jangan ganggu gue atau gue akan..


" Akan apa hmm?" Abhi mengelus pipi Sevia.


" Gu... Gue... Gue akan berbuat kasar sama lo." Ancam Sevia.

__ADS_1


" Aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan kepadaku." Ucap Abhi memajukan wajahnya.


Cup....


Abhi menempelkan bibirnya ke bibir Sevia. Tubuh Sevia mematung menatap mata Abhi yang terlihat teduh.


Abhi menggigit bibir bawah Sevia lalu menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Sevia. Sevia yang terbuai hanya diam saja menikmati ******* demi ******* yang Abhi lakukan kepadanya.


Suara decapan memenuhi kamar mereka, sampai keduanya kehabisan pasokan oksigen, Abhi melepas pagutannya. Ia mengusap bibir Sevia dengan jempolnya.


Sadar apa yang terjadi, Sevia meneteskan air matanya.


" Sevia, kamu menangis?" Abhi mengusap air mata di sudut mata Sevia.


" Lo anggap gue cewek apaan? Lo nggak cinta sama gue tapi lo nyium gue dengan penuh perasaan, lo jahat Abhi, lo jahat." Teriak Sevia mendorong tubuh Abhi.


" Keluar! Sekarang keluar dari kamar gue dan jangan pernah kembali ke sini lagi." Sevia terus mendorong Abhi sampai di depan pintu.


" Gue nggak mau hidup bersama lo lagi, gue mau tinggal di sini dan jangan pernah lo halangi gue." Tekan Sevia.


Saat Sevia hendak menutup pintunya, Abhi mendorong lalu masuk ke dalam. Abhi mengunci pintu dari dalam. Ia melangkah maju membuat Sevia mundur.


Abhi menarik Sevia hingga menubruk dada bidangnya. Ia mengunci pinggang Sevia lalu menatap Sevia dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Gue bilang keluar! Dan jangan pernah ganggu hidup gue lagi!" Ucap Sevia menatap Abhi.


" Aku tidak akan pergi kemanapun, kalau pun aku harus pergi yaitu bersamamu, kau istriku dan sudah sepatutnya kau mengikuti semua perintahku." Ucap Abhi tegas.


" Gue nggak mau! Gue berniat minta pisah sama lo." Ucap Sevia.


" Beraninya kamu meminta pisah dariku? Apa kamu sudah siap melayani aku seperti yang aku bilang sebelumnya?" Tanya Abhi.


" Ya aku siap, lakukanlah sekarang juga sepuasmu! Setelah itu tinggalkan aku!" Darah Abhi mendidih mendengar ucapan Sevia.


" Aku tidak akan pernah melepaskanmu Sevia Rodeo, sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya." Tekan Abhi.


" Kenapa? Kenapa kau tidak mau melepasku? Berikan satu alasan maka aku akan mempertimbangkannya." Ucap Sevia.


" Karena aku mencintaimu"


Noh udah di ungkapin....


Sevia percaya nggak ya????


Biar Sevia percaya, tekan like koment vote dan 🌹nya ya...


Di bela belain lembur nih....


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2