Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Apa apa Doyan


__ADS_3

Pagi ini Sevia benar benar seperti mengurus seorang bayi yang sangat manja. Bagaimana tidak? Abhi minta ini itu membuat Sevia merasa kesal sendiri.


" Yank aku mau makan siomay ikan yang ada di taman kota itu lhoh." Ujar Abhi menatap Sevia.


" Barusan kamu udah minta bubur ayam, nasi uduk, belum juga itu apa namanya? Toraboki atau tereboki, makanan apa itu aku nggak tahu, semuanya belum ada yang kamu makan Bhi, masa' udah ganti menu lagi." Sevia berkacak pinggang menghela nafasnya pelan.


" Kamu nggak mau beliin ya? Ya udah deh nggak apa apa." Abhi cemberut melipat mukanya.


" Kamu telepon Reno aja deh, minta Reno yang beliin, aku kan nggak boleh kecapekan Yank, nanti kalau anak kita kenapa napa gimana?" Sevia menatap Abhi.


" Ah iya maaf, kamu istirahat saja sama aku, biar aku telepon Reno dan memintanya untuk membelikannya." Ujar Abhi.


" Yes... Selamat! Maaf ya Bhi, gue capek banget kalau harus mondar mandir." Gumam Sevia dalam hatinya.


Abhi menelepon Reno memintanya membelikan apa saja yang ingin ia makan. Dengan cepat Reno mengiyakan semuanya.


" Udah?" Tanya Sevia.


" Iya udah, sini Yank bobokan aja! Nanti kamu kecapekan malah kasihan dedeknya." Ujar Abhi menepuk kasur di sebelahnya.


Sevia naik ke atas ranjang. Ia menyandarkan kepalanya di lengan Abhi, lalu ia memeluk perut Abhi.


Abhi mengelus perut rata Sevia.


" Anak Daddy di sini lagi ngapain nih? Lagi bobok pasti ya? Daddy udah nggak sabar pengin cepat cepat gendong kamu, kalau pagi gini kamu sama Daddy jalan jalan ke taman terus Mommy masak sama mengurus rumah, sepertinya hidup kita indah jika seperti itu ya Yank." Ujar Abhi.


" Iya, rumah kita akan ramai dengan tangis anak anak kita." Ujar Sevia.


Di taman kota, Reno sedang berdiri menunggu antrian siomay sambil memainkan ponselnya. Tiba tiba ada seorang gadis yang menyerobot antriannya.


" Bang siomay nya dua puluh ribu, buruan ya Bang." Ucap gadis itu.


Reno menepuk pelan pundak gadis itu.


" Mbak gue dulu yang antri, ngapain lo nyerobot gitu? Nggak bisa Bang! Gue dulu,gue juga buru buru udah di tungguin sama yang lagi ngidam." Ucap Reno menatap si penjual.


" Mamas ganteng yang gantengnya paripurna, dan saya rasa anda adalah seorang pria yang sangat baik hati, biarkan abangnya ngejualin gue dulu ya, soalnya gue sedang terburu buru, gue harus segera sampai ke kantor sebelum jam tujuh pagi, ini hari pertama gue magang di kantor itu, jadi please! Gue duluan ya, kalau tidak gue bisa kena hukuman kalau terlambat datang, ya ya ya." Gadis itu memasang wajah puppy eyesnya membuat Reno terpesona.


" Lo kuliah atau masih SMA?" Tanya Reno pasalnya gadis ini terlihat sangat imut.


" Aku SMK Mas, dan aku sedang praktek di perusahaan itu, aku dulu ya." Ujarnya.


" Baiklah." Sahut Reno mengalah.


" A... Terima kasih Mamas tampan yang baik hati." Refleks gadis itu memeluk Reno membuat tubuh Reno mematung.

__ADS_1


" Ups sory." Ucapnya setelah sadar apa yang telah ia lakukan.


Reno jadi salah tingkah di buatnya. Ia merasa jantungnya berdebar saat gadis itu memeluknya.


" Nggak pa pa." Sahut Reno.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau, gadis itu pergi meninggalkan taman begitu saja.


" Gadis yang cantik, dia magang di perusahaan Abhi, kita pasti akan bertemu lagi gadis kecil." Gumam Reno yang tadi sempat melihat kartu nama yang menggantung di leher gadis itu. Logo perusahaan Abhi terpapang jelas di sana.


Setelah mendapatkan semua pesanan Abhi, Reno segera melajukan mobilnya menuju rumah Abhi.


Sepuluh menit kemudian, Reno sampai di depan rumah Abhi. Reno segera masuk ke dalam, ia mengetuk pintu kamar Abhi namun ia mengurungkan niatnya saat mendengar suara suara aneh dari dalam kamar.


" Sialan! Pagi pagi udah ternoda aja nih telinga." Gerutu Reno meletakkan kantong makanan di atas meja tamu.


" Gue balik ke kantor aja lah, daripada di sini malah bikin panas dingin." Ujar Reno keluar dari rumah Abhi.


Sebelumnya ia telah mengirimkan pesan kepada Abhi jika makanannya dia letakkan di sana.


Reno melajukan mobilnya menuju kantornya. Sampai di sana ia di sambut ramah oleh para karyawan di sana. Sampai tatapannya tertuju pada gadis tadi yang sedang berjalan ke arahnya sambil membawa beberapa dokumen.


" Mas Mas tunggu!" Ucapnya.


Reno menghentikan langkahnya, ia menatap ke arah gadis itu.


" Iya, ada apa?" Tanya Reno.


" Wah saya nggak menyangka kalau Mamas tampan yng baik hati juga bekerja di sini, saya di tugaskan untuk membantu pekerjaan anda, saya mohon bimbingannya Mas." Ucapnya sopan.


" Baiklah, ayo ikut saya ke ruangan saya." Ucap Reno.


" Iya Mas." Sahutnya.


Keduanya berjalan memasuki ruangan Reno. Ruangan rapi yang di huni oleh Reno sendiri.


" Letakkan dokumen itu di sana." Reno menunjuk meja yang ada di tengah tengah sofa.


" Baik Mas." Sahutnya meletakkan beberapa dokumen di sana.


" Em maaf... Apa aku boleh memanggilmu Mas?" Gadis itu menatap Reno.


" Boleh saja, oh ya siapa namamu?" Tanya Reno.


" Aku Nada, Nada Alfiya." Sahut gadis itu.

__ADS_1


" Oh Nada, nama yang bagus." Sahut Reno.


" Pertama tama apa yang harus aku lakukan untuk memulai promosi Mas?" Tanya Nada.


Reno tersenyum dengan semangat belajar yang Nada miliki.


" Kau harus membuat kata kata yang bisa menarik perhatian pelanggan, nanti akan aku ajari." Ucap Reno.


" Terima kasih Mas, aku tidak menyangka bisa mendapat pembimbing sebaik dirimu, aku akan semangat belajarnya supaya aku bisa mendapat nilai yang bagus." Ujar Nada.


" Tenang saja! Hasil tidak akan mengkhianati usaha, kalau usahamu maximal maka hasilnya juga akan maximal sesuai keinginanmu." Ucap Reno.


" Terima kasih Mamas tampan." Sahut Nada tersenyum manis membuat hati Reno terasa damai.


" Kau ini, ya sudah mari kita mulai bekerja." Ucap Reno.


Keduanya mulai fokus bekerja.


Di tempat lain, tepatnya di dalam rumah Abhi. Abhi dan Sevia baru saja mandi. Seperti biasa, keduanya selalu menghabiskan pagi bersama dengan pergulatan panasnya. Benar benar Abhi yang rakus.


" Yank ini Reno kirim pesan, katanya makanannya dia letakkan di meja ruang tamu." Ucap Abhi.


Setia melongo menatap Abhi.


" Itu berarti Reno tadi ke sini donk Yank, apa dia mendengar kita lagi..... " Setia menjeda ucapannya.


" Haduh malu banget aku Yank kalau sampai Reno tahu kita lagi begituan." Ujar Sevia.


" Ya udah anggap aja kita nggak tahu kalau tadi Reno ke sini, ambilin Yank makanannya! Entar keburu dingin lagi." Ucap Abhi.


Sevia turun ke bawah mengambil kantong plastik yang Reno bawa tadi. Tak lupa ia membawa piring dan sendok ke kamarnya.


" Ini Yank." Ucap Sevia.


" Tuang ke piring Yank." Ujar Abhi.


Sevia memindahkan siomay ikan ke piring. Abhi langsung memakannya sampai tandas membuat Sevia geleng geleng kepala.


" Kamu doyan apa rakus Yank.. Makan sampai segitunya, hah tapi tidak apa demi calon anak kami, sehat terus suamiku." Batin Sevia menatap Abhi dengan perasaan bahagianya.


Next kita fokus ke Reno sama Nada ya....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2