Musuh Tambatan Hatiku

Musuh Tambatan Hatiku
Ungkapan Abhi


__ADS_3

" Karena aku mencintaimu."


Sevia mematung menatap Abhi. Ia tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


" A... Apa Bhi? Katakan sekali lagi!" Ucap Sevia.


Abhi menggenggam tangan Sevia.


" Aku mencintaimu Sevia, aku sangat mencintaimu bahkan jauh sebelum kita menikah." Ungkap Abhi.


" Apa? Sebelum kita menikah? Bagaimana bisa Abhi? Kita aja seperti kucing dan tikus masa kamu suka sama aku, kayanya nggak mungkin deh!... Kalau mau ngeprank nggak usah kebangetan Abhi!" Ujar Sevia.


" Tidak Sevia, aku tidak bohong." Sahut Abhi.


" Sejak pertama kali masuk sekolah, tepatnya saat masa masa orientasi dulu, aku tertarik padamu, aku mengagumimu, tanpa sepengetahuanmu aku sering memperhatikanmu, dan perlahan rasa cinta itu muncul di dalam hatiku, aku tidak berani mengatakannya padamu karena aku takut kamu pasti akan menolakku, tapi ternyata dewi fortuna berpihak kepadaku." Abhi menatap Sevia begitupun sebaliknya.


" Waktu kau menuduhku, aku sudah sangat takut sekali, aku takut jika aku akan di keluarkan dari sekolah, itu tandanya aku tidak bisa melihatmu lagi, tapi saat Papamu menawarkan pernikahan, hatiku sangat bahagia.... Rasanya aku ingin lompat dan bersorak saat itu, tapi aku hanya menyimpan rasa bahagiaku di dalam hati saja, aku sangat bahagia bisa memilikimu, itulah alasannya aku tidak mau berpisah darimu, karena apa? Karena aku mencintaimu." Abhi mengecup punggung tangan Sevia.


" Lalu kenapa kemarin malam kau sama Hana berduaan di cafe itu? Penjaga cafe bilang kalau cafe itu di booking oleh seorang pria yang hendak menyatakan cintanya kepada kekasihnya,dan aku melihatmu di sana bersama Hana, aku pikir kalian memang ada hubungan." Sevia menatap Abhi dengan tatapan menyelidik.


" Kemarin aku bilang sama kamu kalau aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita kan?" Sevia menganggukkan kepalanya.


" Aku menyiapkan makan malam romantis untuk kita berdua di cafe itu, aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu, dan Hana membantuku untuk menyiapkan semuanya, tapi sayang semuanya sia sia." Terang Abhi.


" Kau lebih memilih makan malam bersama Ezzar, aku menemui Hana untuk memberitahukan kepadanya kalau aku nggak jadi mengungkapkan perasaanku, dan tapi malah kamu ada di sana dan salah paham dengan aku dan Hana." Sambung Abhi.


" Benarkah? Kau sedang tidak membohongiku kan?" Tanya Sevia.


" Astaga sayang.... Aku sama sekali tidak sedang membohongimu, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa menanyakan pada Hana." Ujar Abhi.


Sevia menatap Abhi.


" Sayang." Sevia mengerutkan keningnya.


" Eh maaf kelepasan." Ucap Abhi.


" Tapi percayalah! Aku memang menyayangimu, maukah kau menerima perasaanku? Maukah kau menjadi istriku yang sesungguhnya? Aku berjanji akan membuatmu bahagia." Ujar Abhi.


Sevia bungkam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Abhi. Tiba tiba lidahnya terasa kelu. Namun hati Sevia merasa berbunga bunga. Ia sangat bahagia karena cintanya terbalaskan, ia tersenyum menatap Abhi.


" Bagaimana Se? Apa kau mau menjadi istriku untuk selamanya? Kita akan menghadapi masalah bersama, kita akan merasakan kebahagiaan bersama, apapun kondisinya kita akan selalu bersama, apa kau mau?" Abhi bertanya sekali lagi.


" Akan gue coba." Sahut Sevia.


Tiba tiba Abhi menarik Sevia ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Deg....


Jantung Sevia berdetak sangat kencang. Ada ribuan kupu kupu yang hinggap di dalam hatinya.


Cup....


Abhi mengecup pucuk kepala Sevia meresapi rasa bahagia yang saat ini menghiasi hatinya.


" Terima kasih sayang, kau mau menerimaku dan juga cintaku." Ucap Abhi.


" Iya." Sahut Sevia.


" Udah ah lepas! Sesak gue nggak bisa nafas." Ujar Sevia mencoba mengalihkan rasa canggung.


" Iya maaf." Abhi menggaruk kepalanya.


Keduanya jadi salah tingkah.


" Kami nanti pulang ke rumah kan?" Tanya Abhi.


" Gue nurut apa kata lo aja, kalau lo mau gue pulang ya gue pulang, kalau tidak ya gue akan tinggal di sini." Sahut Sevia.


" Ya pulang lah, aku nggak mau jauh jauh dari kamu." Ujar Abhi.


" Hmm udah pintar ngegombal." Sahut Sevia.


" Iya." Sahut Sevia.


......................


Sejak saat itu hubungan mereka semakin dekat. Hari ini tiba weekend yang sangat di nantikan oleh semua orang.


Abhi sedang mengajari Sevia caranya memasak nasi goreng sama telur ceplok.


" Coba kamu yang goreng telurnya." Abhi memberikan sebutir telur dan spatula kepada Sevia.


Sevia mulai memecahkan telurnya lalu menuangkannya ke wajan panas.


" Terus gimana?" Tanya Sevia.


" Tambahkan kaldu lalu tunggu sampai matang, lalu di balik." Sahut Abhi.


Sevia memberikan satu bungkus kaldu ayam ke atas telurnya.


" Astaga sayang! Kenapa kaldunya banyak sekali? Ini mah namanya kamu mau makan kaldu." Ujar Abhi.

__ADS_1


" Kan malah enak Abhi." Sahut Sevia membuat Abhi terkekeh.


" Rasanya akan sangat asin Se, kalau nggak percaya nanti kamu cobain deh." Ujar Abhi.


" Nggak mau, ya udah buang aja." Sevia membuang telurnya ke tempat sampah.


Satu telur gagal, Sevia mencoba lagi. Kali ini Sevia berhasil memberikan sedikit kaldu.


" Yei aku bisa!" Sorak Sevia.


" Baiklah nanti kalau udah matang kamu balik, aku mau ke kamar mandi dulu, kebelet." Ucap Abhi masuk ke kamar mandi.


Sevia menunggu telur itu sampai matang. Abhi baru saja keluar dari kamar mandi, ia langsung berlari mematikan kompor saat melihat wajan mengeluarkan asap.


" Ya ampun sayang..... Aku kan udah suruh kamu kalau telurnya matang kamu balik, ini kenapa sampai gosong begini dan wajannya sampai mengeluarkan asap, kamu bisa membakar rumah ini Se, masa' gitu aja nggak bisa, menggoreng telur itu hal yang paling mudah di lakukan oleh pemula sepertimu." Ucap Abhi menatap Sevia.


" Maaf aku memang tidak bisa apa apa, tapi kamu nggak perlu marah marah gitu sama aku." Sevia meninggalkan Abhi lalu masuk ke dalam kamarnya.


Abhi menarik kasar rambutnya.


Abhi menyusul Sevia di dalam kamarnya. Ia mendekati Sevia yang sedang duduk di tepi ranjang menatap keluar jendela.


" Sayang, maafkan aku!" Ucap Abhi duduk di samping Sevia.


" Bukannya aku memarahi kamu tapi aku kesal dengan diriku sendiri yang telah meninggalkanmu sendiri, seandainya aku tidak meninggalkanmu pasti semua ini tidak terjadi, aku mohon maafkan aku." Abhi menggenggam tangan Sevia.


" Bukan kami yang salah kok, ini semua salahku yang tidak tahu soal masak ataupun membersihkan rumah." Sahut Sevia.


" Itu karena kamu masih sekolah, jadi kamu belum terbiasa melakukan semua itu, aku akan mengajarimu berbagai hal, cara masak yang benar, membersihkan rumah, dan cara memanjakanku di ranjang nanti." Ucap Abhi mengerlingkan matanya.


" Aku nggak suka semua itu, aku berasa jadi asistent rumah tangga yang harus bisa mengerjakan semuanya soal rumah, impianku menjadi wanita karier hancur karena kebodohanku, aku menyesal telah menuduhmu waktu itu, harusnya aku tidak melakukan kesalahan ini." Ujar Sevia.


" Sayang jangan ngomong seperti itu donk! Kalau kamu tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah, biar aku saja! Aku akan mengerjakan semuanya jadi kau tidak perlu melakukan apapun di rumah ini, tapi kau harus tetap di sampingku." Ujar Abhi.


" Kamu pasti capek jika mengerjakan semuanya." Ujar Sevia.


" Tidak... Aku tidak akan capek, apalagi untuk membuatmu bahagia, apapun akan aku lakukan." Sahut Abhi.


Sevia menyembunyikan senyumnya.


" *Aku tidak tahu kalau cintamu sebesar itu kepadaki Bhi, aku merasa jadi orang yang paling beruntung di dunia karena memilikimu menjadi pendamping hidupku, Terima kasih Tuhan kau telah memberikanku jodoh sesuai yang aku harpakan." Batin Sevia.


Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya untuk melihat kebucinan mereka...


Terima kasih author ucapkan untuk readers yang selalu mensiport author semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All*...


TBC.....


__ADS_2