My Posesif Desire

My Posesif Desire
The Assassin (Rose')


__ADS_3

Sementara di sisi lain, seorang gadis cantik bertubuh ramping menghadap ke langit. sembari di duduk, menyenderkan kepalanya di kursi, menghirup malam yang di hiasi bintang dan bulan purnama yang cantik. semilir angin mengenai pori-pori kulitnya yang bersih.


"Sudah beberapa hari Lucas pergi, kenapa dia belum menelfon juga?Atau hanya sekedar menanyai kabar.." lirihnya.


Rose, kenapa kau tidak mengerti juga..?


Lucas tidak mencintaimu,, jadi jangan mengharapkan lebih. Batin rose. dia tersenyum getir.


"Atau lebih baik, aku yang menelfonnya?" imbuhnya,,


Gadis pemilik rambut kecoklatan itu langsung menyambar ponselnya di meja, dengan ragu ia memberanikan diri untuk menelfon pria yang berstatus sebagai suaminya itu.


"Hallo Lucas.."


Lucas tak menjawab.


"Bagaimana kabarmu?Apa kau baik-baik saja di las Vegas?" tanya Rose.


"Kabarku baik." ujar Lucas datar.


Rose tersenyum sekilas, "Kau sudah bertemu dengan Grace di sana?"


"Sudah." singkatnya.


"Apa Grace juga baik-baik saja? Bagaimana dengan kuliahnya?"


"Jika kau ingin bertanya lebih mengenai dirinya,, lebih baik kau tanyakan langsung padanya." ujar Lucas.


"Lucas, kapan kau akan pulang?" tanya Rose.


"Aku belum memikirkannya, banyak pekerjaan menumpuk. terlebih sekarang aku juga sudah membeli club di las Vegas. tentu saja aku harus mengurus Bisnisku di Milan maupun las Vegas." jelas Lucas.


"Semoga berhasil.." imbuh rose. "Kalau kau akan pulang,, Katakan padaku,, akan ku siapkan makanan special kesukaanmu."


"Itu tidak perlu. kau bekerjalah dan urus pekerjaanmu.. bukankah kau memiliki misi untuk membunuh rekan kerjamu sendiri di perusahaan?."


"Kau mengetahuinya?"


"Apa yang tidak ku ketahui darimu? Selain kau seorang sekretaris, bukankah kau juga seorang pembunuh bayaran?Kau bisa menipu orang dengan sikapmu yang halus, lembut, dan hangat. tapi di balik itu semua aku tau siapa sebenarnya Kau itu." imbuh Lucas.

__ADS_1


Rose tersenyum miring, "Kau tidak perlu khawatir Lucas, tentu saja aku tidak akan menyakitimu.. walaupun aku mendapatkan misi untuk membunuhmu." sambung Rose.


"Bagaimana jika kau di bayar 15 juta dolar untuk menghabisi ku?Apa kau tetap tidak mau menerimanya?"


"Aku bahkan memiliki uang lebih dari itu." rose tersenyum singkat.


"Baiklah semoga berhasil." ujar Lucas.


pria itupun langsung mematikan ponselnya sepihak.


"Huh pria ini benar-benar.." rose tersenyum "Andai dia bisa mencintaiku seperti aku mencintainya, pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia." imbuhnya.


....


Dua gadis cantik itu bersenang-senang di dalam club, gadis berambut hitam legam, dengan pakaian minim bak seorang wanita penggoda, sedangkan gadis satunya, berambut pirang dengan geraian yang indah, rambutnya bergelombang, wajahnya yang cantik itu tersenyum lebar saat mendengar lelucon dari temannya.


Grace terduduk di meja bartender, dengan meminum wine sembari tersenyum saat mendengar Stella bercerita tentang kencan buta yang di lakukannya kemarin.


"Kau tau Grace?Pria itu sangat bodoh. selain memiliki perawakan yang garing, dia juga berambut kriting seperti krebo. wajahnya yah lumayan tapi berkacamata bak kutu buku. aku bahkan hampir tak mengenalinya, karena yang kulihat di sosial media dia sangat tampan dengan tubuh kekar dan wajah tampan. Tapi nyatanya tidak,, Cih." gerutu Stella.


Grace tertawa mengejek.


"Aku heran kenapa aku tidak ada yang mau menjalin hubungan denganku?Oh hei wajahku lumayan cantik, tubuhku juga sangat seksi. tapi kenapa para pria tak mau menatapku sedikit saja?" gerutu Stella.


"Itu karena kau cerewet seperti Daddymu. siapa yang tak mengenalimu?Dengan kedudukan Uncel Pedro yang terkenal dengan mafia paling sadis di las Vegas?" ujar Grace.


"karena itulah aku mengambil jurusan untuk menjadi agen rahasia yang bekerja untuk menangkap para mafia. tentu saja aku tak mau sepertinya." Stella menggerutu sembari meminum wine dengan kasar.


"Stella, lihatlah pria itu.. dia lumayan tampan juga.." Grace menunjuk seorang pria yang tak jauh dari mereka berdua, menggunakan kaos hitam panjang dan celana jeans-nya.


Stella langsung mengarahkan pandangannya ke pada pria yang Grace tunjukkan. "Dia sangat keren." ujar Stella.


"sepertinya dia pria baik, karena sedari tadi ku perhatikan dia tak pernah mau di Sentuh oleh para wanita ja*ang disini." ujar Grace.


"Wah2 Grace, tunggulah disini. aku akan mengeluarkan jurus pengikat handal yang akan membuatnya tergila-gila padaku." setelah mengatakan itu, Stella pun mendekati pria itu.


Grace kembali di buat tertawa karena kegilaan Stella yang membuat pria itu murka dan mengusirnya, bahkan Stella hampir di siram dengan air. untunglah hanya mengenai baju yang ia gunakan.


tentu saja pria itu murka, Stella dengan bodohnya langsung duduk di pangkuannya, bahkan mencium pipi pria itu sensual. membuat pria berkaos hitam marah. oh terlihat dari raut wajah dan sikapnya, sepertinya pria itu tipe orang tempramental.

__ADS_1


"Sialan kau Grace, dia sangat kurang ajar." geram Stella.


Grace tertawa, "maafkan aku.. aku juga tidak tau jika pria itu sangat kurang ajar padamu.." Grace kembali terkekeh pelan.


Stella geram, gadis itupun menuangkan wine ke dalam gelasnya, meminumnya kasar.


"Stella, berani sekali pria itu memperlakukanmu dengan buruk, memangnya dia Tidak tau siapa dirimu?" lagi-lagi Grace menggoda Stella.


"Grace diamlah, aku hampir gila.." gerutu Stella "pria itu mabuk. tentu saja dia tidak bisa mengenaliku." imbuhnya.


"Sudahlah Stella, wajahmu cantik kau bisa mendapatkan 20 pria sekaligus. asalkan kau tidak bersikap murahan." ujar Grace.


"Bagaimana itu?"


"Kau harus bersikap biasa saja, saat pria-pria hidung belang mendekatimu. dan kau harus tetap tenang. lawan mereka jika dia berani menyentuhmu, jagalah dirimu sendiri. aku yakin pria hidung belang tak akan ada yang mau mendekatimu, Karena kau adalah wanita berkelas, tentu saja tidak lagi terlibat One night Stand dengan sembarang pria." jelas Grace.


"Oh hei aku bukan gadis baik sepertimu. yang tak pernah berhubungan badan, bahkan dengan kekasihnya sendiri. kau itu sangat menjunjung tinggi keprawananmu. " Stella menggerutu "Grace, jaman sekarang mana ada gadis yang menjaga dirinya seperti mu?Apa kau tidak penasaran bagaimana rasanya One night Stand dengan orang asing?Ku jamin kau pasti sangat ketagihan."


"Aku tidak mau."


"Sekali-kali cobalah dengan James, dia pasti sangat bangga karena menjadi orang pertama yang memiliki tubuhmu seutuhnya."


"Dia akan menjadi orang pertama, setelah kami menikah.".


"Menikah?Omong kosong!"


Grace menepuk kepala frustasi.


"Tentu saja menikah, apa kau tidak memiliki niatan untuk menikah?Kau tidak ingin menikah Stella?"


"Tentu tidak, itu pasti akan sangat membosankan. bagaimana aku bisa hidup dengan satu pria. kau tau kan aku adalah wanita bebas?"


"Ya. kau adalah wanita bebas."


"Grace..."


Grace dan Stella menoleh bersamaan.


"James..?" lirihnya.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2