
Lucas mencekal tangan Grace erat, "Grace...."
Grace pun menatap Lucas dengan tatapan permusuhan yang kental, seakan telah mengobarkan bendera perang.
"Lepaskan aku!"
"Melepasmu?Tentu saja tidak mungkin." Lucas mengulas senyum liciknya, kali ini Lucas benar-benar terlihat bak iblis. wajahnya yang tampan sangat menakutkan, dan kedua bola mata kecoklatan itu tertutup oleh kabut gairah.
"Lucas kau sakit jiwa!"
"Ya, dan kau yang sudah membuat aku gila!"
Lucas menghimpit tubuh Grace, dia gunakan kedua tangannya di sela-sela pinggang ramping milik Grace.
di lihatnya kelopak mata hijau itu dalam, mereka berdua saling bertatapan.tetapi Grace berusaha untuk menjauhkan dirinya dari Lucas, namun usahanya sia-sia.
pria itu begitu kuat dan perkasa.
tentu saja Grace tak kan kehilangan akal. dia pun menendang tongkat perkasa Lucas dengan keras, hingga pria itu meringis kesakitan.
"Akh..." teriak Lucas.
"Rasakan..." ujar Grace.
"Berani sekali kau menendang tongkat perkasa ku dan merusak masa depanku!" geram Lucas.
Saat Grace hendak melarikan diri,Lucas begitu gesit.
di tariknya tangan Grace hingga gadis itu terjerambab di atas ranjang.
walaupun Lucas sempat meringis kesakitan, tapi ia mampu menahan rasa sakit itu, karena dia ingin memberikan Grace pelajaran agar gadis itu tak terlalu liar.
"Kau sangat liar.." lirih Lucas.
kini Lucas menatap Grace dengan tatapan lapar, seakan Grace adalah daging segar yang begitu lezat. ya, Lucas terlihat bak hewan buas yang akan memangsa dirinya.
"Kemana kau akan pergi sayang hm..?" imbuh Lucas sembari menunjukkan senyuman khasnya yang gila.
"Lucas, kau memang Sudah tidak waras!" teriak Grace.
Lucas pun mengikat kedua tangan Grace dengan borgol,dengan sigap Lucas juga telah berhasil menanggalkan pakaiannya satu persatu.
kedua kaki Grace yang tak terikat berusaha untuk kembali menendang masa depan Lucas, tetapi Lucas cukup gesit untuk menghindari serangan Grace, membuat Grace berdecak sebal.
"Lepaskan aku Lucas!"
Lucas tak menjawab.
"Sebenarnya apa maumu?Kenapa kau seperti ini?Kau itu benar-benar bajingan Lucas!" umpat Grace.
"Aku hanya ingin kau!"
"Jangan lupa? Jika kau adalah pria yang sudah memiliki istri?!"
"Aku tidak peduli!"
Lucas yang tersulut emosi, kini kian menjadi-jadi.atmosfer kini mulai memanas, Lucas pun langsung menghimpit tubuh Grace dengan tubuhnya, di sentuhnya wajah cantik itu dengan belaian lembut.
Grace meronta-ronta, namun tenaganya tak cukup kuat jika di bandingkan dengan pria itu.
__ADS_1
Lucas sangat kuat, terlebih dia sangat rajin berolahraga.
Lucas mencium bibir Grace, ********** ganas, sesekali pria itu menciumi leher gadis itu membuat Grace meringis.
tubuh Grace menegang, saat Lucas telah berhasil membuatnya terbang, jari-jari pria itu menusuk-nusuk kedalam intinya.
Grace yang awalnya menolak kini mulai menikmati permainan luar biasa Lucas. bahkan Grace pun seakan telah kehilangan akal karenanya.
mulut memang dapat menolak, tapi tubuh tak dapat menipu bukan?
"Are you ready baby?" lirih Lucas.
Grace yang telah lemas pun hanya bisa pasrah dengan permainan Lucas, sedangkan pria itu tersenyum penuh kemenangan, karena keinginan dan hasratnya telah terpenuhi.
oh apakah ini yang di namakan pemerkosaan?
Lucas pun memulai aksinya, dengan menyatukan dirinya kedalam milik Grace, sesekali pria itu berhenti untuk menetralisir detak jantungnya yang kini kian menggebu-gebu.
setelah dirasa Atmosfer sudah kembali seperti semula, Lucas kembali melanjutkan aktifitasnya sembari memulai permainan yang cukup menguras keringat.
*
*
*
*
*
pagi harinya, Grace pun terbangun dari tidur panjangnya.
badannya terasa remuk,ia sangat lelah.bahkan Grace yang awalnya terbiasa bangun pagi, akhir-akhir ini seringkali bangun kesiangan.
Biasanya Grace meminum obat penunda kehamilan saat setelah melakukan percintaan panas dengan Lucas, tetapi semalam Lucas sangat luar biasa, hingga membuat Grace langsung tertidur karena sangking lemas nya.
Grace mencari keberadaan Lucas, kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri, namun ia tak berhasil menemukan keberadaan pria itu.
"Dimana dia?" lirih Grace.
entah mendapat kekuatan dari mana, Grace yang awalnya masih mengantuk kini menjadi tidak lagi, karena melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka memperlihatkan punggung kekar Lucas yang kini terlihat seperti sedang berbicara dengan seseorang melalui benda pipih yang di letakkan tak jauh dari telinga pria itu.
Grace yang penasaran, mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Lucas sembunyikan, sehingga mengangkat telepon menjauh darinya.
"Lucas, kapan kau kembali ke Los Angeles?" tanya rose.
"Ntah, memangnya ada apa?Kenapa kau menghubungiku?!" sahut Lucas.
"Apa kau sangat sibuk sehingga kau mulai melupakan aku?" tanya rose kembali.
"Kau tau bukan?Aku tidak pernah merindukanmu?Aku bahkan tidak pernah memikirkanmu."
"Kau jahat sekali Lucas."
"Tidak usah berbelit-belit, katakan saja ada apa?!Jika tak ada lagi yang kau katakan,akan ku tutup telfonnya. kau membuang-buang waktu berhargaku Rose!"
Deg....
Grace terkejut, tubuhnya menegang seketika.
__ADS_1
ternyata Rose, ya rose yang sedang menghubungi Lucas.
Grace setidaknya Taulah batasanmu!Dia sudah beristri,kau tidak boleh lupa jika Lucas adalah milik rose, kau itu bukan siapa-siapa. di Antara mereka kau hanyalah seorang benalu yang menjadi perusak rumah tangga kakakmu sendiri. (Batin Grace).
"Oh.. tunggu Lucas, kau ternyata mudah merajuk juga.." rose terdengar sedang terkekeh.
Lucas terdiam.
"Katakan!"
"Sesungguhnya, Jake dan Maria akan datang kemari.. Daddy meminta kau pulang untuk berkumpul bersama dan mengadakan makan malam di mansion. apa kau bersedia untuk pulang? Bisakah kau pulang Lucas?" jelas rose.
"sudah ku bilang, aku tidak bisa!"
"Oh ayolah Lucas, apa kau tidak merindukan Jake dan Maria? Mereka telah jauh-jauh datang kemari. sesekali pulanglah,, apa kau tidak takut mom dan dad akan curiga?Jika kau memperlakukan aku seperti ini?." sambung Rose.
Lucas berfikir sejenak.
"Kau datang kan Lucas?" tanya Rose.
Lucas masih tak menjawab.
"Lucas kau mendengarku?".
"Ya. aku akan datang."
"benarkah Lucas?" ujar rose antusias.
"Hmm.sudah aku sibuk ku hubungi lagi nanti." ujar Lucas.
"Baiklah, terimakasih Lucas.. aku akan menunggumu pulang." lirih rose.
tut.
Lucas memutuskan sambungan teleponnya.
saat Lucas melihat cermin,dia pun melihat keberadaan Grace yang sedang mendengarkan pembicaraannya dengan rose, cermin yang terpantul tersebut, membuat Lucas tentu tau jika Grace berada di baliknya.
"My Angel... kau sudah bangun?" lirih Lucas.
di belainya wajah cantik Grace menggunakan tangannya lembut, di angkatnya dagu Grace sembari menatap bola mata hijau terang yang kini terlihat sedang menyembunyikan kesedihannya.
"Pergilah Lucas,,, Rose membutuhkanmu..." lirih Grace.
Lucas tahu betul, jika Grace sedang bersedih setelah tidak sengaja mendengar perbincangannya bersama rose tadi.
"Sttt..." Lucas menyentuh bibir Grace menggunakan telunjuk tangannya. menatap matanya dalam seakan menyalurkan keteduhan dan kelembutan di dalamnya.
"Apa kau sedih my Angel?" imbuh Lucas.
"Tidak. tentu saja tidak..." walaupun mulut dapat berdusta, tapi mata tak mampu untuk menyembunyikannya.
rose mengalihkan tatapan matanya ke arah lain, membuat Lucas lagi-lagi menyentuh kepalanya lembut, agar mereka saling berpandangan.
"Kau tidak perlu berbohong my Angel."
Grace terdiam seribu bahasa.
"Aku tidak akan meninggalkanmu..." perkataan Lucas terdengar lirih namun tersirat ketulusan yang dapat membuat hari Grace menjadi teduh dan sejuk saat mendengarnya.
__ADS_1
"I love you so much. Now, tomorrow and always.."
Bersambung~