My Posesif Desire

My Posesif Desire
Will you marry me?


__ADS_3

Pagi hari pun telah tiba, rose yang terbangun dari tidurnya, dia mengusap lebar, sembari menggerjapkan matanya perlahan lahan. merasa tubuhnya begitu berat,dan **** ********** yang sakit membuatnya tak bisa bergerak.


rose terbelalak, melihat Marcus yang ternyata tidur di sampingnya, bertelanjang dada, dengan memeluk tubuhnya. tak tinggal diam rose pun langsung membuka selimut tebal yang menutupi kedua tubuh sepasang anak manusia itu.


Rose benar-benar hancur. ternyata dia melakukan hubungan itu. ya_ hubungan yang sepatutnya di lakukan oleh suami istri yang saling menerima dan saling mencintai.


rose merasa dia adalah wanita murahan sekarang, dia tak jauh berbeda dari Grace yang berselingkuh dengan Lucas, sedangkan dia sudah berselingkuh dengan Marcus. status rose masih istri dari Lucas. karena waktu itu. pada saat Lucas mengirim surat perpisahan untuk datang ke pengadilan. rose malah tidak datang, dan memilih untuk mengunci dirinya di dalam kamar.


Dan sekarang, saat dirinya mencoba untuk mencari kebahagiaan, kebebasan dan kesenangannya sendiri, rose kembali terkena masalah dengan terjebak one night stand bersama pria lain.


Bodoh!


Rose yang menangis dengan terisak. membuat Marcus bangun, lalu terduduk, sejajar dengan rose.


"Kenapa kau menangis?" lirih Marcus.


mendengar suara Marcus yang kini terbangun, rose pun menatap Marcus dengan tatapan nyalang. "Apa maksudmu?!Kenapa kau melakukan ini padaku!! Kita _ kita sudah melakukan sebuah kesalahan yang besar. " teriak rose dengan Isak tangis yang mulai keras.


"Kesalahan yang besar?" Marcus tersenyum kecut. "Ini bukanlah sebuah masalah. kau tak perlu membesarkannya. jika kau mau. aku dengan senang hati bertanggung jawab dan menjadikan kau sebagai istriku." imbuh Marcus santai.


Rose pun menampar wajah Marcus keras. bahkan Suara tamparan itu terdengar nyaring sampai di sudut ruangan.


Plak...


"Kau benar-benar bajingan!!Kau tak jauh berbeda darinya!!" teriak rose. "Bagaimana kau bisa memiliki pemikiran yang idiot seperti itu!?Aku tentu tak akan mau!"


"Berani sekali kau menamparku!!!" teriak Marcus tak kalah. "Apa kau lupa jika kau sendirilah yang membuat semua ini terjadi?!"


Rose terdiam sembari memijit pelipisnya dan mencoba untuk mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi kemarin malam.


"Kau sendiri yang sudah menciumiku. kau yang pertama melakukannya. dan kau juga yang sudah dengan suka rela memberikan tubuhmu untukku." imbuh Marcus "Kita melakukannya bersama-sama, kita juga melakukannya dengan sukarela. tanpa paksaan ataupun pemerkosaan.!" sambungnya. "Dan sekarang kau menyalahkan aku , padahal kau sendiri juga bersalah?!!"

__ADS_1


Rose kembali mengingat. dimana saat Marcus mengatakan kata-kata manis, dirinya sempat terlena. hingga mencium bibir Marcus ganas, Seolah menuntut. Marcus pun dengan senang hati menerima serangan demi serangan yang rose berikan padanya. hingga pada akhirnya, saat keduanya telah di kuasai oleh gairah. Marcus pun menggendong tubuh rose ala bridal style menaiki tangga, menuju kamar lalu melakukan SE*S!.


Bahkan rose pun masih mengingat dan merasakan bagaimana Marcus menyentuhnya dengan sentuhan yang lembut dan memabukkan. cara Marcus menyentuh, memuaskan dan membuatnya terbang menubruk awan tentu tak mungkin bisa rose lupakan. terlebih Marcus adalah pria pertama yang sudah menggagahinya. dan mengambil keprawanannya.


"Kenapa kau diam?!Kau mengingatnya sekarang?!" tegas Marcus.


rose tak mampu mengatakan apa-apa. mulutnya seakan terkatup rapat. tenggorokannya tercekat. seakan ada Berton ton batu besar yang menyumbat hingga ia tak bisa mengeluarkan suara. bahkan dadanya mulai sesak kini. tak kuasa menahan tangis dan penyesalan yang tercampur menjadi sebuah adonan.


tentu tak ada alasan lagi bagi rose untuk mempertahankan pernikahan dan cintanya kepada Lucas. sedangkan Lucas tak mencintainya. bahkan rose pun sudah berhubungan badan dengan pria lain.


merasa tak tega dengan Isak tangis rose yang begitu menyakitkan bahkan terasa sakit hingga menembus jantungnya. Marcus pun segera memeluk rose erat, mendekapnya kuat, lalu menciumi pucuk kepalanya singkat.


"Kau tak perlu khawatir, aku akan selalu ada untukmu. dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu rose.." lirih Marcus.


tangis rose pun berhenti seketika, hatinya bertanya-tanya apa maksud dari ucapan Marcus barusan.


"Apa maksudmu dengan 'Kau selalu ada untukku dan tak akan pernah meninggalkan aku?' Aku tidak mengerti jalan pikiranmu!" ujar rose.


"Katakan Marcus."


Marcus tak menimpali.


"Marcus."


Marcus masih terdiam.


"Marcus!!Apa maksud dari ucapanmu?Katakan padaku_ kenapa kau terdiam?!" tegas rose.


"Itu karena aku mencintaimu!" teriak Marcus. "Taukah kau bahwa aku adalah pria yang tiap Minggu selalu mengirimi kau karangan bunga dengan surat cinta? memang ucapanku terdengar seperti sebuah lelucon, tapi aku mengatakan kebenaran jika aku sangat-sangat mencintaimu rose."


deg...

__ADS_1


Bulir air mata terjatuh, membasahi pipinya yang mulus.


bagaimana mungkin Marcus...


ternyata Marcus? Marcus adalah pria misterius yang selalu mengiriminya karangan bunga tiap Minggu Dengan pesan singkat yang romantis. Rose kira bunga tersebut di kirim oleh pria iseng atau salah alamat. tapi jika di fikir memang tak masuk akal. jika benar karangan bunga tersebut adalah salah orang . tak mungkin kan, tiap Minggu ada kiriman berupa karangan bunga yang sama setiap minggunya.


ternyata itu semua adalah ulah Marcus!


Rose tak percaya jika Marcus adalah pria misterius yang mencintainya.


Marcus menyentuh kedua tangan rose lembut, menatap bola mata kecoklatan itu dengan sorot mata ketulusan dan cinta yang dalam. agar rose dapat melihat bahwa Marcus tak berbohong dengan apa yang dia ucapkan barusan. yang menyangkut hati dan cintanya hanya untuk rose.


"Aku sangat mencintaimu rose. dari awal kau adalah wanita yang tidak pernah bisa ku lupakan. aku telah mencintaimu sejak lama, tapi kau malah mencintai pria lain yang ternyata tidak mencintaimu, yang hanya bisa melukai hati dan perasaan mu saja." lirih Marcus lembut.


kata-kata yang keluar dari bibir Marcus terdengar sangat tulus, bahkan rose yang mendengarnya, merasa hatinya begitu sejuk. seolah telah mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik dari Lucas.


mungkinkah ini jalan hidupnya? Bercerai dari Lucas dan menjalin hubungan dengan Marcus. pria yang sangat mencintainya.


"Sejak kecil aku merasa, kau adalah gadis usil yang telah merebut hatiku.Kedipan matamu yang indah, dengan wajah yang cantik selalu terbayang-bayang di dalam otakku. aku selalu ingin mengeluarkan bayang-bayang wajahmu dari pikiranku tapi aku tak bisa. dan ternyata aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta padamu." jelas Marcus "Aku tau itu terdengar tak masuk akal, karena waktu itu kita adalah bocah kecil yang tak tau apa-apa. tetapi saat aku melihatmu rasanya hatiku berdegup kencang,saat kau tersenyum rasanya aku memiliki ketenangan tersendiri.Aku berusaha menahannya_ menahan cintaku padamu sampai dewasa nanti aku ingin menjadikanmu sebagai istriku." imbuhnya "Namun, pada saat aku memiliki niat baik untuk melamar mu. justru aku mendengar perbincangan mu dengan Carrol jika kau mencintai Lucas dan ingin menikah dengannya."


rose masih terdiam, mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Marcus.


"Hatiku sakit, aku sangat hancur. karena kau mencintai pria lain." rose dapat melihat dari balik mata Marcus jika dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya. "Aku memilih untuk mengorbankan perasaan ku sendiri agar kau bahagia bersama dengan pria yang kau cintai." sambung Marcus.


"Bahkan aku selalu meminta kepada Lucas untuk tidak menyakiti hati siapapun. karena dalam hal ini, yang pantas untuk di salahkan adalah Lucas. karena dia sudah melibatkan kedua saudara dalam masalah besar." jelas Marcus. "Karena itu aku di sini untukmu rose.."


Rose terdiam seribu bahasa, hatinya bimbang. walaupun sejujurnya ia masih mencintai Lucas, tetapi rose merasakan sesuatu yang berbeda setelah mengetahui ucapan yang keluar dari mulut Marcus.


"Jadi, maukah kau bercerai dengannya dan menikah denganku?" tanya Marcus.


Rose menarik kedua tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Marcus. "Aku butuh waktu.." lirih rose.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2