My Posesif Desire

My Posesif Desire
Challenge.


__ADS_3

Grace berdiri di teras mansion, dengan memandangi sekeliling, nuansa modern mansion ini tampak memukau, terlebih di depannya terdapat kolam renang dan pemandangan berupa hutan, tak jauh dari depan mansion terdapat pantai dengan memperlihatkan sunset yang indah untuk dilihat. mansion ini luar biasa.


"Apa yang kau lakukan disini?"


Grace tak menoleh, pandangannya lurus kedepan. ia tahu Lucas sedang mengajaknya berbicara.


"memandangi sekeliling." jawab Grace datar.


"kau menyukai pemandangan disini?Mansion dengan kolam ikan dan kolam renang yang menyatu, tak jauh disana terlihat hutan dengan pantai yang teduh dan tenang."


"tadinya aku menyukainya. tapi tidak, jika ada kau disini."


Lucas menoleh, melihat wajah Grace dari samping.


mereka bersebelahan dengan jarak lumayan jauh.


"Kau mau berselancar?"


"Tidak!" tolak Grace.


"Sungguh?" Lucas berusaha untuk meyakinkan.


tapi gadis itu tak bergeming. ia sibuk memandangi alam tanpa memandang wajah mempesona bak beruang itu.


"Sayang sekali, kau menyia-nyiakan waktu luang seperti ini hanya untuk memandang tanpa melakukan sesuatu?"


Grace tak menyahut, seakan tak mau menimpali ocehan Lucas.


"Kau sangat pengecut. Yaya aku tau kau mungkin tak bisa berselancar."


lagi-lagi Lucas berusaha untuk memprovokasi Grace.


"Seorang Agen Rahasia yang pandai bela diri dan cerdas, tak mungkin kalah dengan seorang kriminal."


Grace menatap Lucas menantang.


"Ku tantang kau untuk bermain selancar denganku, bagaimana?" ujar Lucas.


Lucas mengulas senyum liciknya.


"Ah ya untuk apa aku menantangmu, kau tak mungkin mau, kau adalah seorang pengecut."


"Baik. ayo kita berselancar. jika aku menang kau harus memberiku kebebasan."


"Tapi kalau aku yang menang, kau harus mau ku ajak bercinta." Lucas menyeringai penuh arti.


"Deal?"


"Deal."


kini mereka melakukan tantangan berselancar.


Lucas berhasil mengejar Grace, saat Grace kesusahan untuk menjaga keseimbangan dengan adanya ombak sedang yang menerjang skateboard nya.


Grace menarik nafas panjang, lalu berkonsentrasi untuk mengejar Lucas, dengan kesiapan dan konsentrasi penuh, Grace berliak liuk menggunakan skateboard dan melakukan berbagai macam gaya untuk menaklukkan ombak besar yang sedang berdatangan. Grace si gadis pemberani itu cukup pintar.


kini Grace berhasil menyelip Lucas dengan gaya , lalu bersiap untuk memulai akhir permainan, yaitu dengan berselancar di dalam gulungan ombak besar . dengan talenta dan keberaniannya, Grace memasuki gulungan ombak besar tersebut, dan berusaha untuk melewatinya dengan tenang walaupun dirinya sempat takut, tapi Grace berusaha menepis rasa takut itu menjadi sebuah tantangan yang harus ia selesaikan, walaupun nyawa adalah taruhannya.


Lucas tertegun, melihat Grace yang berhasil melewati gulungan ombak besar yang mulai berdatangan dengan kelincahan dan kecepatan yang luar biasa. bahkan Grace sempat menunjukkan senyum manisnya pada saat-saat terakhir memenangkan tantangan berupa berselancar.

__ADS_1


Lucas tak menyangka, Grace bisa menaklukkan ombak dan berselancar bak ahli profesional yang sedang bermain laut, terlebih ia kalah dalam permainan ini.


lalu bagaimana dengan perjanjian awal?


jika Grace menang, Lucas akan memberikan kebebasan untuknya. tak mungkin Lucas melepaskan Grace begitu saja.


"Kau kalah." ujar Grace.


"Congratulations on your victory." Lucas tersenyum miring.


"jangan lupa dengan kesepakatan kita."


"Kesepakatan apa?"


Grace mengerutkan keningnya,


"Bukankah kita sudah sepakat, jika dalam permainan ini aku menang, kau harus memberiku kebebasan." jelas Grace "Apa kau lupa?" imbuhnya.


"Aku tak tau itu, yang ku tau adalah jika aku menang maka kau harus bercinta denganku. kau sendiri yang setuju kan Grace sayang,, hm?" Lucas mengulas senyum liciknya. membuat kepala Grace di hantam oleh amarah. merasa jika Lucas sedang mempermainkannya.


"Tapi kau mengatakan.."


"Aku menantangmu, kau menyukainya sendiri. dan aku bahkan tidak mengetahui kesepakatan kita, yang ku tau adalah saat kau menyetujui kesepakatan yang ku buat." pungkas Lucas.


"Kau sangat licik!!!" teriak Grace.


"Dasar tuli,, pria tak tau diri,, licik!! bajingan!!! Brengsek!! kau tau?Kau sangat keparat Lucas!!." teriak Grace dengan ucapan kasar dan emosi yang meletup-letup.


Lucas hanya tersenyum sebagai jawaban.


Setelah meneriaki Lucas dengan umpatan-umpatan kasar yang keluar dari mulutnya, Grace pun pergi meninggalkan Lucas yang masih berada di hamparan pasir putih di sekeliling mansion.


"Sir.."


"Iya?"


"Anda mendapat telepon dari Mrs Daniel."


"untuk apa dia menelfon? Ada sesuatu yang penting?"


"sepertinya, Mrs Daniel ingin membicarakan hal penting dengan anda." jelas Arthur.


"Baiklah, nanti ku hubungi."


Arthur mengangguk lalu pergi.


"Untuk apa Uncel menelfon?Apa yang terjadi?"


.....


KasinoClub.Dominiq.


Las Vegas~


Lucas tersenyum saat dia menjalankan bisnis kotor dengan mengirim beberapa wanita untuk di jual di Miami.


ya bisnis kali ini adalah perdagangan manusia yang sedang ia lakukan bersama para rekan bisnis sesama mafia jauh di bawahnya. kekuasaan Lucas kini telah sampai di plosok kota las Vegas hingga Kini Lucas menjadi pemilik club tersebar di penjuru dunia.


bagaimana tidak?

__ADS_1


Lucas menjalankan bisnisnya dengan licik, membunuh para pemilik club malam yang tak patuh padanya, membawa para wanita yang bekerja di sana, lalu membawanya untuk di kirim ke sekutunya dengan bayaran yang sangat mahal.


terlebih, para wanita malam itu sudah ia ancamam untuk mematuhi perintahnya, jika tidak tentu Lucas akan menjadikan keluarga para wanita itu sebagai tawanan, siap untuk menggantikan, atau mati terbunuh.


tentu itu tidak sulit untuk Lucas, pria kasar kejam itu selalu bertindak sesuka hatinya bukan?.


dia adalah seorang kriminal yang sangat bajingan.


"Saya setuju dengan anda sir,, karena wanita-wanita yang anda berikan itu sangat berkualitas. selain itu para wanita sangat pintar dalam menggoda dan memuaskan para pelanggan." ujar Pedro.


Lucas menatap datar, sembari meminum wine.


"Ya kau benar Pedro, tidak ada yang paling berkualitas selain ja*ang dadi sir Lucas. bagaimana anda bisa mendapatkan wanita seperti itu?" sahut Dodo.


"Dengan kekuasaan." lirih Lucas datar, namun tersirat nada tajam.


"Anda sangat hebat dalam menyusun rencana." rierdo menimpali.


Lucas tersenyum kecut.


ia tahu, para mafia kelas kakap ini berusaha untuk mendapatkan hatinya, dasar penjilat!


tentu sebagai mafia yang besar, Lucas bisa membaca situasi dan wajah dari para pembual licik yang ingin mendapatkan dirinya. lalu membanggakan diri dan bertingkah seenaknya.


Cih!


"Tak perlu berlama-lama. bagaimana dengan uang nya?" Arthur angkat bicara.


"Tenang saja, akan ku kirim sekarang juga." ujar Pedro.


"jangan lupakan tambahannya." imbuh Arthur.


membuat Pedro, rierdo dan Dodo terkejut dan saling pandang.


"A-ada tambahannya?"


"of course, sir Lucas tentu tak mau kehilangan 5 juta dolar nya." Arthur menyeringai.


"B-baik sir, akan segera saya siapkan uangnya." sambung Dodo.


"Bagus.."


"Arthur, ayo kita pergi." Lucas berdiri.


"Baik sir.." Arthur mengangguk pasti.


"Dasar mata duitan!" gerutu rierdo saat menatap kepergian Lucas dan Arthur.


"Jika bukan karena bisnis, tak Sudi aku berurusan dengan pria selicik Lucas Dominiq." sahut Dodo.


"Tak perlu menggerutu, kau mau kita mati sia-sia karena membicarakannya?" sambung Pedro.


"kau tau kan seberapa menakutkannya Lucas?"


"Ya, dia adalah harimau putih yang garang."


"Sayangnya ia hanya harimau, bukan singga."


"Lalu siapa singa nya?"

__ADS_1


"Dia adalah Jake Andrich Alexander V. kakak dari Lucas."


__ADS_2