
#Las Vegas
sekembalinya Lucas dan Grace dari Moscow, Grace hanya bisa termenung dan memiliki rasa takut yang luar biasa, di tambah masalah yang ia hadapi membuatnya tak bisa tidur dan terus menerus memikirkan nasibnya kedepannya.
jujur saja, Grace tak mampu mendapatkan kebencian dari keluarganya. oh hei walaupun Grace sangat membenci klan dari keluarganya karena memiliki darah kriminal, di balik itu semua, sesungguhnya Grace juga sangat menyayangi keluarganya. hanya saja Grace tak menyukai tindakan-tindakan kriminal yang di lakukan oleh seluruh anggota keluarganya.
Grace takut jika Stella membongkar segala kejahatannya kepada Rose, dirinya tak mampu mendapatkan kebencian dari kakak tersayangnya itu.
Grace selalu merasa bahwa jika dirinya itu sangatlah jahat. karena telah berselingkuh dari suami kakaknya. bahkan sekarang Grace benar-benar telah jatuh cinta kepada Lucas, dan tak bisa kehilangannya, sama halnya dengan Lucas. ia juga tak bisa meninggalkan Grace begitu saja.
Lucas menatap Grace yang Kini terlihat murung, sedari tadi Grace tak mau makan dan berbicara. Lucas tau kegelisahan Grace, ia juga tau bagaimana perasaan Grace. bagaimana bisa orang yang awalnya begitu di sayangi akan di benci oleh seluruh anggota keluarganya. tentu Lucas tak akan membiarkan itu semua.
"My Angel.." lirih Lucas.
Grace terdiam.Tanpa menolehkan tatapannya Grace masih mematung, seakan tak tahu jika Lucas berada di sampingnya kini.
"Makanlah my Angel, kau belum makan dari tadi. aku tidak mau kau sakit hm." imbuh Lucas.
"bagaimana aku bisa makan, Taukah kau Lucas?Aku harus bersiap-siap untuk mendapatkan kebencian dari keluarga kita." lirih Grace tanpa mengalihkan tatapan matanya untuk menatap Lucas. "Aku sudah mengecewakan mom dan dad, selain itu aku juga akan mendapatkan kebencian dari rose kakakku." imbuhnya.
"Kau tidak perlu khawatir my Angel, aku akan selalu bersama denganmu.. kita akan menghadapi keluarga kita bersama-sama hm.." Lucas berusaha untuk menghibur Grace dengan kata-kata tulusnya.
"Seandainya saja, kita tidak pernah bertemu, mungkin saja hubungan kita tidak akan serumit ini Lucas.." lirihnya.
"Stttt.." Lucas menyentuh kepala Grace menggunakan kedua tangannya, kini tatapan mata mereka bertemu .
"Kau jangan menyalahkan takdir, semua ini adalah takdir. kau dan aku sudah ditakdirkan untuk bersama.Walaupun caranya terkesan salah, tapi percayalah. Tuhan merencanakan semua ini untuk menguji seberapa besar perjuangan hidup yang kita alami." imbuh Lucas. "Jangan lupa my Angel, hidup ini penuh dengan perjuangan. jadi kita tidak boleh menyerah dengan masalah-masalah yang datang. seiring berjalannya waktu masalah akan terus mengiringi perjalanan hidup kita. entah kita harus terus berjalan atau berhenti di tengah jalan . dan jika kita berhenti itu menandakan bahwa kita adalah seorang pengecut."
Grace tersenyum kecut.lalu berdiri dengan seringai di sertai tangisan.
"Jika tuhan sudah menakdirkan kita bersama. lalu kenapa Begitu rumit?Semua ini berawal dariku. seandainya saja aku tidak menjalin hubungan dengan James, dan tidak begitu mencintainya hingga membuat mataku buta karenanya,maka tau tidak perlu menikah dengan rose, dan memiliki rencana untuk menyekapku.hubungan ini bermula karena kita selalu bersama, dengan cinta konyol yang membuat diri kita lupa akan segalanya. bahwa kau adalah pria yang sudah menikah! Dan gilanya lagi, kau adalah sepupu sekaligus kakak iparku sendiri!"
Lucas pun ikut berdiri, sembari berusaha untuk menggapai tangan Grace, namun Grace menepisnya.
"Kau tidak salah my Angel.. aku yang salah karena sudah menjebakmu untuk masuk kedalam perangkapku, dan menyekapmu."
Grace menoleh, lalu tiba-tiba terjatuh.
Tatapan matanya melemah, jantungnya berdegup dengan kencang, ia tak mampu menopang tubuhnya. hingga kini Grace pun terjatuh pingsan di lantai.
"Grace!!! Bangun!!!" teriak Lucas, pria itu terlihat sangat takut dan khawatir.
__ADS_1
Lucas segera membawa Grace ke rumah sakit, dengan bantuan dari Arthur.
*
*
*
"Anda baik-baik saja sir?" lirih Arthur.
"Damn!Kau buta Arthur? Apakah wajahku menunjukkan jika aku baik-baik saja?!Aku sedang gelisah sekarang!" tindas Lucas.
"Maaf sir."
selang beberapa waktu kemudian, dokter pun keluar dari ruangan, dan menghampiri Lucas yang kini sedang gelisah memikirkan bagaimana keadaan Grace.
"Bagaimana dengan keadaannya, apa dia baik-baik saja?" bisa di lihat dari raut wajah tampan pria itu, jika dia benar-benar takut jika terjadi sesuatu kepada gadisnya.
"Maaf sir, sebaiknya anda tidak boleh membiarkan Nona kelelahan. karena dia sekarang sedang hamil." ujar si dokter.
"A-apa?!" Lucas seakan tak percaya dengan ucapan dokter yang mengatakan jika Grace sedang hamil. ya Grace hamil anaknya, darah dagingnya.
"Berapa bulan?" tanya Lucas antusias.
"Arthur, apa aku tidak salah dengar?" Lucas kembali meyakinkan dirinya bahwa semua ini benar-benar nyata.dengan bertanya dengan Arthur, Lucas mengulas senyuman yang terlihat begitu bahagia. "Apakah Grace benar-benar telah hamil?" imbuhnya.
"Ya sir,, Grace memang sedang hamil." jawab Arthur.
"Apa aku boleh bertemu dengannya?" tanya Lucas antusias.
"Boleh sir, silahkan." jawab sang dokter, sembari melangkah untuk pergi.
Lucas yang kini terlihat bahagia, ia pun masuk kedalam ruangan untuk melihat kondisi Grace sekarang.
tetapi alangkah terkejutnya Lucas, melihat Grace yang sedang menangis meratapi nasibnya, Grace benar-benar dalam masalah besar. mungkin seluruh wanita di dunia ini memiliki anak adalah sebuah anugrah. tapi tidak untuk Grace. ia takut sungguh Grace tidak bisa menerima kebencian keluarganya dan menghadapi kemarahan dari ibunya.
bagaimana mungkin Grace bisa hamil?bahkan saat bercinta, Grace ingat betul Lucas selalu menggunakan pengaman.
Dengan berselingkuh bersama dengan Lucas, Grace tidak menyangka semua ini akan terjadi.
"My Angel.." lirih Lucas.
__ADS_1
Grace seakan tuli, dia bahkan tak menyahut jika Lucas telah memanggilnya beberapa kali. karena dia sibuk melamun memikirkan masa depannya bersama dengan anaknya.
bagaimana bisa Grace memiliki anak , sedangkan dia belum menikah. terlebih anak yang ia kandung Sekarang adalah darah daging Lucas. tentu Grace tak mau jika anak yang tak berdosa harus menanggung dosa-dosanya.
bagaimana jika kelak anaknya sudah dewasa bertanya siapa ayahnya?Apakah Grace harus menjawab jika ayah kandungnya adalah pamannya begitu?.
"My Angel.." lagi-lagi Lucas memanggilnya, namun Lucas yang tidak di Sahuti, kini melangkahkan kakinya menuju ranjang dan menyentuh tangan Grace sembari menatap wajah polos Grace dalam.
"Ini tidak benar Lucas." Grace menatap Lucas.kini sorot mata keduanya bertemu. "Dari awal hubungan ini memang sudah sangat salah." imbuhnya.
"Stttt.." Lucas menyentuh bibir Grace menggunakan telunjuk tangannya untuk diam. tapi Grace menepisnya.
"Masa depanku sudah hancur dengan mengandung.." ujar Grace datar. "Lucas apakah aku harus menggugurkan anak ini?"
"Kau tidak boleh mengatakan itu my Angel. bagaimana bisa kau akan membunuh anak yang tidak berdosa itu?Jika kau melakukannya, kau tidak lebih dan tidak kurang dariku dan seluruh anggota keluarga kita." jelas Lucas berusaha untuk meyakinkan. "Kau sama saja. sama-sama seorang psikopat yang tega membunuh anak yang ada di dalam kandunganmu bahkan sebelum dia lahir?!" tegas Lucas.
"Lalu?Apa aku harus membiarkan anakku tumbuh tanpa seorang ayah?Apa kau tidak memikirkan masa depannya? Bagaimana bisa aku melibatkan anakku dalam dosa yang sudah kulakukan dengan berselingkuh denganmu." ujar Grace. "Lalu bagaimana jika dia bertanya siapa ayahnya, kenapa ia di lahirkan tanpa seorang ayah, dan tidak pernah mendapatkan kebahagiaan berupa kasih sayang dari ayah dan ibunya?!" tindas Grace.
"Kenapa kau berfikir seperti itu? Tenanglah my Angel.. kurasa kau sedang terbawa suasana."
"Terbawa suasana katamu?" Grace tersenyum getir. "Baiklah.. Apa aku harus kembali ke los Angeles dan mengatakan kepada keluarga kita jika aku sedang hamil.karena terlibat one night stand bersama pria lain begitu?"
"Kau tidak perlu repot-repot melakukannya,"
"Apa maksudmu Lucas."
"Sebenarnya, akulah yang sudah merencanakan kehamilanmu dan membuatmu hamil anakku." jelas Lucas.
Deg..
"A-apa??!!"
"saat kita bercinta, aku memang mengunakan pengaman. tapi aku melubangi sedikit pengamanku, agar benihku masuk kedalam sehingga membuatmu hamil."
bagaikan glegar petir menyambar dirinya hingga mengenai tubuhnya lalu menusuk-nusuk urat nadinya.ucapan lucas, membuat hati Grace sakit setelah mendengar kebenaran yang selama ini Lucas sembunyikan darinya.
"K-kenapa kau melakukan ini padaku Lucas??!!!Aku begitu mencintaimu, aku menerimamu. tapi kau dengan sengaja melakukan semua ini padaku.!!!Kau benar-benar pria bajingan! kau brengsek Lucas!!!Pergi!! Pergi dari sini sekarang juga!!!Aku membencimu!! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi, kau dengar itu brengsek!!!"
"Cukup Grace!! Berhenti berbicara omong kosong!dan berhenti mengumpatku dengan ucapan kotormu!" tindas Lucas. "Aku melakukan ini semua karena aku mencintaimu!!Aku tidak bisa kehilanganmu.aku ingin membuatmu terikat denganku karena itu aku mengambil jalan buntu dengan membuatmu hamil."
Grace terdiam. ia tak bisa berkata-kata.
__ADS_1
"Kemasi barang-barangmu sekarang juga. kita akan pulang besok dan mengatakan kepada keluarga kita jika kau hamil anakku,lalu kita akan melangsungkan pernikahan di sana!." setelah mengatakan sedemikian rupa, Lucas pergi dari ruangan sembari membanting pintu dengan kasar hingga membuat Grace kembali termenung.
Bersambung~