
rose masih terdiam, mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Marcus.
"Hatiku sakit, aku sangat hancur. karena kau mencintai pria lain." rose dapat melihat dari balik mata Marcus jika dia berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya. "Aku memilih untuk mengorbankan perasaan ku sendiri agar kau bahagia bersama dengan pria yang kau cintai." sambung Marcus.
"Bahkan aku selalu meminta kepada Lucas untuk tidak menyakiti hati siapapun. karena dalam hal ini, yang pantas untuk di salahkan adalah Lucas. karena dia sudah melibatkan kedua saudara dalam masalah besar." jelas Marcus. "Karena itu aku di sini untukmu rose.."
Rose terdiam seribu bahasa, hatinya bimbang. walaupun sejujurnya ia masih mencintai Lucas, tetapi rose merasakan sesuatu yang berbeda setelah mengetahui ucapan yang keluar dari mulut Marcus.
"Jadi, maukah kau bercerai dengannya dan menikah denganku?" tanya Marcus.
Rose menarik kedua tangannya agar terlepas dari genggaman tangan Marcus. "Aku butuh waktu.." lirih rose.
*
*
*
2 Minggu setelahnya~
Rose meringkuk di sudut ruangan, sembari menyandarkan kepalanya di sisi kanan samping jendela, menatap sekeliling kota dengan pemandangan indah, walaupun awan tampak mendung. seakan hujan akan segera turun.
hati rose sangat sakit, kepalanya berputar bak roda yang membuatnya pusing, perutnya mual. dia tak bisa mengatakan apa-apa. selain meratapi kesedihannya dengan nasib buruk yang menimpa dirinya.
Ya. sekarang rose telah hancur. dia benar-benar sudah bercerai dari Lucas. dan sekarang dia sedang mengandung anak Marcus.
Kenapa?Kenapa semua ini terjadi?.
walaupun di dalam hatinya, rose masih sangat mencintai Lucas, tapi dia tak mungkin bisa bersama lagi. sedangkan Lucas tidak pernah memiliki hati dan perasaan terhadapnya.
dan Marcus? hampir setiap hari dia datang, menemui Daniel dan Carrol. selalu menanyakan bagaimana kabarnya, apa yang sedang dia lakukan, dan apakah dia baik-baik saja. Rose tau. jika Marcus adalah pria baik. bahkan Marcus sangat mencintainya tanpa syarat. apakah rose harus mengorbankan perasaannya kepada Lucas, dan memberikan kesempatan untuk Marcus, menerima Marcus, lalu mengatakan bahwa dirinya telah hamil anaknya begitu.
Rose meneteskan air matanya, memikirkan nasibnya yang sangat malang, memiliki suami yang teramat dia cintai, tetapi suaminya telah berselingkuh dengan adiknya. bahkan setelah dia mengetahui kebenaran tersebut, dia harus mendapatkan masalah dengan terjebak one night stand bersama pria lain, dan gilanya sekarang dia telah mengandung anak dari pria itu.
betapa gilanya..
Ketukan pintu terus menerus datang, menganggu dirinya yang kini tengah Meratapi nasibnya yang menyedihkan.
__ADS_1
Rose pun berjalan menuju pintu untuk membuka dan melihat siapakah orang yang sedang mengetuk pintu.
"Ada apa mom." ujar Rose.
"Ada kabar buruk Rose." carrol menangis dengan Isak tangis yang pilu, di peluknya tubuh rose dalam-dalam. dengan sesegukan tangis yang menyayat.
Rose yang khawatir mencoba bertanya kepada Carrol. apa yang sudah terjadi, dan mengapa dia sampai menangis.
"Ada apa mom? Kenapa kau menangis?!"
"Kara..."
"Ada apa dengan mom kara?"
"Dia..."
rose menyentuh kedua bahu Carrol,
"Mom katakan, jangan berbelit-belit! Kenapa?Ada apa dengan mom kara? apakah terjadi sesuatu padanya?!" tanya rose dengan nada bicara khawatir dan raut wajah kegelisahan yang khas.
"Kara... !Dia sekarang dia berada di rumah sakit. " jelas Carrol.
"K-kenapa mom kara ada di rumah sakit?"
"Seseorang telah menembaknya, hingga membuat kara kehilangan banyak darah, dan sekarang. dia di larikan ke rumah sakit."
"Lalu? Bagaimana dengan kondisi mom kara?"
"Dia kritis. aku tak tau, apakah dia bisa selamat atau tidak." carrol kembali memeluk rose erat, menangis sejadi-jadinya.
tentu kabar tentang tertembaknya kara, hingga membuat kara dalam kondisi kritis akibat luka tembak yang mengenai punggung hingga menembus perutnya membuat Carrol shock. pasalnya Carrol sudah menganggap kara sebagai sahabat sekaligus kakaknya sendiri. terlebih status kara adalah kakak iparnya karena kara adalah istri dari bara yakni kakak kandung dari Daniel sendiri. tentu membuat Carrol dan Daniel terkejut sekaligus terpukul karena berita tersebut.
Rose menggepalkan kedua tangannya, mulutnya terkatup rapat, dengan gigi yang menggertak hebat, matanya memancarkan aura menyeramkan. seolah tersulit emosi yang membuat rose tak dapat mengendalikannya.
"kau tak perlu khawatir mom! aku akan mencari tau, siapakah orang yang telah berani mengusik ketenangan keluarga kita." tegas rose.
*
__ADS_1
*
*
Berlin~
#Valent.Hospital.
Bara yang tak bisa menahan diri untuk mengetahui bagaimana keadaan istrinya, dia pun berusaha untuk menerobos ruangan operasi.
ya. kara sedang menjalani operasi pengangkatan peluru yang bersarang di dalam tubuhnya.
bara sangatlah takut. dia tak bisa membayangkan bagaimana dia bisa hidup tanpa istrinya dan menjalani kehidupannya seorang diri tanpa adanya kara di sisinya.
bara selalu berdoa kepada Tuhan, bahwa dia tak bisa hidup tanpa kara, jika tuhan mengambil nyawa salah satu dari dia dan kara, bara lebih memilih di ambil nyawanya terlebih dulu sebelum tuhan mengambil nyawa kara. tentu dengan sukarela bara memberikan nyawanya.
bara tak kuasa menahan air matanya, saat dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana kara berlumuran darah.dengan mulut yang mengeluarkan banyak darah segar. hingga membuat bara khawatir sekaligus takut setengah mati, dan segera membawa kara ke rumah sakit.
Ken dan Sam menepuk bahu bara, mencoba memberikan semangat. bara yang gelisah tengah menunggu kabar dari dokter. bagaimana keadaan istrinya. apakah dia baik-baik saja, dan bagaimana dengan operasinya. semoga saja semua berjalan dengan lancar. dengan keselamatan kara.
sedangkan Sarah yang menangis, di dampingi oleh cloe, Ashley, dan Shasha. Justin, David pun tak kuasa membendung rasa simpati terhadap sahabatnya itu. dengan raut wajah sedih mereka ikut menemani bara yang kini tengah mendapati kemalangan.
bara yang tidak sabar, dan merasa sangat khawatir, dia pun berdiri, melangkah sampai pada akhirnya berhenti di depan pintu ruang operasi, menggedor-gedor pintu dengan keras .
"Aku tidak mau tau!Kalian semua harus menyelamatkan istriku!!" teriak bara."Jika tidak!Maka nyawa kalian sendirilah yang akan menjadi taruhannya!Kalian dengar?!!!" tegas bara.
David dan Justin pun segera menyentuh bahu dan tangan bara, agar bara dapat mengendalikan dirinya.
"Bodoh!!!" umpat bara. "Pengawal!!!" teriaknya.
para anak buahnya pun segera berbaris dengan pandangan mata tertunduk, karena takut dengan kemarahan bara.
"Sam! Cepat cari tau,siapa orang yang sudah berani mengusik ketenangan dari keluargaku!!Cari dia sampai dapat!! Jangan bunuh dia, tapi siksa dia hingga dia menjerit dan memohon untuk mati!!!" titahnya "Dan kalian semua!" teriak bara kepada para pengawalnya "Ikut Sam, ku beri kalian waktu 24 jam untuk mencari tahu, jika kalian tak bisa menemukan sebuah informasi dalam batas waktu yang di tentukan, maka kalian semua yang akan mati!!" tindas bara.
Sam dan para pengawal yang lainnya pun bergegas pergi untuk mencari tahu siapakah orang yang telah membuat kara sekarat di dalam rumah sakit.
tentu itu membuat bara naik pitam. amarahnya meletup letup dan tak bisa menahan diri jika menyangkut istrinya. terlebih sekarang kara tengah berjuang di ruang operasi. antara hidup dan mati.
__ADS_1
Bersambung