My Posesif Desire

My Posesif Desire
matchmaking


__ADS_3

Carrol Daniel dan rose pun ikut datang, memeluk kara dan bara secara bergantian.


"apa kabar?" tanya Carrol.


"Baik." kara dan bara tersenyum.


"Rose kau semakin gemuk saja." ujar Ashley


"Ya, kau terlihat seperti sedang hamil." imbuh Shasha.


rose tak menjawab dan hanya mengulas senyum getir.


"Apa salahnya dia hamil, lagipula dia sudah menikah kan?" cloe menimpali.


"Dia tidak sedang hamil." kata Carrol tegas. "Bagaimana dia bisa hamil sedangkan suaminya tak pernah pulang dan hanya sibuk mengurus bisnisnya yang berada di las Vegas bersama dengan adik iparnya."


semua orang terdiam. termasuk Daniel.


kara mengerutkan keningnya. "Kenapa kau mengatakan itu?apa semuanya baik-baik saja?"


"Ya mom. semuanya baik-baik saja."


kara pun tersenyum manis dengan menatap pintu, melihat siapa yang datang...


*


*


*


"Kalian juga datang.." kara menghampirinya Jake dan Maria, lalu menggendong baby Corry, menciuminya, menggelitik lehernya menggunakan hidung, dan si menggemaskan Corry pun tertawa terbahak-bahak. membuat semua orang yang di sana ikut tertawa gemas.


"Kara berikan padaku aku ingin menggendongnya." cloe langsung mengambil Corry dari kara, menciuminya gemas, dan sesekali mencubit pipi cuby baby Corry. cloe pun sangat bahagia.


"Kau sangat bahagia sekali, apa kau mau buat anak perempuan sayang?" lirih Ken.


"Dasar tua Bangka, jika aku masih muda, aku pasti sudah mau membuat bayi seperti Corry lima, tapi kau?Cih! kau bahkan tak bisa membuat anak perempuan, buktinya kita hanya punya anak 2 pria, Marcus dan Chris."


Ken hanya menggerutu, David, Justin dan Sam pun tersenyum geli mendengar mulut pedas cloe.


Ashley, Shasha, dan Sarah ikut menciumi babby Corry satu persatu, sedangkan Connor hanya diam, oh hei bocah itu sangat acuh bahkan tak menunjukkan ekspresi sama sekali. Sama persis seperti Jake saat kecil.


"Maria, berikan Connor padaku." sahut Shasha.


namun saat Shasha baru mengangkat Connor di gendongannya, Shasha malah di ludahi oleh Connor yang membiarkan air liurnya mengenai wajah Shasha saat Shasha hendak mencium si tenang dan dingin Connor.


cloe dan Ashley pun tertawa terbahak-bahak.


"Rasakan kau Shasha." ejek Ashley.


"Maria apa kabarmu?" tanya kara dan bara.

__ADS_1


"baik, bagaimana kabar kalian?" ujar Maria sembari menyentuh tangan kara lembut "Apa mom sudah pulih total?"


"Yah syukurlah, untunglah aku punya para putra yang bisa melindungi keluarga kita dengan baik. karena itu aku masih bisa hidup, kembali bernafas, dan selamat dari kematian." jelas kara.


"Ah kalian bahkan melupakan kami." gerutu Mark yang baru datang bersama yang lainnya, Jay, Victor, Marcus, William dan Seth.


Marcus pun melirik rose, sesekali mereka saling berpandangan. hingga membuat keduanya salah tingkah.


kara memeluk Mark dan Jay, seakan menyalurkan rindu yang besar, "mom merindukan kalian."


"Kami juga sangat rindu mom." kata Mark.


"Apa mom sudah baikan?mom benar-benar telah sembuh?" tanya Jay memastikan, kini nada bicaranya terdengar lembut dan tulus.


yah seperti itulah, anak-anak kara dan bara, walaupun terlihat acuh, kasar, menakutkan, namun memiliki Sisi lembut yang tak dapat di jelaskan. mereka akan menunjukkan kepedulian kepada keluarga saja. selain itu mereka tak peduli apapun lagi. yang terpenting bagi mereka adalah selalu bersama, saling membantu, dan menjaga satu sama lain.


"Aku sangat bahagia. terimakasih tuhan, kau telah memberiku kebahagiaan dengan memiliki anak-anak yang luar biasa, walaupun nilai minus nya adalah penjahat wanita seperti Daddy nya dulu." ujar kara. sembari terkekeh singkat.


Bara mengerutkan keningnya , dan berdecak sebal "Ck. kenapa aku?" kata bara tak terima.


"Victor kemana Davis?kau tak mengajak adikmu sekalian?" teriak Ashley.


"Dia sudah dewasa, Biarkan dia datang sendiri. lagipula dia punya mobil. kenapa kau menyuruhku?" kata Victor.


"Sialan kau Victor!Dia itu adikmu, bersikap baiklah padanya. sesekali kau belajarlah pada adikmu tata cara menjadi anak yang baik." gerutu Ashley.


"Kalau kau meminta Victor belajar tata cara menjadi anak yang baik, setidaknya berkacalah!! Bahkan dirimu tak bisa di sebut sebagai istri yang baik.Cih...!" bela David.


"Kurang ajar kau David!!" teriak Ashley.


"Tiba-tiba saja dia tidur. perasaan tadi masih berceloteh." shasha ikut menimpali.


"Dulu Sera juga sama menggemaskannya seperti Corry, tapi bedanya Sera hanya sedikit pemarah. sedangkan Corry lucu. yakan Justin?" kata Shasha.


Justin tak menyahut.


"Justin!!" teriak Shasha.


"Ya. ya sayang?" justin berteriak.


"dasar tuli." gerutu Shasha.


"Shasha berikan Connor padaku." kini giliran Carrol yang menggendong Connor. dan Daniel ikut menciumi Connor karena bagi Daniel. Connor itu seperti Jake saat kecil terlihat tenang namun menakutkan.


"Ah membosankan sekali." gerutu William.


"Kau benar, aku sangat muak." kata Seth.


"Kau muak Seth????" Sam pun menghampiri putra semata wayangnya itu lalu memukul kepalanya. "Kau bahkan tak memeluk dad dan mom?"


"Ya karena sejujurnya aku tak merindukan Kalian." celetuk Sam. membuat Sarah sedih.

__ADS_1


"Kau tak merindukan mom?"


"B-bukan begitu mom.. aku hanya bercanda." sath pun memeluk Sarah penuh kasih sayang. "Bahkan aku membelikan mom ini."


Sarah mengambil kotak kecil yang Seth berikan padanya, ia pun langsung membuka kotak tersebut dan tersenyum.


"Cincin?" lirih Sarah.


"hm." Seth mengangguk. "Mom suka?"


"Sangat. terimakasih.." ujar Sarah. Seth pun memakaikan cincin tersebut di tangan Sarah. membuat Sarah tersenyum bahagia.


"Drama keluarga bahagia." gerutu William.


Seth dan sam melirik William geram.


"Kenapa Lucas tak datang juga?" kini Jake angkat bicara.


Maria menoleh, menatap suaminya. "Mungkin dalam perjalanan." lirihnya.


"selamat datang Mr dan Mrs, Valerie..." kata kara seraya memeluk keduanya singkat.


"Mr. Philips Valerie dan Mrs Diana Valerie silahkan duduk." ujar Sarah.


"Terimakasih Mr dan Mrs Valentino." ujar Mrs Diana sembari tersenyum ramah.


"Dimana Putramu?" tanya kara.


"Elijah? itu dia.." Diana menunjuk putra satu-satunya itu dengan bangga. dan berniat baik untuk menjodohkan Grace dengan Elijah.


"Selamat datang Elijah, silahkan duduk." kara mempersilahkan Elijah duduk sembari tersenyum sekilas.


"omong-omong dimana Grace?" tanya Mr Philips.


"sebentar lagi mungkin akan segera sampai." ujar kara.


Jay pun mendekati Jake seakan membisikkan sesuatu.


"Mom berniat menjodohkan Grace dan pria itu?" kata Jay.


Jake diam.


"Ini merupakan sebuah masalah besar. Lucas pasti akan marah." imbuh Jay.


Jake hanya bisa diam, namun rahangnya menegang. ia tidak habis pikir dengan jalan fikiran kara, karena akan menjodohkan Grace dengan pria lain. sedangkan kepulangan Grace bersama Lucas, mungkin membuat mereka berdua akan meresmikan hubungan mereka Dengan pernikahan. namun mengapa keadaan menjadi seperti ini


bahkan kara yang memperkeruh suasana di Mension.


perjodohan?


entah bagaimana ekspresi Lucas saat mengetahui jika kara sendiri yang akan menjodohkan Grace dengan pria lain.

__ADS_1


"Ah mereka sudah sampai." kata cloe.


bersambung~


__ADS_2