
Salah dari seorang pria berbaju hitam telah berhasil memasuki kamar Grace, pria itu mengendap2 bak pencuri,, dengan membawa pistol, dia berjalan berhati-hati seakan tak ingin keberadaannya di ketahui oleh Grace.
pria itu dengan sigap mencari keberadaan Grace, dengan pistol yang masih menodong, pria itu memasuki walk in closet, matanya menatap jeli kesana kemari, namun tak menemukan keberadaan Grace,
pria itu kembali mencari, dan ia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi, perlahan namun pasti, pria itu masuk ke dalam kamar mandi dengan membuka pintu kasar, lagi-lagi pria itu tak juga menemukan keberadaan Grace.
pada saat pria itu lengah, Grace memukul kepala pria itu, hingga pria itu terjatuh, lalu Grace, menenggelamkan kepala pria itu kedalam closet , pria itupun tak bisa bernafas, dan meninggal.
setelah itu, Grace mengambil senjatanya, memakai pakaian lalu menuruni Anak tangga demi anak tangga secara perlahan-lahan, dan kembali bersembunyi, saat melihat salah dari seorang pria yang ikut serta dalam pembantaian dalam mansion hingga membuat para pengawalnya tewas.
tentu Grace tak akan diam saja, ia akan menuntut balas akan hal itu, sebagai seorang Agen Rahasia ia tentu menguasai beberapa senjata, dan keahlian bela diri yang luar biasa. Karena itu, Grace sedang menyusun rencana, untuk membantai satu persatu dari segerombolan pria2 gila penyusup yang sudah berani berurusan dengannya.
Grace bersembunyi di balik etalase penyimpanan kaca, sepertinya pria-pria itu sangat bodoh, sehingga tak melihat keberadaannya, pria itu menuju kamar dan Grace pun mengikutinya, pria itu sempat merasa jika dirinya sedang di ikut, namun Grace berhasil bersembunyi saat dia hampir saja ketahuan.
tanpa berbasa-basi dan berlama-lama, Grace menendang pria itu kasar, pria itu pun tersungkur dan menabrak meja nakas, kebisingan tersebut terdengar oleh rekan-rekannya, hingga memancing mereka semua menuju ruangan tersebut, Grace pun menembak kepala pria itu ,lalu dia melarikan diri melalui jendela, pada saat pria-pria itu telah sampai kedalaman ruangan, Grace melarikan diri. dia pun berhasil selamat.
Grace mengendarai mobil bak pembalap, berliak liuk di jalanan kota, dengan kecepatan tinggi di luar batas, mobil Grace telah di kejar oleh pria-pria itu, Karena itulah Grace mengendarai mobil dengan membabi buta. tanpa mempedulikan keselamatannya.
aksi kejar-kejaran pun di mulai, Grace menambah laju kecepatannya karena para keparat itu terus menerus menabrak mobilnya, bahkan Grace hampir kehilangan kendali, Grace membanting stir ke kanan, berusaha untuk menghindari serangan demi serangan para keparat itu.
hingga pada saat Grace terdesak Karena dirinya hampir di kepung karena penyusup itu sudah berada di sisi kanan dan Sisi kiri mobilnya, dengan kecerdikannya, Grace berhasil menghindar saat para pria itu menabrakkan mobil-mobil nya pada mobil Grace, membuat Grace kehilangan keseimbangan lalu tewas.
tentu tak akan semudah itu membunuh seorang klan Valentino, Grace menambahkan laju kecepatannya, justru mobil para keparat itu saling bertabrakan dan meledak di tengah jalanan kota las Vegas yang padat.
kali ini Grace Lolos, entah mengapa akhir-akhir ini banyak sekali ancaman yang hampir membuat nyawanya melayang, untunglah Grace mampu menghindari serangan-serangan yang mulai berdatangan. mungkin saja tuhan sedang berbaik hati padanya, karena sudah menolongnya, tidak tau esok ia masih hidup atau tidak.
Grace pun menginjak pedal gas, mengitari kota las Vegas yang indah, dan pada akhirnya ia berhenti di apartemen megah milik Stella. tentu saja Stella yang masih mau menampung dirinya dalam situasi genting seperti ini.
tok...
tok..
Stella membuka pintu,
__ADS_1
gadis itu sempat terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Grace, yang datang menggunakan tanktop hijau dengan jaket kulit di letakkan di area bahu, memakai celana hitam panjang, dengan penampilan sederhana seperti itu Grace masih sangat cantik, walaupun rambutnya acak-acakan.
"Grace kau??Dari mana saja??" tanya Stella, setelah mempersilahkan Grace duduk dan menyodorkan gelas minum untuk sahabatnya itu.
"Sial, mereka sudah menyusup mansion, membantai habis seluruh pengawal, dan sekarang aku tidak punya tempat untuk menampung, karena mansion sudah tak aman, mereka sudah berhasil mengetahui keberadaan ku." gerutu Grace setelah meneguk minuman tersebut hingga sedikit tumpah membasahi lehernya yang bersih.
"Mereka membantai para pengawalmu?"
"Hm.. untunglah aku berhasil selamat, walaupun mobilku sedikit mengalami kerusakan akibat aksi kejar-kejaran tadi." jelas Grace.
"Syukurlah kau baik-baik saja, apa kau terluka??oh God Dahimu terluka.." tanya Stella, kini wajahnya terlihat gelisah, mengkhawatirkan Grace.
"Aku baik-baik saja."
"Bagaimana bisa kau mengatakan kau baik-baik saja, jika kau terluka bahkan mengeluarkan darah seperti ini." Stella mengambil kotak obat, menyeka darah kecil yang menghiasi luka tersebut, mengobati Luka kecil Grace,
karena saat dirinya membanting stir, mobilnya sempat tak bisa di kendalikan, membukat kepala Grace terkena stir mobil. untunglah Grace baik-baik saja, dan kembali mengendarai mobil sebelum para pria itu menghabisi nyawanya.
"Sudahlah Stella, kau tidak perlu berlebihan seperti itu, lagipula hal semacam ini sudah biasa terjadi." jelas Grace.
"apa? Sudah biasa? Berarti banyak orang yang mengincarmu?"
"Ya, mereka ingin menghabisiku, entah apa yang mereka dapatkan dengan membunuhku. bukankah itu sangat bodoh?"
"Tapi kenapa mereka ingin menghabisimu Grace?Apa kau punya musuh?" tanya Stella.
"Awalnya tidak, tapi sekarang iya."
"Siapa?"
"Kau sudah tau siapa orangnya."
"James?"
__ADS_1
"Mungkin."
"Tidak mungkin James melakukan itu, walaupun dia adalah musuhmu sekarang, tapi James tidak mungkin melupakan mu begitu mudah, setelah apa yang kalian berdua lakukan selama menjalin hubungan bersama, walaupun James memiliki dendam denganmu , karena kau sudah membunuh Broke dan mengambil clip itu, tapi James pasti masih mencintaimu." jelas Stella.
"Darimana kau tau dia masih mencintaiku? Jangan berbicara Omong kosong seperti itu Stella." Grace memutar matanya jengah.
"Aku bisa merasakannya."
Grace tersenyum kecut,
"Omong kosong.. kau bercanda atau apa? Tidak ada musuh yang jatuh cinta pada musuhnya sendiri."
"suatu hari nanti, mungkin salah satu dari klan Valentino akan merasakan cinta dengan musuhnya."
"Sudahlah, hentikan topik pembicaraan seperti ini Stella, aku sudah muak mendengar nama pria itu."
"Grace,, apa kau sudah tak mencintai James lagi?"
tiba-tiba tubuh Grace menegang, setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Stella.
"Aku tidak pernah mencintainya Stella, dulu aku hanya tertarik dengannya, karena dia terus mengejarku dan bersikap baik padaku,, Walaupun ia adalah seorang penipu." tindas Grace.
Stella diam seribu bahasa.
"Dia adalah penipu besar," imbuh Grace.
Setelah mengobati lika Grace, Stella mengembalikan kotak obat tersebut ke tempat semula.
Stella hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. dan melihat bagaimana Grace memperlihatkan wajah dan tatapan penuh amarah terhadap James. bahkan hanya dengan menyebut nama, Grace tak suka mendengarkan hal-hal yang menyangkut tentang musuhnya.
Grace curiga, James lah yang sudah menyuruh anak buahnya untuk menghabisi para pengawal dan pembantunya. lalu meminta anak buahnya untuk membunuhnya, setelah itu menyebarkan kematiannya untuk membuat keluarganya hancur.
dasar bodoh!
__ADS_1
Grace bukanlah wanita lemah yang mudah menyerah. dia adalah wanita pemberani yang memiliki jiwa pemimpin. Grace sangatlah cerdik dalam mengembalikan keadaan, yah mungkin dirinya sudah menjadi incaran untuk di bunuh, tapi ia mampu mengembalikan keadaan untuk membunuh satu persatu dari sekian banyak orang yang ingin membunuhnya. itulah salah satu kehebatan dari Grace sendiri.
Bersambung~