My Posesif Desire

My Posesif Desire
Rose & Marcus


__ADS_3

"FU*K!! aku tidak mengatakan omong kosong!Aku mengatakan kebenaran bagaimana aku mencintai Grace hingga nyaris gila. bahkan aku yakin jika hatiku telah jatuh di bawah telapak kaki Grace." tegas Lucas.


"Kau dengar sekarang?!!Kau senang Sekarang??!!!Kau telah merebut suamiku!!Dasar wanita murahan tak tau diri!! Mulai sekarang aku bukanlah kakakmu!!" setelah mengatakan sedemikian rupa rose bergegas pergi dari sana.


sebelum rose benar-benar keluar dari kamar.lucas pun mengatakan hal yang membuat rose meneteskan air mata begitu deras, dengan sakit hati yang teramat. hingga membuatnya sesak dan tak mampu untuk mengatakan sepatah katapun. "Akan ku urus surat perpisahan kita besok!Mulai sekarang kau tak lagi berstatus sebagai istriku, aku sudah membebaskan mu. dan terimakasih sudah datang kemari dan melihat kebenaran yang telah lama tak kau ketahui. dengan ini aku tak perlu repot-repot mengatakannya bukan?" ujar Lucas dengan seringai licik yang khas.


Sedangkan Grace yang malang hanya bisa menangis di dalam dekapan Lucas.


"Sttt berhenti menangis my Angel, semuanya akan baik-baik saja, setelah ini kita bisa hidup bahagia dan menjadi keluarga yang sempurna." ujar Lucas dengan mencium pucuk kepala Grace lembut.


*


*


kini Rose, Carrol dan Daniel telah pergi ke negara asalnya , Dimana kota las Vegas Sudah memberikan rasa sakit yang dalam dan tak kan pernah bisa terlupakan oleh Rose.


los Angeles adalah kotanya, tempat tinggalnya, kota asalnya, dimana banyak sekali kenangan indah yang tersimpan di mansion ini.


ya mansion ini adalah tempat tinggal Grace dan rose saat masih berkumpul bersama Daniel dan Carrol. dimana hanya ada kebahagiaan, kasih sayang, cinta, ketulusan, dengan saling melindungi satu sama lain. dan sekarang... bukan kasih sayang ataupun cinta, melainkan hanya kebencian dan duri tajam yang tertancap sempurna, menusuk nusuk dada hingga tak tersisa.


Rose yang sudah lelah mengunci dirinya di dalam kamar, dengan kesedihan, Isak tangis dan rasa sakit hati yang membuatnya hampir tak bisa bernafas lega, kini memutuskan untuk pergi, dengan menuruni tangga, dan berjalan tanpa memperdulikan Daniel dan Carrol yang terduduk sembari memandanginya dari bawah.


Walaupun rose terlihat biasa saja,namun hatinya merasakannya. Ya, rose merasakan cinta yang tak terbalas dengan begitu menyakitkannya, membuat rose bersumpah untuk tidak mencintai pria lebih dulu. rose hanya akan menerima cinta dari seseorang yang lebih dulu mencintainya. dengan itu, rose dapat belajar bagaimana mencintai seseorang yang tidak dia cintai. tetapi merasakan cinta dari orang yang mencintainya.


Lebih baik di cintai dari pada mencintai terlebih dulu bukan?


Carrol pun berdiri, "Kau mau kemana malam-malam begini honey?" tanya Carrol kepada rose.


Tanpa mengalihkan pandangannya dengan santainya rose menjawab. "Ke club." singkat Rose.


"Club?Apa yang kau lakukan disana? banyak bahaya di luar sana honey, lebih baik kau Duduk bersama kami."


"Hanya bersenang-senang. Lagipula kalian tak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri."


setelah mengatakannya, rose pun bergegas pergi keluar dari pintu, mengendarai motor bak pembalap dengan penampilannya yang modis. rose memakai jaket kulit, di padukan dengan celana hitam yang melekat sempurna pada kaki jenjangnya yang indah. serta rambut yang ia biarkan tergerai Tentu membuat rose terlihat begitu menawan.


Rose menarik gas kuat, cepat dan lihai. berliak liuk di jalanan kota los Angeles yang sepi. namun banyak yang berkunjung ke club dan menjadikan club sebagai tempat untuk bersenang-senang, bermain, dan tempat untuk melupakan segala sesuatu masalah menyangkut hidup seseorang.

__ADS_1


sesampainya di club, semua orang di sana hanya melihat Rose dengan tatapan berbeda, berbisik-bisik seolah rose adalah wanita yang tidak baik. pasalnya rose selalu di kenal oleh semua orang dengan sosoknya yang lembut, hangat, baik dan menyenangkan. tetapi dengan penampilan serta prilakunya di dalam club tentu membuat semua orang di sana bertanya-tanya dengan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Lucas.


oh hei siapa yang tidak mengenal Lucas!Klan Valentino? Banyak para wartawan ingin mengetahui tentang keluarga Valentino yang sangat misterius. tapi tak ada satupun dari mereka yang dapat mengetahuinya. karena bukan hanya para polisi, bahkan para penjabat yang memiliki kedudukan penting pun tak mau ikut campur jika berurusan dengan klan Valentino.


dan sekarang,dengan adalah rose di dalam sana, membuat semua orang khususnya wartawan pasti akan memburu rose dengan adanya dia di dalam club tersebut. sudah pasti pula namanya akan menjadi trending topik di seluruh dunia.


"Bajingan kau!!Berani sekali kau mengkhianatiku!!" racau rose, sembari meminum wine dengan kasar.


"FU*K!!Aku tak menyangka jika aku adalah wanita yang To*ol!! Bodoh!!!" imbuh rose.


Rose yang tak peduli hanya bisa terus-terusan meneguk wine tanpa henti, hingga pada saat dirinya sudah mabuk berat dan meracau seenak jidat, tiba tiba ada yang menepuk bahu rose dan dengan lancangnya berani duduk di sampingnya, di depan meja bartender.


"Kau terlihat kacau." ujar pria itu.


membuat rose mengerutkan keningnya dengan hadirnya orang tak di kenal yang berani duduk di sampingnya. bahkan berani berbicara padanya.


rose yang tadinya menyandarkan kepalanya di meja, kini mulai terbangun dan melihat siapakah orang tersebut.


"Ternyata kau Marcus." lirih rose. "Apa yang kau lakukan disini?"


"Aku hanya sedang berlibur dan bersenang-senang di kota ini. ternyata kau ada disini. sungguh kebetulan bukan?" ujar Marcus.


rose Hanya tersenyum sekilas.


"Omong-omong Kau sendirian?Dimana Lucas?" tanya Marcus.


"Jangan sebut namanya sekarang!!! Keparat dengan dia!! Brengsek itu benar-benar Bajingan." umpat rose, di angkatnya gelas wine tepat di depan bibirnya, lalu minumnya Dengan kasar.


"Kenapa?Ku perhatikan sedari tadi kau tampak kacau.Apa ada masalah?Kalau ada, katakan padaku apa masalahmu? mungkin aku dapat membantu menghilangkan sedikit beban yang kau rasakan." ujar Marcus.


"Tidak ada." singkat Rose.


"Oh hei, aku adalah pria yang dapat di percaya, jangan takut. aku tak akan mengatakannya pada siapapun, sungguh.."


"Damn!Sejak kapan kau menjadi pria yang banyak bicara? Bukankah selama ini kau hanya diam saja, dengan sikap sok dinginmu itu?" gerutu rose.


"Asal kau tahu, aku memang selalu bersikap dingin Kepada semua orang, namun tidak berlaku untukmu. entahlah__ rasanya aku selalu ingin melindungimu." lirih Marcus.

__ADS_1


Rose tertawa dengan tawa yang keras, seakan menertawakan ucapan Marcus yang terdengar omong kosong!.


"Kenapa kau malah tertawa?Aku mengatakan yang sebenarnya." ujar Marcus.


"Karena ucapanmu terdengar sama sekali sebuah lelucon Marcus." lagi-lagi rose tertawa.


Marcus mengulas senyum khasnya, "Lalu?Apa kau benar-benar tak ingin bercerita soal masalahmu, hingga membuatmu datang ke tempat seperti ini sendirian?"


"Aku ingin sendiri!! Bisakah kau meninggalkanku?!Aku tak berminat bercerita denganmu! Jadi jangan sok peduli kepadaku, hidupku maupun masalahku!" tegas rose.


"Kau galak sekali," Marcus terkekeh singkat. "Aku tau sekarang. apakah kau baru saja di khianati?"


"Bagaimana kau bisa tau?"


"Tentu saja aku tau, sedari tadi aku memperhatikanmu, kau meracau, mengumpat, dan aku mendengar jika kau mengatakan sedikit kata menyangkut 'Penghianatan'. apakah itu benar?" Marcus lagi-lagi bertanya, membuat rose kesal.


"Omong-omong, kau memang benar. aku memang sedang di khianati oleh seseorang." imbuh rose.


"Siapa yang sudah berani mengkhianati gadis cantik seperti dirimu hm? Katakan padaku,, ?"


Ataukah mungkin dia sudah mengetahui perselingkuhan Lucas dan Grace?(Batin Marcus).


lagi-lagi rose tertawa mendengar gombalan Marcus yang terdengar seperti buaya yang sedang mencari mangsa.


"Kenapa kau malah tertawa lagi?Oh hei setelah bertemu denganku mood mu bukankah berubah seketika?Kau tadi sangat marah dan sekarang tertawa. dan itu karena aku yang sudah membuatmu tertawa, jadi bagaimana jika kau meneraktirku besok?" ujar Marcus sembari mengedipkan sebelah matanya, dengan senyuman mautnya yang khas.


"Kau datang sendiri, mengangguku, lalu berbicara omong kosong yang tidak-tidak, bagaimana aku bisa tidak marah sekaligus tertawa secara bersamaan?" gerutu rose."Dan sekarang kau memintaku untuk meneraktirmu?Apa kau sudah jatuh miskin sekarang?"


Marcus berdecak "Kau di kenal memiliki sikap yang hangat, tapi dari tadi kau marah-marah.Lihat saja kau akan cepat tua karena kau terus marah."


"Hei Marcus. asal kau tau. aku hanya menunjukkan sikap hangat jika aku sedang tidak marah.bagaimana mungkin aku tidak marah jika kau terus mengangguku. terlebih mengingat masalahku. itu membuat kepalaku pusing."


"Baiklah-baiklah maafkan aku." lirih Marcus. "Kau tau?Kau itu terlihat lebih cantik jika sedang marah." Marcus tersenyum. kali ini nada bicara Marcus terdengar lirih seakan menyiratkan ketulusan.


rose hanya menatap mata Marcus, dengan menunjukkan senyuman manis.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2