My Posesif Desire

My Posesif Desire
Lie


__ADS_3

"Dasar tak tau Malu sekali kau itu, ini adalah kamarku Lucas. pergilah dan tidur di kamarmu saja."


"Tidak mau."


"Dasar kau Lucas. awas saja jika kau tidak pergi dari kamarku setelah aku selesai mandi. akan ku siram dengan air dingin." ujar Grace.


Lucas terkekeh geli.


"Lakukan saja kalau kau bisa."


Grace berdecak sebal, lalu memasuki kamar mandi dengan kesal.


*


*


*


Selang beberapa menit kemudian, setelah Grace membersihkan diri, dia dibuat sebal karena Lucas masih tidur di kamarnya dengan pulasnya.


"Lucas..!"


"Ya my Angel." ujar Lucas yang kini masih enggan membuka matanya.


"Kau belum bangun?"


"Aku sangat lelah my Angel, biarkan aku tidur sebentar lagi, oke?" imbuhnya.


"Tidak bisa." Grace menghampiri Lucas yang tertidur sembari memeluk guling, Grace melipat kedua tangannya, sembari menunjukkan raut wajah kesal."Cepat bangun Lucas, aku mau ganti pakaian."


Lucas berdecak sebal, dia terduduk dengan menyenderkan kepalanya di kepala ranjang. "kau mau aku melihatmu berganti pakaian begitu?"


"T-tidak! dasar kau Lucas, kau mesum sekali." gerutu Grace terbata-bata.


"Lalu? Kenapa kau menganggu tidurku my Angel?Kau memintaku untuk bangun karena kau akan berganti pakaian. secara tidak langsung, kau memintaku untuk melihat lekuk indah tubuhmu yang sedang berganti pakaian di depan mata kepalaku sendiri." ujar Lucas dengan menahan tawa, dia berusaha untuk memperlihatkan Ekspresi wajah datar. walaupun terkesan sulit. sungguh Grace begitu menggemaskan. di tambah raut wajahnya yang kini memerah menahan malu membuat Lucas ingin tertawa lepas.


"Tidak!M-maksudku bukan seperti itu." ujar Grace terbata-bata.


"Lalu?Apa maksudmu hm? Bukankah ada walk in closet di kamar ini?" ujar Lucas.


Ah pria itu memang pintar dalam menggoda gadis polos seperti Grace. lihatlah wajah Grace sekarang. wajahnya memerah menahan malu bak kepiting rebus yang sudah masak.


"A-aku hanya..."


sebelum Grace melanjutkan ucapannya, Lucas terlebih dulu membungkam bibir Grace dengan ciuman selamat pagi yang begitu romantis.

__ADS_1


di kecupnya bibir ranum tersebut secara halus, dengan sedikit hisapan,dan ******* hingga membuat tubuh Grace mendesir seketika. bahkan jika Lucas tak mendekap tubuhnya mungkin saja Grace akan terjatuh karena tak kuat menopang tubuhnya sendiri.ciuman tersebut seakan membuat grace lemas seketika.


"Morning Kiss " Lucas mengulas senyum nya yang paling menawan. lalu pergi meninggalkan Grace yang mematung akibat ulahnya.


mungkin sekarang hobi baru Lucas adalah menggoda Grace yang polos.


Pintu pun tertutup dengan sendirinya, Grace yang terkejut hanya bisa senyum-senyum sendiri karena tingkah konyol Lucas.


"Dasar pria mesumku." Grace terkekeh geli.


*


*


*


Daniel, Carrol dan rose yang melihat Lucas keluar dari kamar Grace pun bertanya-tanya.mereka adu pandang seakan ada yang tidak beres.


Carrol mendongakkan kepalanya,di atas dia melihat Lucas yang berjalan dari kamar Grace menuju kamarnya dengan tenangnya. tentu itu membuat Carrol curiga.


"Lucas."


"Ya mom?"


"Dari mana saja kau?Kenapa kau keluar dari kamar Grace dengan raut wajah bangun tidur seperti itu?" tanya Carrol menyelidik. "Bukankah semalam kau tidak pulang?Rose mengatakan jika kau ada urusan di luar." imbuhnya.


Rose hanya menatap Lucas dalam, sesungguhnya rose Curiga kepada Lucas dan Grace.


bagaimana rose tak Curiga. rose melihat dengan jelas kamar Grace begitu berantakan sekali, bagaimana bisa mansion seluas, semegah, dan seindah ini di masuki oleh tikus besar? Bukankah itu terdengar tak masuk akal?Di tambah lagi, rose melihat sendiri bagaimana Lucas dengan tenangnya berjalan dari kamar Grace. ataukah Lucas dan Grace sudah.....


rose berusaha menepis pikiran-pikiran kotornya kepada adiknya dan suaminya itu, walaupun kenyataan ini terlihat dengan jelas namun rose belum begitu yakin.


Tidak mungkin Grace mengkhianatiku..


Grace adalah adikku, sedangkan Lucas adalah kakak iparnya, tak mungkin mereka berdua melakukan hal semacam itu padaku. (Batin rose).


Rose menghela nafas panjang lalu membuangnya, berusaha untuk tidak berfikir macam-macam dan membuang fikiran buruknya kepada adik dan suaminya.


"Lucas! Kenapa kau diam?" imbuh Carrol.


"Lucas.. ini laptopku." ujar Grace tiba-tiba.


Lucas mengerutkan keningnya tak mengerti dengan sandiwara ini.sungguh itu semua membuat Lucas muak.


"Apa ini Grace?" tanya Carrol meminta penjelasan.

__ADS_1


Grace menurunkan pandangan matanya ke bawah, dia melihat Carrol, Daniel dan rose menatapnya. Ya tatapan mata itu adalah tatapan mata meminta penjelasan. Walaupun Grace gugup dan takut karena ini adalah pertama kalinya dia berbohong kepada kedua orang tuanya. Grace mencoba untuk menguatkan hati dan mengatakan bahwa "Mom. kau tidak jadi pergi bersama rose?" tanya Grace berbasa-basi.


"itu bukan pertanyaan mom, Grace! Katakan ada apa ini? Kenapa Lucas keluar dari kamarmu?" tanya Carrol.


"Oh, Lucas tadi akan meminjam laptopku. dia mengatakan jika laptopnya sedang di perbaiki. karena Arthur sudah ceroboh membuat laptop Lucas rusak." jelas Grace "Lucas hanya ingin meminjam laptop, karena dia ada pekerjaan dalam mengirim data penting." imbuh Grace.


"Benar begitu Lucas?" tanya Carrol memastikan.


"Ya mom.yang di katakan Grace menang benar." sambung Lucas.


"Sudahlah sayang, kau itu terlalu berlebihan sekali." Daniel yang tadinya diam kini angkat bicara. "Lagipula Lucas hanya ingin meminjam laptop saja, tidak lebih."


Carrol terdiam.


"Oh ya rose, bukankah kau tadi mengatakan jika kau akan berjalan-jalan bersama mom?" tanya Grace antusias.


"Awalnya memang begitu, tapi tidak ada mobil di sini." ujar rose.


"Tidak ada mobil?" Grace mengerutkan keningnya


"Lucas, kau bisa membeli mansion seluas ini, tapi kau tidak memiliki mobil disini?" tanya Grace yang memandang Lucas seakan remeh.


"Jangan menghina seperti itu. banyak mobil terparkir di bagasi, tinggal pilih kau mau pakai mobil yang mana." gerutu Lucas tak terima.


"Kalau begitu tunggu apa lagi,ayo kita pergi.." sahut Carrol.


"Mom bolehkah aku ikut?" tanya Grace.


"Tentu princess.." ujar Daniel lembut.


"Thanks dad." sambung Grace.


"Kalau begitu aku juga akan ikut," sahut Lucas.


Grace melirik Lucas sekilas.


"Kau ikut Lucas?" tanya rose antusias.


"Ya."


"Hari ini adalah hari special Kalian, tentu kalian harus terus bersama." ujar Carrol sembari tersenyum manis.


"Tentu mom." rose tersenyum lebar, kini raut wajahnya menunjukkan kebahagiaan yang begitu terlihat jelas.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo." ujar Daniel.

__ADS_1


mereka pun bergegas untuk berjalan-jalan menikmati keindahan kota las Vegas di bawah cahaya matahari. walaupun kota las Vegas lebih indah jika di pandang di malam hari.


Bersambung~


__ADS_2