
"Omong-omong Grace, kenapa kamarmu berantakan sekali?" tanya rose, yang dengan tidak sengaja melihat kamar Grace yang sangat amat berantakan.
jantung Grace berdegup kencang,tak tau harus menjawab apa. terlebih rose hendak memasuki kamarnya, tentu itu membuat Grace berkali-kali lipat takut, bagaimana jika rose melihat keberadaan Lucas yang kini sedang bersembunyi di belakang kepala ranjang.
Oh God!
Rose hendak melangkahkan kakinya, namun Grace mencoba untuk menghentikannya.
"Tadi malam ada tikus di dalam kamarku rose, sehingga membuatku tidak bisa tidur. bahkan tikus itu begitu besar sampai aku tidak bisa menangkapnya.tikus itu terus-terusan mempermainkan aku, hingga membuatku terus mengejar dan bodohnya aku tidak bisa menangkapnya."
"Begitukah?" Rose menatap Grace dengan sorot menyelidiki, Grace yang ketakutan, hanya bisa menahan diri agar tidak terlihat mencurigakan. bahkan sekarang tangan Grace gemetaran sampai mengeluarkan keringat dingin.
*
*
*
Saat rose hampir menginjakkan kakinya untuk memasuki kamar Grace, beruntunglah Carrol memanggilnya. membuat Grace yang tadi gelisah kini dapat menghembuskan nafasnya lega.
"Rose, kau disini?" ujar Carrol.
"Ya mom. memangnya ada apa?" jawab rose.
"Mom dari tadi mencari mu dimana-mana, ternyata kau disini?"
"Kenapa mom mencari ku?"
Carrol menepuk dahinya "Apa kau lupa? Hari ini adalah hari special untukmu dan Lucas."
"Memangnya ini hari apa mom."
"Astaga rose, kau melupakan hari jadi pernikahanmu? Hari ini adalah hari jadi pernikahan kalian yang ke satu tahun." jelas rose.
Rose pun teringat, jika hari ini adalah hari jadi pernikahannya bersama dengan Lucas yang ke satu tahun.
rose menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,
"Kau melupakannya?" ujar Carrol.
"A-aku tidak melupakannya mom, hanya saja aku ingin menguji Lucas, apakah dia ingat atau tidak jika hari ini adalah hari special kami." dusta rose.
"begitu?Lalu apa kau tidak jadi mengajak mom berbelanja dan berkeliling di Sini?" imbuh Carrol "Oh hei rose, kau tidak boleh melewatkan kota kelahiran mommy. jangan lupa jika las Vegas adalah tempat tinggal mom yang sebenarnya, walaupun mom sering meninggalkan las Vegas dan pergi ke los Angeles. bagi mom las Vegas selalu ada di hati mom. banyak kenangan disini, kenangan mom bersama dengan grand ma kalian dulu." sambung Carrol sembari membayangkan bagaimana dia menghabiskan masa-masa kecilnya sebelum kedua orang tuanya terbunuh dalam tragedi pembantaian Waktu dia dan Carren masih kecil.
waktu itu, saat terjadinya pembantaian di dalam mansionnya, Carrol dan Carren mendengar suara tembakan yang berasal dari kamar kedua orang tuanya, Carrol yang terkejut seakan ingin melihat apa yang sedang terjadi.
__ADS_1
namun salah satu pelayan menyuruh Carrol dan Carren bersembunyi, karena mereka dalam bahaya. untunglah di detik-detik terakhir pelayan hampir terbunuh, dia sudah menyembunyikan Carrol dan Carren di dalam ruang rahasia.
Carrol kecil begitu pintar, saat pembantu itu mengatakan jika ruang rahasia hanya bisa di buka olehnya dan Carren. karena ruangan itu telah di desain dalam bentuk kunci yang menggunakan wajah dari anggota keluarga saja. karena itu pelayanan tak dapat memasuki ruangan tersebut, hingga dengan terpaksa Carrol dan Carren pun terkunci di dalam ruangan rahasia tanpa pelayanan tersebut.
hal itu membuat Carrol kecil bersumpah untuk membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya , dan pelayan yang bertugas mengasuhnya dan saudara kembarnya yakni Carren.
sejak saat itu, Carrol & Carren mencari pamannya untuk di latih menjadi pembunuh bayaran, tetapi Carren menolak. dia lebih memilih menjadi gangster. karena itu pamannya mengajarkan Carren dan Carrol dalam ajaran yang berbeda sesuai dengan keinginan mereka.
Carrol yang di latih hingga dewasa untuk menjadi seorang pembunuh bayaran, sedangkan Carren di latih untuk menjadi seorang gangster yang memiliki kelincahan yang tidak ada tandingannya.
saat mereka sudah dewasa, Carrol dan Carren dapat mencari musuh-musuh dari kedua orang tuanya, lalu dengan mudah membunuh mereka semua sampai tak tersisa.pada saat-saat itulah dendam dari kedua orang tuanya terbalaskan. Carrol dan Carren memilih jalan hidup mereka masing-masing. Carrol yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran, sedangkan Carren sebagai gangster.
"Mom. kenapa kau diam?Apakah kau memikirkan sesuatu?" tanya Grace yang melihat mommy nya itu tiba-tiba menunjukkan raut wajah sedih seakan teringat masa lalunya.
Lamunan Carrol buyar seketika, kala mendengar suara lembut Grace yang terdengar indah.
"Tidak. mom hanya teringat masa-masa kecil mom dan Aunty kalian." ujar Carrol "Sudah2. Rose ayo kita pergi sekarang, dari tadi mom menunggumu".
"Baiklah mom." ujar rose pasrah.
"Kau mau ikut my princess?" tanya Carrol lembut kepada Grace.
"Tidak mom. aku sedang tidak ingin kemana-mana." tolak Grace lembut.
"Sampai jumpa Grace." imbuh rose.
Grace tersenyum sebagai jawaban.
Setelah kepergian Rose dan Carrol,Grace pun segera menutup pintu kamarnya kembali.
di letakkannya nampan tersebut, lalu memanggil Lucas yang kini bersembunyi di belakang kepala ranjang.
"Lucas."
"Sudah selesai sandiwaranya my Angel?" gerutu Lucas.
"Sudah."
"Kalau begitu aku akan kembali tidur." ujar Lucas sembari menguap lebar. "Mengantuk sekali." Lucas menidurkan dirinya di ranjang Grace membuat Grace berdecak sebal.
"Ck. Lucas bangun, kau itu pemalas sekali." gerutu Grace.
"Siapa bilang aku pemalas?" sahut Lucas tak terima.
"Aku yang mengatakannya."
__ADS_1
"Berani sekali kau mengataiku pemalas my Angel."
"Memang kau pemalas."
"Apa alasannya kau mengataiku pemalas."
"Buktinya jam segini kau masih tidur dan tidak bekerja. itu adalah ciri-ciri orang pemalas." jelas Grace.
"Tidak bisa seperti itu, apa kau lupa, Jika aku adalah bos nya?"
Grace mati Kutu setelah Lucas mengatakan hal yang memang benar juga.
"T-tapi kan kau tidak boleh seenaknya begitu, seharusnya kau harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawanmu." ujar Grace terbata-bata.
"Masa bodoh dengan para pekerja ku, aku Tidak peduli." ujar Lucas sembari memeluk guling dan hendak tidur kembali.
"Lucas kau itu benar-benar babi." gerutu Grace.
"Mana ada babi yang tampan sepertiku?"
"Cih!Percaya diri sekali kau Lucas."
Lucas tak menimpali.
"Lucas!"
Lucas masih tak menjawab.
"Kau mendengarku Lucas?!"
"Yes honey." lirih Lucas sembari tersenyum tipis.
"Dasar tak tau Malu sekali kau itu, ini adalah kamarku Lucas. pergilah dan tidur di kamarmu saja."
"Tidak mau."
"Dasar kau Lucas. awas saja jika kau tidak pergi dari kamarku setelah aku selesai mandi. akan ku siram dengan air dingin." ujar Grace.
Lucas terkekeh geli.
"Lakukan saja kalau kau bisa."
Grace berdecak sebal, lalu memasuki kamar mandi dengan kesal.
Bersambung~
__ADS_1