
sesampainya Lucas di mansion. ia pun memasuki kamar yang tak lain adalah kamar Grace, dengan mengunci kamar tersebut, Lucas melihat Grace yang sedang sibuk berkutat dengan pakaian dan kamarnya.
ya Grace membersihkan kamarnya sendiri, tanpa bantuan dari para pelayan. begitu baik gadis itu hingga tidak mau merepotkan para pelayan di mansion.kamar seluas ini, Grace dapat membereskannya sendiri tanpa bantuan dari siapapun.
lihatlah bagaimana Grace menata beberapa alat rias nya, korden bunga-bunga yang ia biarkan terbuka, hingga dapat melihat secara langsung betapa indahnya kota las Vegas yang padat akan penduduk. serta keindahan cahaya lampu, beberapa kasino megah di luar sana dan langit yang mendukung dengan menunjukkan banyaknya bintang dan bulan bersinar bersama seolah-olah menjadi saksi kisah cinta dari Lucas dan Grace.
Lucas memeluk tubuh Grace dari belakang. menghirup aroma vanilla yang begitu dia rindukan. tubuh yang candu baginya, serta wajah cantik yang ia dambakan membuat Lucas terus-terusan memikirkan gadisnya.
Grace pun terkejut, dirinya yang tadi sedang menata alat riasnya di kejutkan oleh kedatangan Lucas yang tiba-tiba lalu memeluknya dengan erat.
Grace menatap dirinya sendiri dan Lucas di cermin, sesungguhnya Grace juga sangatlah merindukan Lucas, tetapi Grace tak kuasa karena rose ada disini.tidak mungkin bukan Grace dengan tidak tahu Malunya bermesraan bersama dengan Lucas di hadapannya.
"Lucas apa yang kau lakukan?" lirih Grace.
"Aku hanya mencari kehangatan dan keteduhan yang selama ini kucari." ujar Lucas " Ternyata disini." Lucas memutar lembut tubuh Grace untuk menghadap padanya.tetapi Grace menurunkan pandangan matanya. "Aku merindukanmu my Angel.." imbuh Lucas.
Grace terdiam.
"Bolehkah aku tidur di sini bersama denganmu?" sambung Lucas.
*
*
*
Grace mengejamkan matanya,seakan sudah tak sanggup lagi dengan keadaan yang membuat dia dan Lucas merasa sangat amat tersiksa.
apakah cinta memang seperti ini?
Lucas menyentuh wajah cantik Grace lembut, di angkatnya kedua tangan Lucas yang kini menyentuh garis rahang Grace membuat pandangan mata keduanya bertemu.
"Ku mohon pergilah dari sini Lucas.." lirih Grace.
"Why?"
"Karena aku tidak bisa melihatmu disini. itu akan lebih menyakiti hatiku.dan sadar akan posisiku sebenarnya." ujar Grace.
"Sttttt .." lirih Lucas sembari menyentuh bibir Grace menggunakan telunjuk tangannya. "Kau jangan berbicara seperti itu my Angel. itu akan menyakiti hatiku dan anak kita." imbuh Lucas.
Grace membalikkan badannya, memunggungi Lucas yang kini terlihat sangat bersedih.
Lucas kembali memeluk tubuh Grace dari belakang. di sentuhnya perut Grace yang masih rata, lalu mengelusnya lembut. "Anak kita pasti akan sedih jika mommy nya sedih. kau tidak boleh seperti ini my Angel." imbuh Lucas "Bersabarlah sebentar lagi.. aku akan mengatakan kepada keluarga kita tentang kehamilanmu dan hubungan kita yang sebenarnya."
Grace berbalik. "Jangan Lucas! itu akan menyakiti hati rose." ujar Grace.
"Lebih baik kita mengatakan kebenarannya sekarang, walaupun dengan menyakiti hati orang lain sekalipun. dari pada kita terus berbohong seperti ini. itu akan terus-terusan menyakiti hati kita." imbuh Lucas "Taukah kau Grace?Aku bukanlah seorang yang pengecut. aku melakukan ini semua hanya untuk melindungi mu. karena itu aku terus berbohong dan tidak mengatakan apapun menyangkut hubungan ini kepada keluarga kita.".
Grace terdiam seribu bahasa.
__ADS_1
Di sentuhnya tangan Grace, dengan memperlihatkan sorot mata dan raut yang meyakinkan. "Kau tidak perlu khawatir, aku yang akan menanggung amarah dari keluarga kita dan aku akan terus bersamamu untuk melindungimu dan bayi kita." tegas Lucas.
Setelah mengatakannya, Grace memeluk tubuh Lucas erat. begitu erat hingga Lucas pun dapat merasakan jantung Grace yang berdegup kencang seirama dengan degupan jantungnya.
Lucas mendekap tubuh Grace, sesekali dia menciumi pucuk kepala Grace dan kembali memeluknya.
atmosfer yang kini mulai memanas, membuat Lucas tak kuasa menahan gejolak hasrat yang tadinya ia tahan. di sentuhnya dagu Grace lembut, perlahan-lahan Lucas mencium lembut bibir Grace, lama kelamaan ciuman itupun saling menuntut satu sama lain.lucas ******* habis bibir ranum Grace.
di sentuhnya kedua gumpalan gunung kembar milik Grace, membuatnya menggelinjang nikmat, berusaha untuk menetralisir hasrat yang kini mulai menjadi-jadi. Lucas yang tersulut oleh nafsu, mulai memanjakan Grace dengan sentuhan-sentuhan yang luar biasa. permainan yang ia ciptakan membuat sang wanita tak mampu untuk diam. Grace bergerak tak karuan. bahkan kini Lucas telah membawanya ke ranjang.
di letakkannya tubuh Grace, Lucas pun menyentuh garis wajah cantik Grace, Grace mengejamkan matanya. karena Lucas benar-benar sudah menguasai dirinya. bahkan kini lucas sedang bermain-main di area bawah miliknya.
di rasa Grace sudah tak sabar lagi untuk melakukan permainan yang paling menguras keringat. dia pun mengembalikan tubuhnya, kini Lucas berada di bawah kendalinya. hingga kini Grace dengan leluasa memulai permainan yang dia tunggu-tunggu.
Sesekali Lucas tersenyum miring, dia tak percaya jika malam ini Grace yang akan memimpin permainan. hingga membuat dirinya tak berdaya dengan menolaknya.
"Ya seperti itu sayang..." cicit Lucas.
mereka pun hanyut dalam permainan panas,dengan di iringi decitan ranjang yang luar biasa. membuat keduanya terkulai lemas tak berdaya.
*
*
*
Keesokan paginya, Lucas dan Grace bangun kesiangan.sontak Grace yang bangun lebih dulu pun terkejut melihat jam yang kini menunjukkan pukul 9 siang.
Grace melihat Lucas yang kini tertidur pulas di sampingnya sembari memeluk tubuhnya dengan erat.
"Lucas bangunlah.." imbuh Grace.
tak ada balasan, pria itu sibuk dengan mimpi indahnya. Bahkan Lucas tak bergeming sedikitpun.
"Lucas kita bangun kesiangan." sambung Grace.
Lucas masih tak menjawab.
"Lucas bagaimana jika mereka tau jika kau disini, dan kau bermalam bersama denganku. mereka pasti akan curiga." ujar Grace.
"Biarkan saja my Angel, lagipula aku sangat lelah. biarkan aku tidur 1 jam lagi hm.?" jelas Lucas yang masih enggan membuka matanya.
"Lucas.."
tiba-tiba suara ketukan membuat Grace gelisah setengah mati, di tambah rose yang kini memanggil-manggil namanya di depan kamarnya, membuat Grace binggung harus berbuat apa. terlebih dengan keadaannya yang seperti ini. bagaimana Grace bisa menemui rose dengan Tubuh yang masih telanjang.
"Grace.." panggil Rose.
Grace pun terkejut, "Lucas kau dengar?Rose , dia mengetuk pintu kamarku, bagaimana ini apa yang harus ku katakan padanya?"
__ADS_1
Lucas masih enggan membuka matanya.
"Lucas setidaknya mengertilah dengan keadaan ku sekarang." gerutu Grace.
"Baiklah my Angel aku bangun sekarang.kau senang?" Lucas pun terduduk sembari mengumpulkan nyawanya karena ia baru bangun dari tidur lelapnya.
"Lucas, Rose datang. dia mengetuk pintu kamar. bagaimana ini? Bagaimana jika rose melihatmu disini?Aku Tidak tau harus mengatakan apa." raut wajah Grace terlihat ketakutan dan gelisah bercampur aduk menjadi satu.
"Grace..." rose masih mengetuk pintu di luar kamarnya "Kau mendengar ku? Kenapa kau lama sekali membuka pintu?Apa kau sudah bangun?" tanya Rose.
"I-iya rose, aku sudah bangun." teriak Grace.
"Aku membawakan mu sarapan, cepatlah buka pintunya." jawab rose.
"Ya rose, sebentar aku sedang selesai mandi." teriak Grace lagi.
"Lucas cepat bangun dan bersembunyilah.. aku akan membukakan pintu untuk rose." sambung Grace.
"Dimana aku akan sembunyi?" tanya Lucas.
"terserah kau mau sembunyi dimana, aku harus segera membukakan pintu untuk rose. aku takut dia curiga." ujar Grace.
Grace pun bergegas menyambar handuk kimono di dalam kamar mandi, sembari mencuci wajahnya dan menutupi rambutnya menggunakan handuk, agar rose tidak curiga. karena Grace sudah berbohong dengan mengatakan dia sedang selesai mandi dan hendak untuk mengganti pakaian.
Lucas pun bersembunyi, sedangkan Grace membukakan pintu, dan terlihatlah rose yang datang sembari membawakan nampan berisi beberapa makanan untuk Grace.
"Rose kau membawa makanan untukku?" tanya Grace.
"Iya, kau belum sarapan , karena itulah aku membawakan makanan untukmu." jelas rose sembari menunjukkan sikapnya yang hangat dan menyenangkan.
"Seharusnya kau tidak perlu repot-repot membawakanku makanan." ujar Grace.
"Tidak apa-apa Grace, lagipula aku tidak merasa di repot kan." sambung Rose "Ini makanlah.."
rose pun menyodorkan nampan yang berisikan sandwich dan susu untuk Grace, dengan senang hati Grace menyambutnya.
"Terimakasih." lirih Grace.
"Sama-sama."
"Omong-omong Grace, kenapa kamarmu berantakan sekali?" tanya rose, yang dengan tidak sengaja melihat kamar Grace yang sangat amat berantakan.
jantung Grace berdegup kencang,tak tau harus menjawab apa. terlebih rose hendak memasuki kamarnya, tentu itu membuat Grace berkali-kali lipat takut, bagaimana jika rose melihat keberadaan Lucas yang kini sedang bersembunyi di belakang kepala ranjang.
Oh God!
Rose hendak melangkahkan kakinya, namun Grace mencoba untuk menghentikannya.
"Tadi malam ada tikus di dalam kamarku rose, sehingga membuatku tidak bisa tidur. bahkan tikus itu begitu besar sampai aku tidak bisa menangkapnya.tikus itu terus-terusan mempermainkan aku, hingga membuatku terus mengejar dan bodohnya aku tidak bisa menangkapnya."
__ADS_1
"Begitukah?" Rose menatap Grace dengan sorot menyelidiki, Grace yang ketakutan, hanya bisa menahan diri agar tidak terlihat mencurigakan. bahkan sekarang tangan Grace gemetaran sampai mengeluarkan keringat dingin.
Bersambung~