My Posesif Desire

My Posesif Desire
complicated relationship


__ADS_3

Setelah di rasa tenang, Grace hendak untuk keluar dari kamar mandi paling depan, dia melihat Daniel dan Lucas. saat Grace hendak berteriak untuk memanggil, alangkah terkejutnya Grace Karena ada seseorang yang sudah menarik tangannya begitu kasar dan menyakitkan.


"Lepaskan aku!" teriak Grace, tetapi mulut Grace segera di bungkam oleh sapu tangan, membuat Grace tak bisa berteriak meminta tolong.


Grace membulatkan kedua matanya setelah melihat sosok orang yang sudah menariknya bahkan membungkam mulutnya menggunakan sapu tangan agar tak bisa berteriak meminta tolong kepada Lucas dan Daniel.


setelah di rasa aman, orang itu membuka sapu tangan dan mengulas senyumannya yang mengerikan.


"Senang berjumpa lagi denganmu honey, sudah lama kita tidak bertemu, apakah kau merindukanku?"


"J-james...?" lirih Grace.


*


*


*


"yes honey. it"s me!" ujar James sembari menunjukkan seringai yang mengerikan.


"Lepaskan aku!apa yang kau lakukan?" geram Grace.


"Melepaskanmu?" James terkekeh singkat. "Kenapa kau sendirian hm? Dimana kekasihmu itu?" imbuhnya. "Oh astaga aku tidak menyangka jika kau telah bermain-main di belakang rose, berselingkuh dengan Lucas pula?" lagi-lagi James tertawa mengejek.


Grace terdiam.


"Bagaimana jika rose mengetahui ini semua? Mungkinkah dia akan membunuhmu hm?" James mengulas senyumannya yang khas. seakan memiliki niat jahat di dalamnya.


'Hentikan omong kosongmu itu brengsek!" tindas Grace sorot matanya menunjukkan kobaran permusuhan yang kental.


"Kau sudah berani mengumpatiku honey? Sejak kapan kau memiliki mulut kasar seperti pria itu hm?" imbuh James.


Grace membuang muka, muak menatap pria bajingan yang kini berada tepat di hadapannya. ingin sekali Grace memukul wajahnya, menendang perutnya dan memberi pelajaran . namun dia tak bisa berbuat apa-apa selain diam. karena Grace tak mau membahayakan janin yang ada di dalam kandungannya.


"Kenapa kau diam honey?Kau marah?Apa kau marah padaku honey?" James menyapu lembut wajah jelita Grace, sembari menyentuh dagu untuk membuat kedua mata mereka bertemu.


"Aku sangat merindukanmu__"


"Hentikan omong kosongmu itu James!Aku muak mendengar semua itu! seharusnya dulu aku tidak perlu menerima cintamu dan menjalin hubungan denganmu!asal kau tau. aku tidak pernah mencintaimu!" tindas Grace.


"Tidak!Kau berbohong. kau tidak boleh berbicara seperti itu!!" gertakan gigi dengan wajah tegas membuat Grace terkejut dengan ucapan James yang terkesan tajam.


Grace kembali memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak pernah mencintaimu. mungkin saja aku hanya tertarik padamu karena kau menipuku dengan bertingkah seolah olah kau adalah pria biasa yang memiliki hati lembut dan sikap yang baik." ujar Grace "Tapi aku tertipu oleh topengmu! mungkin saja waktu itu mataku sedang buta hingga tertutupi oleh cinta palsu yang kau berikan padaku!"


Grace menatap wajah James sekilas,


"Tapi ternyata kau tak jauh dariku! ternyata kau juga seorang kriminal?Cih aku tak menyangka jika aku harus tertipu olehmu."


"Kau sudah tau siapa aku?" James tersenyum licik.


di tariknya tangan Grace kuat, hingga berdekatan padanya. Grace pun terkejut.


"Berikan clip itu sekarang juga sayang." nada bicaranya yang rendah itu terdengar tajam dan terkesan memaksa.


"Clip apa? Apa yang kau maksud?Aku tak mengerti."


"Jangan berpura-pura. aku tau jika kau yang sudah menyembunyikan clip itu bukan?" lirih James "Kau yang sudah membunuh Broke waktu itu. tak mungkin kau tidak mengetahui apa-apa menyangkut bisnis gelap kami!"


James mencekik leher Grace kuat, membuat Grace hampir tak bisa bernafas.


beberapa kali Grace memukuli tangan James, namun pria itu tak bergeming. dan terus menerus mengancam untuk membunuhnya dan keluarganya. khususnya adalah kara.


"Berikan clip itu padaku! Atau kau akan tau akibatnya." James terus memberontak, bahkan tak membiarkan tangannya memberikan jeda untuk Grace bernafas.


"L-lepaskan ...."


pengelihatan Grace hampir melemah, jantungnya berpacu dengan keras, dadanya sesak. ia hampir tak bisa bernafas. hingga pada akhirnya....


Lucas datang, dia memukuli James dengan brutal. menendangnya, hingga menampari James dengan emosi dan amarah yang menjadi satu.


Grace pun terbatuk, setelah James melepaskan cekikikan lehernya, mencoba untuk menetralkan kembali nafasnya yang mulai tak beraturan. degupan jantung yang berpacu dengan keras membuat Grace tak berdaya.


Lucas terus-terusan menghajar James sampai babak belur, namun bukannya melawan. pria brengsek itu malah tersenyum dan tertawa lebar. seolah-olah Lucas sedang membuat lelucon.


"Keparat!!!" umpat Lucas.


Lucas meninju wajah James dengan brutal, Lucas menduduki tubuh James, lalu memukuli wajahnya hingga kini wajah tampan James berlumuran darah.


Lucas tidak berhenti, walaupun wajah, hidung, dan dahi James mengeluarkan darah yang mengucur deras. hingga pada akhirnya Daniel datang dan melerai pertikaian tersebut.


"Hentikan Lucas!" Daniel menghempaskan tubuh Lucas, membuat pria itu mundur beberapa langkah.lalu menyengkram kerah kemeja James.


James yang terkulai lemah, hanya bisa pasrah saat Daniel mencengkram erat kerah kemeja. menatap James dengan sorot mata yang sulit di artikan.


"Pergi! Jangan pernah kembali lagi!" tindas Daniel, di dorongnya tubuh James membuat pria itu hampir tersungkur, namun Morgan datang tepat waktu. lalu menangkap James yang terlihat sedang lemah tak berdaya.

__ADS_1


"Ingat! aku akan kembali untuk membalas dendam." ujar James sebelum kepergiannya.


Morgan dan para pengawal yang lain ikut membawa James pergi dari sana.tetapi gilanya James masih bisa tertawa dengan wajah yang babak belur seperti itu.


Lucas dan Daniel segera menghampiri Grace,


"Kau tidak apa-apa princess?" tanya Daniel dengan raut wajah khawatir yang khas.


Lucas memeluknya erat dan menciumi pucuk kepala Grace lembut.


"Kau tidak apa-apa?" tanya lucas.


Grace hanya mengangguk.


"A-aku sangat takut." lirih Grace.


"Apa yang kau takutkan hm? Kau takut dengan James?" tanya Lucas.


"Tidak. aku tidak pernah takut dengan siapapun."


"Lalu apa yang kau takutkan hm?"


"Aku takut dengan ancamannya."


"Apa yang dia katakan?" tanya Lucas.


"Dia mengancam akan memberitahu rose tentang hubungan kita." lirih Grace "Aku sangat takut."


Lucas mengelus rambut pirang Grace lembut, kembali mendekapnya, dan mencium dahi Grace dengan kasih sayang.


"Kau tidak perlu takut, aku akan melindungimu my Angel." lirih Lucas.


sedangkan Daniel, hanya diam dengan penampakan yang ia lihat di depan matanya. pada saat Lucas memeluk, mendekap dan menciumi Grace dengan kasih sayang dan cinta yang besar.


Daniel dapat merasakan cinta tulus Lucas kepada Grace, tapi keadaan sedang tidak berpihak pada hubungan mereka. sehingga terciptalah hubungan rumit antara kakak ipar dan sosok adik ipar ini.


"Lucas!"


Grace membulatkan matanya, pelukan yang tadinya terasa begitu hangat kini terlepas sudah. karena rose dan Carrol melihat Lucas dan Grace berpelukan dengan penuh cinta. tatapan mata Carrol begitu menakutkan, seakan minta penjelasan. sedangkan tatapan mata dan raut wajah rose menunjukkan kekecewaan yang dalam.


"Rose..." lirih Grace


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2