
kini Lucas telah kembali, ia pun memasuki mansion, betapa terkejutnya Lucas melihat para pengawal nya terbunuh begitu mengenaskan. bahkan tak hanya itu, para pelayan pun telah mati hingga tak ada satupun orang yang tersisa dalam pembantaian tempo hari.
Bugh...
bugh...
pukulan keras telah mendarat di wajah Arthur, hingga membuat sudut bibirnya robek dan mengeluarkan cukup banyak darah.
"Kau telah lalai menjaga mereka!!!! Kemana saja kau selama aku pergi??!! Hingga kau tak tau jika pembantaian telah terjadi di sini!!!?" teriak Lucas, nada bicaranya mulai menggema. sorot matanya menatap datar pria yang ada di depannya.
dia tak lain adalah Arthur.
Lucas sangat kecewa karena Arthur telah lalai menjaga Grace, dan para penghuni mansion ini, sehingga semua pengawal dan pelayan mati terbunuh dengan menggerikan.
Arthur tak berani menatap Lucas yang Kini telah meneriakinya, Arthur tau betul jika bos nya itu sedang marah karena kecerobohannya, hingga tragedi besar telah terjadi di mansion ini tanpa sepengetahuannya.
"M-maafkan saya sir,, kemarin saya sedang sibuk mengurus beberapa persiapan untuk pembangunan kasino yang anda perintahkan," jelas Arthur.
"Simpan kata maafmu!!!Karena aku tak butuh itu!!" teriak Lucas.
"Cari Dimana keberadaan Grace!!Jika kau tak berhasil menemukannya, maka nyawamu yang akan menjadi taruhannya, karena kau telah lalai menjaganya, kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan!!" tindas Lucas.
Arthur pun mengangguk patuh, pria itu pun langsung pergi mencari keberadaan Grace.
sebelum itu, Lucas sempat memperingatinya untuk mencari Grace dalam kurun waktu 2 jam. jika Arthur gagal, maka pria itu harus pasrah jika nyawanya akan menjadi taruhannya.
__ADS_1
sedangkan Lucas, pria itu mengacak-acak rambutnya frustasi, memukul meja dan menendang beberapa kursi yang tak jauh darinya. dia terlihat begitu khawatir.
Lucas sudah menduga, jika ini semua pasti akan terjadi, Grace akan menjadi incaran para musuh-musuhnya. karena Grace adalah gadis kesayangan klan Valentino. selain itu para musuh selalu beranggapan jika Grace adalah wanita yang lemah, karena tak memiliki darah kriminal dan psikopat. oleh sebab itulah para musuh mengincar Grace dan bukan rose, walaupun dalam kehidupan nyata rose adalah wanita yang begitu hangat, tapi di balik itu semua, rose adalah salah satu wanita klan Valentino yang sangat di takuti.
para musuh bodoh itu tak tau yang sebenarnya, walaupun Grace terlihat seakan tak memiliki darah kriminal dan psikopat, justru Grace memiliki darah campuran antara ayah dan ibunya, darahnya mengalir deras di dalam nadinya, sebetulnya Grace sama seperti yang lain, tapi gadis itu berusaha menyingkirkan darah tersebut dari dalam dirinya, karena dia tak ingin menjadi seorang kriminal seperti yang lain.
jika musuh menganggap Grace lemah, mereka salah besar, justru Grace sangat pemberani, kuat dan tangguh, jika Grace lemah tidak mungkin dia bertahan dari serangan-serangan, dan ancaman yang mulai berdatangan. sampai detik ini Grace masih bernafas, ia masih hidup.bahkan Lucas mampu merasakan deru nafas Grace menghembus, terasa panas mengenai pori-pori kulitnya, begitu besarkah cinta Lucas, sehingga ia dapat merasakan walaupun ia tak mengetahui dimana keberadaan gadisnya.
yang membuat Lucas murka, mungkinkah James bersekongkol dengan ayah tirinya yakni Xavier Morrone untuk menghabisi nyawa Grace, karena James tak mampu menghancurkan keluarganya melalui gadisnya. untuk itulah James meminta bantuan kepada ayah tirinya. atau mungkin Xavier Morrone muak, karena James tak pernah menjalankan bisnis gelapnya itu dengan benar, di karena kan berakhirnya hubungan James dan Grace. sampai-sampai Broke si mata-mata paling setia itu tertangkap dan tewas di bunuh oleh Grace?
Lucas frustasi, dalam menerka-nerka apa maksud dari Xavier Morrone, mengapa pria tua itu begitu ingin menghabisi Grace, sehingga menyewa para pembunuh bayaran di dunia ini, termasuk rose sendiri yakni adalah kakak dari Grace.
pria tua itu memang harus di beri pelajaran, dan yah,, tentu Lucas tak akan sendiri, ia akan menyusun rencana jahat untuk menghabisi James dan Xavier Secara bersamaan dengan bantuan orang yang menurutnya berpengalaman dalam hal ini.
Felix mungkin di butuhkan.
gelisah, khawatir, dan takut tercampur aduk menjadi satu, Karena Arthur tak juga menghubunginya. Lucas tak sabar bertemu dengan Grace, ia ingin segera memeluk erat, mendekapnya, dan menciuminya, betapa Lucas tak mampu menahannya..
tak lama dering ponsel Lucas pun berbunyi, menandakan jika Arthur telah menghubunginya, memberi kabar tentang keberadaan Grace.
tanpa menunggu lama, Lucas segera berlari, menaiki Lamborghini miliknya, dan menekan pedal gas menuju alamat yang tertulis dalam pesan singkat dari Arthur.
....
di sisi lain,
__ADS_1
Grace dan Stella yang sedang memasak di dapur, di kejutkan dengan gedoran dari luar pintu apartemen, sontak suara ketukan keras itu membuat kedua gadis terkejut setengah mati, mereka beranggapan jika para keparat itu telah berhasil menemukan keberadaannya, dan siap untuk membunuh mereka berdua.
"Grace,siapa itu.." Stella yang takut, mendekati Grace yang kini terlihat sedikit gugup namun berusaha untuk tenang.
"Sttt.. kau jangan takut Stella, tenanglah.." lirih Grace yang berusaha menenangkan temannya itu.
Grace pun menoleh kesana-kemari,seakan mencari sesuatu untuk melindungi diri, hingga pada akhirnya, mata Grace terpaku dengan pisau tajam yang tadinya di gunakan Stella untuk memotong sayur.
di ambilnya pisau itu, lalu Grace berjalan pelan-pelan, ketukan tersebut masih terdengar keras, hingga membuat Stella lagi-lagi ketakutan dan tanpa sengaja menyenggol vas bunga. pecahan tersebut membuat si pengetuk pintu malah berusaha untuk mendobrak pintu apartemen Stella.
Grace pun segera menyuruh Stella bersembunyi, dan membiarkan dirinya untuk mengecek siapakah orang yang telah mengetuk pintu dengan kasar.
dobrakan demi dobrakan telah membuat pintu hampir jebol, Grace dengan sigap mengarahkan pisau, bersiap untuk menusuk, berjaga-jaga melindungi dirinya sendiri.
hingga pintu pun terbuka,,, Grace hampir saja menusuk, tetapi pria itu berhasil mencekal pisau dengan tangannya sampai berdarah.
Grace melepaskan pisau tersebut, dan alhasil pisau pun terlepas dari cengkramannya, menatap pria itu dengan sorot mata tak bisa di artikan. ia begitu rindu namun egonya terlalu tinggi jika mengingat bagaimana pria itu bersikap hangat dengan istrinya.
Lucas pun memeluk Grace dalam, mendekapnya erat, seakan lega karena sudah menemukan gadisnya, sesekali Lucas menciumi Grace, dan kembali memeluk Grace. rasa rindunya kini telah terobati. Lucas sangat lega, jika gadisnya baik-baik saja. berdiri di hadapannya, dan sekarang berada di dalam dekapannya.
"I'm so scared to lose you" lirih Lucas di sela-sela pelukannya,
Grace tak menjawab. tubuhnya mendesir, jantungnya berdegup kencang.
"I'm fucking Miss you so much my Angel.." imbuhnya.
__ADS_1
"I Miss you too.." jawab Grace.
bersambung~