My Posesif Desire

My Posesif Desire
TRUTH


__ADS_3

Moscow Russia~


"Bagaimana Lucas?Apa kau setuju dengannya?" tanya Ed pada Lucas selaku rekan kerjanya.


Lucas menatap clientnya satu persatu, dengan tatapan datar, namun tersirat ketajaman. membuat semua orang di dalam sana sedikit ketakutan.


"Oh come on Lucas, bisnis ini sangat penting, yah walaupun terkesan ilegal tapi itu bukan suatu masalah..." timpal lainnya.


"Lagipula ini bukan bisnis ilegal pertamamu. kau bahkan memiliki banyak bisnis kotor di berbagai belahan dunia." imbuh Lassio.


"Ku pikir bisnis ini tidak terlalu menguntungkan untukku." kini Lucas angkat bicara.


"Bagaimana bisa kau mengatakan bisnis ini tidak menguntungkanmu?Kau bahkan mendapatkan keuntungan lebih besar dari kami semua." ujar Pablo.


"Kau pikir petarung ku hanya sejenis abal-abal di luar sana?Mereka di latih dengan kuat, agar menjadi petarung terbaik.kau tentu tahu, jika petarung yang berasal dariku, tidak akan pernah mengecewakan kalian semua.dan tentu saja akan membuat kalian kaya dengan terus mempertaruhkan mereka." jelas Lucas.


"Aku tau otak picikmu kawan." Ed mengerang, sembari terkekeh ringan.


"Kau ingin mendapat keuntungan lebih?Jika iya, katakan saja." sambung Pablo.


"Of course." kata Lucas, sembari menunjukkan senyum liciknya.


"berapa yang kau minta?" tanya Pablo.


"75% untukku."


"Omong kosong!Kau meminta keuntungan Sebesar 75%?" geram Pablo.


"Jika kalian keberatan,maka kita tidak memiliki urusan lagi setelah ini.Kau hanya membuang-buang waktu berhargaku!" kini sorot matanya yang tajam menatap wajah marah dari Pablo yang terlihat sedang tertahan.


"Oh ayolah Lucas?Apa kau merajuk?" sahut Lassio. "Seorang Lucas, juga bisa merajuk rupanya.." Lassio terkekeh, mencoba mencairkan suasana yang kini mulai menegang.


"Fikirkan dulu Pablo.. lagipula 25% sudah besar untukmu, di tambah keuntungan yang nanti akan kau dapatkan saat mempertaruhkan petarung Lucas dengan petarung lainnya.. kau tidak akan kecewa, mereka sangat kuat dan tidak terkalahkan.kau akan mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat dari yang Lucas minta." jelas Ed.


Pablo berfikir sejenak,


"Baiklah,, kalau begitu, tapi ingat! jika kalian menipuku... aku tidak akan tinggal diam!" ujar Pablo.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Lucas dengan nada rendah yang tajam.


"tentu saja aku akan mencari kalian semua dan membunuh kalian semua."


Lucas tersenyum kecut,


"Lakukanlah jika itu benar terjadi." lirihnya.


*

__ADS_1


*


*


Sesampainya Lucas di mansion, dia pun bergegas menaiki tangga, memasuki kamar melihat Grace yang terbangun dari tidurnya, gadis itu berdiri membelakanginya, sembari menatap jendela,menghirup dalam udara dingin malam yang cerah.


Grace menatap langit, sesungguhnya dia sangat merindukan keluarganya, mom dan daddy-nya,,ingin sekali rasanya dia memeluk erat Daniel. bagi Grace, daddy-nya adalah orang yang paling memahami dirinya. selain itu, Daniel juga yang paling menyayangi Grace. Daniel sangat membanggakannya, tapi Grace sudah sangat mengecewakan keluarganya, khususnya rose.


Grace selalu beranggapan jika dia adalah sumber masalah untuk keluarganya, terlebih yang Grace takutkan sekarang adalah, jika rose membencinya. karena sudah merebut Lucas. pasti Carrol akan membunuhnya, karena Grace sudah mempermalukan keluarga. menjadi selingkuhan dari suami kakaknya? Bukankah itu seperti sebuah lelucon yang nyata?.


Grace pun tak mampu menyembunyikan perasaannya, dia benar-benar telah jatuh cinta kepada Lucas, yang gilanya itu adalah suami dari kakaknya.


Damn it!


Grace mengayunkan tangannya di udara, di sentuhnya jeruji besi jendela, dengan cengkramannya yang erat, menekan jeruji kuat, seakan ingin melampiaskan amarahnya tapi tak mampu.


pada saat-saat dimana Grace mencengkram jeruji besi jendela dengan kuat, sontak Lucas pun terkejut,lalu menyentuh lembut pergelangan tangan Grace. membuat kedua bola mata mereka bertemu.


"Lepaskan aku!" tindas Grace.


"Tidak dan tidak akan pernah!" ujar Lucas tak mau kalah.


Grace mengibaskan tangannya kasar, kini sorot mata Grace di penuhi oleh kilatan amarah yang membara.


"Apa yang kau bicarakan?"


"Aku tidak mengerti." Grace mengerutkan keningnya, tanpa mengalihkan tatapannya.


Lucas menyelipkan kedua tangannya kedalam belaian rambut Grace, menyentuh kepalanya dengan sedikit tekanan."Kau tau jika aku sangat mencintaimu.percayalah aku tidak akan pernah meninggalkan dirimu apapun yang terjadi!" lirihnya.


"Tapi kita tidak akan pernah bisa bersama!"


"Why not?"


"Karena kau adalah suami dari Rose, kakakku!"


"Memangnya kenapa jika aku adalah suami kakakmu?Aku tidak pernah mencintainya!"


"Lalu kenapa kau menikahinya jika kau tidak pernah mencintainya?!"


Lucas tidak mampu menjawab pertanyaan dari Grace, perlahan-lahan tangan yang tadinya menyentuh garis rahang gadis itu, kini terjatuh lemas.


Lucas menurunkan pandangan matanya, seakan lidahnya kelu. tak mungkin Lucas mengatakan kebenaran yang sesungguhnya. jika Lucas melakukan ini semua hanya karena ingin mengikat Grace dalam jeratan tali penderitaan, karena dulunya dia pernah berhubungan dengan James, musuh bebuyutan dari keluarganya.


"katakan Lucas!"


Lucas tak menjawab.

__ADS_1


"Lucas!!"


Lucas seakan tuli, pria itu bahkan berdiri mematung memijit pelipisnya sekilas lalu memandang ke arah lain.


"Lucas katakan padaku!kenapa kau menikahi Rose jika kau tidak pernah mencintainya??!!"


"Itu karena aku ingin mengikat mu kedalam jeratan tali penderitaan!!" tindas Lucas.


Deg....


"L-lucas...."


"Ya Grace, aku adalah pria bajingan yang ingin membuatmu menderita, dengan mengurungmu dan membuat dirimu terikat denganku!Aku sempat memiliki rencana jahat untuk menyiksamu, karena kau adalah wanita yang bodoh. kau sudah berhubungan dengan musuh bebuyutan dari keluargamu sendiri!! Keluarga yang begitu mencintai dan menyayangimu?Apakah Balasan yang kau berikan adalah dengan membuat musuh leluasa keluar masuk kedalam rumah kita?Kau seakan memberikan akses bagi James untuk balas dendam kepada keluarga kita karena kebodohanmu sendiri.. cintamu begitu buta, sehingga kau tidak tau bahwa pria itu adalah musuh dari keluarga mu yang ingin membunuh mom kara?" Lucas membuang nafas kasarnya, mencoba untuk mengendalikan dirinya.


"Aku terpaksa menikah dengan rose, agar aku bisa selalu mengawasimu dan James, ingin sekali rasanya aku membunuh James waktu dia datang bersamu,pada saat pernikahan bodoh itu terjadi, dan gilanya kau sendiri yang telah membawanya datang?" sambung Grace.


"Aku ingin mengurung dan menyiksa dirimu, agar aku dapat membuat James menderita berkali-kali lipat dengan menyiksa mu, ya kau Grace. wanita yang begitu ia cintai!"


"Tetapi aku?Aku malah jatuh kedalam pesonamu.. sejak kali pertama kita bertemu, aku sudah jatuh cinta padamu. aku berusaha untuk membuang rasa cinta ini, tapi aku tidak bisa, karena aku sudah benar-benar dibuat gila dengan bayang-bayang wajahmu, terlebih saat kau berciuman dengan pria itu di pusat kota."


Grace seakan tak percaya dengan kenyataan pahit yang selama ini Lucas sembunyikan darinya.


"Sudah cukup!" lirih Grace, ia seakan tak mampu mendengar kenyataan yang kini membuatnya seakan di hantaman oleh Berton ton batu.


"Kau harus mendengarkan aku!" geram Lucas,


Grace pun bersimpuh, menangis sejadi-jadinya.


"Aku sudah jatuh cinta padamu!Aku benar-benar gila karena dirimu,aku mencoba untuk tetap melakukan rencana yang ku susun dengan matang, tapi aku tidak bisa menyiksamu. karena aku sangat mencintaimu Grace." imbuh Lucas "Aku sangat menyesal karena sudah menikahi rose, dan membuat kau menderita. sayang aku sangat mencintaimu,, aku ingin hidup bahagia bersama denganmu, tanpa ada bayang-bayang dari mom, dad, rose, James dan lainnya."


Isak tangis Grace pun berhenti, bukannya senang, namun Grace menampar wajah Lucas dengan tamparan keras hingga membuat sudut bibir Lucas mengeluarkan sedikit darah.


plak...


"Kau benar-benar pria bajingan! bagaimana bisa kau sangat egois?Apa kau ingin lari dari masalah yang sudah kau ciptakan sendiri? Lalu bagaimana dengan tanggungjawab mu dengan Jake?Mom dan dad? Rose?Apa kau tidak memikirkan perasaan mereka sedikit saja?!"


"Aku tidak peduli!!Aku tetap akan membunuh James, karena dia adalah ancaman bagi mom kara dan keluarga kita."


Grace tersenyum kecut.


"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah membunuhnya ha?!Itu tidak akan berubah! rose tetap istrimu, dan aku adalah adik iparmu!" tindas Grace.


"Lupakan apa yang Sudah terjadi di antara kita." Grace membuang nafas panjang,"kita selesai sampai di sini. jangan pernah hubungi aku lagi!"


"Grace..."


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2