
Grace yang sudah bersiap, kini ia berdiri sembari menyeret kopernya menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya di gandeng oleh Lucas.
"Don't touch me with your dirty hands!" tindas Grace sembari menunjukkan tatapan matanya yang tajam.
Walaupun Grace berusaha menepis tangan pria itu. namun Lucas bersikeras dan terus memaksakan keinginannya untuk menyentuh tangan Grace.
Grace begitu kecewa dengan Lucas, bagaimana Lucas bisa melakukan semua ini padanya? Kenyataan pahit apa yang sudah menimpa dirinya, dan dosa besar apa yang Grace lakukan hingga ia di hukum seperti ini.
"don't argue!" tegas Lucas.
akhirnya Grace pun pasrah,saat Lucas hendak menggandeng tangganya menuju pintu keluar mansion.
saat mereka sampai di depan pintu, Grace pun di kejutkan dengan kedatangan rose yang tiba-tiba.hingga dengan kasar Grace menepis tangan Lucas hendak untuk memeluk rose yang kini berada tepat di hadapannya.
"Rose." lirih Grace.
Grace yang menyesal di sertai tetesan air mata mencoba untuk memeluk rose, namun rose menolak sembari menunjukkan penolakannya menggunakan tangan kanannya yang menggantung di udara. tatapan rose begitu mengintimidasi membuat jantung Grace berdegup kencang. Grace berusaha untuk menguatkan hati dan jiwamu, untuk menerima kebencian dari rose dan keluarganya.
"Kalian mau pergi kemana? kenapa kalian bergandengan seperti itu?!" tanya rose.
"Pulang." singkat Lucas.
"Aku akan menemui kalian, dan saat aku telah tiba apa kalian begitu tega meninggalkan ku disini sendiri hm?" ujar Rose. "Jawab aku Lucas.Apa kau tidak mau menyambut kedatangan istrimu ini?" rose yang awalnya terlihat begitu menakutkan karena biasanya memperlihatkan raut wajahnya yang hangat dengan raut wajah begitu dingin. Kini mengulas senyuman khasnya yang manis, sembari memeluk Lucas erat. sesekali menciumi wajah rupawan Lucas dengan lembut. membuat Lucas terkejut, sedangkan Grace memalingkan wajahnya.
gelegar petir tanpa sengaja telah menyambar hati dan juga perasaannya. walaupun Grace berusaha keras untuk terlihat baik-baik saja, nyatanya hatinya di penuhi oleh rasa sakit yang luar biasa. Grace seakan sudah tidak sanggup lagi. tapi dia tak mampu untuk pergi. dia sudah benar-benar terjebak dalam lingkaran segitiga yang membuatnya tak mampu menemukan jalan keluarnya.
"Apa yang kau lakukan rose, hentikan kegilaan ini!" tegas Lucas sembari menunjukkan wajah dinginnya.
"Apakah aku tidak boleh memeluk dan mencium suamiku sendiri?Oh ayolah Lucas aku begitu merindukanmu.. sudah lama sekali kita tidak bertemu. apa kau tidak merindukan istrimu ini hm?" imbuh rose, dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Lucas. seolah-olah mereka adalah sepasang suami istri yang bahagia tanpa mempedulikan jika Grace ada di antara mereka berdua.
hal ini telah membuat Grace sempat sadar akan posisinya, bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa, Grace hanyalah wanita ketiga di antara Lucas dan rose.
Lucas pun mencoba untuk melirik Grace, namun dia tak bisa karena rose tidak membiarkannya Lucas untuk melirik atau hanya menatap Grace sekali saja. rose bahkan menyentuh dagu Lucas agar menatap wajahnya yang cantik, rose pun mencium bibir Lucas, mengecapnya lalu sedikit **********. Grace menggenggam erat koper yang ia bawa, mencoba untuk menguatkan dirinya.
__ADS_1
"Wah-wah kalian memang pasangan yang serasi." ujar Daniel dan Carrol bersamaan.
rose tersipu sebagai balasan.
"dad.." Grace berlari. menghampiri Daniel lalu memeluknya erat.
sungguh Grace begitu merindukan daniel. sudah lama sekali setelah pernikahan Lucas & rose, Grace tak kunjung pulang ke los Angeles. dan kini entah ada angin dari mana. mereka telah datang mengunjunginya di las Vegas.
"my princess.. how are you?" lirih Daniel di sela-sela pelukan hangatnya.
"i'm fine." jawab Grace. lalu kembali memeluk Daniel erat.
"Oh hei apa kau tidak merindukan mom, Grace?" sahut Carrol.
"I'm Miss you so much." kini Grace berganti memeluk Carrol.
sebentar-sebentar. yang membuat grace terheran-heran adalah, mengapa Daniel, Carrol dan rose bersikap baik padanya? Pasalnya yang Grace tau, Stella telah pulang ke los Angeles dan mengancam akan memberitahu rahasianya kepada keluarganya, jikalau dia dan Lucas telah melakukan kesalahan besar dengan berselingkuh di belakang rose.
itu berarti Stella belum memberitahu yang sebenarnya kepada keluarganya.
"Daddy apa Stella tidak ikut datang bersama dengan kalian disini?" tanya Grace.
Daniel mengerutkan keningnya,
"Stella?Dia bahkan tidak pernah datang princess, bagaimana bisa kau bertanya mengenainya kepada kami?" jelas Daniel.
"Princess, bukankah Stella bersama denganmu disini?" imbuh Carrol.
sebelum Grace menjawab pertanyaan dari Daniel dan Carrol. Lucas pun memotong ucapan Grace lalu menyuruh mereka semua untuk masuk.
"Dad, mom. ayo kita masuk. lebih baik kita bicarakan di dalam." pungkas Lucas.
"Ya mom and dad. ayo kita masuk." sambung Rose.
__ADS_1
*
*
*
"Omong-omong Grace, bagaimana dengan pekerjaan barumu sebagai FBI?Ku dengar kau terpilih menjadi ketua tim yang di tugaskan untuk memberantas para mafia dan sekutunya." ujar rose yang bertanya dalam memecahkan keheningan.
"Dia sudah mengundurkan diri." pungkas Lucas.
Daniel dan Carrol mengerutkan keningnya tak percaya. bagaimana bisa putri tersayang mereka mengundurkan diri dalam mengejar mimpinya untuk menjadi seorang FBI rahasia. oh hei bukankah itu adalah impian dari Grace, Karena tak mau menjadi seperti anggota keluarganya yang lain.
"Kenapa?"
Lucas melirik Carrol. seraya berkata. "Karena tak ada yang mempercayainya dalam menyelesaikan misinya sebagai seorang kapten. mereka beranggapan jika Grace tidak layak menjadi FBI dan memegang kendali atas semua rekan Tim nya." jelas Lucas.
"Benar seperti itu my princess?" tanya Daniel memastikan.
Grace mengangguk.
"Oh astaga.syukurlah grace baik-baik saja dan masih hidup sampai sekarang, yang ku tau, jika ada yang mengundurkan diri atau tak mampu menyelesaikan misi yang di tugaskan oleh petinggi FBI maka hanya ada dua jalan keluar." sambung Rose "Jika Tidak di bunuh maka dia terasingkan dan tidak akan mendapatkan pekerjaan sebagai seorang FBI kembali." rose pun melirik Grace lalu memeluknya sekilas. "Kau telah kehilangan mimpimu adikku."
Grace tersenyum getir sebagai balasan.
"Aku sudah kehilangan impianku sejak lama." ujar Grace.
"maksudmu?" tanya rose.
"Bukan apa-apa." lirih Grace sembari mengulas senyum tipisnya.
"Kau tidak boleh menyerah princess, dad akan selalu ada untukmu. kapan pun dan dimana pun, jika kau membutuhkan dad, maka aku akan segera datang untukmu." Daniel mengelus rambut pirang bergelombang Grace lembut.
"Perjalanan mu masih panjang princess, percayalah kau bisa melewati semua ini, hm.." Carrol menyentuh dagu putrinya yang cantik, menatap matanya seolah memberikan semangat hidup untuk Grace.
__ADS_1
"Thanks mom." lirih Grace.
Bersambung~