
"Rencanamu telah berhasil James,, dia sudah mengundurkan diri dari misi yang di berikan untuknya." ujar Morgan.
James mengangkat bibirnya, mengulas senyuman mematikan khas liciknya.
"Ternyata sangat mudah menyingkirkannya dalem pekerjaannya.." lirih James.
"Kenapa kau begitu khawatir dengan profesi Grace?"
"Karena dia sangatlah kuat, cerdas, dan cenderung pintar. aku yakin, dia mampu membuat rencana kita hancur berkeping-keping dalam sekejap." imbuh James.
"Apa kau masih memiliki rencana untuk membalas dendam?" tanya Morgan.
"of course. aku tak akan melupakannya.. aku masih ingat betul bagaimana dulu aku menderita, aku ingin menghancurkan klan itu, sekaligus membunuh musuh dad dan mom." jika James mengingat masa kecilnya, bagaimana ia di telantarkan oleh Nadira, hingga membuatnya menjadi seorang pencuri untuk menyambung hidup, itu membuat James murka.
Karena James beranggapan jika kara lah yang sudah merenggut kebahagiaannya. hidupnya, masa kecilnya yang indah dengan kemiskinan yang membuatnya terpaksa untuk menyambung hidup yaitu dengan mencuri.
"lalu bagaimana dengan Grace?Apa kau berencana untuk membunuhnya juga?"
"Tidak Morgan. aku masih mencintainya,, walaupun dia sudah menghianatiku."
James mengejamkan matanya, mengingat bayang-bayang indah kenangannya bersama dengan Grace.
"tapi secara tidak langsung,kau akan membunuh Grace." ujar Morgan.
James pun menatap Morgan,
"Apa maksudmu?"
"Jika seorang FBI tak bisa menyelesaikan misi yang di berikan, maka jalan satu-satunya adalah di bunuh." ujar Morgan "Atau jika tidak di butuhkan lagi.. dia akan di buang." imbuhnya.
"Grace tak akan di bunuh, Karena sebentar lagi, kita lah yang akan membunuh mereka semua."
"Kau berencana untuk melakukannya sekarang?"
"Ya."
"Kau terlalu terburu-buru James.." timpal Morgan.
"mungkin. tapi semakin cepat maka akan semakin baik." James menyeringai bak iblis yang menakutkan.
"Apa??? Bagaimana bisa kau dengan mudahnya mengundurkan diri seperti ini Grace???Kau mengecewakanku.. dengan memberimu tanggung jawab besar seperti ini aku mengira kau mampu menyelesaikan misi ini dengan baik,, ternyata kau hanyalah seorang pengecut!!" tindas kapten kleo. kapten tertinggi dari kapten yang lain.
__ADS_1
"Grace, kami semua masih mengharapkanmu,," imbuh kapten Geo.
Grace hanya terdiam.
"Kau salah Geo!! kau salah dalam memilihnya untuk menjadi ketua tim. dia bahkan tak bisa menyelesaikan misinya.." ujar kapten kleo.
"Ya,, lihatlah,, dia bahkan berhenti di tengah jalan." imbuh yang lainnya
"Maafkan saya kapten,,Tapi alangkah baiknya mengundurkan diri dari pada menjalankan misi tanpa adanya dukungan dan saling percaya satu sama lain." Grace angkat bicara
"Kau tau konsekuen yang akan kau terima jika kau gagal menjalankan misi ini?!" tindas kapten kleo.
Grace tak menimpali.
"Kau akan di hukum." imbuh kapten kleo
"kau mau mati? Atau di asingkan?, jika kau di asingkan, maka kau tak akan pernah bisa lagi mendapatkan misi, dan kau tak akan pernah menjadi seorang agen rahasia karena kau di keluarkan!" tindas kapten kleo.
"Bawa dia pergi dari sini." ujar kapten Geo.
"Dia belum memilih.."
para polisi mengangguk hormat, lalu membawa Grace pergi dari sana. sebelum itu, Grace menganggukkan kepalanya seakan memberi isyarat untuk meminta maaf.
hal itulah yang membuat Grace termenung, sendirian di dalam kamarnya, menatap jendela dengan terduduk meringkuk dalam balutan selimut tebal berwarna putih dengan televisi yang masih menyala.
Grace sempat terpaku dengan sosok yang berada di dalam televisi, dalam acara pertunangan mewah yang di adakan pengusaha terkenal asal Milan.
tentu saja berita pertunangan antara Davis dan Delilah di liput oleh media, karena keluarga Willson dan keluarga Gonzales adalah pengusaha terkenal yang sedang naik daun.
tentu saja berita tentang pertunangan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat para awak media.
karena yang hanya mereka ketahui, pertunangan Davis dan Delilah salah satu pertunangan dari anak pengusaha yang saling jatuh cinta, padahal mereka berdua di jodohkan karena kontrak bisnis. dasar bodoh!
*pertunangan Davis Kyler Willson dan Delilah Wiley Gonzales, di adakan dengan sangat mewah, pertunangan kali ini tidak hanya di hadiri oleh beberapa aktris dan aktor, tapi para pengusaha terkenal lainnya juga ikut serta dalam acara pertunangan tersebut. salah satunya adalah Mr Jake dan Mrs Maria, mereka adalah pasangan paling romantis,
Mr Jake, bagaimana pendapat anda tentang pertunangan Mr Willson dan Mrs Gonzales..?
...
Mr Lucas, ternyata anda juga datang malam ini..
__ADS_1
Mr dan Mrs Valentino.. kalian sangat serasi.. bagaimana dengan pesta pertunangan kali ini?Apa anda menikmatinya?
Ya, tentu aku harus menikmatinya, terlebih keluarga kami juga berteman baik dengan keluarga Willson, selain itu kami juga berteman.
Lucas tersenyum, bahkan rose terlihat anggun memakai gaun indah berwarna merah muda, yang sedang tersenyum bahagia dengan menggandeng tangan Lucas dan menatap wajah Lucas yang tampan*.
Grace merasa sangat sedih melihat rose dan Lucas bersama. terlebih mereka terlihat bak pasangan yang sangat serasi dan romantis.
tentu rose tak bisa memungkiri bagaimana bahagiannya hidup dengan pria seperti Lucas,entah mengapa hati Grace sangat sakit melihat rose dan Lucas bergandengan tangan dan terlihat mesra seperti itu?.
Grace pun mematikan televisi, lalu mengambil sebotol wine untuk ia minum,
Grace membuka jendela lebar-lebar, lalu keluar untuk menghirup udara melalui balkon kamar yang tertutup oleh jendela kaca, dan tirai raksasa di dalam kamarnya.
dengan melihat sekeliling, menghirup udara segar dalam dalam, lalu kembali meneguk wine yang sudah ia tuang kedalam gelas kaca berukuran sedang.
Grace menatap pemandangan indah sekeliling mansion, yang di jaga ketat oleh beberapa pengawal Lucas.
lalu ia melihat ponsel, yang terus menerus berbunyi, memperlihatkan adanya notifikasi dari Lucas,
adanya ribuan pesan dan telepon dari Lucas, tapi Grace memilih untuk mengabaikannya , dia tak memiliki niatan untuk membalas pesan tersebut. dan terus menerus meneguk wine nya dengan kasar.
"Kenapa dia terus menerus mengirim pesan?" gerutunya.
lalu meletakkan Ponselnya di meja, membiarkannya.
sampai pada akhirnya, Grace terkejut mendengar suara tembakan dari luar mansion.
dor...
dor...
dor...
Grace melihat para pengawal di habisi oleh segerombol orang berbaju hitam, yang sedang menembaki para pengawal dengan membabi buta. tanpa ampun para pria berbaju hitam itu memukul dan membantai seluruh pengawal tak tersisa. Grace pun segera bersembunyi di atap, untuk melihat siapakah keparat yang sudah berani memasuki mansion dan membunuh para pengawalnya.
tentu Grace tak akan tinggal diam.
dia memiliki rencana untuk membunuh satu persatu dari para keparat itu sendirian. walaupun nyawanya dalam bahaya. Grace tak pernah takut. sebelum itu, Grace sudah mengambil pistol dan beberapa peluru untuk ia gunakan dalam membantai pria pria bodoh tersebut.
bersambung~
__ADS_1