My Posesif Desire

My Posesif Desire
tragedy


__ADS_3

flash on


Dor.....


Dor.....


Dor.....


suara tembakan terdengar sangat teramat keras, jeritan para pelayan sangat nyaring, para pengawal berusaha untuk melindungi Grace yang kini tengah tertidur di kamar, seakan tak mendengar suara-suara tembakan yang keras terdengar dari luar, Grace yang menikmati waktu tidur malamnya, menunggu kepulangan kekasihnya, bersandar di sofa, sembari mendengarkan musik keras, ia membaca buku hingga ketiduran. tanpa sepengetahuannya, gadis itu terlelap, sesosok bayangan hitam menghampirinya, di suntikkannya jarum ke leher, membuatnya pingsan.


"Menunduk kalian semua!!!!" gelegar suara khas yang menakutkan, membuat para pelayan ketakutan setengah mati.


para pelayan berusaha mengendalikan ketakutannya, hingga ada beberapa pelayan yang berani berdiri untuk melawan para penjahat itu satu persatu.


bahkan para pengawal pun tak tinggal diam, mereka semua ikut andil dalam menyelamatkan Grace yang kini tengah di bawa oleh segerombolan para penjahat itu.


pada saat mereka saling melawan, bahkan situasi di mansion sangat genting, memicu adrenalin , dimana satu persatu dari pelayan dan pengawal tewas mengenaskan, dengan darah mengalir deras pada bagian kepala,dada, jantung, karena tembakan. mereka rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan Grace, karena jika Lucas tau?maka mereka juga pasti akan tewas, entah tewas oleh penjahat, atau tewas di tangan Lucas karena tak bisa melindungi Grace .


Lucas pernah mengancam jika sesuatu terjadi pada Grace maka Lucas tak akan memaafkan siapapun, tak mendengar penjelasan apapun, bahkan Lucas sudah bersumpah untuk membunuh siapa saja yang tak bisa melindungi Grace. bahkan keluarga mereka pun ikut menjadi sasaran kemarahan Lucas, sehingga para pelayan pun berusaha menepis rasa takutnya, rela mengorbankan nyawanya, demi menjaga Grace sekaligus agar keluarga mereka tak mendapatkan akibatnya.


tibalah pada saat grombolan penjahat hendak membawa Grace ke mobil, Lucas pun datang, dengan membawa lebih banyak pengawal terlatih, profesional, dan tak terkalahkan. di mana Lucas menyewa mereka semua sebagai pengawal pribadinya. tentu Lucas harus membayar mahal atas itu.


Dor...


tanpa berbasa basi dan berlama-lama, Lucas menembak penjahat yang membawa Grace di pelukannya, membuat darah pria itu terciprat kemana-mana dan tubuhnya hancur hanya menyisakan kepala , tangan serta kaki.


"Mau kau bawa kemana kekasihku?!" suara tegas, kuat dan aura otoriter memancar dari wajah Lucas, bahkan dapat membuat siapa saja bergidik ngeri mendengar suara tegas serta wajah marah yang khas. "Lepaskan dia atau kalian akan mati!!"


"Ha..ha..ha..." suara tawa nyaring dan tepukan salah satu pria pun datang, Di buka nya topeng hingga menampakkan wajah tampan pria itu.


rahang Lucas menegang, sorot mata elangnya menatap orang itu dengan tatapan nyalang penuh amarah.


"Kau telah membunuh Morgan. maka terima ini sebagai balasan.!" ujar James.


Ya pria itu adalah James, dia datang untuk menuntut balas.


Dor!!!


Arthur pun langsung terjatuh, tubuhnya ambruk ke belakang. tembakan itu, mengenai dada Arthur. membuat Arthur harus tewas seketika.

__ADS_1


"Satu sama" lirih James sembari menunjukkan senyuman licik yang khas.


Lucas hampir tersulut emosi, namun ia berusaha untuk tenang, karena ia tau bahwa James berusaha untuk memancing amarahnya, sehingga terjadilah aksi baku hantam, yang membuat dia pasti akan di buat sibuk, sehingga James dapat membawa Grace pergi.


Lucas tau jika James bukanlah musuh yang cerdas, dia sama halnya dengan para musuhnya yang lain. sangat bodoh, tolol dan tak bisa berfikir panjang saat tersulut emosi. karena itu, Lucas merasa mampu mengalahkan James sendiri, bahkan tanpa bantuan Felix yang dengan sukarela menawarkan diri untuk membantu, tapi Lucas menolak.


"Santai Lucas, ayo kita bermain-main. Sudah lama kan kita tak bermain-main?" James tertawa.


Lucas masih terdiam, dengan rahang yang masih menegang, serta sorot mata penuh kobaran api.


"Mau ku beritau?" imbuh James. "Ayah angkat ku Xavier Morrone, telah terbang ke Berlin, mengepung mansion keluarga Valentino yang hebat itu, secara diam-diam, dan kini berhasil menembak kara, yang dimana peluru itu menyimpan racun mematikan di dalamnya." ujar James sembari tertawa keras seakan mengejek.


Lucas masih terdiam mendengar ocehan James yang terdengar tolol.


"Mungkin sekarang, bara dan yang lainnya sedang mengkhawatirkan hidup dari ibumu itu!!!" kata James "Ku pikir jika Xavier dan aku menyewa pembunuh bayaran, bukankah Carrol, Jay, dan istrimu_Siapa namanya?"


Lucas masih mendengar omong kosong James, membuat ia hampir hilang kesabaran dan hanya mengepalkan tangannya.


"Ah ya, Rose___adalah pembunuhan bayaran yang berpengaruh, tentu aku tidak setolol itu dengan menyewa kembali rose, karna dia sudah menolak dan dia pun sudah tau siapa Xavier Morrone, yang pada saat itu menyewanya untuk membunuh Grace dengan bayaran fantastis. 16 juta dolar bukanlah uang yang memiliki nominal kecil." sambung James.


Lucas masih terdiam.


"Apa kau sudah selesai bicara?" tegas Lucas dengan suara meninggi.


James mengerutkan keningnya, menatap wajah Lucas marah, sorot matanya penuh dendam, seakan ingin menghabisi nyawanya.


"Tutup mulutmu dan diamlah!!!Aku belum selesai bicara!!!" tegas James.


"Apa kau tak berniat mengundang Jake?Felix?Jay?Mark? Victor? William?Marcus?atau Seth untuk mengepung?" James berbicara omong kosong lagi, Lucas pun hampir muak "Ah, ternyata kau sangat Gentle."


Lucas tersenyum licik.


James menghampiri Grace, mencium kepalanya, seolah memperlihatkan pada Lucas, berusaha membuat Lucas marah sekaligus cemburu.


"Seharusnya malam itu dia menjadi milikku, tapi kau merenggutnya dariku, seharusnya sekarang dia menjadi istriku dan mengandung anakku. tapi kau?!!!Keparat kau Lucas!!!!!" teriak James.


Lucas masih bungkam,


James pun hendak mencium Grace kembali, namun Grace membuka matanya, mengambil jepitan rambutnya yang tajam, ia tusukkan ke bagian mata James, membuat James menjerit kesakitan.

__ADS_1


"Aaaaakkkhhhhhhhh" jeritan James.


para anak buah James pun tak tinggal diam, saat James merasa kesakitan, Grace berdiri beriringan dengan Lucas, bak pahlawan kesiangan. seakan siap untuk melawan para kacung-kacung bodoh. yang membuat para pengawal, pelayan, hingga Arthur pun harus tewas menjadi korban.


pengawal bayaran Lucas pun tak tinggal diam,mereka mengepung anak buah James , Lucas dan Grace pun tak tinggal diam, mereka bekerja sama untuk melawan , dimana Grace yang tengah hamil muda, harus melakukan aksi baku hantam untuk memberantas para penjahat yang berani mengusik ketenangannya sekaligus keluarganya bersamaan. untunglah ia lihai dalam hal bela diri.


sesekali Lucas membantu Grace saat sedang tersudutkan, dimana Lucas memberinya pistol untuk menembaki anak buah yang berusaha mendekat, sedangkan Lucas yang akan mengambil bagian untuk bertarung.


di saat-saat, anak buah James tewas satu persatu, tentu James tak akan tinggal diam, ia menarik Grace, mencekik leher Grace, hingga membuat Grace hampir tak bisa bernafas, Grace ingin menendang dada James tapi pasti ia akan terbanting dan dapat membuat janinnya keguguran. tentu Grace tak akan bisa melakukannya. ia akan berusaha keras melindungi janinnya, bahkan nyawanya harus menjadi taruhannya.


suara Grace tercekat, tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. ia hanya meneteskan bulir air mata dan hampir menutup mata, dan ia melihat Lucas yang juga sedang sibuk melawan anak buah James yang juga tak mudah untuk di kalahkan.


hingga saat Grace hampir menutup matanya rapat, seakan hidupnya akan berakhir sekarang, Lucas pun menusuk kaki James mengunakan pisau lalu menebas tangan pria itu tanpa ampun.


sehingga saat Grace hampir terjatuh Lucas langsung memeluknya, "Grace buka matamu... tolong jangan tinggalkan aku.." lirih Lucas sembari menepuk-nepuk wajah cantik Grace halus, lalu memberinya nafas buatan.


"Tolong bangunlah..." lirih Lucas, ia gelisah,takut, khawatir, bahkan ia tak menyerah untuk memberinya nafas buatan agar nyawa Grace bisa tertolong.


"my angel.. buka matamu!" sambungnya.


hingga pada akhirnya Lucas pun memberi nafas buatan yang panjang, tak terputus, hingga Grace pun terbatuk. akhirnya Grace dapat di selamatkan.


sedangkan James?


pria itu masih menjerit menahan sakit, Lucas pun tak tinggal diam, amarahnya memuncak kini, mengingat James yang hampir membunuh Grace dan mencelakai janinnya.


Lucas pun mengambil pistol dan berniat mengakhiri hidup James sekarang juga.


Di ambilnya pistol tercanggih keluaran baru, yang hanya di miliki olehnya dan Jake saja, ia pun menembakkan peluru itu ke arah James.


James pun ketakutan, dan berusaha untuk lari. namun terjatuh karena kakinya terluka akibat tusukan Lucas.


Dor......


satu tembakan saja, membuat tubuh James hancur tak tersisa, kini Lucas tutup kisah James. dengan kematian.


Flash off.


"Lucas...." lirih Grace membuyarkan lamunan Lucas.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2