My Posesif Desire

My Posesif Desire
jealous


__ADS_3

kini Grace pun hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Carrol untuk bertemu dengan Liam.


Tentu Grace tak bisa beralasan lagi, karena kemarin saat dia sakit, Carrol bersusah payah merawatnya dan kini saat dia sudah pulih Grace tidak mungkin bisa mengecewakan keinginan mommy nya itu. untuk bertemu dan berkencan dengan Liam.


walaupun Grace sangat tidak bersemangat dan bosan. tapi mau bagaimana lagi?Grace tidak mau membuat Carrol bersedih.


Liam yang sedari tadi berbicara, hanya bisa mengerutkan keningnya. "Grace kau mendengarku..?" tanya Liam.


"Ehm.. sampai mana tadi?"


"Ada apa?Kau melamun?" tanya Liam sembari melahap makanan yang terhidang di depannya.


ya mereka sedang berada di restoran khas Korea,makanan Korea adalah salah satu makanan kesukaan Grace.


"T-tidak, aku hanya sedikit pusing." lirih Grace.


"Apa kau mau ku antar pulang?"


"Tidak perlu Liam, aku baik-baik saja."


"Kau yakin?"


Grace hanya mengangguk.


"Baiklah kalau begitu." Liam kembali menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya sendiri. "Omong-omong, bagaimana dengan masa lalumu?Apa kau pernah memiliki kekasih?"


Grace diam sejenak sebelum mengatakan "Pernah, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang kriminal. dan seorang mafia secara bergantian."


Liam terbatuk. "Kau pernah menjalin hubungan dengan seorang kriminal dan seorang mafia? Bukankah kau berprofesi sebagai FBI yang di tugaskan untuk menangkap mereka?Tapi kenapa kau malah menjalin hubungan dengannya?"


"Saat itu aku pun tak tau jika dia adalah seorang kriminal class berat yang ku cari-cari selama ini. namun dengan bantuan seseorang, membuatku mengerti jika kekasih ku itu adalah seorang kriminal yang sesungguhnya." jelas Grace dengan tatapan mata yang kosong, sembari mengingat kejadian masa lalu, dimana dulu dia menjalin hubungan dengan James.


"Sungguh aku tidak percaya dengan semua ini." Liam terkekeh singkat "Omong-omong kalau boleh tau, siapa seseorang yang kau maksud?"


"Seseorang itu adalah seseorang yang spesial buatku." Grace mengedipkan matanya mencoba menahan tangis yang mulai datang.


"Seorang pria atau wanita?" tanya Liam.


"seorang pria."


"Aku sangat iri." Liam menyela.


"Iri?" Grace mengerutkan keningnya "Apa yang membuatmu iri?Dan dengan siapa?"


"Aku iri dengan pria itu, karena dia memiliki tempat special di dalam hatimu." gerutu Liam "Ehm.. bolehkah aku menggantikan posisinya sebagai pria special di dalam hatimu itu?" Liam tersenyum, mengedipkan sebelah matanya, guna untuk menggoda Grace yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


sungguh Grace adalah gadis yang tidak bisa di tebak.


dia itu sangat misterius. karena itulah Liam sangat tertarik dengan Grace.


Grace tersenyum "tentu saja tidak bisa Liam. dia tidak akan tergantikan. bahkan olehmu sekalipun." Grace tertawa.


Liam memanyunkan bibirnya, seperti anak-anak yang merengek Karena tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Seperti itukah?" ujar Liam, Grace pun tertawa.


"Pria sepertimu juga bisa merengek seperti bayi?" Grace tertawa melihat tingkah Liam yang lucu.


Liam adalah pria yang tampan, berperawakan tinggi kekar seperti Lucas, sikap yang hangat, baik dan menghormati wanita. namun di balik itu semua, Liam juga memiliki sisi kekanak-kanakan an.

__ADS_1


Liam terdiam, bak bocah yang sedang marah kepada ibunya.


"Oh Liam kau sangat manis.." goda Grace.


mata Liam pun berbinar, saat Grace mengatakan jika dia sangat manis. "Benarkah?"


Grace mengangguk pasti.


"Bagaimana kalau kita awali hubungan kita dengan pertemanan?" Imbuh Liam "Maukah kau berteman denganku Grace?."


"Tentu." Grace menyambut uluran tangan Liam dengan ekspresi wajah yang mulai tersenyum.


obrolan mereka berdua pun di awasi oleh Lucas,yang kini berada tak jauh dari Grace dan Liam.


Lucas mengepalkan tangannya, melihat wajah cantik Grace yang tertawa berbinar setelah berbincang dengan Liam. tentu itu membuat Lucas tidak suka.


"Entah apa yang dia bicarakan." geram Lucas.


"Aku tidak tau sir, apakah anda ingin aku menguping pembicaraan mereka berdua?" ujar Arthur.


"F*CK!!Tidak bisakah kau diam Arthur?Kau itu banyak bicara sekali." tindas Lucas.


"Ehm.. maafkan aku sir, baiklah lain kali aku akan diam."


"Omong-omong, apa Grace baik-baik saja? Entah mengapa aku begitu mengkhawatirkannya."


Liam hanya diam tidak mengatakan apapun,membuat Lucas kesal. "Kenapa kau diam saja Arthur?!Katakan sesuatu?"


"Anda memintaku untuk diam, karena itu aku diam, tapi sekarang anda memintaku untuk bicara. " gerutu Arthur.


"Dasar bodoh!Katakan sesuatu jika aku bertanya padamu. bukan malah sibuk berbicara saat aku sedang mengawasi mereka. kau menganggu konsentrasi ku!"


Liam menatap wajah Grace yang cantik,


"Grace, bolehkah Aku mengatakan sesuatu?"


Grace kembali menatap wajah Liam secara intens.


"Ya katakan saja Liam."


"Kenapa kau begitu cantik dengan nilai plus yang terletak di matamu.."


Grace tertawa terbahak-bahak dengan rayuan Liam yang terdengar kuno, seperti para buaya pada umumnya.


"Kenapa kau tertawa?"


"Biar ku tebak." ujar Grace "Apakah kau selalu merayu para wanita seperti itu?"


Liam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku mengetahuinya sekarang." Grace kembali terkekeh.


"Sesungguhnya aku tidak pernah memiliki kekasih yang benar-benar ku cintai." ujar Liam "Apa kau tau? sebenarnya aku adalah pria yang brengsek. banyak wanita yang ingin berhubungan dengan ku. tapi aku tentu berkelas, aku hanya memilih wanita yang di pilihkan max untuk ku pacari."


"Max?Bahkan ayahmu yang memilihkan seorang gadis untuk kau pacari?" lagi-lagi Grace di buat tertawa terbahak-bahak dengan ucapan dan tingkah Liam.


"Aku dan max bukan hanya seorang ayah dan anak. tapi juga seorang teman.Kami sangat dekat." ujar Liam "Max adalah pria yang baik. dia bisa memainkan perannya sebagai ayah sekaligus teman yang baik. selain itu Max sangat mengerti dengan segala masalahku, apa yang aku lakukan dan apa yang akan terjadi padaku, walaupun violet pernah berselingkuh, tetapi Max masih saja memaafkan kesalahannya, max sangat penyayang. sekalipun dulunya dia adalah rekan kerja sesama pembunuh bayaran sama seperti Carrol,ibumu."


"Kau seperti begitu mengagumi ayahmu."

__ADS_1


"Hm.. seperti itulah___ aku sangat ingin menjadi max yang memiliki sisi lembut, walaupun hanya kepada keluarga dan orang yang dia sayangi saja." Liam terkekeh singkat setelah membayangkan bagaimana sosok ayahnya yang begitu dia kagumi.


"Kau tau?Kau itu sangat mirip sekali dengan max. wajahmu tampan sama sepertinya, sikapmu juga hangat. namun hanya ada yang berbeda."


"Apa itu?" Liam penasaran


"Jika Max begitu dingin kepada orang lain, tak bisa menggombal dan hanya bersikap lembut kepada keluarga dan orang tersayang. tetapi kau, sikapmu itu sangat menyenangkan, kau memiliki sisi baik dan sikap yang hangat, selain itu kau tukang menggombal seperti buaya busuk." ujar Grace sembari tertawa .


Liam mengerutkan keningnya.


"Oh hei, jika kau menyebutku biaya darat, setidaknya aku memakluminya, tapi kau malah menyebutku buaya busuk. apa aku seburuk itu?" gerutu Liam


Grace pun masih terkekeh geli melihat ekspresi kesal Liam.


"it's oke.. " ujar Grace di sela-sela tawanya. "jangan begitu, ingatlah satu hal, bahwa Liam adalah pria yang tampan."


"Benarkah?" raut wajah Liam berubah seketika setelah Grace mengatakan jika dirinya sangat tampan."Aku memang tampan, kau baru sadar ternyata?"


"Sombong sekali."


Lucas yang tadinya kesal, kini tambah kesal karena Grace mengatakan jika Liam adalah pria tampan.


Lucas terbakar api cemburu.


melihat Grace yang begitu dekat dengan Liam, saling tertawa dan berbincang dengan semangat. bahkan saat bersama dengannya Grace tak pernah begitu bahagia seperti itu.


karena tak kuasa menahan sikap cemburu buta nya, Lucas pun berdiri menghampiri meja Grace lalu menarik tangannya membawa Grace pulang.


Brak!


Lucas menggebrak meja, menyentuh tangan Grace kasar, lalu menariknya. "Sudah cukup bersenang-senangnya?Ayo kita pulang!"


"Apa-apaan?" Grace yang terkejut dengan kedatangan Lucas hanya bisa terkejut dan takut. terlebih raut wajah Lucas yang terlihat jelas sedang marah, tentu membuat Grace tak berani membangkang, karena takut jika amarah Lucas terlampiaskan dengan mencelakai Liam.


"Oh hei apa yang kau lakukan?Kau sangat kasar." Liam mencoba untuk mengalang-ngalangi jalan Lucas,membuat emosi Lucas berkali-kali lipat.


bugh...


Lucas memukul wajah Liam keras, membuat Liam tersungkur hingga mengenai meja dan kursi.


tak ada satupun orang di sana yang berani ikut campur dalam urusan mereka, terlebih Lucas orangnya. semua orang di kota las Vegas tau jika Lucas adalah pria yang kaya dan berpengaruh di sana, karena bisnisnya yang mulai mendunia. terlebih Lucas di kenal memiliki sikap kasar dan dingin. tentu membuat semua orang takut.


Grace terkejut setengah mati, ingin rasanya dia menolong Liam. namun Lucas menyentuh tangannya begitu kuat.


"Liam,kau tidak apa-apa?" tanya grace.


Liam menyentuh sudut bibirnya yang berdarah, lalu berdiri sejajar di hadapan Lucas."Apa yang kau lakukan? Bukankah kau suami rose?Kenapa kau mau membawa Grace pergi?Siapa kau, atas dasar apa kau berani bersikap kasar kepada Grace?!" Liam berkata.


"Pergi! Atau mati?!" tindas Lucas, yang lebih memilih mengancam dari pada menjawab omong kosong tersebut.


Grace bertambah takut setelah Lucas mengancam. akhirnya Grace pun memohon kepada Liam untuk tidak macam-macam dengan Lucas.


"Liam pergilah, Aku akan baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir." ujar Grace.


Lucas pun tak memperdulikan Liam,


di dorongnya tubuh Liam dengan kasar karena sudah menghalangi jalannya, Liam pun hampir tersungkur kembali, namun kali ini, dia dapat menjaga keseimbangannya dengan baik.


Liam hanya bisa melirik kepergian Grace dengan mengerutkan keningnya, seakan curiga dengan sikap Lucas yang seolah-olah sedang cemburu dengan kedekatannya dan Grace.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2