My Posesif Desire

My Posesif Desire
Severe Depression~


__ADS_3

Lucas menggebrak kasar meja kerjanya, kini dia telah membawa Grace jauh dari apartemennya. sekarang Lucas bahkan berani mengurung Grace di mansion mewah yang baru saja ia beli seminggu sebelum dia pindah di las Vegas.


Matanya yang tajam menatap datar penuh dengan kemarahan, mengingat Grace hampir di lecehkan oleh James.


berani sekali keparat itu ingin menyentuh Grace, menghamilinya pula!. bajingan!! tentu Lucas tak akan membiarkan itu terjadi. sehingga saat Grace terkapar tak sadarkan diri di club tempo hari, dan pada saat si keparat James baru saja memulai aksi, pada saat-saat itulah Lucas tiba, bak pahlawan datang kesiangan. dengan memberi bogem keras tepat di mata sebelah kiri James.


James, Tentu tak tinggal diam.


pria itu sempat melawan dengan memberi pukulan hampir mengenai wajah tampan Lucas. tapi Lucas dengan gesit melengkungkan tubuhnya 180 derajat, sehingga pukulan tersebut meleset.


pada saat James lengah, saat itulah Lucas menendang dadanya sampai pada akhirnya James terpental menubruk meja.


dengan tatapan Nyalang, James menatap Lucas yang membawa Grace kedalam pelukannya, lalu pergi.


dan malam itu, di dalam apartemen itu, khususnya kamar Lucas. adalah saksi bisu percintaan panas yang sudah mereka lakukan.


"Anda baik-baik saja sir..?" tanya Arthur.


Lucas tak menjawab.


"Sir,, Miss Grace belum keluar dari kamar sedari tadi, dia bahkan tidak menyentuh makanan yang tersedia di meja sama sekali." imbuh Arthur.


Mendengar ucapan Arthur, membuat Lucas bergegas menaiki anak tangga menuju kamar Grace di atas. dia ingin mengecek apakah Grace melarikan diri atau tidak. karena Grace akhir-akhir ini selalu membangkang, bahkan berani melawan Lucas. Grace bahkan meninju wajah Lucas yang mengenai hidung pria itu, hingga kini hidung Lucas tertutupi oleh perban ringan. untunglah hidung Lucas tidak mendapati luka serius, atau tulang hidungnya patah . tetapi hanya luka ringan yang membuatnya mimisan.


Lucas mendobrak pintu kamar Grace dengan kasar.


dia mencari-cari dimana keberadaan gadis itu, sehingga tak lama, Lucas Mendengar gemercik air di dalam kamar mandi.


Lucas sempat berfikir, mungkinkah Grace mandi malam-malam seperti ini? terlebih cuaca di las Vegas akhir-akhir ini kurang baik. siang panas, malam menjadi sangat dingin hingga hampir menjelang pagi tiba.


Lucas mengetuk pintu kamar mandi.


dengan memanggil nama Grace. tapi tak ada sahutan.


"Grace..!!"


Lucas sangat khawatir, dia kembali mengetuk pintu berkali-kali tapi masih tak ada suara, yang Lucas dengar adalah gemercik air dari dalam tanpa henti.


"Grace buka pintunya sekarang juga!!!"


tak ada suara.


yang ada hanya suara air yang menyala dengan deras.


"Grace buka pintu ini atau ku dobrak sekarang juga!!!"


tak ada sahutan.


"Grace kau mendengarku??!!!!"

__ADS_1


Masih tak ada suara.


"Grace!!!!". teriak Lucas.


akhirnya tanpa berbasa-basi dan berlama-lama, Lucas langsung mendobrak pintu kamar mandi.


alangkah terkejutnya Lucas, melihat Grace pingsan dengan posisi terduduk di bawah pancuran air dingin, tanpa menggunakan sehelai benang yang menutupi tubuh pula.


Oh hei apakah Grace berniat untuk menghabisi dirinya sendiri?!


jangan bodoh!.


dengan cemas dan penuh gelisah, Lucas membawa Grace ke ranjang, memakaikan pakaian lalu membawa Grace ke rumah sakit sebelum terlambat.


"Sir.. apa yang terjadi pada Miss Grace?" tanya Arthur yang gelisah melihat Grace pingsan dengan wajah pucat pasi dan bibir yang mulai membiru.


"Jangan banyak tanya. siapkan mobil Sekarang juga!!" titahnya.


Arthur mengangguk hormat lalu pergi.


.....


kini Grace telah tiba di rumah sakit,


terlihat dari raut wajahnya, Lucas tampak gelisah dan sangat ketakutan. dia sempat menyalahkan dirinya sendiri.


tentu saja Lucas merasa bersalah, karena sebelum kejadian yang menimpa Grace, dia sempat memaksa Grace untuk bercinta dengannya. bahkan setelah itu terjadi, Lucas pergi meninggalkan Grace seakan Grace adalah wanita rendahan yang hanya bisa ia tiduri sesuka hati.


sebenarnya Lucas tak bermaksud seperti itu,


tentu sebagai pria normal ia juga butuh seorang wanita untuk menuntaskan hasratnya, setelah menyentuh Grace. Lucas sudah bersumpah untuk tidak menyentuh wanita lain selain Grace seorang. karena itu, Lucas hanya akan menyentuh Grace saja jika hasratnya timbul begitu saja.


apa mulai dari sekarang Lucas harus mengendalikan dirinya untuk menghadapi sikap Grace?.


atau Lucas harus memberinya kebebasan?.


oh God Lucas frustasi.


mana mungkin dia melepaskan Grace dan memberikannya kebebasan?. sudah dengan susah payah dia menyusun rencana untuk menyekapnya, membuat Grace mengetahui kebusukan kekasih tercintanya itu. apakah Lucas akan melepaskan Grace begitu saja, lalu membiarkan Grace masuk kedalam jebakan si keparat James begitu?


Omong kosong!.


cara satu-satunya adalah dengan melanjutkan rencana yang selama ini sudah dia siapkan dengan matang. walaupun menyakiti kedua hati wanita sekaligus.


"Sir.."


Lamunan Lucas buyar seketika, pria itu langsung menghampiri dokter yang tadinya menangani Grace di dalam.


"Bagaimana keadaannya?Apa dia baik-baik saja?"

__ADS_1


"Begini sir, Mis Grace mengalami depresi berat yang membuatnya kehilangan semangat untuk menjalani hidup." jelas sang dokter.


tubuh Lucas menegang seketika.


"apakah ada sesuatu yang terjadi sir? hingga membuat Miss Grace mengalami depresi berat dan ingin mengakhiri hidupnya sendiri?" tanya sang dokter.


Lucas tidak menjawab, dia hanya menatap dokter tersebut dengan datar, memiliki kesan tajam. membuat dokter tersebut bungkam tak melanjutkan pertanyaan hal yang bersifat pribadi menurutnya.


"Sebaiknya anda harus mulai memahami keadaan Miss Grace, memberinya apa yang ia mau dan jangan membuatnya merasa tertekan. karena itu akan membahayakan dirinya sendiri." imbuh sang dokter.


"Aku tau apa yang harus ku lakukan.!" tindas Lucas.


sang dokter diam membisu.


"pergilah.." titah Arthur.


dokter tersebut mengangguk, dan pergi.


Lucas terduduk di sofa panjang, mengacak2 rambutnya frustasi. dan memukul tembok kasar hingga melukai tangannya sendiri.


"Sial..sial.. sial..!!!" geramnya.


"Sir.." panggil Arthur.


Lucas pun berdiri dan pergi dari sana. meninggalkan Arthur untuk menemani Grace.


Lucas menginjak pedal gas Lamborghini miliknya dengan kecepatan tinggi di jalanan kota las Vegas yang tampak masih ramai pada malam yang mulai larut.


beberapa club dan kasino yang ia lewati masih terbuka lebar. tempat hiburan malam dan para ja* ang juga berkeliaran mencari mangsa baru.


hawa yang mulai dingin, di tambah fikiran yang mulai berkecamuk memaksa Lucas untuk memasuki salah satu gedung kasino megah, yang di dalamnya sudah banyak pria-pria bebas terobsesi dengan kesenangan.


melihat kedatangan Lucas, para pengawal tunduk dengan menunjukkan sikap sopan seakan Lucas patut untuk di segani.


"Selamat datang sir.." ujar salah sang penggawal.


Lucas mengangguk sekilas, lalu memasuki kasino tersebut.


baru saja ia masuk, Lucas sudah di suguhi pemandangan yang memuakkan. karena adanya pertengkaran antara segerombolan gangster dan Mafia.


untunglah para pengawal sudah mengurus konflik tersebut.


"Mau ku temani tuan?" lirih sang ja*ang sensual sembari mengigit bibir bawahnya.


Lucas tersenyum miring.


"Of course honey.." lirihnya.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2