
Lucas pun memeluk Grace dalam, mendekapnya erat, seakan lega karena sudah menemukan gadisnya, sesekali Lucas menciumi Grace, dan kembali memeluk Grace. rasa rindunya kini telah terobati. Lucas sangat lega, jika gadisnya baik-baik saja. berdiri di hadapannya, dan sekarang berada di dalam dekapannya.
"I'm so scared to lose you" lirih Lucas di sela-sela pelukannya,
Grace tak menjawab. tubuhnya mendesir, jantungnya berdegup kencang.
"I'm fucking Miss you so much my Angel.." imbuhnya.
"I Miss you too.." jawab Grace.
....
Lucas dan Grace saling bertatapan,seakan ada kilatan gairah yang mampu membuat keduanya terhanyut dalam gelora gairah yang dasyat.
entah rasa rindu ataukah cinta.mereka masih di pusingkan dengan perasaaan yang tak tau harus bagaimana.di sisi lain Lucas adalah sepupunya, di sisi lain pula adalah kakak iparnya.. Grace tak mampu mengartikan perasaannya. dia tak tahu!
Grace menutup matanya, saat Lucas mencium bibirnya lembut, perlahan namun pasti, ciuman itu sangat dalam dan panas, sehingga Grace terbuai oleh lidah yang menari-nari menguasai rongga mulutnya.
Lucas ******* bibir Grace dalam namun sangat menuntut, di sentuhnya tengkuk Grace, agar Lucas lebih leluasa mengakses dan mencecap rasa manis dari bibir ranum merah tersebut.
Grace yang terbuai, hanya menikmati ciuman tersebut, sesekali Lucas membelit lidah tersebut dengan panas, di rasa atmosfer kini mulai memanas, Lucas pun menggendong Grace ala bridal style, menuntunnya menuju sofa panjang yang tak jauh darinya tanpa melepaskan ciuman tersebut.
lucas membaringkan tubuh Grace, menatapnya sekilas, lalu kembali mencium bibir Grace dalam, tak menyia-nyiakan kesempatan, dirasa sudah mendapat lampu hijau, Lucas mulai menanggalkan pakaian Grace satu persatu, Grace memang telah kehilangan akal sehatnya, bahkan dengan keberaniannya, Grace mulai membuka kancing kemeja pria itu satu persatu sampai kemeja hitam itu tertanggal di bawah lantai.
Grace menyentuh garis rahang Lucas, seakan mengagumi ketampanannya, Karena tuhan menciptakannya begitu sempurna, wajah yang begitu tampan, memiliki daya ikat luar biasa, tubuh atletis yang bersih, dan otot perut yang indah terpahat sempurna, membuat Grace benar-benar hampir tak kuasa menahan diri.
Grace terkejut, saat Lucas begitu lihai dalam memanjakan dirinya,jari pria itu menyeruak masuk, pemanasan yang luar biasa,dan kini, bahkan milik Lucas sedang berusaha masuk kedalam miliknya. walaupun mereka sempat beberapa kali melakukannya, tetapi bagi Lucas, Grace masih seorang gadis, karena sulit untuk di masuki.
dirasa miliknya telah tertanam habis dalam milik Grace, Lucas pun mencium pucuk kepala Grace, membisikkan sesuatu kalimat yang membuat bulu kuduk Grace meremang seketika.
"Are you ready my Angel??" lirih Lucas.
Grace mengangguk.
"Aku akan bergerak perlahan hm.." imbuhnya.
Lucas menggerakkan pinggulnya dengan perlahan, lama kelamaan Lucas pun bergerak cepat, Grace hanya bisa pasrah, dengan menikmati permainan memabukkan yang dibuat oleh pria itu. hingga pada akhirnya, mereka berdua terhanyut dalam percintaan yang panas.
*
*
__ADS_1
*
Setelah 3 jam lamanya mereka bergumul, Grace terkulai lemah di dalam dekapan Lucas, pria itu pun menciumi kepala Grace dalam dan penuh kasih sayang.
"Ku dengar kau mengundurkan diri." ujar Lucas memecah heningnya malam yang sunyi.
"Dari mana kau tau?" Grace menatap wajah tampan pria itu.
"Apa yang tidak ku tahu darimu my Angel?" lirihnya.
"hmm. ya aku telah mengundurkan diri."
"Why?"
"Mereka semua tak mempercayaiku." ujar Grace."ternyata target yang selama ini ku cari adalah James, selain dia adalah musuh keluarga kita, dia juga adalah target yang seharusnya ku tangkap, perdagangan itu, penyelundupan itu, dia adalah dalang di balik itu semua.dan gilanya lagi.. teman-teman ku tak mempercayai rencana yang ku buat selama ini untuk menangkap James, mereka telah mengetahui jika aku dan James pernah menjalin hubungan, dan parahnya, mereka telah menuduhku jika aku sedang bersandiwara untuk menangkap keparat itu, lalu aku akan membebaskannya. mereka beranggapan jika aku masih mencintainya!" imbuh Grace
"Memang kau masih mencintainya??"
"Tidak aku tidak pernah mencintainya!" tegas Grace.
"Lalu siapa yang kau cintai?"
"A...." Grace tak melanjutkan bicaranya, saat Lucas menanyai hal yang menyangkut soal cinta. karena Grace tak tau dengan perasaannya.. dia masih bimbang.
"Entahlah.."
"Kau tidak tau dengan perasaanmu sendiri my Angel..?" lirih Lucas.
Grace membisu, lidahnya kelu seakan tak mampu menjawab pertanyaan dari Lucas.
sekalipun jika Grace benar-benar mencintai Lucas, dia tak akan pernah mengatakannya, Karena tentu Grace takut. ya.. dia takut menyakiti hati rose.
bagaimana mungkin seorang adik tega menyakiti hati kakaknya sendiri,, terlebih yang Grace takutkan sekarang adalah jika rose tau bahwa suaminya telah berselingkuh dengan adiknya sendiri. Grace tak bisa membayangkan.. tentu rose akan membunuhnya.
"Lucas,, aku ingin bertanya padamu."
"Katakan saja my Angel.. apa yang ingin kau tanyakan hm..?"
"Sebenarnya aku ini siapamu?"
Lucas sempat terdiam, walaupun pria itu menunjukkan ekspresi wajah datar, namun dengan santainya Lucas menjawab pertanyaan Grace dengan tak tau malunya.
__ADS_1
"Kau adalah orang yang aku cintai."
bulir air mata jatuh membasahi wajah cantik Grace,
"Bagaimana bisa kau mengatakan itu Lucas.. sedangkan kita adalah sepupu, terlebih kau sekarang adalah suami dari Rose, kakak ku."
"Jika kita bersepupu memangnya Kenapa? tidak ada yang mampu memisahkan kita sekalipun aku adalah seorang pria yang sudah berkeluarga.aku akan tetap mencintaimu Grace.." ujar Lucas, sembari menyentuh wajah Grace menggunakan kedua tangannya hingga menatapnya begitu dalam.
mata Lucas menunjukkan ketulusan, dan cinta yang benar-benar nyata, Grace dapat merasakannya. tapi hubungan mereka begitu rumit.
"Tidak... ini semua salah.! kita tidak bisa seperti ini.. kau adalah suami dari kakakku,, bagaimana bisa kau mencintaiku..aku adalah adik iparmu Lucas,, dari awal hubungan kita sudah salah.. apa kau tidak takut dengan kekecewaan dari keluarga kita??" lagi-lagi Grace menepis tangan Lucas yang berusaha menggapai wajahnya, agar Lucas dapat menenangkan Grace melalui tatapan, dan kasih sayang.
"Kau tidak perlu khawatir.. aku akan mengatasinya."
"Tidak perlu khawatir katamu?Kau benar-benar sakit jiwa!mom dan dad pasti akan kecewa padaku,Daddy bara dan mom kara juga pasti akan marah, aku tidak bisa.. aku benar-benar tidak bisa hidup dengan kekecewaan mereka, sekalipun aku harus hidup dengan pria yang ku cintai."
"Kau mengorbankan perasaanmu Grace??" Lucas tak percaya dengan perkataan Grace yang seakan-akan dengan mudah melepaskannya.
Grace terdiam.
"Grace katakan!!!"
"Ya!!!Asal kau tau Lucas,, aku memang sudah mencintaimu!! tapi aku berusaha untuk menahannya,, aku pun berusaha untuk membuang rasa cintaku padamu,, karena aku tak mau berhubungan dengan seorang yang sudah menikah!!"
setelah mengatakan sedemikian, Grace pun mengambil pakaian, dan pergi meninggalkan Lucas yang masih terduduk dengan raut wajah frustasi.
entah senang ataukah sedih, Lucas benar-benar di buat gila dengan semua ini. sebenarnya dari awal Lucas sudah miliki rencana untuk menyiksa Grace, karena itulah Lucas mau menikah dengan Rose, agar dapat memudahkan rencananya untuk selalu berdekatan dengan Grace.
yang Lucas tau, Grace adalah kelemahan James, walaupun kedepannya ia akan di bunuh Daniel karena sudah menyiksa Grace putrinya, pasti Lucas akan mendapat pengampunan dari keluarga, karena yang Lucas lakukan adalah untuk melindungi keluarganya, khususnya mommynya (Kara) dari ancaman james. walaupun harus mengorbankan Grace.
tapi Lucas salah,
setelah bertemu dengan Grace, Lucas benar-benar dibuat jatuh cinta dengan pesonanya, Lucas bersikeras melupakan Grace, tapi wajah cantik gadis itu mampu memikat hati Lucas dengan sekejap, hingga Lucas mengurungkan niatnya untuk menyiksa Grace, walaupun dirinya sempat mengurung Grace waktu itu.
dan sekarang, Lucas telah menyesal, karena sudah menikah dengan wanita yang tak ia cintai, bahkan statusnya sekarang telah membuatnya rumit dalam cinta segitiga yang menyeret Grace masuk kedalam rumah tangganya bersama dengan rose.
"Sial!! Brengsek kau Lucas!!Kau sudah menyakiti kedua hati sekaligus!!" umpatnya.
"Fuc*!!!".
Lucas mengacak2 rambutnya frustasi, dengan cepat bersiap memakai pakaiannya kembali, lalu pergi dari apartemen Stella menuju tempat tinju, guna untuk melampiaskan amarahnya yang kini membabi-buta.
__ADS_1
bersambung~