My Posesif Desire

My Posesif Desire
Dance party (Engagement)


__ADS_3

malam yang di nanti pun telah tiba,


pertunangan Davis dan Delilah sangat mewah, desain gemerlap dan beberapa bunga serta lampu kelap-kelip bak bintang yang bersinar terang di malam hari.


Rose dan Lucas pun datang, mereka berjalan bak pasangan romantis pada umumnya, Lucas memakai stelan jas berwarna putih, sedangkan rose memakai gaun indah berwarna merah muda, gaun yang tak memiliki lengan, namun panjang terkesan elegan. rose sangat cantik, gulungan rambut menyisakan jepit rambut mewah gemerlap. itu membuat semua orang terpukau.


David dan Ashley yang melihat Lucas telah tiba, mereka pun menyapa dan menyambut kedatangan pasangan itu hangat.


"Lucas selamat datang.." sapa David sembari memeluk Lucas singkat.


Lucas tersenyum datar. sedangkan rose seakan memperlihatkan senyum paling bahagia, berusaha untuk bersandiwara. jika mereka adalah pasangan paling bahagia seperti Jake dan Maria.


"Hai rose.. kau sangat cantik." Ashley memeluk rose sekilas, lalu menyentuh dagu rose lembut, menatap wajahnya yang cantik dengan sedikit polesan make up sederhana.


"Hai Aunty.. Terimakasih, kau juga sangat cantik." imbuh rose,


"Dimana Jake dan Maria? Mereka belum sampai?Acara akan segera di mulai." tanya David.


"Mereka akan segera datang." singkat Lucas.


"Omong-omong rose, apa kau sudah hamil? Pernikahan kalian sudah berjalan 2 bulan, apa kau belum merasakan tanda-tanda kehamilan?" tanya Ashley tiba-tiba. membuat rose bungkam seketika, tak tau harus menjawab apa.


"Ya benar, dengan tubuh atletis Lucas, tak mungkin spermanya tidak berenang dengan baik. klan Valentino adalah perenang terbaik." imbuh David.


Rose memandang wajah Lucas sekilas, bahkan Lucas pun tak menatap dirinya, walau hanya sejenak, yang Lucas tunjukkan adalah sikap dingin dan datar.


"Kami tidak ingin punya anak." nada berat yang khas, terkesan otoriter itu membuat David dan Ashley diam seakan mati kutu.


"Maksud Lucas, kami berencana untuk menunda kehamilan, tentu kami masih ingin bersenang-senang iya kan sayang?" lirih rose.


Lucas tak menimpali.


"Begitu? Baiklah.. sepertinya kalian masih ingin menikmati masa-masa bercinta." David terkekeh rendah.


"Lucas, rose,, kalian Disini?" tiba-tiba cloe datang dan langsung menyapa mereka, setelah melihat mereka berbincang-bincang.


"Cloe kapan kau tiba di Milan?." tanya Ashley.


"Siang tadi, lalu aku pergi ke butik untuk memesan pakaian," jelas cloe.


"Lalu dimana bara dan kara?Dia tidak datang?" tanya David.


"Mereka berdua tidak bisa datang, karena bara sedang sakit, jadi kara harus merawatnya." jelas Ken.


"Dad sakit?" Lucas menimpali.


"Ya Lucas, ayahmu hanya sakit ringan, karena terlalu banyak minum kopi. asam lambungnya kambuh." jelas Ken.


"Astaga, dad sakit?" tiba-tiba Mark dan Jay datang, ia pun langsung menimpali, setelah mendengar bara sakit.


"Hm.."


"Astaga, aku harus segera pulang setelah ini." imbuh Mark


"Mom dad, aku mencari kalian. ternyata kalian disini?" sahut Marcus.

__ADS_1


"ada apa Marcus?Kau terus menerus mencari mom. apa kau ingin menyusu kepada mom lagi?" gerutu cloe.


mereka pun tertawa terbahak-bahak.


"Aku sudah dewasa mom. jangan membuat malu, setidaknya jangan disini " gerutu Marcus.


"Omong kosong! Kurang ajar sekali kau Marcus." gerutu cloe.


"Sudahlah cloe, kau itu sangat cerewet, sesekali diamlah, dan minumlah, kau akan lebih baik hm..?" Shasha langsung menyodorkan minuman kepada cloe.


cloe memutar matanya jengah, lalu mengambil gelas dari tangan Shasha kasar,


"Tingkahnya seperti anak-anak." sambung Justin.


"apa kau bilang?Dasar pria tua tak tau malu.Cih.." gerutu cloe


Mark, Jay dan Lucas hanya bisa diam. tak habis pikir dengan orang tua ini, jika bersama mereka pasti saling adu mulut.


"Jangan mengatai suamiku seperti itu cloe, kau sendiri selalu bertingkat seperti anak kecil, mulutmu itu sangat cerewet. dan tak bisa diam." Shasha membela Justin.


"Kalian selalu saja bertengkar, dari pada adu mulut, lebih baik adu tinju sekalian. pasti akan seru." Ashley tertawa.


"Diam kau Ashley!!" cloe dan Shasha menatap Ashley tajam. Ashley pun diam.


"O-oke.." lirih Ashley takut.


"Dad kapan acaranya di mulai, para tamu sudah mulai berdatangan." ujar Victor.


"15 menit lagi," ujar David.


"Oh hei dimana Davis dan Delilah?" tanya Ashley. "Aku harus mencari mereka berdua."


Pesta dansa terlihat sangat memukau..


banyak para tamu berdatangan, bergegas untuk memberikan selamat kepada keluarga besar Willson.


uncel David dan Aunty Ashley terlihat sangat serasi dengan memakai stelan jas dan baju lengkap dan warna yang sama.


acara ini adalah hari bahagia untuk si bungsu Davis adik Victor. yang kini bertunangan dengan gadis pilihan Ashley.


Sebenarnya Victor lah yang di jodohkan, tapi Victor menolak dengan ancaman akan pergi dan tidak mau mengurus perusahaan dari ayahnya, ya walaupun David & Ashley memiliki 2 putra yaitu Victor dan Davis tapi dalam hal pekerjaan, Victor lebih dari segalanya.. sedangkan Davis? anak itu sama persis seperti Ashley walaupun sedikit murahan tapi menurut.


terpaksa Ashley harus menjodohkan Davis,, jika Victor menolak hanya Davis satu-satunya yang mau menurut kepadanya.. karena perjodohan tersebut sangat penting untuk bisnis.


perjodohan tersebut adalah perjodohan bisnis. yang mana untuk menyatukan 2 keluarga menjadi satu agar perusahaan yang di kelolanya berkembang maju dengan sangat pesat.


yah walaupun juga usia Davis masih sangat muda..


Davis seusia Jay. 25 tahun.


Maria dan Jake bergandengan, bak pasangan paling serasi dan romantis. bahkan Maria menjadi pusat perhatian dengan pakaian yang ia kenakan begitu mencolok. terlebih wajahnya yang luar biasa cantik membuat semua orang tampak terkagum-kagum.


sedangkan Jake?


pria itu menggunakan stelan jas dengan warna merah senada, tetapi Jake membiarkan kemeja hitamnya menyisakan sedikit kancing kemeja untuk terbuka, memperlihatkan dada bidang indah yang terpahat mengagumkan membuat para wanita disana menelan ludah susah payah.

__ADS_1


pasangan itu menjadi sorotan sekarang..


"Aku tidak suka dengan tatapan lapar para pria kepadamu sayang.." ujar Jake, sembari menyentuh pinggang Maria posesif.


Maria tersenyum manis.


"Jangan tunjukan senyum manis mu kepada siapapun,,,"


"Oh ayolah sayang,, lihatlah para wanita cantik itu? mereka sampai tidak sadar dengan air liurnya yang hampir menetes karena melihat ketampanan mu itu." gerutu Maria.


"Biarkan saja.. lagipula aku tidak menganggap mereka semua ada. buatku kau lebih cantik.."


mendengar ucapan Jake, membuat Maria tersipu.


melihat kedatangan Jake dan Maria, rose pun menyapa keduanya dengan antusias.


"Hai Maria..." sapa rose.


oh lihatlah gadis cantik bertubuh ramping itu?


rose terlihat sedikit kurus..


"rose.. kau disini?" tanya Maria


"Ya seperti yang kau lihat,, aku bersama dengan suamiku,, Lucas." rose melirik Lucas,, tatapan mata rose terlihat kagum dan mendamba. sedangkan tatapan mata Lucas.. Pria itu sangat datar. bahkan tidak menunjukkan raut wajah bahagia setelah pernikahan yang menginjak 2 bulan.


"Maria,, kau sangat cantik." puji Rose


"Kau juga sangat cantik.. gaunmu juga sangat indah.. warna ping sangat cocok untukmu.." Maria tersenyum.


rose tersipu,


"Maria kudengar kau hamil?"


"Ya aku hamil 2 bulan.."


"Selamat atas kehamilanmu Maria.." Rose tersenyum.


Maria tersenyum "Terimakasih" lirihnya "lalu,, kapan kalian berencana untuk memiliki anak?" tanya Maria sembari menatap rose dan Lucas bergantian.


"Belum kami fikirkan." ujar Lucas datar.


terlihat raut wajah rose yang kecewa, tapi gadis itu berusaha untuk menutupinya..


"Ehm.. kami sedang dalam proses... " lirih rose.


"Rose,, maukah kau ikut denganku? aku sangat ingin menunjukkan mu sesuatu.." ujar Maria.


rose mengangguk.


Maria mengandeng tangan rose agar sedikit menjauh dari Lucas dan Jake.


bukannya Maria ikut campur dalam urusan rumah tangga Lucas, tetapi entah mengapa Maria sangat kasihan dengan rose.. gadis itu tampak tidak bahagia.


"Ada apa Maria? kenapa kau mengajakku kesini?" tanya Rose.

__ADS_1


"Rose. Apa kau bahagia?"


bersambung~


__ADS_2