My Posesif Desire

My Posesif Desire
16 million dollars


__ADS_3

Rose mengebrak meja milik Eros, dengan mata elangnya, serta raut wajah tak bersahabat yang di tunjukkannya, rose dapat membuat Eros tak berkutik di meja bertender club malam.


tak hanya itu, banyak tatapan pasang mata yang kini menatap mereka berdua, akibat gebrakan meja keras mampu membuat meja kaca bertender retak seketika.


"Kita bisa membicarakan ini baik-baik Rose.." lirih Eros, yang kini mulai ketakutan.


"Katakan, siapa Client yang sudah menyuruhku, membereskan misi untuk membunuh adikku dengan bayaran yang mahal?!" ucapan rose Terdengar rendah namun tajam dan penuh tekanan.


Eros menelan ludah susah payah.


"A-aku tak tau.."


"Tidak mungkin kau tidak tau!!Kau yang memegang kendali atas aku, saat aku mendapatkan misi dengan bayaran yang tak sedikit. tentu kau pasti tau, siapa Client yang sudah berani memintaku untuk menyelesaikan misi membunuh Grace, dengan bayaran 16 juta dolar??!!" tindas rose. "Aku bukanlah gadis bodoh yang bisa kau tipu brengsek!!Kau kenal aku bukan?" imbuhnya. "Dan aku yakin kau pun pasti tau siapa orang itu sebenarnya."


"A-aku tidak tau." Eros masih mengelak.


tentu rose mencurigai Eros,jika Eros tau menahu masalah Client yang sudah membayarnya untuk membunuh adiknya, karena Eros lah yang memegang kendali atas Rose. jika rose mendapatkan misi untuk membunuh, Eros yang akan menghubunginya. dan para Client yang ingin menyewanya, pasti akan menghubungi Eros.


walaupun ia menolak, rose takut jika Grace dalam bahaya,karena ancaman dari orang misterius yang ingin menghabisinya, melalui cara menghubungi beberapa pembunuh bayaran untuk melenyapkan Grace. sepertinya Client itu bukanlah orang sembarangan, dia pasti orang yang berpengaruh, sehingga berani membayar mahal, 16 juta dolar bukanlah uang yang sedikit. itu adalah Bayaran yang sangat fantastis. tak ada yang mampu membayar pembunuh bayaran paling sadis sekalipun dengan bayaran tinggi seperti itu.


rose mencengkram erat kemeja Eros. raut wajah pria itu mulai gelisah takut. bahkan tak mau menatap mata rose yang kini sedang menatap matanya.


"Katakan saja,, kau tak perlu menyembunyikannya.." sahut Nick.


"Kau tau, kau sedang berurusan dengan siapa hm..?" lirih rose, rendah namun sangat tajam. "Klan Valentino. tak mungkin kau tak mengetahui keluargaku. jangan lupa., jika istri dan anakmu ada di bawah kendaliku. aku bisa saja menghabisi nyawa mereka sekarang juga.." rose mengulas senyum tipisnya yang khas.


Eros menelan ludah susah payah.


"J-jangan begini rose.. jangan sakiti mereka.. k-kita bisa membicarakan ini baik-baik bukan?" ujar pria itu terbata-bata.


"Katakan saja. tak perlu berbelit-belit." geram Nick.


"siapa Client itu??!!!Katakan!" tindas rose.


"Xavier Morrone!" jawab Eros.

__ADS_1


"Siapa Xavier Morrone??" tanya rose.


"Aku tidak tau siapa dan kenapa pria itu ingin menghabisi Grace. yang jelas aku hanya di hubungi untuk memberitahukan misi tersebut padamu, dengan bayaran 16 juta dolar. jika kau berhasil membunuhnya." jelas Eros.


"Apa dia tau jika aku adalah kakaknya Grace?" tanya rose.


"Sepertinya tidak. Karena tidak hanya kau saja yang di berikan misi untuk membunuhnya, tapi itu semua berlaku untuk seluruh pembunuh bayaran juga mengincar Grace. karena jika ada yang berhasil membunuhnya, maka 16 juta dolar adalah bayaran yang di terima." jelas Eros.


"Apakah sejauh ini ada yang berhasil mencelakai Grace, walaupun hanya membuatnya cidera, atau apapun yang mengangkut soal keselamatannya?" tanya Nick.


"Sejauh ini masih belum ada, karena Grace selalu bisa menghindar dari serangan-serangan para pembunuh bayaran yang mengincarnya. gadis itu sangat cerdas, bahkan ia mampu mengembalikan serangan yang di buat oleh para pembunuh bayaran dalam membunuhnya." jelas Eros.


rose terdiam, gadis itu berfikir keras.


"Bagaimana kau tau?" tanya Nick.


"rekan-rekan kalian yang mengatakannya."


"Keparat itu ingin bermain-main rupanya.." lirih rose.


"Hubungan kita selesai sudah Eros! aku bukan lagi pembunuh bayaran yang bekerja untukmu. kita tak ada urusan apa-apa lagi Sekarang."


"Rose, kau tak bisa menyelesaikan urusan kita secara sepihak. kita masih tetap bekerja sama."


"Kenapa?"


"Jika kau tak ada, maka tak akan ada lagi yang bisa di andalkan. kau adalah satu-satunya harapan kami, jika kau berhenti maka bisnis kita akan hancur. tak akan ada lagi yang mau mengandalkan para pembunuh bayaran yang berada di dalam naungan kita. tanpa adanya kau. bagi mereka kau adalah pembunuh bayaran paling mengagumkan. bahkan sampai sejauh ini kau belum pernah gagal dalam menjalankan misi. walaupun istri dan anakku kau jadikan tawanan untuk mengancam ku. aku tak peduli, bagiku bisnis ini adalah yang paling penting untukku."


Rose dan Nick saling berpandangan sejenak, lalu mereka berdua mengulas senyum tipisnya.


"Kau benar-benar pria tua tak berperasaan. teganya kau mempertaruhkan keluargamu hanya untuk menjalankan bisnismu. apa kau tau..? kau adalah pria paling serakah yang ku kenal." geram Rose.


Dor...


Dor...

__ADS_1


Dor...


peluru menembak tepat di area leher, dada , dan jantung. darah muncrat di mana-mana. membuat semua orang yang berada di sana terkejut, bahkan ada yang berteriak histeris. karena adanya pembunuhan yang terjadi di club malam dengan sadisnya.


Nick tersenyum, saat melihat mayat Eros terbujur kaku dengan beberapa peluru yang bersarang di dalam tubuhnya, hingga mengeluarkan darah segar yang begitu banyak. di sekitar area leher, dada dan jantung. membuat Eros si pria tua itu tewas seketika.


"Bagus Nick, aku tak perlu mengotori tanganku sendiri untuk membunuhnya." rose tersenyum miring.


Nick tersenyum sebagai balasan.


"Tutup mulut kalian semua!!." teriak Nick kepada semua orang yang ada di dalam club tersebut.


"Jangan ada yang menyebarkan hal ini kepada siapapun. jika kalian berani membuka mulut atau menyebarkan berita tragis ini di sosial media hingga sampai ke awak media, kalian akan ku cari hingga dapat. lalu ku bunuh kalian dan ku jadikan kalian semua santapan buaya peliharaan." titah Nick.


semua orang hanya bisa diam, tak menjawab dan tak menimpali Karena takut.


"Ahh sudahlah.. berbicara dengan kalian, sama halnya berbicara dengan kambing." geram Nick, Karena tak mendengar jawaban semua orang. sebagai respon.


Nick pun melemparkan sebuah bom, menarik tangan rose lalu memecahkan jendela menggunakan tubuhnya. terjun bak tentara payung. seakan tak memiliki rasa takut. hingga gedung club tersebut meledak hebat. membuat semua orang tewas tak tersisa.


rose dan Nick sedikit terguling saat mereka terjatuh. akibat ledakan tersebut hampir mengenai keduanya.


"Apa yang sudah kau lakukan Nick???!!"


"Maafkan aku rose, aku terpaksa melakukannya, karena mereka tak bisa di percaya, sudah pasti jika kita tak membunuhnya, salah satu di antara mereka semua, akan menyebarkan berita tentang kematian Eros. dan aku tak mau semua orang mengetahui kebenaran yang sebenarnya, bahwa aku adalah seorang pembunuh bayaran dan kau juga." jelas Eros.


"Kau membunuh ribuan orang hanya karena salah satu di antara banyak orang yang akan menyebarkan berita buruk tentang profesi kita," rose menatap Nick datar, raut wajahnya yang cantik menunjukkan ekspresi amarah.


"Maafkan aku.."


"Kata maaf tak akan menyelesaikan masalah yang kau buat." rose memutar matanya jengah, melipat tangannya, lalu menatap api dari ledakan tersebut.


"Lalu apa yang harus ku lakukan?"


"Sudahlah,, semuanya sudah terjadi, dengan ledakan ini, tak akan ada yang tau tentang kematian Eros, dan para polisi tak akan bisa menyelidiki penyebabnya terjadinya ledakan yang kau lakukan." jelas rose.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2