My Posesif Desire

My Posesif Desire
Back to las Vegas.


__ADS_3

Grace kini berlarian, dengan sorot mata berbinar menghadap depan, dia melihat James di depan matanya.. seolah-olah James adalah cintanya.. padahal di balik itu semua James memiliki dendam untuk membunuh anggota keluarga.


tangan James terbuka lebar, menunggu Grace yang mulai datang hendak untuk memeluknya.


Grace memeluk erat James, menghirup seruk pikuk udara dari dalam diri kekasihnya itu, mencari kehangatan di dalamnya. Grace benar-benar sangat merindukan James. terakhir kali mereka bertemu, saat James mengantar Grace ke las Vegas setelah menghadiri pesta pernikahan dari Rose & Lucas.


"I Fucking Miss you so much Babe.." lirih James.


"I Miss you too." imbuh Grace.


"sudah cukup rindunya,, jangan berpelukan terlalu lama disini." sambung Stella yang tiba-tiba datang, menghancurkan keromantisan kedua sepasang kekasih itu.


Grace tersenyum.


"Kau disini? Kenapa kau tidak bilang jika akan datang?" tanya Grace.


"Aku sudah menghubungimu 1000kali tapi ponselmu tidak aktif sama sekali, terakhir aku mendengar suaramu saat kau ingin mengatakan sesuatu padaku kemarin." jelas James "ku pikir terjadi sesuatu padamu sayang, karena itulah aku datang kemari untuk menemuimu." imbuhnya.


"Oh so sweet." ujar Stella. "Kalian adalah pasangan paling romantis di seluruh kota Las Vegas." imbuhnya.


James dan Grace hanya tersenyum, setelah Grace memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat.


"Aku tidak apa-apa. hanya saja aku sangat sebal jika harus melihat wajahnya setiap hari." gerutu Grace.


James mengerutkan keningnya.


"Siapa yang kau maksud sayang?" tangannya.


"Lucas." jelas Grace.


"Lucas?" James kembali memastikan.


"Iya. dia disini, dia mengatakan jika dia akan menjagaku dan terus mengawasiku." jelas Grace.


"Kenapa dia ada disini?" tanya James.


"Karena dia menjalankan bisnisnya disini. bahkan dia membeli kasino megah dan club malam yang tak kalah besar dari Club malam miliknya yang berada di Milan." jelas Grace.


"Dia pasti sangat kaya,," timpal Stella "Kalau kau tidak keberatan, kenalkan aku padanya.."


"Stella kau memang tidak waras. dia adalah suami dari rose, kakakku. memangnya kau berani berurusan dengannya?" gerutu Grace.


"Sial. kenapa dia harus menjadi suami dari kakakmu?" sambung Stella.


"Lagipula pria itu bukanlah pria yang baik. dia sangat menyebalkan, sikapnya yang arogan, otoriter dan tak terbantah itu membuatku sakit kepala. dia itu sangat pemaksa."


"Justru sikap seperti itulah yang menunjukkan kewibawaan seorang pria," Stella angkat bicara "Biar ku tebak. pasti dia adalah seorang mafia."


"Yah seperti itulah,, karena itu aku tak mau memiliki kekasih seorang mafia, selain memiliki banyak musuh dia juga seorang kriminal." jelas Grace.


Bahkan seluruh keluargamu adalah seorang kriminal, bagaimana mungkin kau tidak akan menjadi sepertinya, walaupun profesimu seorang agen sekalipun, kau tetap klan dari seorang mafia, psikopat, pembunuh dan seorang kriminal. Batin James.


"Bagaimana jika James adalah seorang mafia?Apa kau akan mengorbankan perasaanmu sendiri karena hal itu?."


perkataan Stella membuat tubuh James menegang seketika, pasalnya jawaban dari Grace lah yang ia tunggu. dia ingin tau seberapa cintakah Grace padanya, sekalipun dia adalah seorang mafia.


"Tentu saja. aku tidak akan mau berhubungan lagi dengannya." jawab Grace sembari menatap wajah James dari dekat. "Karena aku yakin, james tidak mungkin seperti itu, dia adalah pria yang baik. itulah yang membuatku jatuh cinta padanya.." Grace memeluk tubuh James erat sembari tersenyum manis.


"Kau benar sayang, tidak mungkin aku seorang kriminal. kau lebih mengenaliku dari pada diriku sendiri." dusta James.


"Aku sangat mengenalmu.." sambung Grace.


James mendekap tubuh Grace erat, kali ini sangat erat. seolah dirinya tau jika suatu hari nanti, dia akan benar-benar kehilangan Grace. Wanita yang ia cintai sepenuh hati. dan tentu saja James harus menerimanya saat waktu itu tiba.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini sayang?" tanya James.


"kami sedang bersenang-senang" timpal Stella.


"Apa itu benar?" James kembali bertanya.


"Hm.." Grace mengangguk pasti.


"Oh hei, apa kau tidak tau James? Sebentar lagi Grace akan menjadi seorang agen, jika dia sudah menyelesaikan misi yang di berikan oleh Kapten Geo dari D19, jika Grace berhasil maka dia akan di nobatkan menjadi seorang agen rahasia seutuhnya." jelas Stella.


"Selamat atas keberhasilanmu sayang.." lirih James, mencium pucuk kepala Grace sekilas.


"Thankyou Honey.." ujar Grace sembari tersenyum manis.


.....


Anaya mengerang marah, setelah Jake pergi meninggalkannya di club, bahkan berani memperlakukannya buruk.


"Damn it! Berani sekali dia meninggalkanku.. bahkan memperlakukan ku seperti itu, memangnya dia siapa?Cih." gerutu Anaya.


Victor dan Marcus tersenyum kecut. sedangkan Jay, Mark, melanjutkan permainan judi babak terakhir. William dan Seth pun puas bermain-main dengan para ja*ang.


Lucas bahkan tak memperdulikannya, pria itu sedikit menegang setelah mendapat info dari Arthur, yang mengirimnya sebuah pesan, dengan memperlihatkan Grace sedang bersenang-senang di club malam menggunakan pakaian minim.


Lucas mengepalkan tangannya, saat melihat dengan jelas potret Grace sedang berpelukan mesra dengan James, merangkul, sembari mencium pucuk kepalanya. entah kerasukan arwah darimana, Lucas ingin sekali mematahkan kepala James.


bukankah seharusnya dia yang berada di posisi itu, dengan memeluk, merengkuh, dan mencium bibir Grace?. betapa candunya.. Lucas bersumpah suatu hari nanti, Grace pasti akan bertekuk lutut di bawah telapak kakinya, dan Grace akan mencintainya.


setelah mengetahui hal tersebut membuatnya tak tenang, Lucas ingin segera kembali ke Las Vegas, selain dia merindukan Grace, dia juga sangat ingin memisahkan Grace dari James. dan tentu saja Lucas sudah menyiapkan rencana matang dengan memisahkan keduanya.


"Lucas, apa yang kau lihat??!! Kenapa kau terus memandangi layar ponselmu??!Apa ponsel lebih penting dari pada aku?Aku adalah temanmu..." gerutu Anaya.


"Apa kau tidak bisa diam sekali saja?!" glegar suara berat yang khas mampu membuat Anaya bungkam seketika.


"Kenapa kau seperti ini?ada apa ini?Lucas, kau sangat berubah. apa yang membuatmu menjadi seperti ini? aku seperti tidak mengenal Lucas yang dulu.." ujar Anaya.


"Kau hanya belum mengenal Lucas yang sekarang." tindas Lucas.


"Hei Lucas, kemarilah... coba lihat ini.." William memangil Lucas, dan memintanya untuk melihat salah satu wanita malam, yang sedang menggodanya dengan menunjukkan tubuh telanjangnya di dalam ponsel.


William dan Seth terkekeh geli.


"Berani sekali dia.." ujar Seth.


"Lucas, kau pasti akan menyukainya.." imbuh William.


Lucas pun menghampiri William dan Seth yang melihat tingkah sensual dari wanita malam tak tau diri itu.


"Siapa namanya?" tanya Seth.


"Namanya Jessi. dia adalah salah satu wanita simpanan yang ku kurung di apartemen." jelas William.


Victor dan Marcus yang penasaran langsung menghampiri mereka. "Will kau benar benar keparat." ujar Victor.


Marcus terkekeh.


"Dia pasti sangat puas dengan wanita satu ini." ujar Marcus.


"Tentu saja, dia itu sangat pintar dalam menggoda, dia juga sangat luar biasa dalam bermain. ku pastikan kalian akan ketagihan." jelas William. "apa kau ingin mencobanya?" tanyanya.


"Tentu tidak. aku tidak berselera memakai wanita yang sudah di pakai beberapa kali." dengan arogannya Lucas mengatakan hal yang membuat mereka tercengang. "Bagiku satu wanita hanya ku pakai sekali. " imbuhnya.


"Kau tidak perlu mengatakannya,, aku sudah tau sebajingan apa kau itu." timpal Marcus.

__ADS_1


merasa tak ada yang mendengarkannya, Anaya pun mengepalkan tangannya dan pergi dari Club tersebut, lalu gadis itu menelfon seseorang untuk mengikuti kemana perginya Jake. dia ingin tau, apa yang sebenarnya terjadi. dan kenapa Jake menjauhinya, terlebih kini Jake mulai berani memperlakukannya tidak baik.


sedangkan Lucas?


Ahh pria itu sudah sangat berubah.


bukan sikap kasarnya.. justru sikap kasarnya seakan tak mungkin hilang, karena sudah melekat di dalam diri pria itu.


bahkan Lucas tidak pernah berbohong padanya, sering kali Lucas berada dalam masalah, Anaya lah orang pertama yang tau, dulu Lucas sangat terbuka padanya, tapi sekarang.. Lucas bahkan seperti orang asing. hingga Anaya hampir tak mengenalinya.


Lucas berjalan perlahan-lahan, menuju ke arah balkon sembari meneguk wine dengan kasar.


"Ada apa Lucas?Kau terlihat tidak baik-baik saja. ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Victor.


"Victor, maukah kau membantuku untuk menyiapkan jett pribadiku?Aku akan kembali ke las Vegas besok." lirih Lucas.


"Of course."


Bersambung~



Jasmine Gracella Florence.



Lucas Aldrich Dominiq Valentino.



Rose Charlotte Annabella.



James Palmer (Morrone)



Marcus Willbert.



Victor Clovis Willson



William Agler Rodriguez



Seth Gabriel Ed



Stella



Jay Alaric Andreson V.



Mark Xander Valentino.

__ADS_1


.


__ADS_2