My Posesif Desire

My Posesif Desire
The Real Psikopat.


__ADS_3

Lucas meninjau lawannya dengan brutal, menghantam kepalanya dengan kepala musuhnya keras, hingga sang musuh yang bertubuh kekar itu, mengeluarkan darah yang cukup banyak di area kepala. tapi tidak ada seorang pun yang berani ikut campur dalam pertarungan darah tersebut.


mereka tau, ini semua akan terjadi, karena Ring tinju tersebut adalah milik Lucas, disana Lucas adalah yang berkuasa, para pemain pun tau konsekuensi saat melawan Lucas, jika tidak mati maka akan terluka dengan parah, Karena setiap kali Lucas sedang tersulut emosi, disanalah dia akan menghabisi lawannya tanpa ampun.


Lucas terus menerus memukuli kepala dan tubuh pria itu dengan gila, seakan-akan pria itu adalah boneka yang mudah sekali ia taklukkan. bahkan saat pria itu sudah terkapar tak bergerak, Lucas masih terus menerus meninju wajah pria itu.


darah muncrat dimana-mana, para petinju yang melihat pun begidik negeri melihat betapa brutalnya Lucas dalam menghajar pemain yang tak berdosa itu, betapa malangnya nasib pria itu, yang harus tewas akibat amarah Lucas. untuk kesekian kalinya Lucas membunuh pemainnya sendiri, karena amarah yang tak dapat dia kontrol.


para pemain disana memang di bayar mahal, tapi mereka harus siap jika sewaktu-waktu Lucas menghajarnya, dan bisa jadi pula nyawanya menjadi taruhan, seperti pria-pria malang yang sudah mati akibat amarah Lucas yang kian menjadi-jadi.


Lucas pun berdiri, kini amarahnya telah hilang, ia memanggil Arthur.


"Arthur!."


"Yes sir.."


"Urus mayatnya segera.dan jangan lupa berikan kompensasi untuk keluarganya, berikan berapapun yang mereka minta, asal mereka mau tutup mulut. jika mereka memeras kita, bunuh saja semua anggota keluarganya..!" tindas Lucas.


"Baik sir.." sahut Arthur.


"Dan yaa Arthur, urus penerbanganku ke Rusia." titah Lucas.


"sesuai perintah anda sir..."


Lucas pun pergi, bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, kini ia benar-benar harus memenangkan diri sejenak, selain dia di pusingkan dengan pekerjaan, Lucas kini harus di pusingkan dengan Grace dan rose. dua wanita itu sudah berhasil menguasai isi kepala pria itu, hingga kini Lucas tak tau jika ada penyusup yang sudah memasuki kamarnya untuk membunuhnya.


tapi dengan kepekaan yang pria itu alami, Lucas mampu menghindar saat pria asing itu hampir menusuk dirinya,dengan gesit Lucas langsung mengglintir tangan pria asing itu, sampai pria itu berteriak histeris, Lucas yang masih tersulut emosi, tanpa ampun menggelintir tangan pria asing sampai putus, hingga tewas.dengan tubuh tanpa tangan.


Lucas membuang tangan tersebut kedalam Tong sampah, tak jauh dari dirinya. lalu kembali terduduk dengan fikiran yang masi berkecamuk.


dengan sigap pria itu menghubungi Arthur untuk membereskan mayat yang telah ia bunuh untuk kesekian kalinya.


di letakkan nya benda pipih tersebut di dekat telinga.. lalu memerintah Arthur untuk segera datang kedalam kamarnya.


"Arthur, bereskan mayat pria keparatt ini!!"


"Anda membunuh orang lagi sir?"


"Keparat ini hampir membunuhku,, apa aku harus diam saja???!!!" tindas Lucas.

__ADS_1


tiba-tiba, dering ponselnya pun berbunyi, hingga sangat nyaring..dari nomor ponsel tak di kenal.


geram karena terus di hubungi..


Lucas mengangkat panggilan tersebut.


dan alangkah terkejutnya Lucas mendengar ucapan orang misterius itu.


dengan kekuatan gesitnya, Lucas menyambar jaket kulit dan memakainya, lalu mengambil remot mobil, dengan langkah tergesa-gesa seakan mengkhawatirkan sesuatu. Lucas pun pergi tanpa mengatakan sepatah katapun terhadap Arthur. memuat sang tangan kanan sekaligus kepercayaan itu pusing bukan kepalang, karena tingkah bos nya yang selalu menyusahkan dirinya.


Lucas menekan pedal gas Lamborghini miliknya kuat, dengan kecepatan tingginya, Lucas hampir saja menabrak orang tua yang hendak menyebrangi jalanan kota, yang ramai akan orang gila kebebasan dan kesenangan.


sampailah Lucas ke arah tujuan, dimana dia melihat Grace yang kini sedang singgah di dalam restoran khas makanan Korea.


ingin sekali Lucas menghampiri gadisnya, namun tak memiliki keberanian untuk menampakkan diri di hadapan Grace, karena kebrengsekanya.


tetapi Lucas terpaksa harus mengawasi pergerakan Grace, Karena ia takut gadisnya celaka. karena pria misterius itu mengatakan jika dia sedang mengincar Grace, yang kini tengah duduk santai dengan melahap beberapa makanan lezat terhidang di depannya.


tidak hanya itu, dengan mata jeli nya, Lucas pula mengawasi beberapa pegawai disana,tak lupa ia juga mengawasi semua orang yang juga berada di dalam restoran khas makanan Korea tersebut. jika ada yang mencurigakan, maka Lucas sudah siap untuk menembak kepalanya, menggunakan pistol yang telah ia bawa.


"Fu*k!!! Berani sekali keparat itu mempermainkanku!!! Brengsek!!" gerutunya sembari memukul mukul stir mobil.


selang beberapa saat kemudian, saat Grace hampir selesai dengan makanannya, seorang pria datang dengan memeluk Grace. Grace pun nampak tersenyum hangat kepada pria itu.


Lucas yang masih berada di sana, mengawasi Grace didalam mobil, Lucas yang melihat Grace bersama dengan pria lain merasa tak suka,ingin sekali dia membunuh pria itu karena sudah berani-berani mendekati gadisnya.


namun Lucas masih waras, dia tentu tak mau menunjukkan kepada Grace, jika dia adalah pria bajingan yang paling brengsek dengan membunuh orang di hadapannya. Lucas cukup waras, karena ia masih bisa membunuh pria itu dengan cara licik dan tersembunyi.tentu tanpa mengotori tangannya sendiri.


"Bersenang-senanglah my Angel, setelah ini, aku akan menyekapmu dan membawamu pergi dari sini. lalu kita akan hidup bahagia tanpa gangguan keluarga dan musuh sekalipun." ujar Lucas sembari menampakkan senyuman khas licik yang berkedok rupawan itu.


selang beberapa saat, kini Grace pun berjalan menuju pintu keluar restoran berdampingan dengan rekan prianya, melihat Grace dan pria lain yang sedang tertawa bersamaan, seakan membincangkan sesuatu lelucon kuno,membuat Grace tertawa bersamaan dengan si pria yang menatapnya penuh kekaguman.


emosi yang tadinya berusaha ia tahan, kini meledak sudah, amarahnya kini kian meletup-letup. Lucas sudah tidak tahan melihat Grace bersama dengan pria lain, terlebih tatapan pria itu seakan menginginkan gadisnya.


Lucas keluar dari Lamborghini mewah miliknya, di pakainya kaca mata hitam membuat pria itu tampak memesona, terlebih dengan langkahnya yang gagah itu sedang berjalan menuju Grace yang terkejut melihat dirinya.


"Oh hei my Angel.. aku mencarimu dimana-mana, ternyata kau disini?" lirih Lucas, sembari memeluk pinggang Grace Posesif.


Grace pun merasa tidak nyaman dengan kemunculan Lucas yang tiba-tiba, bahkan menunjukkan kemesraannya di hadapan west.

__ADS_1


"Kau tidak perlu mencariku." ujar Grace.


"Bagaimana mungkin aku tidak mencarimu?Aku bahkan tidak bisa hidup tanpamu walaupun hanya sedetik." lagi-lagi Lucas menyentuh pingang Grace posesif,bahkan kali ini Lucas memang benar-benar tidak waras, dia mencium kepala Grace di tempat umum,lebih tepatnya Grace merasa tidak nyaman dengan perilaku Lucas yang terkesan posesif.


"oh hei apa aku menganggu kalian??" ujar west.


"tidak..."


"Ya." pungkas Lucas.


"Sepertinya aku mengenalmu..." ujar west kepada Lucas. "Apakah kau pengusaha itu?Lucas?Kau Lucas Aldrich Dominiq v? pemilik club sekaligus Kasino mewah yang terkenal itu?" imbuh west.


"Hm.. tapi lebih tepatnya adalah kekasih Grace." jelas Lucas.


Grace terkejut, menatap Lucas dengan sorot mata yang sulit di artikan.


"Wah benarkah? Selamat untuk kalian. sudah berapa lama kalian berhubungan?" ujar west.


"Baru kemarin malam.kita juga menghabiskan waktu bersama."


west tersenyum sebagai balasan.


"My Angel, sebaiknya kita pergi sekarang. aku sudah menunggumu dari tadi." lirih Lucas kepada Grace yang masih terpaku karenanya.


"Tapi aku..."


"Tidak ada bantahan." pangkas Lucas, walaupun nada bicaranya rendah namun terselip nada penekanan.


"Baiklah Grace, aku akan menghubungimu nanti.. sampai jumpa." sahut west.


"Sampai jumpa." jawab Grace.


Lucas yang muak, langsung menarik Grace bahkan mengendongnya ala bridal style. membuatnya malu bukan kepalang. terlebih tatapan semua orang menatapnya. tentu membuat Grace berkali-kali lipat malu, sehingga menutupi wajahnya di dada bidang milik pria itu.


Cih!Dasar pria gila.


gerutu Grace dalam hati.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2