
"Sebenarnya kau mau mengajakku kemana?" tanya Grace, sembari memutar matanya jengah.
"Diamlah my Angel... atau ku bungkam mulutmu dengan bibirku.. aku yakin kau pasti menyukainya bukan?" lirih Lucas sembari mengedipkan matanya nakal.
"Kau itu benar-benar sudah tidak waras." gerutu Grace.
malam yang larut terselimuti oleh indahnya bintang itu tampak bersinar terang, terlebih bulan purnama seakan menampakkan sinar yang tidak biasa. seolah-olah telah mengerti kebahagiaannya. yang kini terselip di dalam lubuk hatinya.
Grace hanya dapat melihat jalanan kota, entah kemana Lucas mengajaknya pergi, yang jelas ia sangatlah lelah.sesekali gadis itu menguap lebar, sampai pada akhirnya mengejamkan matanya dan tertidur lelap.dengan kepala yang tiba-tiba menyandar dalam dekapan Lucas.
Lucas mengulas senyumannya yang khas, ia tak menyangka jika gadisnya ternyata juga mencintai dirinya. Lucas tidak akan memikirkan statusnya sekarang, jika dirinya bersama dengan grace.yang ia fikirkan adalah bagaimana dia bisa hidup bahagia dengan Grace tanpa adanya bayang-bayang Rose di dalam hidupnya.
walaupun Lucas adalah pria yang sudah menikah, ia tak peduli. karena pria bebas dan Bajingan seperti Lucas, tentu tidak akan pernah memikirkan perasaan orang lain.sekalipun itu akan menyakiti anggota keluarganya sendiri.
Lucas sudah merencanakan sesuatu untuk masa depannya bersama dengan Grace setelah perceraiannya bersama rose.ia tau betul, sudah pasti Carrol tak akan tinggal diam, jikalau dia mengetahui bahwa selama ini Lucas tak pernah menganggap rose adalah istrinya.terlebih jika Carrol mengetahui perselingkuhannya dengan Grace.
Carrol tentu akan membunuhnya.
Tapi yang terpenting sekarang adalah Grace, Lucas harus melindunginya dari para keparat bayaran yang telah di sewa oleh Xavier Morrone. entah apa maksud dari si tua Bangka itu, hingga menyewa para pembunuh bayaran untuk melenyapkan Grace. Lucas tak akan tinggal diam.bedebah tua itu memang harus di beri pelajaran.
Lucas mengepalkan tangannya kuat, mengingat bagaimana saat Grace di ikuti oleh para keparat itu, dan hendak membunuhnya. untunglah Grace bukan wanita lemah yang hanya bisa lari dari musuh-musuhnya. tetapi Grace adalah wanita yang berani, ia mampu melindungi dirinya sendiri dari para keparat yang ingin melenyapkan dirinya.untunglah saat-saat genting salah di antara keparat akan menusuk Grace dengan pisau lipat, Lucas sudah lebih dulu menancapkan pisau tepat di otak pria keparatt itu. hingga darah mencucur deras dari kepalanya.
Grace menggeliat, sesekali Lucas menatap wajah cantik itu dengan teduh,wajah polos yang murni. kecantikan Grace begitu terpancar seakan memiliki daya ikat tersendiri, matanya yang bulat begitu tajam, sangat indah... Grace adalah keindahan yang tak mungkin di lewatkan.
__ADS_1
Lucas menatap bibir Grace, perlahan-lahan dia mendekatkan kepalanya, dia ingin mencium bibir ranum itu.., Lucas mengejamkan matanya, menempelkan bibirnya dan bibir Grace lembut, sesekali Lucas ******* bibir merah merekah milik Grace. hingga pada akhirnya Lucas melepaskan ciuman tersebut sembari mengulas senyumannya yang memesona.
Rusia~
setibanya Lucas di Rusia, dia di sambut baik oleh beberapa anak buahnya, sembari menggendong Grace kedalam dekapannya, Lucas mengulas senyuman mematikan, saat salah satu dari anak buahnya membisikkan sesuatu kepadanya. bahkan Arthur pun di buat penasaran dengan rencana bosnya yang ia anggap misterius itu.
"Suruh mereka menungguku.. jika mereka tidak mau, batalkan saja kontrak kerja sama kita." titah Lucas.
sang anak buah pun mengangguk patuh, lalu bergegas untuk menyelesaikan tugas yang Lucas berikan.
"Arthur!"
"Yes sir.."
Arthur mengerutkan keningnya, "anda mau pergi kemana sir?" tanya Arthur.
"Bukan urusanmu!" ujar Lucas dingin.
saat Arthur berinisiatif untuk menggendong Grace, "Mau apa kau?" tanya Lucas.
"Bukankah Anda meminta ku untuk membawa Miss Grace ke mansion dan menjaganya sir??Apa anda lupa?"
"Dasar bodoh!Apa kau harus menyentuhnya?Tidak perlu menyentuhnya... biar aku saja yang menggendongnya.!"
__ADS_1
"Terserah anda saja sir, lagipula jika kami telah sampai di mansion,saat Miss Grace tak kunjung bangun, tentu aku tidak akan membiarkannya jalan sendiri.. pasti aku akan menggendongnya juga.."
"Kalau begitu, aku akan iku pulang ke mansion, setelah aku memastikannya tidur di dalam kamar, lalu aku akan pergi menemui rekan kerjaku." jelas Lucas.
"Apa itu tidak terlalu lama sir?Mereka sudah menantikan anda.."
"Aku tidak peduli... Lagipula mereka yang membutuhkan aku, jika mereka tidak mau menungguku, biarkan mereka pergi.!"
Arthur menghembuskan nafas beratnya. membiarkan apa yang bos nya itu lakukan.
walaupun ia tak habis pikir dengan sikap Lucas yang begitu posesif.. bukankah Lucas itu gila?Mana mungkin membangunkan Grace, lalu menyuruh gadis itu berjalan sendiri saat bangun tidur, tentu nyawanya belum Terkumpul sepenuhnya bukan?
bagian dia sendiri yang meminta Arthur untuk membawa Grace ke mansion, jika gadis itu tertidur lelap,tentu Arthur harus menggendong lalu membawanya pulang.
"Baik sir..."
*
*
*
Bersambung~
__ADS_1